
Grace mengendarai mobilnya ditemani oleh Bi Tinah yang duduk di kursi belakang. Karena merasa tidak dekat dengan Isabella, Grace meminta Bi Tinah untuk ikut dengannya. Walaupun ART rumah Rizal itu tidak tahu akan dibawa ke mana oleh Grace.
" Non, kita ini mau ke mana sebenarnya?" Bi Tinah merasa penasaran karena Grace tidak juga memberi tahu ke mana istri dari majikannya itu membawanya pergi.
" Kita akan menjemput Bella, Bi." sahut Grace masih tetap berkonsentrasi dengan jalanan di depannya.
" Menjemput ke kampus, Non?" Mungkin sudah tertular dengan majikannya sehingga membuat Bi Tinah sudah seperti penyidik yang sedang mengintrogasi.
" Jangan banyak tanya, dong, Bi! Aku ini sedang berkendaraan! Nanti Bibi juga akan tahu sendiri!" protes Grace dengan nada ketus karena menganggap Bi Tinah terlalu banyak bertanya.
" Maaf, Non." Bi Tinah buru-buru minta maaf, dia takut jika Grace sudah marah.
Ddrrtt ddrrtt
Ponsel Grace tiba-tiba berdering. Grace mengerutkan keningnya saat melihat panggilan telepon itu ternyata berasal dari Rizal. Dia berpikir, apakah suaminya itu sudah tahu masalah yang menimpa Isabella? Tak ingin menebak-nebak, Grace langsung mengangkat panggilan telepon suaminya itu.
" Halo, Pih?" Garce menyapa suaminya.
" Assalamualaikum, Grace kamu ada di mana sekarang? Apa kamu baik-baik saja?" suara Rizal terdengar dengan nada lemas di telinga Grace.
" Waalaikumsalam, aku baik-baik saja, Pih. Memangnya kenapa?" tanya Grace. Dia sebenarnya ingin menceritakan soal Isabella. Namun, dia tidak ingin membuat Rizal yang sedang bertugas menjadi khawatir. Dia yakin suaminya itu akan murka jika tahu tindakan be jat yang dilakukan Joe pada Isabella.
" Syukurklah, Grace. Perasaanku sejak tadi rasanya tidak enak sekali. Aku tadi coba hubungi Bella juga, tapi tidak diangkat. Mungkin dia sedang mengajar les jadi tidak mengangkat panggilan teleponku," Rizal bercerita kepada istrinya tentang perasaan cemas yang seketika melandanya.
Grace menghela nafas panjang mendengar ucapan sang suami. Rizal sangat menyanyangi Isabella, sudah pasti Rizal dapat merasakan suatu yang tidak beres terjadi pada putrinya itu. Untung saja Isabella tidak benar mengalami kesuciannya, setidaknya itulah yang dia dengar dari Rivaldi.
" Pih, Papih yang tenang saja. Selesaikan saja pekerjaan Papih di sana. Kalau ada apa-apa dengan Bella, biar aku yang handle, Pih." Grace merahasiakan peristiwa yang terjadi pada Isabella. Dia berniat menceritakan pada Rizal setelah suaminya itu sampai di rumah. Karena dia juga tidak ingin Rizal menjaga senewen.
" Ya sudah kalau begitu. Kamu sedang apa sekarang?" Rizal sepertinya mendengar suara bising kendaraan di teleponnya.
" Aku sedang keluar rumah sebentar, Pih. Lagi cari makanan." Grace berbohong dengan mengatakan dirinya keluar rumah karena ingin mencari makanan.
" Kamu belum makan?" tanya Rizal kaget karena saat ini sudah jam setengah tiga. Rizal sangat memperhatikan kesehatan Grace, sehingga dia tidak ingin istrinya itu sampai telat makan.
" Sudah, Pih. Tapi aku kepingin cari cemilan." Grace kembali beralasan,
" Ya sudah, kalau begitu hati-hati bawa mobilnya." Rizal menasehati Grace untuk tidak ngebut berkendaraan.
" Iya, Pih." sahut Grace.
" Ya sudah, aku tutup dulu teleponnya, ya!? Assalamualaikum ..." Rizal berniat mengakhiri sambungan telepon mereka.
" Waalaikumsalam ..." Grace segera menutup panggilan telepon dengan Rizal setelah menjawab salam suaminya itu. Sementara Bi Tinah yang tadi kena omel Grace memilih hanya diam mendengarkan Grace bicara di telepon, daripada di kena marah kembali.
