
Grace terlalu emosional menghadapi Agatha yang selalu menyudutkan Rizal, padahal suami itu selalu berusaha menyuruh dirinya mengalah dan menghormati Agatha sebagai orang tua yang sudah melahirkan dirinya.
Walau baru mengenal Rizal dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini dan diawali dengan peristiwa yang tidak mengenakan. Namun Grace yakin jika Rizal adalah pria terbaik untuk dirinya, sehingga tanpa ragu dia mati-matian membela sang suami dari tuduhan Mamanya.
" Apa Mama tidak senang melihat aku bahagia? Lalu untuk apa Mama melahirkan aku kalau Mama tidak menginginkan aku hidup bahagia, Ma?" Dengan bibir bergetar, seakan ingin menangis mengungkap rasa kecewa karena Mamanya tidak mendukung dirinya meraih kebahagiaan, Grace mempertanyakan apa arti dirinya untuk Agatha.
Agatha memperhatikan genangan cairan bening yang menumpuk di bola mata Grace. Dia tahu jika anak perempuannya itu bukan wanita lemah, bahkan jarang melihat putrinya itu menangis. Tapi kali ini, dia justru melihat awan mendung di bola mata anak semata wayangnya itu.
Kalimat yang diucapkan Grace tadi benar-benar bagaikan tam paran baginya. Benarkah kalau dia tidak menginginkan putrinya itu bahagia? Padahal dia lakukan sampai ingin menjodohkan putrinya dengan Rivalfi kerena dia ingin melihat anaknya itu meraih kebagiaan.
Perlahan Agatha berjalan mendekat ke arah Grace. Jari tangannya bergerak menyusut air mata yang menggenangi bola mata Grace. Tentu saja tindakan Agatha yang menyeka air matanya membuat Grace terkesiap. Dia tidak menyangka jika Mamanya akan melakukan tindakan itu kepadanya.
" Sudahlah, kita tidak usah membicarakan itu!" Agatha kembali berjalan ke arah meja riasnya lalu menarik beberapa lembar tissue untuk dia gunakan menghapus air mata yang mengembun di bola mata Grace agar tidak sampai menghujani pipi mulus Grace.
" Oh ya, kamu ke sini memang sengaja mampir ke sini untuk bertemu Mama, kan?" Agatha mencoba mencari topik pembicaraan lain agar mereka tidak kembali berdebat.
" Iya, aku ingin tahu, apa yang Joe lakukan kepada Mama? Dan bagaimana Mama bisa bertemu dia?" tanya Grace, dia memang ingin mendengar cerita yang sebenarnya dari Agatha tentang pertemuaan Mamanya itu dengan Joe di Bandung.
" Mama sendiri tidak tahu, Grace. Waktu Mama ingin mengantarkan barang punya Aldi yang tertinggal, tiba-tiba saja Mama bertemu pria iti di parkiran." Agatha menceritakan bagaimana dirinya bisa bertemu dengan Joe.
" Lalu, apa yang dilakukan Joe terhadap Mama?" tanya Grace kemudian. Walau dirinya selalu berselisih paham dengan Mamanya, tapi bukan berarti tidak perduli jika ada sesuatu hal yang berbahaya menghampiri Mamanya itu. Grace tentu saja akan melindungi Agatha, apalagi orang yang akan berusaha mencelakai Mamanya adalah Joe, pria breng sek, mantan kekasihnya dulu. Pria yang menurut suaminya tak lebih dari parasit, yang hanya menumpang hidup, menikmati apa yang dimiliki oleh mangsanya. Dan dia sangat menyesal telah tertipu, bahkan sampai menyerahkan kesuciannya kepada pria semacam Joe itu.
" Tentu saja. Mama marah melihat dia bisa berkeliaran bebas. Tapi dia malah mendorong Mama dan Mama hampir terjatuh saat itu. Untung saja Aldi datang tepat waktu dan menolong Mama," lanjut cerita Agatha.
" Mam, kalau tidak ada orang yang melindungi Mama, sebaiknya jangan berani dekati dia. Dia itu sangat berbahaya, Ma. Aku tidak ingin dia mencelakai Mama!" Grace menyampaikan rasa khawatirnya terhadap perlakuan kasar yang dilakukan mantan kekasihnya itu terhadap Mamanya.
" Iya, Grace. Mama tidak apa-apa, kok." Agatha mengatakan jika dirinya baik-baik, saja, dan tidak terluka walau sempat didorong oleh Joe dan hampir terjungkal.
" Sekarang ini dia sedang dalam pencarian kami. Jika Mama bertemu dengan dia lagi, Mama sebaiknya menghindar dan cepat hubungi aku!" Grace minta agar Mamanya menjauhi Joe jika sampai bertemu kembali dengan mantan kekasihnya di masa lalu.
