TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Fashion Show


__ADS_3

Grace membaca berita terbaru di ponselnya yang mengabarkan jika Agatha mengadakan acara fashion show di Bandung. Untuk profesinya itu, Agatha memang sangat total, sehingga tidak heran jika dia sangat sukses sekarang ini.


Grace mende sah dan meletakkan ponselnya di sofa kamar. Grace seolah mengasihani dirinya sendiri. Sebenarnya apa yang kurang dengan keluarganya? Harta berlimpah, baik dari usaha Papanya ataupun dari Mamanya. Namun sejak dirinya memasuki masa remaja, dia merasakan kehampaan. Papanya sering sakit-sakitan dan dirawat di rumah sakit hingga akhirnya meninggal dan Mamanya menikah lagi dengan pria yang lebih muda dari Mamanya. Apalagi setelah itu dia terjerat dengan pergaulan bebas sejak kenal Joe. Masih bagus dia tidak sampai menyentuh obat-obatan.


" Ada apa?" tanya Rizal yang ikut duduk di samping Grace. Sejak keluar dari kamar mandi, dia memperhatikan istrinya itu sedang melamun, entah apa yang sedang ada di dalam pikiran Grace saat ini.


" Tidak ada apa-apa, Pih." Grace menyangkal jika dia sedang merindukan masa kecilnya.


" Jangan meyembunyikan sesuatu dari suamimu!" Rizal dapat menebak jika Grace sedang memikirkan sesuatu yang tidak ingin diketahui olehnya.


" Tidak ada apa-apa kok, Pih! Aku tadi habis baca berita soal rencana Mama yang akan mengadakan fashion show di Bandung." Grace hanya menyampaikan soal event yang akan digelar oleh Mamanya itu, tanpa menceritakan apa yang sedang dia rasakan saat ini.


" Oh ya? Kapan acaranya?" tanya Rizal kemudian.


" Besok." Singkat jawaban yang diberikan oleh Grace.


" Kita akan melihat ke sana?" tanya Rizal. Dia ingin dia dan istrinya dapat menghadiri event penting yang diselenggarakan. oleh Agatha. Untuk membuktikan jika mereka sangat perduli dan mendukung profesi Agatha.


" Tidak usah, Pih!" tolak Grace cepat. Grace hanya ingin menghindari perdebatan dengan Agatha jika dia datang ke acara itu. Karena dia yakin, kehadirannya bersana Rizal sangat tidak diharapkan oleh Agatha di sana.


" Kenapa? Itu event Mamamu, semestinya kamu memberi support kepada Mamamu itu." Rizal tidak pernah berhenti memberi nasehat kepada Grace untuk bersikap lebih lembut pada Agatha. Tentu saja, pernikahannya dengan Grace tidak ingin membuat hubungan Grace dan Agatha yang selama ini renggang semakin menjauh.


" Mama tidak membutuhkan itu, Pih! Tanpa kita dukung pun, Mama pasti akan sukses dengan acaranya," ujar Grace. Dia tahu, Mamanya adalah wanita mandiri, tanpa dukungan darinya pun, dia bisa sukses dengan karirnya sebagai desainer kondang.


" Tidak boleh bicara begitu. Bagaimanapun, antara ibu dan anak itu harus saling mendukung. Kehadiran keluarga, meskipun tidak terucapkan dari mulut Mama, pasti akan membuat Mama bahagia, Grace." tegur Rizal mengomentari sikap Grace yang masih keras terhadap Agatha.


" Mama saja tidak mendukung pernikahan kita, kok!" protes keras Grace. Sepertinya Grace masih teramat kesal karena Mamanya tidak merestui pernikahannya. Padahal dia merasa sangat bahagia dengan pernikahannya bersama Rizal.


" Tapi bukan berarti kita juga harus bertindak seperti yang Mama lakukan. Kita harus membuktikan jika kita mendukung Mama, bagaimanapun sikap Mama ke kita." Rizal tidak setuju dengan sikap Grace yang ingin membalas perlakuan Mamanya dengan melakukan hal yang sama, tidak memperdulikan atau tidak menganggap apa yang sedang terjadi dengan Agatha .


