TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Apa Papih Tidak Merindukanku?


__ADS_3

Rivaldi menatap layar ponsel dengan mengeryitkan keningnya saat mendengar Grace ingin ikut dengannya menemui Joe. Jika Grace tidak sedang dalam kondisi hamil, dia tidak keberatan Grace ingin berjumpa kembali dengan Joe untuk menuntaskan masalah mereka. Namun, kondisi Grace yang saat ini tengah hamil muda, dirasanya sangat riskan bagi Grace untuk ikut bersamanya menemui Joe. Apalagi Joe dikenal sangat nekat. Dia bisa melu kai orang tanpa pandang bulu.


" Aldi, di mana kau akan menemui, Joe!? Aku ikut denganmu."


Samar suara Grace terdengar dari ponsel Rivaldi karena pria itu masih menjauhkan benda pipih alat komunikasi dari telinganya.


" Aldi? Kau masih mendengarku, kan?" Kembali suara Grace terdengar, namun kali ini lebih jelas dari sebelumnya.


" Halo, Rena." Rivaldi mendekatkan alat komunikasi ke arah telinganya. Sebaiknya kau tidak usah ikut menemui Joe. Dia itu sangat berbahaya dan kamu sedang hamil. Terlalu riskan bertemu dengan orang licik seperti Joe, Rena." Rivaldi menyampaikan keberatannya dengan permintaan Grace tadi. Walau dia sadari jika dirinya pun bukan manusia suci, tapi setidaknya dia tidak sampai nekat melu kai nyawa orang lain.


" Aldi, Joe sudah mengusik keluargaku. Dia bahkan membuat suamiku masih belum tersadar sampai saat ini, aku tidak mungkin membiarkannya begitu saja, Aldi! Dia harus bertanggung jawab atas musibah yang terjadi pada suamiku! Aku harus membuat perhitungan dengannya!" Grace masih ngotot ingin ikut dengan Rivaldi bertemu dengan Joe.


" Tapi Joe sangat berbahaya, Rena!" Rivaldi masih melarang Grace yang ingin ikut dengannya.


" Kau pasti akan melindungiku jika dia mencoba menyerangku, kan!?" Dengan percaya diri Grace yakin jika Rivaldi akan melindunginya.


Ucapan Grace seketika membuat Rivaldi tertegun. Saat baru mengenal Grace saja, dan belum tahu jelas bagaimana pribadi Grace, Rivaldi seperti sudah terpanggil untuk menolong Grace. Apalagi saat Grace harus menghadapi Joe yang benar-benar licik dan sangat berbahaya, sudah pasti dirinya akan melindungi Grace. Namun, dia tidak menyangka jika Grace sendiri akan menanyakan hal seperti itu kepadanya.


" Aku yakin kau pasti tidak akan membiarkan Joe menyakitiku, kan?" Grace sebenarnya tidak membutuhkan jawaban dari pertanyaannya sendiri, karena dia tahu jika Rivaldi pasti akan menjaganya.


" I-iya, tapi ... lebih baik kamu tidak bertemu Joe, Rena." Rivaldi sangat mengkhawatirkan Grace.


" Kalau kau tidak mau mengajakku ke sana, cepat kasih tahu alamatnya di mana? Biar aku sendiri yang akan datang ke sana!" Merasa tak mendapat respon positif dari Rivaldi, Grace bertekad akan datang sendiri ke tempat penjebakan Joe.


" Rena, kamu jangan nekat! Aku bukan tidak mau mengajakmu! Tapi aku takut Joe mengancam keselamatanmu." Rivaldi menegaskan jika maksud penolakannya bertujuan baik.


" Apa anak buahmu tidak dapat menanghadapi satu orang macam Joe itu!?" Grace menyindir anak buah Rivaldi tidak becus dalam bekerja sehingga membuat Rizal khawatir akan Joe.


" Tapi alangkah lebih baiknya jika kamu tidak menjemput masalah, Rena!" Rivaldi beralasan.


" Kau ingin mengajakku atau aku jalan ke sana sendiri!?" Sifat keras kepala Grace mulai kambuh. Dia tidak ingin dilarang juga dibantah oleh Rivaldi.


Rivaldi mendengus kasar. Sepertinya dia kesulitan membanytah wanita satu itu, meskipun berkali-kali dia larang.


