TAWANAN BERUJUNG CINTA

TAWANAN BERUJUNG CINTA
Dengan Atau Tanpa Restu Mama


__ADS_3

Pagi ini Rizal dan Grace hanya sebentar mampir ke kantornya karena mereka ingin mengurus segala keperluan untuk pernikahan mereka. Setelah mengambil akta lahir dan kartu keluarga di rumah Agatha, kini mereka berdua berencana datang ke kantor Agatha untuk meminta ijin kepada Agatha selaku orang tua Grace.


" Mama ada, Mbak?" tanya Grace kepada Arini saat mereka berdua sampai di depan ruangan kerja Agatha.


" Ibu ada, Mbak." jawab Arini. Namun tatapan matanya melirik ke arah Rizal. " Siang, Pak Rizal." Arini pun menyapa Rizal.


Grace melirik ke arah Rizal yang membalas sapaan Arini dengan senyuman.


" Mbak kenal dia?" tanpa Grace pada Arini.


" Oh, kenal, Mbak. Pak Rizal tamunya Ibu. Sering datang kemari, kok!" jawab Arini kembali seraya tersipu.


" Kenapa senyum-senyum begitu, Mbak?! Biasa saja lagi! Tidak usah kecentilan!" tegur Grace pada sekretaris Mamanya itu yang diduganya sedang mencoba menarik perhatian Rizal.


" Dia itu sebentar lagi mau menikah! Jadi jangan coba-coba tebar pesona, ya!!" Grace memperingatkan Arini lalu melingkarkan tangannya di lengan Rizal dan membawa pria itu masuk ke ruang kerja Agatha.


Apa yang dilakukam Grace membuat Arini tercengang. Dia tahu dari Agatha jika Rizal adalah detektif yang ditugaskan mengawasi Grace. Namun, apa yang dilihatnya tadi, saat Grace merangkul lengan Rizal, membuat banyak pertanyaan muncul di benak Arini.


" Mam ...."


" Selamat siang, Nyonya."


Grace dan Rizal menyapa Agatha saat masuk ke dalam ruangan kerja wanita itu membuat Agatha terkejut.


" Grace? Pak Rizal? Kalian ada di sini?" Kemunculan Grace dan Rizal secara tiba-tiba membuat Agatha terkejut. Karena sebelumnya Rivaldi mengatakan jika Grace dan Rizal sedang berada di Singapura.


" Mam, aku dan Rizal datang kemari untuk meminta ijin Mama. Aku dan Rizal akan menikah besok." Tanpa banyak basa-basi, Grace menyampaikan tujuannya datang menemui Agatha.


" Apa??" Agatha terbelalak bahkan sampai bangkit dari duduknya.


" Maaf jika kedatangan kami ini mengejutkan Anda, Nyonya. Ada yang ingin kami sampaikan kepada Nyonya." Rizal ingin rencana pernikahannya dengan Grace dibicarakan baik-baik dengan Agatha. " Sebaiknya kita bicarakan sambil duduk, Grace." Rizal menyuruh Grace duduk dan berbicara dengan tenang, tidak membuat Agatha kaget seperti sekarang ini.

__ADS_1


Grace akhirnya berjalan dan duduk di sofa seperti yang diminta Rizal padanya. Sementara Agatha masih bergeming, tak beranjak dari tempatnya dan masih tetap berdiri.


" Apa bisa mulai berbicara sekarang, Nyonya?" Melihat Agatha masih belum bergerak dari tempatnya, Rizal kembali berbicara.


" Apa maksud ucapanmu tadi, Grace?" Agatha seolah tersadar dari keterkejutannya dengan perkataan putrinya tadi.


" Aku dan Rizal akan menikah besok, Mam." Grace kembali memperjelas ucapannya.


" Nyonya, saya dan Grace datang kemari untuk meminta ijin dari Nyonya, karena saya berniat menikahi Grace besok. Kami sedang mengurus syarat administrasi untuk pernikahan kami. Saya mohon Nyonya memberikan ijin kepada kami untuk menikah." Rizal lebih memperhalus kalimat yang diucapkan Grace.


" Grace, Mama ingin bicara denganmu!" Agatha melangkah ke arah ruangan istirahat yang berada di belakang meja kerjanya. Dia meminta Grace untuk mengikutinya.


Garce menoleh ke arah Rizal. Setelah mendapat anggukkan kepala Rizal yang memberi kode jika Rizal mengijinkan dia mengikuti Agatha, akhirnya Grace pun bangkit dan mengikuti arah langkah Mamanya.


" Grace, apa yang kamu lakukan!? Kamu ingin menikahi pria itu!?" tanya Agatha masih keberatan dengan keputusan Grace.


" Aku dan Rizal akan menikah besok, Mam! Apa Mama masih kurang jelas dengan perkataanku dan Rizal tadi m?" Grace memutar bola matanya karena Mamanya berpura-pura tidak mengerti apa yang dikatakannya tadi.