" Aku tidak ingin Mama mengacuhkan Papih nanti kalau kita datang ke sana!" Grace beralasan, dia menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.


" Tidak masalah, yang penting kita berniat baik datang ke sana." Rizal memang tidak memperdulikan apapun sikap Mama mertuanya itu kepadanya. Yang terpenting dia sudah berniat baik kepada Agatha.


" Pih, Mama itu tidak ingin publik tahu jika Mama punya menantu yang usianya seperti Papih! Mama itu malu kalau ketahuan usia menantunya itu hanya terpaut delapan tahun dari Mama. Jadi sebaiknya kita tidak usah datang ke sana!" Grace bersikeras tidak ingin hadir di acara Agatha yang akan diselenggarakan di kota Bandung, meskipun Rizal siap mengambil apapun resiko yang akan terjadi.

__ADS_1


***


" Assalamualaikum, Ma." Rivaldi menyapa Arina yang terlihat sibuk dengan tanaman hias nya di pekarangan samping rumah.


Pagi selepas shubuh tadi Rivaldi pulang ke Bandung, karena dia mendapatkan undangan acara fashion show dari Agatha di kota kembang itu. Walaupun dirinya gagal menjadi menantu Agatha, namun Agatha masih menjalin komunikasi yang baik dengannya Dan Rivaldi berniat mengajak Mamanya untuk hadir dalam acara undangan Agatha itu.


" Waalaikumsalam, Aldi. Kamu sudah datang?" Arina melepas glove nya saat melihat kedatangan Rivaldi lalu mencuci tangan dari kucuran air kran.


" Iya, Ma." Rivaldi menghampiri dan memeluk Arina. " Papa masih belum pulang dari Solo, Ma?" tanya Rivaldi kemudian.


" Sore nanti rencananya Papa baru akan pulang." jawab Arina. " Kamu bagaimana kabarnya, Aldi?" tanya Arina mengusap lengan putranya. Sejak perbincangan terakhir saat Rivaldi mengatakan jika Grace sudah menikah, mereka memang baru bertemu kembali.


" Seperti yang Mama lihat sekarang ini." Rivaldi lalu membawa Arina masuk ke dalam ruangan keluarga untuk berbincang berdua di sana.


" Oh ya, Aldi. Tumben sekali kamu mau datang di acara fashion show." Karena anaknya itu biasanya jarang sekali mau bergelut di bidang yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya, membuat dirinya terheran saat Rivaldi mengajaknya datang ke acara tersebut.


" Desainer yang mengadakan event itu adalah Tante Agatha, Ma. Dan Tante Agatha itu adalah Mamanya Rena." Rivaldi menjelaskan kenapa dia berminat datang ke acara yang digelar oleh Agatha.


" Mamanya Rena? Aldi, jangan kamu bilang kalau kamu masih mengharapkan Rena, Nak! Rena sudah menikah dengan pria pilihannya. Mama tidak setuju jika kamu terus mengejar wanita yang sudah menjadi istri orang, Aldi!" Arina terkejut saat mengetahui jika orang yang mengundang Rivaldi adalah orang tua dari Grace, hingga membuatnya berpikiran jika putra sambungnya itu masih mengharapkan Grace padahal Grace sudah menjadi istri pria lain.


" Aldi, jangan buat Mama takut, Nak! Mama tidak rela kalau kamu melakukan hal yang tidak seharusnya kamu lakukan, Aldi. Kamu masih muda, kamu tampan. Kamu bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Rena." Bahkan Arina sampai menggenggam tangan putranya. Walau Rivaldi tidak terlahir dari rahimnya dia merasa tidak rela jika Rivaldi melakukan hal yang salah dalam hidupnya. Sejauh ini, Arina memang tidak tahu bagaimana sepak terjang anak sambungnya tersebut selama tinggal di Jakarta.


Rivaldi menatap sosok wanita yang sejak dia kecil sudah menjadi figur seorang Mama baginya itu. Bukan hanya sekedar Mama sambung tapi sudah seperti sosok Mama kandung yang sangat dibutuhkan olehnya.


