TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Ada Yang Menggoda Bella.


__ADS_3

Setelah mengambil Map yang tertinggal di mobil Grace, Isabella bergegas kembali ke kelas. Nampak dari wajahnya, wanita itu terlihat cemas. Peristiwa beberapa waktu lalu sudah membuat dia syok. Sekarang tiba-tiba Romeo, pria yang punya predikat sebagai penakluk wanita di kampusnya mulai beraksi, apalagi sampai Grace juga ikut digoda oleh Romeo.


" Kenapa, Bel?" tanya Fauziah, melihat Isabella beberapa kali menengok ke arah pintu. Karena Isabella takut jika Romeo sampai mencarinya di kelasnya.


" Romeo, Zie. Tadi waktu aku ke gerbang, dia sedang menggoda Grace." Ada nada khawatir dalam kalimat yang diucapkan oleh Isabella.


" Romeo? Si Fakboy itu?" tanya Fauziah kaget. Dia pun menoleh ke arah pintu masuk kelas,


" Iya Zie. Aku takut dia macam-macam. Tadi minta kenalan segala. Buat apa dia minta kenalan, kalau bukan kepingin dekatin, modusin dan kepingin kami jadi penghuni list cewek yang akan jadi korban dia selanjutnya?" Isabella menyebut alasan yang membuatnya khawatir.


" Kalau yang dimodusin Grace, aku yakin tidak akan mempan, Bel. Ibu tiri kamu itu bukan tipe wanita yang mudah dimodusin, Bel.


Apalagi Grace kelihatan galak begitu, yang ada dia di smackdown sama Garce." Fauziah menduga jika Romeo tidak akan mudah menaklukan Grace. Karena dia yakin sosok Grace bukan wanita yang mudah terkena rayuan gombal. Fauziah memang tidak tahu masa lalu Grace sebelumnya.


" Iya, sih, Tapi, dia tahu kalau Grace ada ikatan hubungan sama aku. Aku takut dia mendekatiku karena ingin mendekati Grace, Zie." Selain Grace yang dia khawatirkan, tentu saja Isabella juga mengkhawatirkan dirinya sendiri.


" Tenang saja, Bel. Nanti aku jagain kamu. Kamu jangan jauh-jauh dari aku makanya." Fauziah mengatakan akan menjaga Isabella selama mereka berada di kampus dan tidak akan membiarkan ada orang yang akan mengusik Isabella.


" Thank’s, Zie. kamu memang sahabat terbaik." Isabella menyebut Fauziah adalah sahabat terbaik yang pernah dia miliki, karena Fauziah selalu mensupportnya.


" Tapi, ngomong-ngomong, kamu tadi khawatir sama Mama tiri kamu itu, Bel? Sudah mulai perhatian ceritanya, nih? Fauziah meledek Isabella karena sempat menghawatirkan Grace.


" Tidak usah meledek terus, dong, Zie! Aku ini hanya ingin membalas apa yang sudah dia lakukan kemarin." Isabella masih terlalu gengsi mengatakan jika dia memang khawatir jika


Romeo berhasil menjerat Grace.


Fauziah hanya tersenyum melihat sikap sahabatnya yang masih menampik perasaan perdulinya terhadap Grace. Dia memaklumi jika Isabella masih terasa canggung dengan Grace, mengingat awal pertemuan yang buruk dilanjut dengan kejadian sesudahnya yang juga tidak menyenangkan. Namun, melihat sedikit perubahan sikap Isabella sekarang ini terhadap Grace, dia sudah cukup senang.


***

__ADS_1


Setelah mengantar Isabella, Grace langsung menuju rumahnya. Dia sudah mengatakan kepada Rizal akan langsung ke rumahnya, tidak kembali ke rumah Rizal. Namun sebelumnya dia mampir ke foodmart fresh supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan untuk persediaan beberapa hari ke depan.


Karena sekarang dia mendapat tugas mengantar dan menjemput Isabella. Grace sudah mengatur jadwal untuk langsung ke rumahnya setelah mengantar Isabella. Dia ingin memasak menu makan siang untuk Rizal sebelum menjemput Isabella pulang kuliah nanti.


" Bi, Bibi …!" teriak Grace memanggil Bi saonah untuk mengeluarkan belanjaan yang baru dia beli.


" Iya, Non." Dari dalam rumah, terlihat Bi Saonah berlari menghampiri Grace yang sedang membuka bagasi belakang mobilnya.


" Habis belanja, Non?" tanya Bi Saonah mengambil barang-barang yang dikeluarkan Grace dari bagasi.


" Iya, Bi. Beberapa hari kemarin aku tidak kemari, kan? Jadi aku belanja untuk masak hari ini dan beberapa hari ke depan" jawab Grace.


" Kalau ada bumbu-bumbu yang kurang nanti Bibi beli saja sendiri, ya!? lanjutnya, lalu menutup bagasi belakang mobilnya setelah semua barang yang tadi dia beli dikeluarkan.


