TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Papih Akan Tetap Dirawat Di Sini


__ADS_3

Grace menaruh ponselnya di tepi tempat tidur di samping dia duduk, setelah dia mengecek melalui panggilan video, bagaimana keadaan suaminya dari ponsel milik Surti.


Grace menghela nafas panjang seraya mengusap kasar wajahnya. Apa yang baru dia lakukan tadi pada Joe, seakan terjadi di luar kesadarannya. Dia merasa seperti ada kekuatan yang memaksanya untuk membalaskan apa yang sudah Joe lakukan kepadanya, kepada Bella dan kepada suaminya.


" Grace ...."


Grace langsung menoleh ke arah pintu kamar saat mendengar suara Agatha muncul dari sana.


" Mam ..." Tanpa bangkit dari tempatnya, Grace langsung merentangkan tangannya yang langsung disambut dengan pelukan hangat Agatha. Agatha bahkan langsung terisak tak tertahankan mengetahui tindakan kriminal yang sudah dilakukan putrinya kali ini.


" Grace, kenapa kamu senekat itu? Mama tidak ingin terjadi sesuatu sama kamu, Grace. Kamu sedang hamil. Mama tidak ingin kamu tertimpa masalah berat lagi." Agatha masih saja menangis tersedu. Meskipun Agatha sendiri sudah mendapatkan kabar dari Bondan melalui Rivaldi bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kondisi Joe, tetap saja rasa khawatir seorang ibu terhadap anaknya akan selalu ada.


" Dia tidak apa-apa, Mam. Mama tidak usah khawatir." Grace membesarkan hati Mamanya dengan mengatakan jika Joe selamat sehingga dia menganggap kesalahannya tidak terlalu besar.


" Tapi, tetap saja apa yang kamu lakukan ini salah, Grace. Jangan lakukan lagi hal-hal yang menakutkan seperti itu, Grace! Mama bisa mati mendadak kalau kamu terus melakukan hal-hal menyeramkan seperti itu!" Berapa frustasinya Agatha mengetahui tindakan sa dis yang dilakukan oleh Grace pada Joe, sehingga dia merasa jika bisa terkena serangan jantung mendadak.


Grace mengurai pelukannya mendengar ucapan Mamanya tadi.


" Mama jangan bicara begitu! Memangnya Mama tidak ingin melihat cucu Mama ini lahir?" protes Grace mengusap perutnya yang belum menampakkan baby bump nya.


" Tentu saja Mama ingin melihat cucu Mama, Grace! Siapa yang tidak ingin melihat cucu Mama?" tepis Agatha mengusap pipinya yang lembab karena air mata.


" Lalu kenapa Mama bilang ingin mati mendadak!?" tanya Grace.


" Mama bilang seperti tadi, karena saking syok nya Mama karena perbuatan kamu. Makanya kamu jangan bikin ulah macam-macam lagi, dong, Grace! Jangan melakukan tindakan berbau kriminal seperti tadi!" Agatha beralasan kenapa sampai mengucapkan kalimat bisa mati mendadak.


" Oh ya, Mam. Kenapa Mama beli cctv yang jelek? Pasti Mama beli yang harganya murah, kan? Makanya cepat rusak." Grace teringat soal cctv di kamar rawat inap Rizal yang tidak berfungsi dengan baik, dan menurut Surti rusak.


" Astaga, Grace! Mana mungkin Mama membelikan barang yang berharga murah! Mama itu sudah belikan cctv yang terbaik. Kamu lihat saja sebelumnya, hasil rekamannya bagus, kan? Mama pilihkan cctv yang terbaik untuk dipasang di kamar rawat suami kamu itu. Mana mungkin Mama asal memilih dan membeli!" Agatha menyanggah disebut membeli alat cctv murahan oleh Grace. Tentu saja bagi wanita kaya raya seperti Agatha yang mudah uang masuk ke dalam rekening banknya, tidak mungkin membeli suatu barang yang murahan seperti yang dituduhkan oleh Grace tadi.


" Tapi, kenapa tidak bisa merekam, Mam? Layar video ngeblank, cuma ada kata video loss ?" Grace mempertanyakan kenapa tidak dapat merekam


" Coba suruh cek lagi, deh! Kayaknya tidak mungkin kalau sampai rusak!" Agatha yakin jika dia sudah membelikan produk cctv terbaik.


" Ya sudahlah ... lagipula besok Papih akan pulang ini." Grace sudah tidak ingin mempermasalahkan soal cctv lagi, karena esok dia tidak membutuhkan rekaman cctv lagi karena Rizal akan pulang ke rumah Grace.


" Ya sudah, sekarang kamu istirahat. Kamu baru saja melalui peristiwa yang menyeramkan. Sekarang tenangkan pikiranmu, Grace. Saat ini kamu sedang hamil, jangan stres berpikir. Ibu hamil itu harus tenang pikirannya." Agatha bangkit, merapihkan bantal untuk alas kepala Grace lalu menyelimuti saat Grace sudah merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


.


