TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Akhirnya Kita Terbebas ( Tamat )


__ADS_3

Waktu terus berjalan, saat ini usia kehamilan Grace sudah memasuki sembilan bulan, hanya menunggu hari saja dia akan melahirkan anak pertamanya, buah cintanya dengan Rizal.


Sementara itu untuk urusan mengelola perusahaan milik Papa Darren masih belum ada jalan keluar. Agatha masih terlihat berat meninggalkan usahanya di Jakarta, sementara Rizal sendiri masih terus belajar dan belajar jika dia terpaksa harus pergi ke Jerman.


Hubungan Isabella dengan Vito pun kini mulai dekat kembali. Isabella berusaha melupakan perasaannya kepada Rivaldi, sementara Vito yang sudah mendapat dukungan dari Grace terus berusaha mendekati Isabella, hingga akhirnya dua bulan lalu, Isabella mau menerima cinta Vito.


Sebelum beraktivitas di kantornya, siang ini Rizal mengantar Grace periksa kandungan terlebih dahulu.


" Bagaimana, Dok?" tanya Grace setelah melakukan pemeriksaan USG.


" Semua sudah bagus, posisi kepala bayi sudah tepat ke arah panggul, pasti sudah merasakan nyeri di sekitar panggul, kan?" Dokter Nadia menjelaskan posisi bayi dalam perut Grace.


" Benar, Dok. Semalam saja minta ampun rasanya sampai tidak bisa tidur," ungkap Grace soal apa yang dia rasakan semalam.


" Itu tandanya kepala bayi sudah masuk panggul. Kondisi ini disebabkan kepala bayi sudah menekan ligamen panggul. Akibatnya, ibu hamil akan merasa nyeri." Dokter Nadia menerangkan kembali.


" Dan itu menandakan waktu persalinan semakin dekat," sambungnya.


" Lalu, kapan aku harus segera ke rumah sakit kalau mau persalinan, Dok? Aku tidak mau tiba-tiba merasa kontraksi, lalu dalam perjalanan menuju rumah sakit tiba-tiba melahirkan di mobil karena jalanan di sini macet banget." Grace mengedikkan bahunya, karena kemarin dia baru melihat berita seorang Ibu yang harus melahirkan saat dalam perjalanan mudik.


" Kalau dari prediksi satu Minggu ke depan. Atau jika Mbak Grace sudah merasakan kontraksi yang muncul secara teratur selama sekitar 30 sampai 60 detik dengan jarak waktu kemunculnya 3 sampai 5 menit, Mbak Grace bisa langsung ke rumah sakit. Selain itu ada juga tanda-tanda yang harus diperhatikan untuk segera ke rumah sakit, antara lain, Air ketuban pecah atau ketuban pecah dini, perdarahan yang semakin banyak, pergerakan bayi berkurang, nyeri perut yang hebat, pusing, lemas dan demam." Dokter Nadia menyebutkan tanda-tanda yang perlu diperhatikan oleh Grace. **


" Oke, Dok." sahut Grace. " Oh ya, Dok, apa benar, hubungan suami istri akan memperlancar persalinan?" Tanpa rasa canggung, Grace menanyakan manfaat hubungan in tim suami istri sebelum jelang persalinan.


Dokter Nadia tersenyum seraya melirik ke arah Rizal yang menggelengkan kepala mendengar pertanyaan Grace. Sepanjang karirnya, setiap Ibu hamil yang dia periksa dan siap menghadapi persalinan, pertanyaan itu sering dia dengar, tapi bukan dari mulut ibu hamil tapi dari pihak suami, berbeda dengan Grace, yang justru menanyakannya sendiri.


" Iya, memang benar, Mbak Grace. Berhubungan in tim jelang persalinan akan merang sang rahim, memicu pelepasan oksitosin, yang merupakan hormon yang berperan dalam pengaturan kontraksi juga melebarkan serviks dan membukanya, karena adanya prostaglandin dalam sper ma, yaitu hormon yang memicu persalinan, melembutkan dan mematangkan serviks," jelas Dokter Nadia kembali. **


" Dan juga semakin memperat hubungan antara suami dan istri, karena setelah persalinan, akan ada jeda sekitar 5 Minggu tidak saling berhubungan in tim," lanjut Dokter Nadia.


" Oke, Dok. Terima kasih untuk infonya." Grace menyeringai melirik ke arah suaminya.


