Aara Bukan Lara

Aara Bukan Lara
2 M??


__ADS_3

Mentari dan rembulan sudah sering saling bergantian berlalu lalang di hari-hari Ara. Hingga purnama juga sudah pernah sekali menampakan kehadirannya, namun sejak terakhir kali Ara mengutarakan genderang perang belum sekalipun tampak serangan pertamanya.


Yang tersisa hanyalah ingatan bagaimana Mas Ega mengatakan untuk memanfaatkannya. Dugaan sementara Mas Ega yang pernah membisikan dukungan balas dendam padanya, namun jelas suara yang di dengar samar itu bukan milik Mas Ega.


Selain itu semakin kuat juga Ara merasa bahwa ia selalu diamati bahkan diikuti. Ara hanya mampu mendengus kasar menyadari bahwa dulu ia juga pernah memperhatikan lekat sosok Bang Dewa sang pujaan hati pada masa lalu.


Mengenai Bang Dewa, untuk urusan yang berhubungan dengan Bang Dewa, Ara akan mengikuti alur permainan yang telah diatur oleh Mas Ega. Biarlah Mas Ega menebus dosa-dosanya dengan caranya sendiri pikir Ara.


Sedangkan Ara selama ini bukannya diam saja. Ada rencana menghancurkan Tante Laura yang tidak lain Ibu kandung sosok yang sedang berjuang untuk kebahagiaan Ara.


Siasat menguras harta Tante Laura akan menjadi langkah pertama untuk menyerang seluruh orang yang disebut keluarga itu. Bukan tidak mungkin setelah kehilangan hartanya, Tante Laura akan kembali mengemis harta waris yang pasti akan memicu gelombang besar.


Pembagian harta waris yang dulu di tolak Mama Lauritz saja menjadi perebutan hebat, padahal Kakek dan Nenek Ara itu masih hidup dan segar bugar. Apalagi dengan saat ini, pasti akan sangat menyenangkan.


"Udah selesai dokumen jual belinya?"


"Beres ini. Dokumen sih aman, tapi yakin mau pakai ini? Rugi bandar kali kalau beli ini. Gak strategis, harganya juga 8 kali lipat dari daerah pariwisata. Ini tuh cuma pesisir biasa gak ada prospek buat apa-apa kecuali rumah." Tanya penuh keraguan laki-laki berjaket denim dengan kacamatanya itu sembari menyugar rambutnya. Tenang, jantung Ara memang lemah dengan wajah rupawan, namun tidak untuk orang yang satu ini.



Alvian Gemilang (Song Kang)


"Abang tau sistem mulut ke mulut kan?? Kita promosi bayangan dari gosip aja. Ara udah pelajari pola target kita kayak gimana. Semua udah beres kok." Bergidik ngeri sosok yang dipanggil Abang itu melihat seringai tipis Ara.


"Kita gak perlu susah-susah nawarin tanah ini. Kita cuma perlu mancing 1 orang target kita itu.. Lagian lumayan hasil jualnya buat pemiliknya yang udah renta. Dia juga gak akan bisa gugat pemilik karena dokumen kita legal dan urusan orang itu cuma sama kita. Bang Gilang cukup lakuin kayak biasanya aja." Lanjut Ara. Kali ini senyum lebar menghiasi wajah Ara, namun penuh kelicikan.


"Tapi ini penipuan kali Ra.. Harganya mau 2 milyar, ini paling mahal cuma 250 juta juga udah bisa dapat 20 juta kita Ra. Belum lagi kalau lahan depannya dibangun si pembeli bakal keluarin uang lebih banyak gara-gara kena sanksi." Bang Gilang menatap Ara serius. Helaan nafasnya jelas menggambarkan kegusaran.


"Bayangin aja itu tanah depan mangrove sama lamun, kalau dirusak bisa 2 sampai 10 tahun di penjara, dendanya juga 2 sampai 10 milyar kan? Emang bisa kurang mungkin kalau naik banding, sama itu kalau dia rehabilitasi paling 6 bulan gak sih pidana?? Ara sendiri loh yang kasih tau Abang. Nanti kalau kita kena terus di penjara juga gimana?? Kenapa sih kok tumben main kotor?? Biasa aja kita cari bonusan gak apa-apa dikit yang penting gak rugi. Intinya cukup buat Abang bayar kuliah, kontrakan, makan sehari-hari sama buat kamu tabung aja." Cerocos lanjutan Bang Gilang panjang lebar penuh kekhawatiran.


Ara memang mulai menekuni bisnis jual beli tanah dalam profesi brokernya atau yang lebih sering disebut makelar tanah sembari kesibukan kuliah dan menjadi asisten dosen. Ara hanya perlu sesekali bertemu penjual dan pembeli. Lebih banyak Ara berinteraksi lewat media sosialnya, sedangkan di lapangan akan lebih banyak di urus oleh Bang Gilang.