" Baiklah, besok aku akan jemput kamu di mana?" Rivaldi terpaksa mengalah pada Grace yang berkeras hati ingin ikut menemui Joe.


" Aku ada di apartemen dekat rumah sakit. Nanti aku share lokasinya." Grace senang akhirnya dia diijinkan ikut oleh Rivaldi.

__ADS_1


" Oke, nanti aku kabari jika akan menjemputmu. Tapi, aku minta kamu jangan mendekat ke arah Joe. Dia pasti akan berusaha melarikan diri jika dia tahu kita menjebaknya." Rivaldi mengingatkan Grace ajar berhati-hati pada Joe.


" Kita lihat saja nanti, Aldi. Bye ..." Grace tiba-tiba mengakhiri sambungan telepon mereka setelah mendapat kepastian Rivaldi akan menjemputnya esok hari.


Rivaldi kembali menatap layar teleponnya karena Grace memutus sambungan telepon secara mendadak Dia pun segera menaruh ponsel itu sebelum akhirnya dia merebahkan diri di atas spring bed empuk miliknya yang selama ini hanya diisi olehnya saja.


Rivaldi melipat tangan di bawah kepalanya dengan pandangan mata menatap langit-langit kamarnya. Dia tidak tahu, kenapa dia masih saja memperdukikan Grace, meskipun dia sudah tidak punya harapan dapat memiliki Grace.


Rivaldi mendengus kasar, entah mengapa rasanya sulit sekali melupakan sosok Grace. Mungkin lebih sedikit sulit dibanding melupakan sosok Kayra. Jika dia sulit melupakan Kayra, dia rasa itu adalah hal yang wajar, karena Kayra memenuhi kriteria wanita idamannya. Berbeda dengan Grace, yang jauh dari tipe wanita yang dia inginkan menjadi istri. Sikap Grace yang berani cenderung kasar, sifatnya Grace yang keras kepala dan berani menentangnya, sungguh jauh dari kriteria wanita idamannya, namun justru hal itu yang membuat dirinya penasaran untuk menyelami kepribadian wanita tomboy itu.


***


Setelah mengakhiri percakapan telepon dengan Rivaldi, Grace segera menghubungi seseorang dengan ponselnya. Grace berniat menghubungi Bondan, karena Bondan adalah sahabat dari Rizal, sehingga dia merasa perlu memberitahu soal rencana penjebakan Joe oleh Rivaldi dan anak buahnya.


" Halo, Grace? Apa ada kabar seputar kondisi Rizal?" Saat panggilan teleponnya terhubung, suara Bondan langsung terdengar di telinga Grace.


" Masih seperti kemarin, Pak Bondan. Tapi rencananya lusa aku akan membawa Papih pulang ke rumahku dan dokter sudah memberikan ijin." Grace menjelaskan rencana kepulangan Rizal.


" Di mana rumahmu, Grace? Nanti aku sempatkan ikut antar Rizal pulang." Bondan berniat ikut bersama Grace mengantar Rizal untuk melanjutkan dirawat di rumah sendiri.


" Rumahku di depan kantor suamiku, Pak Bondan." Grace menyebut letak rumahnya.


" Perkiraan sebelum Dzuhur, Pak Bondan."


" Oke, Grace. Nanti aku usahakan sebelum Ashar sudah sampai di sana." Bondan berjanji akan datang tepat waktu sebelum kepulangan Rizal.


" Terima kasih, Pak Bondan." Grace berterima kasih karena Bondan berniat mengantar suaminya itu kembali ke rumah. " Oh ya, ada kabar jika Joe sudah ditemukan keberadaannya, Pak Bondan." Grace lalu menyampaikan kabar seputar Joe yang memang ingin dia sampaikan kepada Bondan


" Benarkah? Di mana dia sekarang?" Bondan penasaran dengan kabar yang disampaikan oleh Grace mengenai diketemukannya persembunyian Joe, orang yang juga sedang diburunya.


" Anak buah Aldi yang tahu keberadaan Joe sekarang., Pak Bondan. Aldi berencana memberi pelajaran pada Joe sebelum menyerahkan ke kantor polisi." Grace memaparkan rencana Rivaldi kepada Bondan.


" Aku juga rencananya akan ikut Aldi untuk bertemu langsung dengan Joe. Dia harus menerima pembalasan atas apa yang sudah dia buat terhadap suamiku." Kalimat yang terucap dari mulut Grace terdengar berapi-api.