***


Grace menyibak selimutnya seraya mengusap pinggangnya. Dia merasakan panggulnya terasa panas dengan sakit yang cukup intens menyerangnya beberapa kali. Ciri-cirinya sama persis dengan yang dijelaskan oleh Dokter Nadia saat periksa dua hari lalu.


" Ssshhh ..." Grace meringis kesakitan.


" Pih ..." Grace membangunkan Rizal yang terlelap.


" Ada apa, Grace?" Rizal akhirnya bangun saat Grace membangunkan pria itu.


" Pih, panggulku sakit sekali. Kayaknya aku sudah kontraksi, deh!" Grace mengeluhkan rasa sakit di daerah panggulnya.


" Kamu mau melahirkan?" Rizal langsung melonjak dari tempat tidur dan berlari ke luar kamar untuk menyuruh ART nya bersiap.


" Bi Tinah! Bi Saonah! Surti!" teriak Rizal, dia tidak melihat jika saat ini waktu sudah menunjukkan jam satu dini hari.


" Ada apa, Pih? Kok teriak-teriak?" Dari kamarnya yang bersebelahan dengan kamar orang tuanya, Isabella keluar saat mendengar Rizal berteriak.


" Bella, tolong kamu bangunkan Bibi. Grace mengalami kontraksi, dia mau melahirkan. Papih mau ke rumah sakit. Suruh salah satu dari mereka ikut Papih ke rumah sakit!" Rizal memberi perintah kepada Isabella.


" I-iya, Pih." Isabella segera turun ke bawah untuk membangunkan ART nya. Sementara Rizal kembali ke dalam kamar untuk membawa Grace ke mobil.


" Kita ke rumah sakit sekarang, Grace." Rizal mengangkat tubuh Grace dengan kedua lengannya.


" Non Grace mau melahirkan, Pak?" tanya Bi Saonah yang masuk ke dalam kamar bersama Surti.


" Iya, Bi. Siapa yang mau menemani saya ke rumah sakit? Tolong bawakan tasnya." tanya Rizal.


" Saya yang ikut ke rumah sakit, Pak." jawab Surti lalu mengambil tas berisi pakaian ganti untuk Grace juga perlengkapan untuk bayi.


" Bella ikut ya, Pih?" Isabella sudah memakai hoodie ingin mengantar Grace.


" Ya sudah, ayo!" Dengan membawa Grace yang terus saja merintih kesakitan Rizal menuruni anak tangga menuju arah mobilnya.


***


Dalam ruang persalinan, Grace merasakan sakit yang semakin menguat, dengan Rizal yang terus mendampingi. Rizal bahkan rela kuku panjang Grace mengenai dan melukai lengannya, karena dia menyadari apa yang dirasakan oleh Grace lebih berlipat rasa sakitnya.


" Sudah siap, Mbak Grace? Sebelum saya perintahkan, jangan mengejan dulu, ya!? Saat mengejan, posisikan dagu di atas dada dan tarik kaki ke arah dada." Dokter Nadia bersiap membantu persalinan Grace.


" Oke, siap ..." Dokter Nadia menunggu serviks melebar sepuluh sentimeter. " Ya, ayo mengejan sekarang!" Akhirnya Dokter Nadia memberi arahan untuk Grace mengejan.

__ADS_1


" Eeerrrggghh ...."


" Oek oek oek ..." Suara tangis bayi terdengar nyaring di dalam ruangan persalinan itu.


" Alhadulillah, baby boy nya sudah lahir ..." Dokter Nadia menunjukkan bayi laki-laki kepada Grace dan Rizal.


" Alhamdulillah ..." Rizal berucap syukur anaknya terlahir dengan selamat. Dia langsung menciumi Grace yang menangis bahagia di tengah rasa lelah yang melanda karena harus berjuang antara hidup dan mati melahirkan anak pertamanya itu.


" Sekarang kita keluarkan plasentanya dulu." Dokter Nadia lalu membantu mengeluarkan plasenta setelah dia memberikan bayi ke perawat untuk dibersihkan.


Setelah semua proses persalinan selesai dan bayi sudah dibersihkan dan di Adzani oleh Rizal, Grace kini dipindahkan ke ruang persalinan.


Grace sedang menyu sui bayi laki-lakinya itu. Sedangkan Rizal memperhatikan bayi mungil di hadapannya itu. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya jika dia akan mempunyai anak kembali.