Seperti saat ini. Arina menampakkan kecemasan di wajahnya. Tentu karena Arina mencemaskan Rivaldi.


" Ma, Mama jangan khawatirkan itu. Aldi tidak akan melakukan hal yang akan mengecewakan Mama," ucap Rivaldi. Dia harus bisa menenangkan hati Arina walaupun dirinya menyadari banyak hal buruk yang dia lakukan yang akan mengecewakan hati Arina jika Mama sambungnya itu tahu kelakuannya.


***


Tamu yang datang dalam acara fashion show yang diadakan oleh Agatha terlihat sangat antusias. Tema yang diusung dalam pengelaran busananya kali ini bertemakan Nusantara. Agatha memilih mendesain karyanya menggunakan beberapa kain tradisional dari beberapa daerah di Indonesia.


" Mama baru pertama kali datang ke acara seperti ini, Aldi. Jika tidak kamu ajak, mana mungkin Mama bisa sampai masuk ke sini," bisik Arina kepada Rivaldi di sebelahnya.


" Mama ini 'kan istri dari pengusaha garment. Semestinya Mama harus sering datang ke acara seperti ini, siapa tahu nanti perusahaan garment Papa akan mengadakan pangelaran busana seperti ini juga." Rivaldi justru terkekeh meledek Arina.

__ADS_1


" Kamu ini ada-ada saja, Aldi!" sahut Arina menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan Rivaldi tadi


Sementara di sudut bagian lain terlihat seorang pria nampak gelisah saat hadir di acara peragaan busana itu. Dia adalah Joe, yang diminta oleh Cyntia menemaninya hadir di acara fashion show Agatha tersebut.


Cyntia termasuk pengguna pakaian dari rancangan dari Agatha, sehingga dia pun berkeinginan hadir di acara fashion show itu. Tentu saja karena sokongan dana yang terus mengalir dari suaminya, dia bisa menikmati segala fasilitas kemewahan yang dia inginkan, seperti hadir di acara saat ini yang banyak dihadiri oleh para selebritis juga para sosialita lainnya.


Acara panggelaran ditutup dengan menghadirkan Agatha yang berjalan dengan sebuah buket bunga di tangannya diapit oleh beberapa peragawan dan peragawati yang menjadi memperagakan karya-karyanya tadi di catwalk.


" Aldi!"


Rivaldi menghentikan langkahnya yang ingin meninggalkan tempat event panggelaran busana tersebut, saat mendengar suara Agatha memanggil namanya. Dia pun menoleh ke arah suara Agatha berasal.


" Aldi, terima kasih kamu sudah hadir di acara Tante ini." Agatha menyampaikan rasa terima kasihnya karena Rivaldi berkenan datang menemui undangannya.


" Sama-sama, Tante. Selamat atas penyelanggaraan fashion show nya yang sukses tadi, Tante." Rivaldi mengucapkan selamat atas lancarnya acara yang diadakan oleh Agatha.


" Terima kasih, Aldi." Agatha melirik ke arah wanita paruh baya di sebelah Rivaldi. " Apa ini Mama kamu, Aldi?" tanyanya kemudian.


" Iya, Tante. Perkenalkan ini Mama Arina, Mama saya." Rivaldi memperkenalkan Arina kepada Agatha.


" Apa kabar Nyonya? Saya Agatha, senang bisa bertemu dengan Mamanya Aldi." Agatha memperkenalkan dirinya kepada Arina seraya mengulurkan tangannya kepada Arina.


" Alhamdulillah saya baik, Bu Agatha. Saya Arina ..." Arina menyambut uluran tangan Agatha.


" Tante Agatha ini Mamanya Rena, Ma." Rivaldi pun menjelaskan kepada Arina siapa Agatha, walaupun sebelumnya dia sudah sempat memberitahu.


" Saya sempat bertemu dengan putri Ibu, Rena. Saya senang bisa berkenalan dengan Rena. Oh ya, selamat atas pernikahan Rena, Bu Agatha." Arina yang tidak mengetahui adanya kemelut antara Grace dengan Agatha justru berkata santai.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2