
Rizal masih bingung dengan penjelasan Grace soal Rivaldi yang sering menjemput Isabella dari kampusnya. Sehingga dia menuntut penjelasan dari sang istrinuntuk menjelaskan soal hal tersebut.
" Jadi begini, lho, Pih!" Grace membawa Rizal duduk di sofa kamar mereka. " Jadi waktu itu Bella pernah salah paham sama aku dan Aldi, Pih. Waktu aku pergi dengan Aldi dan Pak Bondan untuk menemui Joe, Bella berpikir aku ini pergi berkencan dengan Aldi. Dia menuduh aku selingkuh dengan Aldi, Bella mengatakan jika aku tidak mencintai Papih. Aku kesal saat itu, Pih. Aku baru saja mengalami peristiwa yang buruk lalu mendengar tudingan Bella hingga akhirnya kami bertengkar di rumah sakit. Dan saat itu, Aldi memisahkan kami, lalu Aldi membawa Bella pergi." Grace secara detail menceritakan apa yang terjadi kala itu.
" Aku tidak tahu apa yang dikatakan Aldi pada Bella, tapi setelah itu Bella sering pulang dari kampus dijemput oleh Aldi. Tapi, belakangan ini aku tidak pernah melihat lagi Bella dijemput Aldi, karena itu aku tadi tanya sama Bella, tapi Bella malah menjawab ketus dan menuduh aku kangen sama Aldi karena tanya begitu, Pih." lanjut cerita Grace. Dia lalu menatap suaminya yang juga sedang menatapnya lekat.
" Pih, Papih tahu kalau Bella itu suka sama Aldi, kan? Apa Papih setuju kalau Aldi dekat Bella? Aku takut jika penyebab Aldi jarang ke sini setelah Papih sembuh karena Aldi takut Papih nantinya akan menghalangi mereka bersama." Grace justru menduga jika Rivaldi enggan berurusan dengan Rizal jika Rizal sampai menghalanginya mendekati Isabella.
" Kalau Aldi juga menyukai Bella, apa Papih akan menghalangi mereka?" Grace merasa penasaran dengan respon suaminya itu terhadap kedekatan Rivaldi dengan Isabella.
Rizal hanya menghela nafas panjang tak langsung menjawab pertanyaan Grace. Dia tidak bisa mengesampingkan peran Rivaldi begitu saja. Bersama Bondan, Rivaldi dan kedua anak buah Rivaldi, mereka semua menutup kebenaran soal kondisi Joe yang sebenarnya sudah meninggal dari Grace dan yang lainnya. Tentu saja tujuan mereka menutupi karena ingin melindungi Grace dari jeratan hukum. Jika dia bersikap keras terhadap Rivaldi, dia takut Rivaldi atau anak buahnya akan membuka perbuatan kriminal yang dilakukan oleh Grace.
" Papih kok diam saja? Papih setuju atau tidak kalau mereka dekat?" Grace menuntut agar suaminya itu menjawab pertanyaan tadi.
" Aku tidak akan setuju jika niat dia hanya ingin mempermainkan Bella. Tapi, kalau dia memang bersungguh-sungguh mencintai Bella,.aku tidak mungkin menghalangi jika itu memang membuat Bella bahagia." Rizal sudah pasti akan mengutamakan kebahagiaan putrinya itu.
" Jadi Papih setuju?" Garce nampak antusias mengetahui jika sang suami tidak akan menghalangi jalan Rivaldi dan Isabella untuk bersama.
" Terima kasih, Pih." Kini Grace memeluk Rizal dan menciumi wajah sang suami bertubi-tubi.
" Yang aku restui Bella, kenapa kamu yang bersemangat seperti ini?" tanya Rizal curiga menanggapi sikap istrinya yang sangat bersemangat.
" Aku 'kan kangen sama Papih. Apa Papih benar-benar sudah pulih?" tanya Grace mengusap cambang lebat sang suami mangalihkan pembicaraan.
" Apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya Rizal seakan tahu apa yang diinginkan oleh sang istri..
__ADS_1
Sejak Rizal siuman, mereka belum pernah seutuhnya melakukan hubungan suami istri karena Grace ingin kondisi Rizal benar-benar fit. Lagipula karena Grace juga dengan hamil muda, sehingga berhubungan suami istri harus dibatasi, Grace memilih meredam has ratnya dan tidak memaksakan diri untuk berhubungan badan dengan suaminya itu. Sampai kondisi Rizal semakin pulih, dan usia kandungannya juga semakin bertambah.
" Apa Papih kuat melakukannya?" tanyanya kemudian.
" Mau sekarang atau nanti malam?" Rizal justru menantang hingga membuat Garce membulatkan matanya mendengar jawaban Rizal.
