
Dengan langkah lebar dan memicingkan matanya hingga membuat kedua alisnya terpaut, Garce mendekati mobil hitam yang sejak keluar dari mall terus saja mengikutinya. Setelah sampai di samping mobil tersebut, Grace mengetuk keras kaca pintu mobil itu.
" Keluar ...!"
Dengan suara tinggi dan lantang Grace menyuruh orang yang ada di dalam mobil itu untuk keluar dari dalam mobil.
" Keluar, si alan!!" Grace bahkan menen dang cukup keras pintu mobil itu karena orang di dalam mobil tidak juga keluar seperti yang diperintahkan olehnya. Benturan kaki Grace yang cukup keras ke pintu mobil itu sampai membuat pintu mobil sedikit penyok.
Tak berapa lama kemudian pintu mobil pun dibuka oleh orang yang mengendarai mobil itu.
Grace mendapati seorang pria berperawakan tinggi dan berotot keluar dari dalam mobil. Dia sendiri tidak kenal siapa orang itu. Dilihat dari tampang dan postur tubuhnya, orang itu memang sangat menyeramkan, Namun, hati Grace pantang ciut menghadapi orang itu. Apalagi sejak awal Grace sudah menunjukkan aksi galaknya.
Sementara dari dalam mobil, Isabella cukup terkejut dengan hal yang dilakukan oleh Grace. Terutama saat Grace mene dang mobil itu. Dia tahu jika Grace seorang wanita pemberani, tapi mendekati seorang penguntit, apalagi dia lihat orang yang keluar dari mobil itu bertubuh besar dan menyeramkan, itu sama saja menyerahkan nyawa kepada musuh.
" Siapa kau? Mau apa kau mengikuti kami, hahh!?" tanya Grace masih dengan nada galak dan berkacak pinggang.
" Saya tidak mengikuti kamu!" Orang itu menyangkal kalau dia sedang mengikuti Grace dan Isabella.
" Jangan bohong, deh! Kau pikir aku ini bisa kau tipu, hahh!?" Grace tidak percaya dengan yang dikatakan oleh pria penguntitnya itu.
" Saya memang tidak mengikuti kamu! Saya tidak bohong, kok!" Pria itu tetap menyanggah apa yang ditudingkan Grace kepadanya.
Buugghh
Melihat pria itu terus saja berbohong, secepat kilat kaki Grace melesat ke perut pria itu.
" Aarrrghh ..." Pria itu meringis kesakitan. " Si al, badannya kecil tenaganya kencang juga!" Pria itu pun mengumpat perbuatan Grace yang menen dang perutnya.
Dari dalam mobil Grace, Isabella sampai tercengang dengan ten dangan yang dilakukan oleh Grace kepada pria bertampang menakutkan itu. Dia merasa tindakan yang dilakukan Grace terlalu berani hingga dia hanya bisa menggelengkan kepala melihat kenekatan istri dari Papihnya itu
" Ya ampun, Papih mimpi apa dapat istri kayak preman begitu?" gumam Isabella dalam hati, sedangkan matanya masih terus menatap Grace dan pria yang terkena ten dangan Grace.
" Masih tidak mau mengaku juga kalau kau mengikuti kami!?" Grace sudah memasang kuda-kuda siap menyerang pria itu kembali.
__ADS_1
" Kau pikir aku bisa dibo dohi olehmu!?" Grace tidak menyurutkan sikap galaknya terhadap pria itu. " Sekarang katakan, siapa yang menyuruhmu mengikuti kami!?" Grace menuntut kejujuran pria itu.
" Saya tidak berniat jahat! Saya hanya disuruh untuk mengawasi kalian agar tidak ada yang berusaha mencelakai kalian." Pria itu akhirnya menjelaskan soal tugas yang sedang dijalaninya kepada Grace.
" Siapa yang menyuruhmu mengawasi kami, hahh?" Grace semakin dibuat penasaran. Namun pria itu tetap tidak juga membuka mulut menyebut siapa orang yang telah menyuruhnya.
" Kau ingin aku ten dang lagi!? Cepat katakan siapa yang menyuruhmu!?" Grace makin kesal dengan si penguntit.
" Saya hanya disuruh oleh bos saya," jawab pria tadi.
" Siapa bos mu! Kalau kasih keterangan yang jelas, jangan setengah-setengah!" Benar-benar tidak ada takutnya, Grace berusaha mengintimidasi si penguntit.
" Bos Jimmy." Akhirnya pria itu menyebutkan orang yang menyuruhnya. Dia merasa tugasnya hanya menjaga, tidak untuk mecekai Isabella. Jadi dia rasa tidak masalah jika sampai dia menyebutkan nama orang yang sudah menyuruhnya itu.