" Baik, Non. Nanti Bibi cek dulu," sahut Bi Saonah. " Hari ini mau masak apa, Non?" tanya Bi Saonah kemudian.


" Tadi aku beli daging sapi, Bi. Bikin olahan daging sapi saja, enaknya apa yang Bibi bisa?" Grace masih mengandalkan bi Saonah dalam membantunya memasak menu makanan untuk makan siang Rizal, karena dia belum sepenuhnya menguasai urusan masak-memasak.


" Cari yang masaknya tidak terlalu ribet, deh. Bi. Sama dilihat ada tidak bumbu-bumbunya?" Grace meminta Bi Saonah memilih menu yang tidak sulit untuk dia kerjakan.


" Ya sudah, nanti Bibi lihat bahan-bahan lainnya, apa saja yang ada," jawab Bi Saonah kembali.


Bi Saonah pun kemudian berjalan masuk ke dalam rumah dengan beberapa kantong belanjaan yang dibeli oleh Grace tadi.


Dua jam kemudian. Grace sudah menata beef teriyaki dan udang tepung di meja. Sementara saat ini jam di dinding sudah menunjukan pukul 11:00 menit. Grace pun segera menghubungi Rizal dengan ponselnya. Dia ingin meminta suaminya untuk makan siang.


" Assalamualaikum, kalau kangen suami kenapa tidak melangkah ke depan saja, sih?” Saat panggilan teleponnya terangkat ,suara sang suami langsung terdengar di telinga Grace.


" Waalaikumsalam, Pih. Buruan makan dulu! Sebentar lagi aku mau jemput Bella." Grace menyuruh suaminya untuk segera menemuinya dan menyantap makan siang.

__ADS_1


" Memangnya jam berapa sekarang? Baru jam sebelas, aku masih kenyang Grace." Rizal menolak diajak makan Grace saat itu juga.


" Tapi aku mau jemput Bella, Pih. Dan aku tidak akan kembali ke sini. Kalau Papih belum lapar sekarang, nanti Papih makan sendirian dong!" Grace menjelaskan kenapa meminta sang suami untuk makan siang secepatnya


" Jam berapa kamu jemput Bella?" tanya Rizal dari seberang.


" Setengah dua belas, Pih. Aku tidak mau Bella terlalu lama menunggu di sana. Apalagi tadi ada laki-laki yang coba-coba menggoda Bella." Grace menceritakan kejadian saat bertemu dengan Romeo.


" Ada laki-laki yang menggoda Bella? Siapa? Apa yang dia lakukan pada Bella?" Suara Rizal terdengar cemas mendapat laporan dari Grace soal pria yang menggoda putrinya. Bagaimana tidak cemas, peristiwa kemarin yang membuat Isabella hampir terengut kesuciannya masih menjadi trauma baginya, sehingga dia tidak akan mudah percaya pada pria yang mendekati Isabella, Apalagi dari laporan Grace menyebutkan jika pria itu bermaksud menggoda, sudah pasti konotasinya mengarah ke hal yang negatif.


" Biasalah, Pih. Mahasiswa di sana juga. Dia mengajak kenalan Bella. Tapi gelagatnya dia itu playboy, makanya aku suruh Bella untuk masuk kelas dan tidak meladeni pria itu," jawab Grace menjelaskan.


" Apa orang itu tidak akan mengganggu Bella lagi, Grace?" tanya Rizal khawatir. Dia belum tahu jika sebenarnya yang dituju oleh pria itu adalah istrinya sendiri.


" Aku sudah kirim pesan ke Fauziah untuk menjaga Isabella, Pih. Sebelum aku sampai di sana, aku minta dia mendampingi Bella dulu." Grace meyakinkan suaminya untuk lebih tenang, karena dia sudah mengambil tindakan agar Isabella tetap aman.


" Itulah alasannya aku suruh Papih makan sekarang, agar aku bisa cepat ke kampus Bella sebelum dia pulang." Grace kembali beralasan agar Rizal cepat datang menemuinya di rumah miliknya yang berada di depan kantor Rizal.


“Ya sudah kalau begitu , aku ke sana sekarang! Assalamualaikum ..." Rizal buru-buru mengakhiri teleponnya, agar Grace tidak telat menjemput Isabella.


" Waalaikumsalam…* Grace menutup panggilan teleponnya sambil menahan senyuman. Grace memang sengaja menyembunyikan fakta jika dia lah yang sebenarnya diincar oleh Romeo. Tapi dia tidak ingin mengatakan hal tersebut kepada Rizal agar suaminya itu tidak semakin senewen.


Seandainya suaminya tahu yang digoda pria itu bukan Isabella, melainkan dirinya. Sudah pasti Rizal akan melarang dirinya menjemput Isabella. Karena Rizal pasti tidak akan membiarkan ada pria lain yang berani menggoda dirinya.. Apalagi saat ini mereka telah menikah, saat mereka belum terikat hubungan saja, Rizal begitu cemburu pada Rivaldi yang kala itu mencoba mendekatinya.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2