" Kita kasih nama siapa anak kita ini, Pih?" tanya Grace kepada suaminya.


" Kenzie Syahreza Gunawan." Rizal menyebut nama anak mereka.


" Seorang pemimpin yang bijaksana dan laki-laki penuh kasih sayang." Rizal menerangkan arti nama yang diberikan kepada anaknya itu.


" Seperti Papihnya?" Grace mengusap wajah Rizal dengan senyum lemah karena dia masih merasakan lelah.


" Terima kasih, Mamih sayang." Rizal menggenggam tangan Grace yang tadi mengusap wajahnya lalu mengecup tangan Grace. " I love you ..." Rizal lalu memberi kecupan di bibir Grace.


" Oek oek ..." Mulut Kenzie terlepas dari sumber ASI nya karena gerakan yang dilakukan Rizal hingga bayi itu menangis.


" Nah, kan. Belum apa-apa Kenzie sudah cemburu sama Papihnya." Grace terkekeh, dia lalu membenarkan sumber ASI anaknya itu ke mulut Kenzie.


" Wah, Adek mau bersaing sama Papih berebut Mamih, nih?" Rizal kini menciumi Pipi bayinya.


" Grace, kamu sudah melahirkan?" Dari arah pintu kamar rawat Grace, suara Agatha terdengar.


" Mama? Iya, Mam. Selepas Shubuh tadi," sahut Grace memberitahu kapan dia melakukan persalinan.


" Cucu Oma ganteng sekali ini. Siapa namanya, Grace?" Agatha duduk di tepi brankar Grace setelah Rizal pindah tempat.


" Kenzie Syahreza Gunawan, Mam." jawab Grace.


" Selamat ya, Grace. Akhirnya kamu menjadi Mama sekarang." Agatha membelai wajah Grace, merasa haru jika anak gadisnya kini sudah menjadi ibu.


" Oh ya, Mama bawa kabar berita bagus untuk kalian."


Grace dan Rizal langsung memusatkan pandangan pada Agatha saat Agatha mengatakan mempunyai berita penting.


" Berita penting apa, Ma?" tanya Grace kemudian.


" Mama sudah berdiskusi dengan Om kamu, Om kamu memutuskan akan menyuruh keponakan Tante kamu untuk mengurus perusahaan itu. Dia nanti yang akan mengelola perusahaan Papa kamu, tapi tetap diawasi oleh kita dari sini. Dua atau tiga bulan sekali, kamu dan Mama akan ke sana untuk mengaudit agar kita juga ikut mengontrol perusahaan." Agatha menerangkan apa yang sudah dibicarakan olehnya dengan Om Daniel. Kesepakatan yang cukup alot setelah berdiskusi berbulan-bulan, karena dia juga tidak ingin berpisah dengan anak dan cucunya.


" Jadi Papih tidak usah pindah ke Jerman, Mam?" Grace terlihat bahagia, dia pun melirik ke arah Rizal yang menarik nafas lega.


" Iya, dan Baby Kenzie tidak jauh dari Oma. Oma juga 'kan tidak mau jauh dari cucu Oma yang ganteng ini." Agatha mengangkat tubuh Kenzie yang sudah selesai menyu sui dan menggendongnya.


Grace lalu mengulurkan tangannya kepada Rizal supaya suaminya itu mendekat.


" Akhirnya kita terbebas, Pih." Grace lalu memeluk tubuh Rizal karena rasa bahagia yang menyelimutinya saat ini.


" Iya, akhirnya kita tetap di Jakarta dan berkumpul bersama keluarga." Rizal mengecup kening dan pucuk kepala Grace sebagai ungkapan kebahagiaannya yang terasa lengkap saat ini.


***


" Assalamualaikum ..." Suara Yuanita terdengar dari arah pintu kamar rawat Grace.


" Waalaikumsalam ..." Grace dan Isabella yang sedang berada di dalam kamar menyahuti sapaan dari Yuanita yang datang bersama dengan Indra dan Jamal.


" Selamat atas kelahiran baby boy nya ya, Bu." Yuanita memeluk Grace ikut merasakan bahagia.


" Thanks, Nit." sahut Grace.


" Selamat jadi seorang Ibu, Bu."


" Selamat lahirnya Pak Rizal Junior."


Indra dan Jamal ikut memberikan selamat.

