TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Malam Pengantin


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam 19.05 menit. Semua anak buah Rizal sudah tiba di restoran tempat diadakannya perayaan pernikahan Rizal dan Grace. Selain anak buahnya, Rizal juga mengundang Bondan juga Fauziah, sahabat dekat Isabella.


Isabella sendiri datang bersama Fauziah. Awalnya Isabella malas untuk ikut hadir di resepsi sederhana pernikahan Papihnya itu. Namun, karena bujukan dan nasehat dari Fauziah, akhirnya Isabella bersedia ikut menghadiri dinner di privat room restoran hotel mewah milik David Richard.


Setelah tamu berkumpul, Rizal dan Grace pun tiba di ruangan. Rizal memakai setelan blazer berwarna biru tua, sementara Grace memakai dress putih hingga memperlihatkan kulit mulus wanita itu.




Diiringi dengan biola yang melantukan musik instrumental Bridal March-Richard Wagner, Rizal dan Grace berjalan berdamping dengan tangan Grace melingkar di lengan Rizal. Senyuman mengembang di bibir mereka menyambut hari bahagia mereka berdua.


Para tamu yang datang pun seketika berdiri menyambut kedatangan pengantin baru itu. Mereka begitu terpesona dengan ketampanan dan kecantikan kedua mempelai yang malam ini tampil bak raja dan ratu.


" Mama tirimu cantik juga. Bel. Kalau kalian pergi ngemall, pasti orang tidak akan menduga jika dia itu Mama tiri kamu! Orang akan menganggap dia itu kakak atau bestie kamu." Fauziah meledek Isabella. Dan ucapan Fauziah sontak membuat Isabella mendelik ke arah sahabatnya itu.


Sementara Bondan, sahabat Rizal langsung berjalan mendekati kedua mempelai.


" Happy Wedding, Zal. Semoga langgeng sampai kakek nenek." Bondan memberi ucapan selamat dan memeluk Rizal.


" Thanks, Dan."


" Benar dugaanku, kan? Kau pasti akan terpikat pada Grace!" Dengan terkekeh Bondan berbisik di telinga Rizal.


Rizal hanya menanggapi ucapan Bondan dengan mengulum senyuman. Kala itu, saat pertama kali Bondan melihat Grace. Bondan memang sudah dapat menebak jika dirinya pasti akan terpesona pada Grace yang cantik dan berpenampilan sek si itu.


" Selamat, Grace. Kamu harus berlapang dada mendapatkan suami yang usianya jauh lebih tua darimu." Kepada Grace pun Bondan berani meledek.


" Terima kasih, Pak Bondan. Tidak masalah usianya jauh di atasku. Yang penting bisa membuatku bahagia " Grace seolah tak perduli dengan sindiran Bondan.


" Kau dengar sendiri 'kan, Dan?" Kali ini Rizal tersenyum bangga karena Grace membelanya.


" Ayo duduk, Dan!" Rizal menyuruh Bondan duduk kembali di tampatnya.


Setelah semua kembali duduk, Rizal mulai berbicara, menyampaikan sepatah dua patah kata sebagai orang yang punya acara.


" Terima kasih untuk semua yang sudah bersedia datang di acara dinner perayaan pernikahan saya dan Grace. Hanya perayaan sederhana, dan tidak ada pesta meriah. Lagipula yang terpenting adalah makna pernikahan itu bagi kami berdua. Bukan seberapa mewah resepsi itu di gelar. Terima kasih juga atas doa-doa kebaikan dari kalian semuanya.. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua." Rizal mengucapkan kalimat sangat lugas, membuat Grace menokeh ke arahnya.


" Ada yang ingin kamu sampaikan?" Rizal bertanya kepada Grace.


" Tidak ada." Grace menjawab dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Oh ya, satu lagi." Rizal melingkarkan tangan di pundak Grace.


" Untuk istriku, terima kasih karena kamu sudah mau menerima pria tua ini sebagai suamimu, pendamping hidupmu. Tapi aku berjanji, aku akan membahagiakanmu. Akan menjagamu, melindungimu sampai akhir hayatku." Rizal megakhiri kalimatnya dengan sebuah kecupan di kening Grace.


