TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Seperti Parasit


__ADS_3

Cyntia memperhatikan lekat wajah tampan Rizal. Jika diingat-ingat, sepertinya dia pernah melihat orang seperti Rizal, tapi entah di mana, dia pun tidak terlalu mengingat jelas. Mungkin saat dia pergi treatment di salon, atau saat dia ngegym di tempat fitness, mungkin juga saat dia bersantai di cafe. Karena dia sering bertemu dengan pria-pria tampan bertubuh atletis seperti Rizal, terutama di tempat dia berolah raga.


" Apa Nyonya keberatan jika saya bertanya kepada Anda, Nyonya?" Tak mendapat jawaban dari Cyntia. Bahkan Cyntia seakan tercenung menatapnya, Rizal kembali mengajukan pertanyaan.


" Eh, oh, maaf, Mas. Mari silahkan masuk!" Cyntia terkesiap dan segera mempersilahkan Rizal masuk ke dalam apartemennya, walau dengan hati berdebar-debar dan bertanya-tanya apa tujuan kedatangan Rizal mendatanginya.


" Silahkan duduk, Mas!* Cyntia mempersilahkan Rizal untuk duduk di sofa ruang tamu apartemennya.


" Terima kasih, Nyonya." Rizal mendudukkan tubuhnya di sofa yang ditunjuk oleh Cyntia.


" Jadi, ada perlu apa Mas ini mencari saya?" Karena dihinggapi rasa penasaran yang begitu kuat, Cyntia dengan cepat bertanya pada Rizal.


" Begini, Nyonya." Rizal mengambil ponselnya untuk menunjukkan sesuatu kepada Cyntia.


" Apa benar mobil ini adalah mobil milik Anda?" tanya Rizal kemudian.


Cyntia membulatkan bola matanya saat melihat gambar mobilnya berada di ponsel milik Rizal. Dan bagaimana Rizal bisa menyimpan foto gambar mobilnya? Itu yang menjadi pertanyaan Cyntia.


" I-iya, benar itu memang mobil saya," jawab Cyntia jujur. " Memangnya ada apa dengan mobil saya itu ya, Mas?" tanya Cyntia kemudian. Karena mobilnya itu sedang dibawa oleh Joe sejak kemarin siang. Joe beralasan ada keperluan ke Bogor dan meminjam mobilnya. Dia pun bahkan tidak curiga jika kemarin Joe menjemput Isabella di tempat kursusnya.


" Mobil Anda saat ini berada di basement apartemen X, dan diamankan oleh pengelola apartemen tersebut." Rizal memberitahu di mana mobil itu berada.


" Diamankan? Maksudnya bagaimana ya, Mas?" Cyntia bingung dengan maksud kata diamankan, seolah mobilnya itu bermasalah dan melakukan kesalahan.


" Apa Nyonya mengenal seseorang yang bernama Joe?" Rizal mulai menyingung soal Joe pada Cyntia.


" Joe? Ada apa dengan Joe, Mas?" Seketika kecemasan menghinggapi Cyntia. Dia takut sesuatu yang buruk menimpa Joe.


" Saya justru sedang mencari keberadaan Joe, Nyonya. Karena Joe meninggalkan mobil ini sejak semalam di basement apartemen X." Rizal menjelaskan tujuannya mendatangi Cyntia adalah untuk mencari keberadaan Joe.


" Joe meninggalkan mobil itu di basement apartemen X? Tapi, Joe bilang jika dia akan ke Bogor kemarin." Cyntia seakan tidak percaya jika Joe ternyata meninggalkan mobil miliknya di basement sebuah apartemen. Cyntia pun menjelaskan jika mobil miliknya dipinjam Joe sejak kemarin siang.


" Nyatanya kemarin siang, Joe telah membawa putri saya pergi ke apartemen itu dan berniat memper kosa putri saya, Nyonya!" Kalimat yang diucapkan oleh Rizal kali diucapkan dengan nada penuh penekanan.


" Apa??" Seperti tersambar petir, Cyntia mendengar berita yang disampaikan oleh Rizal padanya soal Joe yang berniat menodai putri dari Rizal. Bahkan siapa putri dari Rizal pun dia tidak mengenalnya, karena dia belum menyadari jika Rizal adalah orang tua dari Isabella, guru les anaknya, Cantika.