" Aku tidak salah memilih, Mam! Rizal adalah pria terbaik untukku!" Grace menegaskan jika pilihannya kali ini tidak salah.


" Tapi usia dia itu jauh dari usiamu, Grace! Bahkan usianya dengan Mama hanya terpaut tujuh tahun saja! Apa kata relasi bisnis Mama nanti kalau tahu Mama mendapatkan menantu yang sudah berumur??" Agatha memikirkan apa yang akan dikata orang jika mengetahui menantunya adalah pria tua yang jauh di atas usia putrinya.


" Lalu, apa Mama mendengar apa kata relasi Mama, saat Mama menikah dengan pria yang usianya delapan belas tahun lebih muda dari Mama? Apa saat itu Mama menutup telinga Mama dari omongan orang?!" Grace justru memberikan sindiran keras kepada Agatha. Karena Agatha kala itu tidak memperdulikan perkataan orang lain. Termasuk tanggapan dari keluarga Papanya Grace saat mengetahui Agatha memilih menikah dengan pria muda.


" Grace, kamu bisa belajar dari pernikahan Mama dengan Gavin. Mama melarang kamu menikah dengan Pak Rizal, bukan karena Mama membenci Pak Rizal! Mama melakukan ini karena Mama sayang sama kamu! Mama tidak ingin pernikahan kamu tidak bahagia karena kamu memilih pria yang tidak tepat!" Grace menyangkal tuduhan Grace dan melakukan pembelaan dengan mengatakan apa yang dilakukannya untuk kebahagiaan Grace.


" Mama melakukan ini bukan untuk kebahagiaanku, tapi Mama melakukan hal ini karena Mama takut mendengar orang menggunjingkan Mama, kan!?" Grace menduga jika Agatha memang takut dengan gosip yang akan tersebar jika mempunyai menantu yang usianya tidak jauh dari Agatha.


" Grace, tolong kali ini kamu dengarkan Mama! Semua ini untuk kebaikan kamu! Mama tidak ingin kamu memilih pria yang salah!" Agatha masih tetap pada alasan yang sama jika Rizal bukan pria yang tepat untuk Grace.


" Mama yang mestinya mendengarkan aku! Mama tahu aku pernah melakukan hal yang salah bersama Joe, dan aku ingin memperbaikinya bersama Rizal. Aku yakin Rizal bisa membuat aku bahagia, Mam! Tidak masalah usia kami yang jauh berbeda!" Grace pun tetap teguh dengan keputusannya.

__ADS_1


" Grace, Mama tahu Pak Rizal baik, tapi kamu bisa menemukan pria yang lebih baik dari Pak Rizal." Agatha mencoba melunakkan kekerasan hati Grace.


" Pria yang lebih baik?! Apa pria itu mau menerima masa laluku? Apa mereka mau menerima kalau aku wanita yang tidak suci?! Apa mereka mau menerima kalau aku ini pernah menjalani pergaulan bebas?! Pernah tidur dengan laki-laki lain!?" Grace kesal karena Agatha tidak juga mau menerima keputusannya.


" Rizal bisa menerima aku dengan semua kekuranganku, Mam! Apa yang Mama ragukan lagi dari Rizal!?" Garce bahkan melakukan pembelaan terhadao calon suaminya itu.


" Kenapa kamu tidak pernah mencoba membuka hatimu untuk Aldi, Grace?!" Agatha mempertanyakan kenapa Grace seolah menutup hati untuk menerima Rivaldi.


" Mam, berapa kali aku katakan jika Aldi itu licik!?" geram Grace karena Agatha masih saja ingin menjodohkannya dengan Rivaldi.


" Kau salah paham tentang Aldi, Grace!" Dan Agatha masih terus membela Rivaldi.


" Mam, sudahlah!! Jangan terus berkeras dengan keinginan Mama itu! Aku yang akan menjalani ini, Mam! Dengan atau tanpa restu Mama, aku dan Rizal akan tetap menikah!" tegas Grace.


" Kau tidak bisa melakukan itu tanpa seijin Mama, Grace!" Agatha pun tegas menolak memberikan restu pada Grace.


" Tapi aku bisa melakukan itu dengan restu Om Daniel!" ketus Grace.


" Kamu pikir Om kamu akan merestui setelah mengetahui siapa Rizal itu!?" Agatha yang sudah memperkenalkan Rivaldi pada Om Daniel, merasa yakin Om Daniel akan menolak Rizal.


" Aku dan Rizal sudah menemui Om Daniel. Dan Om Daniel bersedia menjadi wali nikahku dengan Rizal besok!" ungkap Garce menarik tipis satu sudut bibirnya ke atas.


" Apa???" Agatha terbelalak dengan informasi yang disampaikan oleh Grace, jika mantan adik iparnya itu sudah bertemu dengan Rizal juga Grace bahkan memberi restu pada rencana pernikahan mereka berdua.


*


*


*


Bersambung ...

__ADS_1


Happy Reading❤️


__ADS_2