
Agatha dan Rivaldi sama-sama terkesiap saat Arina menyinggung soal pernikahan Grace. Arina memang tidak tahu jika Agatha menentang pernikahan Grace dengan Rizal. Agatha bahkan sebelumnya ingin menjodohkan Grace dengan Rivaldi.
" Oh ya, apa Rena datang tadi? Apa dia ada di sini?" Arina tiba-tiba mencari keberadaan sosok Grace. " Lama tidak bertemu, putri Ibu Agatha itu sangat menyenangkan." Pertemuan Arina dengan Garce memang membuat Mama sambung Rivaldi itu terkesan. Bahkan dia berharap Grace dapat menjadi menantu pertamanya dengan mendampingi Rivaldi.
" Hmmm, Grace tidak datang kemari, Nyonya Arina. Dia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri." Agatha mengibas tangan ke udara menganggap kehadiran Grace tidaklah berpengaruh bagi acaranya. Dia juga merasa malu kepada Arina karena telah mengecewakan Arina yang berharap berjodoh dengan Grace berjodoh dengan Rivaldi.
" Mungkin karena pengantin baru, Bu Agatha. Jadi masih suasana honeymoon, masih ingin berduaan dengan suami,," ujar Arina seakan lupa jika perkataannya justru sangat menohok bagi putranya. Arina memang bersikap ikhlas menerima kenyataan jika Grace bukanlah jodoh untuk putranya.
Agatha hanya tersenyum kecut menanggapi perkataan Arina soal putrinya. Dia lalu melirik ke arah Rivaldi yang juga terlihat tidak nyaman dengan pembahasan pernikahan Grace dengan Rizal.
" Oh ya, apa kamu dan Mama kamu mau langsung pulang, Aldi?" Agatha sengaja mengalihkan pembicaraan. Dia tidak ingin terus membahas soal pernikahan Grace dan Rizal yang tidak dia restui itu.
" Iya, Tante. Kami tidak bisa lama, karena kami mau sekalian menjemput Papa di bandara." Rivaldi menyebutkan alasan ingin segera meninggalkan acara fashion show Agatha yang sudah berakhir.
" Oh, begitu ... wah, sayang sekali. Padahal tadinya Tante ingin mengajak kamu dan Mama kamu ini makan dulu." Agatha berencana mengajak Rivaldi dan Arina untuk bergabung dengannya setelah panggelaran busana usai.
" Lain kali saja, Tante." jawab Rivaldi menolak halus tawaran Agatha tadi, karena dia dan Mamanya ingin menjemput Nugraha.
" Ya sudah, tidak apa-apa, Aldi." Walau kecewa, Agatha tidak dapat memaksa Rivaldi untuk menerima tawarannya itu.
" Ibu Agatha, maaf mengganggu. Saya salah seorang penggemar rancangan Ibu Agatha. Hampir semua gaun pesta saya adalah buatan Ibu Agatha. Apa saya bisa minta foto bersama dengan Ibu Agatha?"
Tiba-tiba seorang wanita cantik mendekati Agatha. Dan wanita itu adalah Cyntia. Cyntia adalah salah satu dari banyaknya orang yang menyukai desain-desain dari Agatha. Sedangkan Joe lebih dahulu keluar dari gedung dan menunggu di halaman parkir, karena Joe tidak ingin sampai Agatha mengenalinya.
" Kalau begitu kami permisi dulu, Tante." Melihat Agatha mulai sibuk dengan penggemar yang mulai mengejar Agatha untuk meminta tanda tangan dan foto bersama, Rivaldi memilih berpamitan.
" Oh, ya sudah. Sekali lagi terima kasih Nyonya Arina atas kunjungannya di acara saya." Agatha kembali mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Arina dan Rivaldi atas kesediaan mereka hadir di acaranya.
" Sama-sama, Bu Agatha. Permisi ..." Arina berpamitan pada Agatha. Dia bahkan sudah melingkarkan tangannya di lengan Rivaldi untuk membawa anaknya itu meninggalkan acara fashion show Agatha.
" Mas, maaf. Apa saya bisa minta tolong fotokan kami?" Sebelum Rivaldi beranjak pergi, Cyntia minta bantuan kepada Rivaldi untuk mengambilkan fotonya dengan Agatha. Dia pun menyodorkan ponsel mahalnya kepada Rivaldi.
__ADS_1
" Hmmm ..." Agatha justru tidak enak kepada Rivaldi karena ulah salah satu penggemarnya yang merepotkan Rivaldi untuk mengambil gambar.
" Oke ..." Rivaldi tidak mempermasalahkan permintaan Cyntia. Dia justru mengambil ponsel yang disodorkan Cyntia kepadanya.
" Aldi, maaf kalau merepotkan kamu." Agatha menyampaikan permohonan maafnya kepada Rivaldi karena penggemarnya sudah merepotkan Rivaldi.