" Mau sekarang, tapi malam juga mau." Tangan Grace kini turun melucuti kancing kemeja Rizal sementara bibirnya mendekat ke arah bibir Rizal melakukan pagutan penuh has rat yang bergejolak seakan ingin melepaskan apa yang sudah lama tidak mereka lakukan.
* Dirapel ceritanya? Mintanya double-double?" Saat pagutan mereka terjeda, Rizal meledek sang istri yang menginginkan diberi jatah siang dan malam.
" Kita sudah lama tidak melakukannya 'kan, Pih? Tidak apa-apa minta dikasih bonus." Dengan nada manja Grace menjawab pertanyaan sang suami hingga mereka kembali berpagutan cukup lama. Sementara tangan Rizal kini sudah mulai menyusup bagian dalam pakaian yang digunakan oleh Grace dan saat ini telapak tangan lebarnya sedang mengusap perut sang istri yang tidak serata dulu.
" Baby nya yang ingin ditengokin Papih atau Mamihnya yang kepingin dibikin enak sama Papih?" Bisik Rizal diakhiri dengan mengigit cuping telinga Grace tanpa tenaga. Bibir dan lidahnya pun mulai mengeksplor leher jenjang Grace dan meninggalkan tanda merah.
" Uugghh ..." Grace mulai mende sah saat tangan Rizal mulai meremas dua pengunungan yang menjulang, apalagi saat bagian puncaknya sedang dijajah oleh jemari Rizal.
" Aaakkhh, Pih ...." Grace meremas rambut sang suami saat suaminya itu sedang asyik menguasai kedua penggunungannya, membuat ga irahnya semakin berkobar. Berkali-kali suara de sahan keluar dari bibir Grace sebagai tanda dirinya merasakan kenikmatan atas sentuhan sang suami.
Inilah yang Grace rindukan dari sang suami, karena Rizal sanggup membuat dirinya mencapai kepuasan yang maksimal. Karena mereka melakukannya atas dasar rasa cinta, bukan hanya naf su semata.
" Kita lanjut di tempat tidur?" Tanpa menunggu jawaban Grace yang senang dipengaruhi ga irah, Rizal langsung mengangkat tubuh Grace dan merebahkannya di atas spring bed.
Rizal berjalan ke arah pintu kamar karena dia ingat istrinya itu belum sempat mengunci pintu kamar. Dia lalu membuka kemeja yang kancingnya sebagian sudah dilucuti oleh Grace.
Rizal Kemudian mengungkung tubuh Grace dengan kedua tangan menyanggah tubuhnya karena dia tidak ingin menyakiti bagian perut Grace. Rizal bergerilya menjajah tubuh grace dari wajah, leher, dada dan kini berpusat di perut Grace.
__ADS_1
" Baby pintar, ingin ketemu Papih, ya, Nak?" Seolah bicara pada anaknya, Rizal menciumi perut Grace
Kini Rizal mulai menyibak rok yang dikenakan oleh Grace dan menurunkan segi tiga penutup bagian inti sang istri.
" Apa ini yang kangen sudah lama tidak dikunjungi oleh pusaka milikku? Dengan memainkan jarinya di inti sang istri, Rizal mengerlingkan satu matanya menggoda Grace.
" Mau langsung apa mau dimainin dulu yang ini?" tanya nakal Rizal.
" Terserah Papih saja, semuanya enak, kok! Tapi pakai mulut ..." pinta Grace menawar.
" Siap, Nyonya Rizal." Rizal langsung melakukan apa yang diminta oleh sang istri. Setelah dirasa cukup bermain sebentar di inti sang istri, Rizal membuka ikat pinggang lalu menurunkan celana panjang dan CD nya, hingga kini memperlihatkan senjata andalan pria itu yang besar, panjang dan menegang sempurna.
" Wow, ternyata punya Papih sudah tidak seperti timun rebus lagi." Walau sedang dalam balutan ga irah, namun Grace masih bisa berkelakar saat dia melihat milik suaminya itu kembali perkasa.
" Timun rebus? Punyaku ini masih kamu anggap timun rebus? Baiklah, kita lihat, apakah timun rebus ini sanggup membuatmu kewalahan atau tidak!?" Rizal langsung menghujamkan senjatanya di inti Grace lalu bergerak perlahan karena dia tidak ingin sampai menyakiti janin di rahim Grace.
" Aaakkkhhh, Pih! Sssshhh ... Alhamdulillah akhirnya merasakan lagi ... Oouugghh ... terus, Pih ... enak banget ini ..." Grace terus saja meracau sampai beberapa menit kemudian mereka berdua mendapatkan pelepasan pertama setelah Rizal pulih dari komanya.
*
*
*
Bersambung ...
__ADS_1
Happy Reading❤️
_