" Iya, Grace. Melihat dia bersikap kasar seperti kemarin kepada Mama dan mengingat sikap dia saat mencelakakan kamu saat itu, Mama jadi khawatir dan takut. Kemarin Mama reflek sehingga Mama marah dan memu kul dia." Agatha menyadari jika Joe memang sangat berbahaya. Jika bertemu Joe lagi, dia pun tidak akan berani mendekat.
" Oh ya, lalu bagaimana dengan anak tirimu itu?" Agatha menanyakan soal Isabella yang dia dengar hampir menjadi korban Joe selanjutnya.
__ADS_1
" Dia sudah mulai membaik, cuma kami khawatir Joe masih mengincar Bella. Karena ini aku mengantar Bella sampai ke kampus agar aman." Garce menceritakan alasannya mengantar Isabella ke kampus.
" Apa Papanya itu terlalu sibuk menggoda kamu sehingga menelantarkan anaknya sampai terjebak pergaulan dengan si breng sek itu?" Setiap ada celah, Agatha selalu menyindir Rizal.
" Bella tidak salah bergaul, dan Papih bukannya tidak memperhatikan Bella, Mam! Bella itu selain kuliah, dia juga ikut praktek kerja sebagai pengajar di lembaga bimbingan belajar milik dosennya. Bella sedang memberi les privat. Dan Joe itu bekerja sebagai bodyguard di orang tua murid yang diberi les private oleh Bella." Grace menepis anggapan Agatha yang menuduh Rizal menelantarkan Isabella karena Rizal disibukkan berkencan dengan dirinya.
" Untung saja saat Joe menjemput Bella di tempat kursus, Aldi melihat mereka dan mengikuti ke mana Joe dan Bella pergi, jadi Aldi bisa menggagalkan perbuatan Joe." Grace pun menceritakan bagaimana Rivaldi bisa sampai menolong Isabella.
" Aldi itu memang pria yang baik, rugi sekali kamu tidak menjadi istrinya." Agatha menyesalkan Grace yang menolak dijodohkan dirinya dengan Rivaldi.
" Sudahlah, Mam! Jangan memaksakan kehendak seperti itu!" Grace berharap Mamanya tidak terus menyudutkan soal pilihan hidupnya. Dia ingin Mamanya itu bisa menerima jika dirinya sudah sangat bahagia dengan dengan Rizal.
" Kalau memang Mama begitu menyayangi Aldi, kenapa Mama tidak mencarikan pendamping yang cocok untuk Aldi dan tulus mencintai Aldi?" Grace sepertinya mempunyai ide untuk meminta bantuan Agatha mendekatkan Rivaldi dengan Isabella.
" Sekarang ini banyak wanita hanya mengincar harta saja. .Sayang sekali kalau Aldi mendapatkan wanita seperti itu! Sementara kamu bukan tipe wanita yang mengejar harta, makanya Mama ingin menjodohkan kalian." Agatha menjelaskan alasannya ingin menjodohkan Grace dengan Rivaldi.
" Mam, aku punya kandidat wanita yang sepertinya cocok untuk Aldi. Wanita itu menyukai Aldi, dan sepertinya Aldi ada perhatian pada wanita itu." Grace mulai menyampaikan soal dugaanya kepada terhadap sikap Rivaldi kepada Isabella begitu juga sebaliknya.
" Siapa wanita yang kamu maksud itu?" tanya Agatha dengan kening mengeryit. Dia sangat penasaran siapa orang yang ingin dijodohkan dengan Rivaldi? Apakah wanita itu cocok untuk Rivaldi? Apakah Wanita itu termasuk wanita matre yang hanya menginginkan harta Rivaldi semata? Agatha sudah seperti seorang ibu yang sedang mencari calon menantu wanita untuk anak bujangnya, karena Agatha tidak ingin Rivaldi jatuh ke tangan wanita yang salah yang hanya memikirkan harta saja.
" Bella?" Agatha terkejut mendengar nama yang disebutkan oleh Grace tadi
" Iya, Mam. Bella itu diam-diam menyukai Aldi, dan Aldi juga diam-diam memperdulikan Bella, sampai menyuruh orang suruhannya untuk mengawasi Bella, agar tiga ada orang yang akan berbuat jahat kepada. Bella kembali." Grace bercerita apa yang terjadi dengan Isabella dan Rivaldi.
" Aldi menyukai anak tirimu? Mama rasa itu tidak mungkin, Grace! Aldi itu menyukai kamu!" Agatha mengibaskan tangannya ke udara, dia temui tidak mempercayai jika Rivaldi tertarik pada Isabella.
" Aldi itu tidak menyukaiku, Mam! Dia hanya berambisi ingin menaklukkan aku sebagai balas dendam atas apa yang sudah kami lakukan kepada dia beberapa waktu lalu." Grace berusaha memberi penjelasan agar Agatha memahami jika Rivaldi itu tidak serius dengan perasaan suka kepadanya. Dan agar Agatha tidak terus menyesali kegagalan menyatukan dirinya dengan Rivaldi.