__ADS_1


" Iih, ganteng banget baby nya, Bu." Yuanita menyentuh pipi halus Kenzie dengan punggung jarinya yang saat ini sedang digendong Isabella.


" Belajar gendong baby, bentar lagi menyusul dengan Vito, nih!?" Yuanita iseng meledek Isabella.


" Aku mau fokus kuliah dulu, Kak. Kak Vito juga sudah setuju nunggu aku lulus kuliah." Isabella menepis anggapan Yuanita yang menganggapnya akan buru-buru menikah dengan Vito.


" Oh ya, Pak Rizal mana, Bu?" tanya Indra kemudian.


" Baru saja pergi sama Vito," jawab Grace.


" Wah, calon mertua sama calon menantu akur banget, ya!?" celetuk Indra terkekeh.


" Iya, makanya lurus dapat restu dari Pak Rizal buat dapetin anaknya," sahut Jamal menimpali.


" Itu yang namanya pinter, daripada kalian!" Yuanita mencibir membuat suasana di ruangan itu sangat hangat oleh kehadiran mereka.


***


Seorang wanita muda sengaja mendekatkan tubuhnya saat melihat sebuah mobil mewah hendak melintas di hadapannya.


" Aaakkkhh ...!" Suara wanita itu memekik kencang, dia pun sengaja menjatuhkan tubuhnya di dekat mobil itu.


Tak berapa seorang pria tampan keluar dari mobil itu dan mendekat ke arah wanita muda yang terjatuh.


" Kamu tidak apa-apa?" Pria tampan itu membungkukkan tubuhnya untuk mengertahui kondisi wanita yang tadi dia serempet.


Wanita itu tercengang melihat pria tampan di hadapannya saat ini.


" Mana yang terluka?" tanya pria itu.


" Hmmm, k-kaki saya sakit, Om." sahut wanita itu.


" Mari saya bantu. Kita ke rumah sakit sekarang." Pria itu membantu wanita tadi dan berniat membawanya ke rumah sakit.


" T-tidak usah, Om. Tolong bantu saya ke trotoar itu, Om." Wanita itu meminta pria yang menduga telah menabraknya membawa ke trotoar, dia menolak diajak ke rumah sakit karena dia tidak mau ketahuan jika dia hanya bersandiwara.


" Oh, mari saya bantu." Sang pria merasa bersalah hingga mau membantu wanita itu berjalan ke arah trotoar.


Tangan wanita itu melingkar di pinggang si pria lalu menyusup masuk ke bagian dalam blazer yang dikenakan oleh sang pria untuk mengambil dompet pria itu.


" Terima kasih atas bantuannya, Om." Wanita itu lalu berjalan menyeret langkahnya menjauh dari pria tadi.


" Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya pria itu lagi.


" Tidak apa-apa, Om. Makasih!" teriak wanita tadi.


Pria tampan itu memperhatikan wanita yang dia tabrak menjauh dari pandangannya, namun tak lama dia kembali ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


Saat melihat si pria sudah pergi, wanita itu lalu mengambil dompet yang tadi dia masukkan ke tasnya.


" Wuih, dompetnya tebal banget, pasti banyak duitnya, nih!" Wanita itu membuka dompet yang dia curi.


" Kartu ATM nya berjejer, ada isinya tidak, nih?" Wanita itu lalu mengambil uang lembaran seratus ribu beberapa lembar dari dompet.


" Wah, banyak juga, nih!" Wanita itu lalu mencium uang yang dia ambil dari dompet. " Rejeki nomplok," ucapnya terkekeh.


" Orang kaya benaran ini." Wanita itu lalu mengambil satu buah kartu nama dan juga KTP pria tadi, ternyata nama yang tertera di KTP dan kartu nama itu sama.


...Rivaldi Nugraha...


...CEO & Owner...


...Abadi Jaya...


Mata wanita itu terbelalak saat mengetahui orang yang dia curi adalah seorang CEO, dia tidak tahu CEO itu apa, namun dari drama-drama yang dia lihat di televisi, CEO adalah orang yang kaya raya.


...*** TAMAT ***...


Makasih yg sudah mengikuti kisah Grace dan Rizal🙏🙏🙏


Bantu ramaikan kisah Airin dan Gagah di JANDA MUDA KESAYANGAN BUJANG juga, ya🙏


__ADS_1


** source halodoc


Happy Reading ❤️


__ADS_2