TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Tolong Aku, Pih!


__ADS_3

" Mana dia? Mana laki-laki malas itu?"


Grace dan Bi Tinah saling pandang saat mendengar suara pria berteriak dengan lantang dari luar kamar Grace. Suara itu terdengar cukup kencang dan menggelegar hingga sampai terdengar ke bagian dalam kamar Grace.


" I-itu siapa, Non?" tanya Bi Tinah dengan ketakutan langsung bangkit dari tempat tidur.


" Tolong buka pintunya, Bi!" Namun, Grace justru menyuruh Bi Tinah membukakan pintu kamar.


" T-tapi, Non ..." Nampak kecemasan di wajah Bi Tinah. Dia takut jika orang itu akan berbuat jahat, apalagi saat mendengar suara lantangnya, seperti orang yang sangat marah.


" Tidak apa-apa, Bi." Grace sepertinya mengenali suara orang yang berteriak tadi. Dia bahkan langsung bangkit dan melangkah ke arah pintu kamar untuk membukakan pintu.


" Hati-hati, Non." Bi Tinah belum bergerak dari tempatnya berdiri tadi.


" Om Daniel?" Grace terkesiap karena dugaannya ternyata benar jika suara yang dia dengar memang suara Om nya itu. saat melihat kemunculan adik dari Papanya ketika dia membuka pintu kamar. Grace pun langsung memeluk tubuh Om Daniel.


" Om, Om kenapa ada di sini?" tanya Grace mendongakkan kepada menatap Om Daniel.


" Om akan membawamu ke Jerman. Mana suamimu yang pemalas itu?" Dengan merangkulkan tangan di pundak Grace, Om Daniel membawa Garce berjalan ke arah brankar Rizal.


" Apa maksud Om membawaku ke Jerman?" tanya Grace menatap lekat wajah Om Daniel.


" Om akan membawa kamu pergi dari sini," sahut Om Daniel. Kini tatapannya mengarah pada Rizal yang masih berbaring di atas brankar.


" Apa kau sengaja seperti ini agar kau terbebas tidak melaksanakan janjimu, Rizal!? Apa kau lupa jika kau berjanji akan mengurus usaha Papa mertuamu di Jerman?" Seakan orang yang diajaknya dapat mendengar ucapannya, Om Daniel bertanya pada Rizal, Om Daniel mengingatkan Rizal akan janji Rizal yang bersedia menggantikan posisinya mengurus perusahaan Papa Grace di Jerman sebagai syarat menikahi Grace. Kala itu, Rizal meminta waktu satu tahun untuk belajar sebelum benar-benar menggeluti profesi sebagai pemimpin sebuah perusahaan besar.


" Kalau kau memang ingin terus seperti ini, saya akan membawa Grace pergi dari sini! Grace akan tinggal di Jerman, dan kau tidak akan saya ijinkan bertemu dengan Grace kembali!" ancam Om Daniel yang mengatakan akan memisahkan Grace dengan Rizal jika pria itu tidak cepat terbangun dari tidur panjangnya.


Grace terbelalak mendengar ancaman yang dilontarkan oleh Om nya tadi.

__ADS_1


" Om, aku tidak mau kembali ke Jerman, aku akan tetap di sini bersama suamiku!" Grace bahkan langsung mengurai tangan Daniel yang melingkar di pundaknya lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas brankar dengan memeluk tubuh Rizal, seakan dirinya benar-benar tidak ingin dipisahkan dengan Rizal.


" Grace, untuk apa kau menunggu dia? Masa depanmu masih panjang, Grace! Om tidak ingin kamu menghabiskan waktu untuk menunggui suami tidak berguna seperti dia!" Om Daniel terlihat kesal karena Rizal tidak punya semangat untuk hidup. Dan lebih nyaman dengan tidurnya.


" Tapi aku tidak bisa meninggalkan suamiku, Om! Suamiku butuh aku di sini. Dan aku ingin ada di sini ketika suamiku bangun nanti." Grace tentu menolak keinginan Om nya, karena dia tidak ingin meninggalkan Rizal.


" Kamu hanya akan membuang waktu jika kamu tetap di sini, Grace! Kamu harus ingat, kamu ini pewaris kekayaan Papamu. Kamu bukan perawat yang harus mengurus orang sakit!" Om Daniel mengingatkan jika status Grace adalah pewaris kekayaan milik Papanya dan tidak pantas mengurus orang sakit seperti yang saat ini sedang dilakukan oleh Grace pada Rizal.


" Om, aku merawat suamiku! Itu sudah kewajibanku sebagai istri, dan aku tidak keberatan dengan tugas yang aku lakukan ini!" Grace tidak merasa terbebani dengan apa yang dilakukannya dalam mengurus sang suami.