" Mama tidak percaya itu, Grace! Tidak mungkin secepat itu Aldi berubah haluan! Mama juga tidak percaya jika Aldi ingin balas dendam terhadapmu!" Agatha masih tidak mempercayai apa yang dituduhkan oleh Grace terhadap Rivaldi.
" Mam, Bella gadis baik-baik dan tidak macam-macam anaknya. Aku rasa cocok dengan keinginan Aldi yang ingin mempunyai pasangan wanita yang sederhana dan tidak banyak bertingkah. Mungkin Aldi juga pria baik, hingga Mama ingin menjodohkan aku dengan dia. Tapi dia bukan yang terbaik untuk aku, Mam. Dan mungkin juga karena aku bukan wanita yang terbaik untuk Aldi, karena Tuhan sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk Aldi." Grace mencoba mempengaruhi pola pikir Agatha, agar tidak terus memaksakan kehendaknya menjodohkan dirinya dengan Rivaldi, padahal jelas-jelas dirinya sudah menikah.
" Kalau Mama sayang sama Aldi dan tidak ingin Aldi jatuh ke tangan wanita yang salah, sebaiknya Mama setuju dengan rencana aku ini." Grace meminta Agatha agar mendukungnya dalam upaya mendekatkan Rivaldi dengan Isabella.
__ADS_1
" Sekarang Mama pikir saja, deh! Untuk apa Rivaldi menyuruh orang untuk mengawasi dan menjaga Bella kalau bukan dia perduli dengan Bella? Aldi sendiri 'kok yang bilang kalau tujuan dia menyuruh orang menjaga Bella agar tidak ada orang yang berani mencelakai Bella lagi seperti kemarin. Mama pikir apa namanya kalau bukan karena perhatian?" Grace terus mencari dukungan agar Agatha mau bekerjasama dengannya untuk memberikan jodoh yang terbaik untuk Rivaldi.
" Mam, Mama harus bantu aku. Aku berusaha menjalin hubungan yang baik dengan anak suamiku itu. Karena itu aku ingin membantu dia mendapatkan pria yang dia sukai. Mama harus bantu aku untuk mendekatkan mereka berdua." Grace terus membujuk Agatha agar mau bekerja sama dengannya untuk menjodohkan Rivaldi dengan Isabella.
" Mama harus bagaimana, Grace?" tanya Agatha bingung. Dia tidak yakin dirinya dapat membantu Garce, karena di dalam hatinya merasa tidak rela Rivaldi jadi milik wanita lain.
" Terserah Mama, Mama 'kan selalu banyak akal," sahut Grace menyebut jika orang tuanya itu punya banyak akal. Bahkan tak jarang Agatha kadang bersikap licik demi keinginannya dapat tercapai.
" Mama mesti bantu aku, agar hubungan aku dengan Bella semakin membaik. Dan supaya dia tidak curiga terus ke aku, Mam." Grace memberi alasan kepada Agatha dan berharap bantuan Mamanya karena dia ingin hubungannya dengan Isabella dapat berjalan normal.
" Dia curiga apa memangnya?" tanya Agatha penasaran apa yang membuat anak tiri putrinya itu curiga kepada Grace. Apa menganggap Grace menikahi Rizal karena harta? Tanpa perlu dihitung pun, perbedaan harta milik Grace jauh di atas Rizal. Lalu apa yang membuat Grace dicurgai? Agatha bertanya-tanya.
" Bella curiga kalau Aldi itu suka sama aku. Dan dia khawatir aku akan mengkhianati Papanya." Grace menyebut hal yang membuat Isabella curiga kepadanya.
" Nah, kan! Berarti Aldi itu memang cinta sama kamu, Grace! Bukan karena ingin balas dendam ..." Merasa ada yang beranggapan sama dengannya, Agatha kembali membahas soal perasaan Rivaldi terhadap Grace yang dia anggap memang tulus.
" Sudah, deh, Mam! Jangan bahas itu lagi. Aku pamit dulu, Mam. Kabari aku jika Mama sudah menemukan ide. Bye, Mam." Grace mencium pipi Agatha lalu melangkah pergi meninggalkan Agatha yang seketika tertegun dengan kecupan Grace di pipinya. Agatha menyentuh pipinya, entah sudah berapa lama tidak dia terima kecupan di pipi dari Garce. Bahkan dia juga lupa, kapan menerima kecupan terakhir dari putri tercintanya itu.
*
*
*
Bersambung ...
GA di nevel ini udah selesai dan ini adalah pemenangnya
.
Selamat untuk pemenang dan terima kasih untuk readers yang setia membaca dari awal sampai saat ini🙏🙏
__ADS_1
Happy readin❤️