" Grace, sebaiknya kamu jangan terlalu gegabah, dan jangan terlalu percaya pada pria itu." Pria yang dimaksud oleh Bondan tak lain adalah Rivaldi, karena Bondan belum sepenuhnya yakin pada Rivaldi.


" Tidak usah mengkhawatirkan Aldi, Pak Bondan. Dia tidak akan mungkin mencelakaiku." Grace meyakini jika Rivaldi bukanlah sosok pria berbahaya baginya.

__ADS_1


" Kapan kamu akan bertemu Joe? Aku akan menjagamu, Grace. Jika Rizal tahu kamu menantang bahaya, dia pasti tidak akan setuju, Grace!" Bondan merasa berkewajiban menjaga keselamatan Grace demi sahabatnya.


" Aldi bilang selepas Ashar, Pak Bondan."


" Ya sudah aku akan mengawalmu, Grace. Kita bertemu di mana?"


" Terima kasih, Pak Bondan. Sampai besok aku tinggal di apartemen dekat rumah sakit. Mamaku melarang aku menginap di rumah sakit karena kehamilanku." Grace menyebut jika dirinya sedang hamil.


" Kamu hamil, Grace?" Bondan terkejut mendengar kehamilan Grace. " Terlalu si Rizal jika tidak juga mau sadar ketika istrinya sedang hamil!" Bondan seketika mengumpat Rizal saat mendengar Grace hamil.


Grace merasa haru mendengar ucapan Bondan yang seakan merasa kasihan terhadap dirinya, hingga cairan bening seketika mengembun di bola matanya dan tak lama menetes di pipi mulusnya.


***


Grace menyempatkan diri mengunjungi Rizal sebelum dia berencana pergi bersama Rivaldi untuk menemui Joe. Siang ini Agatha tidak datang ke rumah sakit, karena Mamanya itu sibuk mengatur orang untuk mengurus kepulangan Rizal besok. Hanya Bi Tinah yang menjaga Rizal.


" Pih, Joe sudah diketahui keberadaannya. Dia sedang masuk jebakan Aldi, Pih. Aku akan menemui Joe karena aku ingin membalaskan apa yang sudah dia lakukan pada Bella dan Papih." Grace seolah meminta ijin kepada suaminya itu.


" Aku tidak ingin dia bisa hidup bebas setelah apa yang sudah dia lakukan kepada kita, Pih." Grace mengusap wajah sang suami dengan penuh kasih sayang. Sungguh dirinya merindukan sosok Rizal. Suaranya, tawanya, candanya, rindu akan berdebat dengannya.


" Besok kita akan pulang ke rumahku, Pih. Aku pilih pulang ke rumahku biar Papih cepat sembuh dan cepat beraktivitas memantau markas Papih dari rumah. Papih harus menegur Indra sama Jamal, karena mereka itu setiap hari menggosipkan Papih terus." Grace terkekeh saat dia mengingat ketika dirinya dengan Rizal belum menikah dan masih seperti Tom & Jerry, kedua rekannya itu bersama Yuanita senang sekali bergosip seputar Rizal. Grace juga tidak mungkin mengaku pada suaminya jika niatnya membawa Rizal ke rumahnya karena takut kenangan akan Sonia akan membelenggu roh Rizal sehingga Rizal enggan untuk tersadar kembali.


" Pih, aku cinta sama Papih. Aku tidak pernah mencintai sedalam ini sebelumnya termasuk pada Joe. Jadi, Papih harus sembuh, ya!? Ada istri, anak Papih dan calon anak kita yang menunggu Papih tersadar," bisik Grace di telinga Rizal kemudian dia memberikan sebuah kecupan di pipi, kening, mata, hidung dan berakhir di bibir Rizal sambil berkata, " Aku merindukan bibir Papih ini menyentuh setiap anggota tubuhku, Pih. Apa Papih sama sekali tidak merindukanku?"


*


*


*


Bersambung ...


...Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Karim, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir batin, jika ada kesalahan atau kata-kata yang tidak berkenan, mohon dimaafkan dengan keikhlasan 🙏...


...Happy Eid Mubarak 1444H...


...Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan tahun-tahun berikutnya....

__ADS_1


...Aamiin, Aamiin Ya Rabbal Alamin🤲...


Happy Reading ❤️


__ADS_2