Apa yang dilakukan Rizal pada Grace membuat suara gaduh di ruangan itu, karena perlakuan romantis Rizal pada Grace.


" Papamu romantis juga, Bel." Setelah tadi mengomentari Grace kini Fauziah mengomentari sikap Rizal yang terlihat sweet tak kalah dengan anak muda.


Kali ini Isabella memutar matanya menanggapi celotehan Fauziah.


Setelah Rizal menyampaikan sambutannya, acara makan malam pun di mulai. Suasana dinner malam hari ini terasa hangat. Beberapa anak buah Rizal berbincang dengan rekan lainnya. Rizal berbincang bersama Bondan dan Grace. Sementara Isabella hanya banyak diam mendengar Fauziah berkata ini dan itu.


Grace melirik ke arah Isabella. Sejak di KUA siang tadi wanita itu tidak menampakkan senyum apalagi memberikan ucapan selamat kepadanya. Sama seperti sekarang, Isabella justru memalingkan wajahnya saat bersitatap dengannya.


***


Selepas acara dinner, Rizal dan Grace menuju kamar yang mereka pesan untuk melewati malam pengantin mereka. Sementara yang lain sudah pulang ke rumah masing-masing termasuk Isabella yang menolak di antar Vito dan lebih memilih ikut bersama Fauziah seperti saat dia datang tadi.


Rizal memeluk tubuh Grace dari belakang begitu dia selesai mengunci pintu kamar hotel dan melepas blazer juga dasinya. Bibirnya menyapu leher mulus wanita yang kini sudah halal menjaga miliknya, sementara tangannya mulai menggerayangi tubuh Grace yang masih berbalut dress


" Apa kita bisa melakukan sekarang?" bisik Rizal dengan menggigit pelan cuping telinga Grace. Sepertinya Rizal sudah tidak sabar ingin melepaskan kerinduannya akan berhubungan suami istri setelah enam tahun menduda ditinggal istri pertamanya, Sonia.


" Papih sudah tidak sabar, ya? Ingin unboxing sekarang?" ucap Grace manja bergelayut di tubuh Rizal.


" Tentu saja, Sayang. Satu tahun ini aku harus menahan diri dari serbuan godaan yang kamu tawarkan. Sekarang saatnya aku membalas perbuatanmu itu." Rizal menangkup wajah Grace dan menyatukan bibir mereka. Melu mat bibir kenyal Grace yang sudah menjadi candu baginya. Mereka memainkan indera perasanya, dan menerobos hangatnya rongga mulut pasangannya.


Bersamaan dengan tangan Grace yang mulai melucuti kancing kemeja putih Rizal, tangan suaminya itu pun kini mulai menurunkan resleting dress yang dipakai oleh Grace, hingga dress yang dipakai Grace jatuh ke bawah dan memperlihatkan tubuh Grace yang hanya di menyisakan segi tiga pengaman yang menutupi bagian intinya.


Rizal sedikit menjauhkan tubuhnya dari Grace agar dia dapat melihat pemandangan bukit seputih salju dengan puncak berwarna pink muda. Tangannya secara refleks menyentuh perlahan dan meremas lalu memilin bagian puncaknya.


" Akhirnya aku bisa melihat bagian yang kamu tutupi saat video call kemarin." Rizal tersenyum nakal lalu menyatukan kembali bibir mereka penuh naf su dan gairah hingga berlangsung beberapa menit.


" Aakkhh ..." suara de sahan terdengar saat Rizal mulai menurunkan tubuhnya dan memberikan sentuhan ujung lidahnya di puncak pink kembar Grace. Grace memejamkan mata dan berkali-kaki mendongakkan kepala merasakan gelenyar aneh yang mulai mengaliri tubuhnya.