" I-itu tidak mungkin!" Terasa sesak di dada Cyntia menghadapi kenyataan yang disampaikan oleh Rizal soal Joe, pria yang selama ini selalu dia puaskan dalam urusan ranjang ternyata masih mencari kepuasan dengan wanita lain. Apalagi wanita itu adalah guru les anaknya sendiri.


" Kenyataannya memang seperti itu, Nyonya!" Rizal menegaskan apa yang dikatakannya benar. " Joe datang ke tempat kursus anak saya dan berkata jika dia diberi tugas oleh Anda untuk memjemput putri saya yang ingin memberi les pada putri Anda! Tapi kenyataannya, dia membawa ke tempat lain dan berusaha memper kosa Bella, anak saya!" Rizal akhirnya mengungkap siapa dia yang sebenarnya kepada Cyntia.


Cyntia terbelalak saat Rizal menyebut nama Isabella. Saat itu juga ingatannya akan Rizal terbuka. Pantas dia merasa pernah melihat Rizal. Kala itu dia lebih terfokus pada sosok Grace yang diakui Rizal sebagai istri.


" J-jadi Mas ini, hmmm . maksud saya, Bapak ini Papanya Bella yang kemarin pernah bertemu dengan saya di restoran?" Cyntia mengingat pertemuannya dengan Rizal di restoran.

__ADS_1


" Anda sudah mengingat siapa saya rupanya." Kalimat yang terucap dari mulut Rizal terdengar dingin. Karena Rizal menyangka jika Isabella juga terlihat atas peristiwa yang terjadi pada Isabella.


Flashback on


Rizal memperhatikan Isabella yang sudah terlelap. Wajah putrinya itu sudah terlihat lebih tenang walaupun sembab di matanya belum juga hilang. Rizal membelai kepala Isabella dan memberi sebuah kecupan di kening sang putri tercinta.


Pandangan mata Rizal kini terarah pada tas Isabella yang diletakkan Bi Tinah di sofa kamar. Rizal mencoba mencari tahu, apa ada petunjuk dari ponsel Isabella soal hubungan Isabella dengan Joe. Rizal pun akhirnya mengambil ponsel Isabella.


Rizal membaca satu persatu pesan masuk di ponsel putrinya itu. Teryata ada tiga pesan masuk dalam ponsel Isabella, selain panggilan tak terjawab darinya. Pesan itu berasal dari dirinya, Fauziah dan Mom Cantika.


" Bel, besok jangan lupa bawa buku titupanku, ya!" Itu pesan masuk dari Fauziah.


Tidak ada hal yang aneh dari pesan masuk dari sahabat putrinya itu.


" Mbak Bella, hari ini les tidak? Soalnya Cantika banyak peer, nih!"


Satu pesan lainnya yang berasal dari Mom Cantika pun dibaca oleh Rizal. Rizal sendiri sampai membuka foto profil dari Mom Cantika. Karena pesan itu menyinggung soal les, sedangkan Joe juga menjemput Isabella di tempat les. Apakah pesan itu ada hubungannya dengan Joe? Itu pertanyaan Rizal.


Terlihat gambar seorang wanita cantik bersama seorang gadis kecil berdua foto di depan bola dunia bertuliskan UNIVERSAL, suatu tempat rekreasi yang hanya ada di luar negeri.


Rizal memperbesar gambar profil sepasang ibu dan anak itu. Dia ingat anak kecil yang ada di foto itu adalah anak kecil yang pernah bertemu dengannya saat dia dan keluarganya menikmati makan bersama di sebuah restoran. Jiwa penyidiknya mulai bekerja. Dia ingat jika anak kecil di foto itu sempat menyebut nama Joe saat itu.


" Apa wanita ini adalah bos dari Joe?" Rizal menduga-duga.


" Joe menjemput Bella di tempat les, dan anak wanita ini adalah murid les dari Bella. Waktu itu anak ini sempat menyebut nama Joe Berarti Joe yang disebut anak kecil itu adalah Joe yang sama dengan si breng sek itu? Si al! Awas saja kalau sampai aku temukan kau, ba jingan! Apa yang kau lakukan pada putriku, tidak akan aku maafkan dan aku akan pastikan kau akan membusuk di penjara!" geram Rizal dengan tangan mengepal.