__ADS_1


Awal mulanya Ara hanya menyaksikan Papa Yudith membantu transaksi jual beli tanah milik beberapa teman yang sering main ke bengkel, kemudian membuat Ara tertarik untuk ikut terjun setiap ada peluang. Sudah terhitung selama 2 tahun Ara bertahan bersama Bang Gilang, pemuda yatim-piatu yang telah lama bekerja di bengkel Papa Yudith untuk menyambung hidupnya. Dan siapa sangka keahlian ini akan ia gunakan untuk hal licik.


Memang benar di kepala Ara hampir separuh otaknya penuh akal muslihat, namun ia selalu bekerja bersih. Tentunya ucapkan selamat dan terima kasih pada didikan Papa Yudith dan Mama Lauritz yang berhasil. Akan tetapi tidak untuk kali ini. Segala tipu muslihat dan kelicikan yang Ara miliki akan ia manfaatkan dengan sepenuh hati.


Meninggalkan pertemuan yang tampaknya masih belum menemukan kesepakatan kerjasama antara Ara dan Bang Gilang, saat ini Ara sedang sibuk menghubungi beberapa orang secara bergantian. Seringainya lama-kelamaan kian melebar, hingga 1 pesan mengembalikan kesadarannya untuk menjadi Ara si anak baik.


šŸ“©


0813*******9


Ini Bang Bima Ra.. Ara ada di rumah?


^^^Ara^^^


^^^Di rumah Bang, kenapa?šŸ¤” Kayaknya Mama gak ada pesan kue ke Nek Imah deh Bang.šŸ™„^^^


Bang Bima


^^^Ara^^^


^^^Bisa Bang, kebetulan Ara kosong. Mau sekarang apa nanti malam?^^^


Bang Bima


Nanti malam aja Ra, biar bisa istirahat dulu. Maaf ya Ra kalau ngerepotinšŸ™


^^^Ara^^^


^^^Gak apa-apa Bang.. Sekalian Ara mau jalan kokšŸ˜„^^^


Pesan dari aplikasi percakapan berwarna hijau itu hanya tercentang dua tanpa dibaca apalagi dibalas. Ara kesal, tapi juga tidak tau kenapa ia merasa senang. Sungguh aneh.

__ADS_1


Dalam sekejap tanpa menunggu lama sudah tiba waktu malam. Tepat setengah tujuh malam itu, Ara dari Balkon dapat melihat Bang Bima sudah akan turun dari motornya yang terparkir di halaman depan rumah.


Berlari secepat kilat Ara menuruni anak tangga. Berteriak lantang meminta izin pergi tanpa mengatakan akan pergi dengan siapa dan tanpa perduli pula siapa yang mendengarkannya. Ara malas jika harus diinterogasi terlebih dahulu.


Begitu juga saat sudah ada di hadapan Bang Bima, dengan tidak sopannya Ara sambar lengan laki-laki itu. Sangat memaksa dan jelas sekali Bang Bima terkejut diseret paksa oleh Ara. Tanpa Ara sadari ia dengan tanpa rasa takut mampu dan mau bersentuhan dengan Bang Bima.


"Ara.. Abang tadi gak sopan loh ngajak anak gadis orang gak izin dulu sama orang tuanya. Nanti kalau Om sama Tante marah gimana Dek?" Tanya Bang Bima saat sudah tiba di depan supermarket. Sudah sejak diperjalanan memang Ara sadari Bang Bima terlihat gusar dan tidak nyaman. Rupanya kegusaran Bang Bima karena ulah Ara sendiri.


"Abang tenang aja. Udah Ara izinin kok. Aman laah.. Aman.." Ucap Ara menenangkan.


"Udah yuk cari-cari. Keburu tambah malam Bang." Lanjut Ara sambil lagi-lagi ia tarik lengan Bang Bima untuk kedua kalinya.


Dari kejauhan tampak sepasang mata manusia yang mengamati keduanya dengan penuh rasa cemburu. Tangan di sisi tubuh sosok itu mengepal erat. Jika kepalan itu di isi oleh jajanan mie kremes mungkin sudah berubah menjadi tepung lagi.


Apa Ara akan perduli? Jelas jawabannya tidak. Ara tidak tau ada sosok yang tengah panas luar dalam. Meskipun Ara tau juga mungkin tetap tidak akan perduli, karena bisa jadi Ara tidak mengenal sosok itu dan tidak mau tau urusannya.


...****************...


Mangrove : Jenis tanaman dikotil yang hidup di habitat air payau dan air laut yang masih dipengaruhi oleh pasang-surut air laut.


Lamun : Tumbuhan berbunga yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal. Lamun juga biasa disebut dengan seagrass.


Koas : Koas, coass atau co-assistant adalah sebuah istilah yang disematkan bagi seorang dokter muda yang telah menyelesaikan pendidikannya di perkuliahan dan menjalani pendidikan dengan berganti departemen yang ada di rumah sakit dengan proses yang ditempuh selama 1,5 tahun sampai 2 tahun.


*


*


*


Kalau ada yang penasaran tentang pembahasan tanah, sanksi atau pidana yang ada sangkut pautnya sama wilayah yang ada mangrove dan lamun bisa cek sendiri ya di Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

__ADS_1


__ADS_2