Rizal dengan cepat melepas dan melempar kemejanya sembarang. Dia pun membuka ikat pinggang dan mulai menurunkan celana panjangnya. Rizal lalu menjatuhkan tubuh Grace di atas tempat tidur. Pemandangan indah nan menggoda benar-benar membuat has ratnya bergelora. Untung saja wanita yang bersamanya saat ini sudah sah menjadi miliknya, sehingga dia bisa menyalurkan apa yang mestinya disalurkan pada tempatnya.


Jari-jari Rizal meraba inti Grace yang masih ditutupi kain. Dia lalu menarik kedua paha Grace agar telentang dan melingkarkannya di pundaknya. Bibirnya pun mulai memberi sentuhan di bagian dalam paha lalu bertempu di inti Grace yang masih tertutup.


Rizal melirik ke arah Grace. Terlihat wajah istri mudanya itu mulai memerah. Tatapan matanya pun sudah dipenuhi ga irah. Apalagi saat dirinya sudah melepaskan kain penutup itu dan memberikan sentuhan juga membasahi inti Grace dengan salivanya.


" Oouugghh ..." tubuh Grace menggeliat sementara tangannya meremas dan menarik rambut sang suami yang sedang menikmati intinya.

__ADS_1


" Aaakkkhh, Pih ..." Grace terus mende sah merasakan kenikmatan yang sudah satu tahun tidak pernah dia rasakan kembali.


Hingga berlangsung beberapa menit, tangan Rizal memainkan bagian dada sementara indera perasanya memainkan bagian inti Grace bahkan membuat Grace menggelinjang.


" Pih ..." de sah Grace. Kenikmatan sentuhan yang diberikan oleh Rizal benar-benar memabukkan untuknya. Rizal yang berpengalaman karena pernah berkeluarga sudah pasti lebih ahli dalam memperlakukan seorang wanita di atas ranjang daripada mantan kekasihnya dulu.


Rizal bangkit dan menjatuhkan tubuhnya setengah berbaring di samping Grace dengan posisi menghadap Grace. Kembali dia melakukan pagutan dengan bibir Grace sementara tangannya masih mengelus inti Grace.


Karena kini Rizal bebaring sejajar dengannya, tangan Grace mulai meraba alat tempur Rizal yang sudah menegang dan keras. Rizal menghentikan pagutannya memperhatikan tangan Grace yang sudah menyusup dan menggengam miliknya. Rizal dengan cepat melepas bagian yang menutup senjatanya hingga alat tempurnya itu terlihat berdiri.


Grace menggigit bibirnya melihat size milik sang suami yang membuatnya cukup merinding.


" Besar banget, Pih!?" Grace bangkit mendekat tepat di hadapan alat tempur Rizal. Lalu dia mulai melakukan hal sama seperti yang Rizal lakukan padanya tadi.


" Oouuugghh, Grace!" Rizal menyatukan dan mengikat rambut Grace yang terurai dan membiarkan sang istri menguasai alat tempurnya.


Teeettt


Grace menghentikan aksinya saat dia mendengar suara bel berbunyi. Dia lalu menoleh ke arah sang suami.


" Abaikan saja!" Rizal menyuruh Grace mengulang aktivitas yang tadi.


Teeettt


Namun, suara bel kembali berbunyi, membuat Grace ragu untuk melakukan hal yang tadi.


Teeettt


" Lihat dulu deh, Pih!" Grace menyuruh Rizal untuk melihat siapa yang mengganggu aktivitas mereka.


" Ck! Mengganggu sekali!!" Seraya bersungut-sungut, Rizal yang tak mengenakan apa-apa segera turun dari tempat tidur, mengambil dan memakai celana panjangnya lalu berjalan untuk mencari tahu orang yang tidak tahu diri mengganggunya di malam pengantinnya.


Teeettt


Untuk keempat kalinya suara bel berbunyi dan Rizal dengan kasar menarik handle pintu siap mendam prat orang yang mengganggu percintaannya tadi.


" Happy wedding, Bro! Kau mengundang Bondan tapi tidak memberitahu soal pernikahanmu padaku!?" Seorang pria berdiri dengan membawa buket bunga yang disodorkan pada Rizal.


Bersambung ...


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2