" Jimmy?" Grace mengerutkan keningnya. Dia mencoba mengingat nama itu, hingga akhirnya Grace ingat jika Jimmy adalah nama anak buah Rivaldi.
Grace lalu berjalan kembali ke dalam mobilnya untuk mengambil ponselnya. Dia ingin bertanya langsung kepada Rivaldi apa maksud pria itu menyuruh orang membuntuti mobilnya.
Tak menghiraukan pertanyaan Isabella, Grace justru mencari panggilan terakhirnya dengan Rivaldi untuk menghubungi nomer telepon pria itu.
" Halo, Rena? Ada apa belakangan ini kamu sering menghubungiku? Apa sebenarnya kamu merindukanku?"
Saat panggilan teleponnya terangkat oleh putra pengusaha garment itu, suara Rivaldi pun langsung terdengar di telinga Grace.
" Untuk apa kau suruh anakmu mengikuti kami!?" Grace langung menodong Rivaldi dengan pertanyaan.
Tak langsung ada bantahan yang terucap dari mulut Rivaldi, menandakan dugaan Grace benar jika orang yang memberi perintah mengawasi dirinya dan Isabella adalah Rivaldi.
" Si al! Tidak pintar-pintar anak buah di Jimmy itu!" Tak lama justru suara Rivaldi yang menggerutu yang terdengar di ponsel Grace. Entah sudah berapa kali ia memberikan tugas kepada anak buah Jimmy, tapi hampir semuanya gagal.
" Apa maksudmu menyuruh orang mengawasi kami!?" tanya Grace, selalu dengan nada tegas jika bicara pada Rivaldi.
Sedangkan Isabella masih memperhatikan Grace sambil menerka-nerka dengan siapa Grace berbicara.
__ADS_1
" Aku hanya kasihan padamu karena harus menjadi pengawal anak suamimu itu. Kamu pikir, kurang baik apa aku padamu, Rena?" Rivaldi merasa apa yang dia lakukan adalah untuk membantu Grace mengawasi Isabella.
" Aku tidak butuh kasihanmu, Aldi!" tegas Grace.
Isabella seketika membulatkan bola matanya saat Grace menyebut nama Rivaldi. Dia lalu menoleh ke arah mobil di belakang yang tadi mengikuti mereka. Ternyata orang itu adalah orang suruhan Rivaldi? Lalu untuk apa Rivaldi menyuruh orang untuk mengikutinya? Itu yang membuat Isabella heran.
" Untuk apa kamu menikahi Rizal kalau kamu hanya dijadikan supir oleh suamimu untuk mengantar jemput putrinya yang manja itu? Harusnya kamu menjadi ratu dan duduk manis di rumah menanti suami pulang dari kantor," sindir Rivaldi, sepertinya dia masih belum dapat menerima, jika dia bisa kalah pada pria yang lebih tua darinya.
Grace menoleh spontan ke arah Isabella saat mendengar Rivaldi mengatakan Isabella adalah gadis manja.
" Aku yang menjalani, kenapa kamu yang repot?" Grace menyindir Rivaldi yang dia anggap terlalu ikut campur urusan rumah tangga nya dengan Rizal.
" Dengar, ya, Aldi! Daripada kau sibuk mengurusi urusan rumah tanggaku dengan suamiku, lebih baik kau menyibukkan dirimu sendiri untuk mencari pasangan hidup dan cepat menikah, supaya kau tidak terlalu repot merecoki urusan orang lain!" Kembali sindiran dilontarkan Grace kepada Rivaldi.
Isabella saja sampai terperanjat mendengar sindiran Grace kepada Rivaldi. Dalam setiap ucapannya, Grace sepertinya tidak pernah berpikir orang lain akan sakit hati dengan ucapannya atau tidak.
" Hei, aku ini kasihan terhadap anak suamimu itu! Dia pasti masih merasa trauma karena kejadian kemarin, makanya aku suruh anak buahku ingin mengawasi agar tidak ada yang berbuat jahat lagi kepadanya." Rivaldi melakukan pembelaan atas sikapnya menyuruh anak buah Jimmy mengawasi Isabella agar Isabella terlindungi dari orang-orang yang hendak berbuat jahat kepada Isabella.
" Tumben sekali kau perhatian sama Bella, sampai menyuruh orang menjaga Bella segala. Apa jangan-jangan kau ini diam-diam menyukai Bella?" tanya Grace melirik ke arah Isabella di sampingnya.
Kalimat Grace kali ini kembali membuat Isabella semakin tersentak kaget. Tentu saja dia sangat malu mendengar kalimat blak-blakan yang diucapkan Grace,hingga rona merah seketika membias di pipinya.
*
*
*
Bersambung ...
Untuk yg ikut GA, GA ditutup tgl 31 Maret 2023 jam 21:00 ya, makasih untuk dukungannya 🙏
Happy Reading ❤️
__ADS_1