Keesokan harinya setelah menikmati sarapan pagi, Rizal dan Grace mencoba mengajak bicara Isabella, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kemarin. Dia berharap putrinya itu sudah lebih tenang sehingga dapat memberikan informasi yang diperlukan untuk mencari keberadaan Joe saat ini.


" Bella, apa kamu sudah mulai membaik, Nak?" tanya Rizal yang duduk berhadapan dengan Isabella di tepi tempat tidur Isabella. Sementara Grace duduk di samping Isabella.


" Iya, Pih. Tapi Bella masih takut ..." Bola mata Isabella mulai berkaca-kaca, menandakan jika wanita itu masih mengalami syok dan ketakutan.


Grace spontan mengusap lengan Isabella mencoba menenangkan Isabella yang masih terlihat trauma. Dia dapat mengerti perasaan Isabella. Grace masih merasa bersalah dengan hal yang menimpa Isabella, karena pelaku yang hampir menodai Isabella adalah mantan kekasih dirinya. Grace berharap, seandainya Isabella tahu tentang hal tersebut, Isabella tidak menyalahkannya apalagi semakin membencinya.


" Kamu jangan takut lagi, Sayang. Papih tidak akan membiarkan satu orang pun menyakiti kamu lagi." Rizal menggenggam tangan putrinya. Mencoba memberikan semangat kepada putrinya agar tidak terus bersedih dan terpuruk.


" Papih sudah bilang ke Fauziah jika kamu tidak kuliah beberapa hari ini. Papih juga melarang kamu untuk mengajar lagi. Kamu cukup kuliah saja, Bella! Tidak usah memikirkan hal lain selain kuliah! Papih juga akan menyuruh orang mengantar ke mana pun kamu pergi agar tidak ada lagi orang yang akan bersikap buruk terhadap kamu." Rizal sudah mengambil keputusan soal tugas Isabella di lembaga bimbingan belajar yang harus diakhiri dan juga soal orang yang akan fokus menjaga Isabella.


" Sekarang kamu cerita sama Papih. Bagaimana kamu bisa bersama dengan Joe?" tanya Rizal mulai menyelidik.


Isabella menarik nafas dalam-dalam sebelum dia mulai bercerita tentang peristiwa menakutkan yang terjadi padanya kemarin.


" Bella ... Bella tidak tahu, Pih. Orang itu tiba-tiba saja datang ke tempat Bimbel. Dia bilang ingin menjemput Bella. Awalnya Bella menolak, tapi dia bilang Cantika tidak ada di apartemennya. Orang itu mengatakan Cantika ada di rumah Tantenya dan dia disuruh menjemput Bella untuk mengantar ke tempat Tante Cantika. Tapi ..." Isabella menghentikan kalimatnya. Dia menguatkan diri untuk mengatakan kalimat selanjutnya. " Tapi, dia malah ingin memper kosa Bella, Pih. Bella takut sekali, Pih." Tangis Isabella kembali pecah.

__ADS_1


Grace langsung melingkarkan lengannya merangkul pundak Isabella dan mengusap punggung anak sambungnya itu. Sedangkan Rizal mendengus kasar. Dugaannya ternyata benar. Orang yang dia lihat di profil akun sosial media chatting Isabella berhubungan dengan Joe.


" Pih, sementara biar aku saja yang mengantar jemput Bella, jangan Vito! Vito punya pekerjaan sendiri di kantor, kan? Takutnya seperti kemarin-kemarin, Papih suruh Vito antar jemput Bella, malah Papih kasih tugas lain ke Vito." Daripada tidak ada yang dikerjakan oleh Grace, wanita itu menawarkan diri untuk mengantar Isabella jika ingin pergi ke suatu tempat termasuk ke kampus.


" Apa tidak merepotkanmu, Garce?" Rizal kasihan jika istrinya itu harus mengantar dan menjemput Isabella ke kampusnya.


" Tidak apa-apa, Pih. Daripada tidak ada yang aku kerjakan. Lebih baik aku yang mengantar Bella untuk sementara waktu sampai Papih mendapatkan orang yang bisa menjaga Bella."