" Sampai kapan kamu akan menunggu dia, Grace? Om tidak akan membiarkan kamu menghabiskan waktu percuma hanya untuk menanti yang tidak pasti!" Om Daniel tetap tak perduli dengan kondisi Rizal.


" Om akan membawamu sekarang juga! Cepat kamu kemasi pakaianmu, kita berangkat sekarang!" Om Daniel mengedar pandangan mencari koper milik Grace yang akan digunakan untuk membawa pakaian Grace.


" Kamu, ambil koper itu dan cepat kemasi pakaian Grace!" Om Daniel yang melihat Bi Tinah masih berada di dalam kamar itu langsung memberi perintah.


" S-saya, Pak?" Bi Tinah bingung harus menuruti perintah Om Daniel atau tidak, karena dia pun tidak ingin jika Grace dibawa pergi oleh Om Daniel.


" Kamu tetap akan ikut dengan Om, Grace! Kamu suka atau tidak, kamu akan tetap ikut dengan Om ke Jerman siang ini juga! Kamu tidak usah khawatir, Om akan menjamin anakmu itu dan dia akan mendapatkan kehidupan yang layak." Om Daniel lalu menarik tangan Grace, hendak membawanya ke luar kamar Grace. Kondisi Grace yang kini sedang hamil tidak menyurutkan niatnya membawa Grace pergi ke Jerman


" Om, lepaskan aku! Aku tidak mau pergi!" Grace menahan langkahnya agar tubuhnya tidak terbawa dengan langkah Om Daniel.


" Pih, bangun, Pih! Tolong aku, Pih!" Grace menggenggam tangan Rizal, berharap suaminya itu terbangun dan menahan keinginan Om nya. Namun, Rizal masih tetap tidak bereaksi.


" Kamu lihat sendiri, kan!? Dia itu suami tidak berguna! Kamu tidak usah berharap pada pria seperti itu lagi!" Om Daniel melepaskan tangan Grace yang menggenggam tangan Rizal dan menarik secara paksa Grace hingga keluar kamar.


" Om, lepaskan aku! Aku tidak mau ikut ke Jerman! Aku ingin di sini bersama suamiku, Om!" Grace berontak, mencoba melepaskan diri dari tangan Om Daniel yang begitu kencang mencengkeramnya.


" Grace, ada apa?" Isabella baru sampai dari kampus. Dia berlari masuk ke dalam kamar Grace saat medengar Grace berteriak. Dia terkejut melihat Om Daniel sedang menarik Grace keluar dari kamar.

__ADS_1


" Bella, tolong bantu aku. Om ingin membawaku ke Jerman. Aku tidak boleh menemani Papih lagi." Melihat kehadiran Isabella, Grace meminta bantuan anak sambungnya itu untuk membantunya menghalangi niat Om Daniel yang akan membawanya pergi.


" Om, tolong jangan bawa Grace! Grace itu istri Papih aku, Om! Tolong jangan pisahkan Papih aku dari Grace!" Isabella memohon pada Om Daniel dan membantu melepaskan Grace yang terus dipaksa ikut oleh Om Daniel.


" Papamu itu adalah laki-laki tidak berguna! Tidak sepantasnya keponakan saya menjadi budak Papamu itu! Saya menyesal telah mengijinkan Papamu menikahi keponakan saya!" Isabella justru terkena dam prat Om Daniel.


Isabella beringsut mendengar Om Daniel membentaknya dengan kencang. Dia langsung berangkulan dengan Bi Tinah yang sama ketakutan.


" Om, tolong lepaskan aku! Aku ingin bersama suami aku, Om!" Grace seketika terisak karena Om Daniel seolah tidak perduli pada permohonannya.


" Kamu harus menurut pada Om, Grace! Om lakukan ini demi kebaikan kamu! Demi masa depan kamu!" Tegas Om Daniel yang merasa jika apa yang dia perbuat adalah untuk kebaikkan keponakannya.


" Aku tidak mau, Om!" Grace terus saja berontak. " Pih, Papih! Tolong aku, Pih!" Teriak Grace kencang.


Isabella dan Bi Tinah hanya bisa menangis tak dapat melawan Om Daniel yang terus memaksa Grace hingga turun dari anak tangga menuju pintu rumah. Begitu juga Bi Saonah dan


Surti yang berada di bawah hanya terpaku melihat Om Daniel berjalan melintasinya dengan membawa Grace keluar dari rumah dengan paksa.


Sementara di kamar Grace ....


" Grace ... Grace ..." Bibir Rizal bergetar memanggil nama Grace namun dengan sangat pelan, bahkan hampir tak terdengar.


*


*


*


Bersambung ....

__ADS_1


Happy Reading ❤️


.


__ADS_2