***


Pagi ini ditemani oleh Agatha yang diantar oleh Rivaldi, Grace datang ke rumah sakit, karena Grace ingin mengurus kepulangan Rizal ke rumahnya. Sementara Agatha mengurus admistrasi untuk kepulangan Rizal, Grace dan Rivaldi berjalan menuju kamar rawat Rizal.


" Apa sudah ada kabar terbaru soal, Aldi?" Grace sengaja menanyakan tanpa sepengetahuan Mamanya agar Mamanya itu tidak senewen seperti semalam lagi.


" Kau tidak perlu memikirkan hal itu. Semua sudah ditangani Pak Bondan,," sahut Rivaldi tanpa menoleh ke arah Grace.


" Apa kamu yakin jika Joe baik-baik saja, Aldi?" Entah mengapa Grace masih meragukan jika Joe tidak mengalami cedera parah.


Rivaldi menghentikan langkahnya sambil memutar tubuhnya ke arah Grace. Dia menatap wanita yang juga mengikuti gerakannya menahan langkah.


" Kamu yang lebih mengenal Pak Bondan daripada aku, kan? Apa menurutmu dia sering berbohong?" tanya Rivaldi menepis keraguan Grace.


Grace menggelengkan kepalanya. Waktu dia tidak mengenal dekat sahabat suaminya itu, namun dia tahu jika Bondan tidak akan berbohong kepadanya.


" Apa aku akan diproses hukum karena mencederai dia?" Grace khawatir jika sampai Joe melaporkannya ke polisi saat Joe sembuh nanti.


" Syukurlah ..." Grace melanjutkan langkahnya yang diikuti oleh Rivaldi, hingga kini mereka berdua sampai di depan kamar rawat Rizal.


" Non Grace sudah datang?" Saat hendak masuk ke dalam kamar rawat, Surti terlihat keluar dari pintu kamar Rizal.


" Bibi mau ke mana?" tanya Grace melihat Surti membawa tas, seperti hendak pergi.


" Surti mau pulang dulu, Non. Mau gantian jaga sama Bi Tinah." Surti menjelaskan.


" Bi Tinah sudah datang?"


" Belum, Non."


" Kok, Bibi sudah mau pulang? Memang di dalam Papih siapa yang jaga?" tanya Grace heran, karena biasanya Bella pulang lebih dahulu karena akan kuliah. Sementara Surti baru akan pulang setelah Bi Tinah tiba. Tapi tadi Surti mengatakan jika Bi Tinah belum ada di sana, dan Surti sudah buru-buru mau pulang. Lalu siapa yang akan menjaga Rizal jika dia tidak keburu datang? Pikirnya.


" Ada Non Bella di dalam, katanya mau menemani Papihnya," sahut Surti.


" Memang Bella tidak kuliah?" tanya Grace kembali.

__ADS_1


" Katanya tidak, Non." jawab Surti.


" Ya sudah, kalau Bibi mau pulang. Bi Tinah tidak usah ke sini, karena sebentar lagi juga Papih pulang." Grace melarang Bi Tinah yang akan berganti jaga dengan Surti.


" Baik, Non. Saya pulang dulu, ya, Non. Assalamualaikum ..." Surti berpamitan.


" Waalaikumsalam, hati-hati, Bi." Setelah Grace menjawab salam dari Surti, ART di rumah Rizal itu pun kemudian meninggalkan Grace dan Rivaldi.


" Kamu masuk saja, aku menunggu di luar." Saat Grace menoleh ke arah Rivaldi, sepertinya pria itu mengerti dan mempersilahkan Grace menemui suaminya.


Grace segera masuk ke dalam kamar Rizal. Di dekat brankar Rizal, dia melihat Isabella yang sedang duduk di kursi di tepi brankar Rizal dengan tangan menggenggam tangan Papihnya, seperti yang biasa dia lakukan pada suaminya itu.


Grace menjalan mendekat ke arah brankar Rizal. Rasanya dia sangat merindukan Pak tua nya itu.


Grace menepuk pundak Isabella membuat gadis itu tersentak kaget.


" Assalamualaikum ... Papih apa kabar?" Grace lalu mencium kening, pipi dan bibir Rizal walaupun suaminya itu tidak meresponnya.


" Waalaikumsalam ..." Pelan jawaban salam yang diucapkan Isabella.


" Kenapa tidak kuliah, Bel?" tanya Grace menoleh ke arah Isabella.


" Aku mau menjaga Papih." Kalimat yang dilontarkan Isabella terdengar sangat ketus.


" Papih akan pulang, kamu tidak usah mengkhawatirkan Papih, Bel. Kalau kamu mau kuliah, kuliah saya tidak apa-apa. Sambil menunggu urus-urus kepulangan beres, biar Papih aku yang menjaga." Grace menyuruh Isabella tidak meninggalkan kuliahnya karena dia dan Agatha yang menunggu Rizal sampai kepulangan Rizal.


" Papih akan tetap dirawat di sini! Aku tidak setuju Papih dirawat di rumahmu!" Kata-kata yang masih bernada ketus dari Isabella membuat Grace seketika terkesiap.


*


*


*


Bersambung ....


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2