Rizal tersenyum bahagia, ternyata Grace begitu tulus terhadap putrinya meskipun Isabella masih belum dapat menerima Grace dengan baik. Dan dia berharap hikmah dari kejadian ini membuat istri dan anaknya bisa semakin dekat dan akrab.


Flashback off


Cyntia menghempas nafas cukup keras. Dia benar-benar tidak menduga jika selama ini Joe mengincar guru les private Cantika. Padahal selama ini dia sudah cukup melayani Joe. Bukan hanya melayani dalam urusan ranjang, tapi juga dia memberikan banyak uang yang diberi suaminya kepada Joe. Cyntia benar-benar merasa ditipu oleh Joe setelah mendengarkan penuturan dari Rizal tentang perbuatan yang dilakukan oleh Joe kepada Isabella. Bahkan dia sangat malu dengan perlakuan Joe. Apalagi saat melakukan aksinya, Joe membawa mobil miliknya. Jika Joe sampai terseret ke jalur hukum, dia pasti akan terbawa-bawa karena mobil itu akan dijadikan barang bukti. Sampai saat ini saja mobil miliknya itu belum kembali karena masih ditahan pengelola apartemen itu.


" Saya tidak terlibat dalam masalah ini, Pak. Saya tidak tahu sama sekali dengan rencana Joe yang ingin menodai putri Pak Rizal." Cyntia segera memberikan penjelasan agar Rizal tidak salah paham dan menuduhnya terlibat. Walau hatinya merasa sangat kecewa mengetahui Joe mengincar wanita lain untuk melampiaskan has rat bira hi pria itu. Awalnya dia berpikiran jika Joe sudah cukup puas dengannya apa yang dia beri.


" Apa Nyonya bisa memberitahu di mana tempat tinggal Joe saat ini?" tanya Rizal berharap Cyntia mau bekerja sama dengannya untuk dapat menangkap Joe


" Saya tidak tahu, Pak." Cyntia memang tidak pernah tahu di mana Joe tinggal sebelumnya. Dan Cyntia juga tidak pernah perduli dengan tempat tinggal Joe sebelumnya.


" Saya hanya mendengar dia kost tapi tidak pernah tahu di mana." Cyntia berkata sejujurnya apa yang dikatakan oleh Joe.


" Nyonya tidak tahu di mana dia tinggal?" Rizal heran karena Cyntia tidak mengetahui tempat tinggal Joe.


" Tidak, saya tidak tahu, Pak." Cyntia mencoba untuk meyakinkan Rizal karena pria itu terlihat seperti tidak percaya dengan ucapannya.


" Joe itu adalah orang yang sangat berbahaya. Dia itu seperti parasit! Tidak hanya merugikan orang yang selama ini menampungnya. Tapi dia juga bisa menyakiti orang yang selama ini memberikan kehidupan kepadanya. Jika dari awal saya tahu putri saya berada di dekat pria breng sek itu, sudah pasti saya larang Bella memberi les putri Anda, Nyonya." Rizal menerangkan bagaimana sosok Joe yang sebenarnya.


" Saya sarankan agar Nyonya tidak lagi berhubungan dengan dia setelah ini. Pria itu sangat licik." Rizal bahkan memberi saran kepada Cyntia agar berhati-hati kepada Joe.


" Saya minta kerja sama dari Anda, Nyonya. Jika Anda mendapat info soal keberadaan Joez tolong segeravkabari saya, Nyonya!" Rizal lalu memberikan nomer ponselnya pada Cyntia.


" Baik, Pak Rizal." sahut Cyntia masih dengan rasa kecewa.


" Kalau begitu saya permisi dulu, Nyonya. Semoga Nyonya dapat memberikan informasi tentang Joe kepada saya." Rizal pun berpamitan kepada Cyntia ingin meninggalkan apartemen milik Cyntia.


" Baik, Pak. Hmmm, saya minta maaf atas perbuatan Joe terhadap Bella." Merasa Joe bekerja padanya, Cyntia menyampaikan permohonan maafnya kepada Rizal atas apa yang menimpa diri Isabella.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2