__ADS_1
Dua puluh menit kemudian
Mobil Grace berhenti tepat di depan mobil Rivaldi. Dia kemudian melepas seat belt nya dan membuka pintu mobilnya.
" Bibi tunggu di sini!" Setelah menyuruh Bi Tinah menunggu, Grace bergegas keluar dari mobilnya dan mendekat ke arah mobil Rivaldi yang terparkir di belakangnya.
Sementara di dalam mobil Rivaldi, Rivaldi langsung keluar dari mobilnya saat melihat kedatangan Grace.
" Mana Bella?" tanya Grace kepada Rivaldi, masih dengan nada galak.
" Dia di dalam." Rivaldi menujuk ke dalam mobilnya dengan arahan lirikan matanya.
Dengan cepat Grace bergerak ke arah yang ditunjuk oleh Rivalidi dan membuka pintu mobil Rivaldi. Grace mendapati Isabella yang masih tersedu dengan mata yang sembab. Terlihat Isabella masih syok dengan kejadian yang menimpanya.
" Bella, ayo kita pulang." Grace mencoba mengangkat tubuh Isabella yang terlihat lemas. Grace melingkarkan tangan Isabella di pundaknya dan mengangkat pinggang Isabella agar Isabella bisa bangkit dari kursi jok.
" Astaghfirullahal adzim! Non Bella kenapa, Non?" Melihat Grace memapah tubuh Isabella, Bi Tinah langsung turun dari mobil dan berlari menghampiri mereka, lalu membantu Isabella berjalan ke mobil Grace dan mendudukkan tubuh Isabella di jok mobil bagian tengah.
" Bi, tolong temani Bella dulu di dalam!" Grace meminta Bi Tinah menemani Isabella sementara dia ingin mengorek informasi dari Rivaldi tentang apa yang terjadi sampai Joe ingin memper kosa Isabella.
" Baik, Non." Tanpa bertanya macam-macam, Bi Tinah menutupi apa yang perintah oleh Grace.
Setelah berbicara dengan Bu Tinah, Grace kemudian menghampiri Rivaldi kembali untuk mengetahui cerita yang sebenarnya, kenapa Isabella bisa bersama Joe, dan mengapa Rivaldi ada di tempat kejadian.
" Bagaimana Bella bisa bersama dengan Joe?" tanya Grace dengan penuh selidik pada Rivaldi. Grace pasti merasa penasaran bagaimana Isabella sampai ingin diper kosa oleh Joe. Dan Bagaimana sampai Rivaldi bisa menolong Isabella. Apakah ini suatu kebetulan atau memang ada suatu kesengajaan.
" Kamu tanyakan sendiri pada anak sambungmu itu, bagaimana dia bisa mengenal Joe?" Rivaldi memang tidak tahu bagaimana Isabella bisa mengenal Joe. Jika dilihat dari interaksi Isabella dan Joe, terlihat jika Isabella mengenal Joe sebelumnya, bukan baru bertemu saat itu saja.
" Dia menjemput Bella di tempat Bella mengajar. Artinya mereka memang pernah bertemu sebelumnya." Rivaldi menyampaikan dugaannya, karena menurutnya, tidak mungkin Isabella mau dijemput oleh orang yang tidak dikenal.
" Lalu, bagaimana kau bisa berada di sini? Apa kau masih saja berusaha mendekati Bella untuk membalas dendam kepada kami?" tuding Grace, menganggap jika Rivaldi masih mengincar Isabella untuk membalas sakit hati pada dirinya dan suaminya.
" Jika aku ingin membalas dendam terhadap kalian, untuk apa aku memberitahu kebaradaan Bella padamu? Mungkin aku akan membiarkan saja dia dinodai oleh pria itu!" tepis Rivaldi menyangkal tuduhan Grace.
" Lalu bagaimana kau tau jika itu Joe?" selidik Grace kembali karena merasa aneh Rivaldi dapat mengenali Joe.
Rivaldi tersenyum sinis menanggapi pertanyaan Grace.
" Seharusnya kamu datang di acara fashion show Mamamu, agar kamu menyaksikan sendiri saat mantan kekasihmu itu bersikap kasar pada Mamamu!" sindir Rivaldi. Dia heran kenapa Grace, anak Agatha sendiri tidak hadir dalam acara fashion show Mamanya.