" Tidak apa-apa, Tante." Rivaldi mengambil beberapa foto Agatha dengan Cyntia. Lalu menyerahkan ponsel Cyntia kembali.
" Terima kasih, Mas." ucap Cyntia.
" Saya pamit dulu, Tante." Setelah menyerahkan ponsel Cyntia, Rivaldi berpamitan kembali kepada Agatha.
" Baik, Aldi." sahut Agatha.
Rivaldi dan Arina lalu meninggalkan Agatha berjalan ke halaman parkir menuju mobil mereka.
" Saya senang sekali bisa bertemu dengan Ibu Agatha langsung." Cyntia yang masih bersama Agatha masih merasa ecxited dengan pertemuannya dengan Agatha.
" Oh iya, terima kasih Nona ...?"
" Terima kasih karena Nona Cyntia sudah menyukai desain-desain yang saya buat." Agatha tetap harus bersikap ramah kepada penggemarnya.
" Sama-sama, Bu Agatha. Oh, ya, Bu. Apa baju yang dipamerkan tadi sudah mulai dapat dipesan? Ada yang ingin saya beli." tanya Cyntia.
" Oh, Nona bisa temui pegawai saya di dalam, temui saja, Arini atau Fitria di dalam. Nanti mereka akan menjelaskan bagaimana jika ingin melakukan pesanan." Agatha menjelaskan kepada Cyntia yang berminat membeli pakaian yang dia rancang dan baru saja dipamerkan.
" Oh, kalau begitu saya ke dalam dulu, Bu." , Cyntia yang berminat membeli produk Agatha berpamitan kepada desainer favoritnya itu untuk menghubungi orang yang dimaksud oleh Agatha.
" Oh, silahkan, Nona Cyntia." Agatha mempersilahkan Cyntia yang berpamitan kepadanya.
" Bu, ini souvenir untuk tamu Ibu atas nama Pak Rivaldi yang Ibu minta." Ketika Cyntia meninggalkannya, tiba-tiba Fitria, assiten Agatha membawa goodie bag yang memang sengaja Agatha siapkan untuk beberapa tamu spesialnya, termasuk Rivaldi.
__ADS_1
" Astaga, saya lupa!" Agatha menepuk keningnya. Saat hendak menemui Rivaldi tadi, dia memang menyuruh asistennya mengambilkan souvenir yang ingin dia berikan kepada Rivaldi sebagai ucapan terima kasih atas kehadiran pria yang dia harapkan menjadi menantunya itu.
Agatha lalu mengambil goodie bag itu lalu berlari ke arah parkiran gedung tempat acara fashion show diselenggarakan. Dia berharap Rivaldi masih belum meninggalkan area gedung itu.
Agatha melihat Rivaldi baru saja menutup pintu mobil untuk Arina membuat Agatha bernafas lega. Dia pun berlari kecil menyusul Rivaldi.
" Aldi!" teriak Agatha memanggil Rivaldi.
Buugghh
Agatha yang bergegas mendekati Rivaldi menabrak seseorang yang juga terlihat terburu-buru ingin bersembunyi ke dalam mobil. Orang itu tak lain adalah Joe yang sedang menunggu Cyntia. Saat melihat Agatha berjalan menghampiri parkiran dia bergegas ingin bersembunyi, nenun justru dia bertabrakan dengan Agatha.
" Astaga!" Agatha hampir saja terjungkal saat bertabrakan dengan Joe. Dan Joe yang kaget pun seketika menoleh ke arah Agatha.
Agatha terbelalak saat melihat pria yang tadi bertabrakan dengannya adalah pria yang dulu pernah dekat dengan putrinya. Pria yang sudah membuat hidup Grace berantakan.
" Kamu?!" Seketika Agatha merasa geram saat melihat kehadiran Joe. " Dasar pria breng sek kamu, Joe!" Secara spontan Agatha memu kul Joe dengan goodie bag yang ingin dia serahkan untuk Rivaldi.
" Sembunyi di mana kau selama ini, hahh?? Kau enak-enakan bebas sementara Grace harus menjalani hukuman." Agatha masih memu kuli tubuh Joe. " Dasar pria pengecut kamu!!' Grace masih murka kepada Joe.
" Semua itu salah anak Tante sendiri! Jangan salahkan saya, dong!" Joe menolak disalahkan oleh Agatha atas apa yang terjadi pada Grace.
" Kau yang mempengaruhi Grace! Grace tidak akan melakukan hal itu kalau bukan karena otak licikmu!" Agatha semakin geram, karena Joe menyangkal hingga membuat dia kembali memu kuli tubuh Joe dengan goodie bag.
" Eh, Tante! Jangan sembarangan menuduh!" Joe menangkis tangan Agatha dan mendorong tubuh Agatha hingga terhuyung ke belakang.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung ...
Happy reading❤️