" Apa? Mama bertemu dengan Joe?" Grace kembali terperanjat saat mengetahui jika Mamanya sempat bertemu Joe.
" Apa suamimu melarang kamu bertemu dengan Mamamu sendiri?" Rivaldi masih menyindir Grace dengan menuding Rizal yang melarang Grace datang ke acara Agatha.
__ADS_1
" Tidak usah memfitnah suamiku! Dia tidak seperti itu! Dia justru menyuruhku untuk datang, aku saja yang malas datang ke sana!" sanggah Grace cepat " Lalu, apa yang dilakukan Joe pada Mama?" Grace kembali pada topik pembicaraan awal.
" Untung saja Mamamu itu mengundangku, jadi aku bisa menyelamatkan Mamamu, sama seperti aku menyelamatkan anak suamimu itu. Jangan salahkan aku jika Mamamu terlalu mengharapkan aku untuk menjadi menantunya daripada suamimu itu." Kembali seringai tipis nampak di sudut pria tampan itu, merasa jika dirinya bagaikan dewa penolong bagi Agatha dan Isabella.
Grace memutar bola matanya menanggapi ucapan Rivaldi yang dianggapnya terlalu narsis, selalu membanggakan dirinya sendiri.
" Di mana dia sekarang? Di mana kejadian itu terjadi?" Garce penasaran soal tempat terjadinya perkara.
" Si breng sek itu sudah diringkus oleh security di sana, mungkin saja sudah digelangang ke kantor polisi." Rivaldi menyebut kemungkinan Joe sudah dibawa ke kantor polisi.
Mendegar jika Joe kemungkinan sudah diamankan ke kantor polisi membuat Grace tenang. Nanti dia akan membicarakan masalah ini dengan Rizal untuk menindak Joe yang hampir memper kosa Isabella. Dia yakin Rizal pasti akan menindak tegas Joe dalam kasus ini.
Grace pun lalu memutar tubuhnya untuk segera kembali ke dalam mobil dan segera kembali ke rumah.
" Apa tidak ada ucapan terima kasih sama sekali karena aku sudah menolong anak sambung itu?" tanya Rivaldi menanggapi sikap Garce yang dia anggap tidak menghargai usahanya.
Langkah Grace terhenti mendengar sindiran Rivaldi yang menganggapnya tidak tahu terima kasih.
" Setidaknya menemani minum kopi atau makan malam?" Rivaldi menyeringai memberikan tawaran yang tidak mungkin Grace terima.
" Jangan bermimpi!" Grace melanjutkan langkahnya. " Thanks sudah menolong Bella!" serunya kemudian sebelum masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Rivaldi dan masih berdiri memandang mobil Grace yang semakin menjauh darinya.
Ddrrtt ddrrtt
Sampai akhirnya suara dering telepon menyadarkan keterpakuan Rivaldi pada mobil Grace yang semakin menjauh.
Rivaldi mengambil ponsel itu dari dalam saku blazernya. Dia mendapati nama Jimmy yang melakukan panggilan telepon saat ini.
" Halo, bagaimana, Jim?" tanya Rivaldi menjawab panggilan telepon anak buahnya itu.
" Maaf, Bos. Pria itu ternyata berhasil kabur." Jimmy melaporkan soal kaburmya Joe.
" Apa?" Rivaldi tersentak kaget mendengar kabar mengejutkan dari Jimmy. " Bagaimana mungkin dia bisa kabur?" Rivaldi heran karena Joe bisa kabur, padahal dia sudah membuat pria itu terkapar tak berdaya.
" Menurut security di sana saat tiba di kamar tempat kejadian, mereka tidak menemukan keberadaan seorang pria di dalam apartemen itu, Bos. Namun, setelah dilihat hasil rekaman cctv, memang terlihat Joe berhasil kabur, tak lama setelah bos keluar dari apartemen itu." Jimmy menceritakan secara detail apa yang terjadi setelah kepergian Rivaldi membawa Isabella.
" Si al! Si breng sek itu cukup cerdik rupanya, meskipun dalam keadaan tertekan!" umpat Rivaldi kesal karena Joe kembali berhasil kabur untuk yang kedua kalinya. Setelah sebelumnya dia mendengar cerita dari Agatha, bahwa Joe pun berhasil melarikan diri dari sergapan Rizal dan Vito setahun lalu.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung ...
Happy Reading❤️