Aara Bukan Lara

Aara Bukan Lara
Kode Aneh


__ADS_3

Slurp..


Slurp..


Bunyi mie rebus ekstra telur setengah matang Yuki seruput nikmat. Sungguh godaan bagi Ara yang hanya mendapatkan jatah makan mie instan sekali dalam sebulan.


Pembengkakan kelenjar getah bening pada usus halus menekan dan menyumbat saluran pencernaan Ara. Semua itu gara-gara Ara kesetanan memakan mie instan. Rasa enak membuatnya sering diam-diam memasak mie instan tanpa sepengetahuan Mama Lauritz.


Menyembunyikan sebungkus, 2 bungkus hingga 10 bungkus mie instan karena ketagihan di lemari kamarnya. Ara akan berlagak merebus air untuk membuat susu panas, nyatanya air itu akan dibawa ke kamarnya untuk merendam mie instan.


Balkon kamar merupakan tempat kejadian perkara seruputan samar layaknya sedang melakukan ASMR. Tentu saja semua itu Ara lakukan untuk menghindari aroma menempel pada setiap sudut kamarnya, bahkan Ara rela menahan bersin kala semprotan parfum setiap santapan nikmat itu usai.


"Enak banget kayaknya.." Ucap Ara sambil menengguk air liurnya. Mulut mengecap Ara bahkan mengeluarkan suara yang membuat Yuki hampir tersedak. Beruntung Yuki bukan pecinta pedas yang bisa berbahaya saat menahan tawa dalam seruputan kenyalnya benda ikal menguning yang juga tertempel hijaunya daun seledri.


"Mau?" Tanya Yuki dengan mata sendu.


"Mauuuu.." Jawab Ara semangat, namun sekejap semangatnya luntur. Ingatan sulit mengonsumsi apapun kala pembengkakan di ususnya belum terdeteksi membuat Ara bergidik ngeri.


"Gak jadi deh.." Ucap Ara lagi, wajah berbinar miliknya berubah sendu.


"Bagus deh." Jawab Yuki masa bodoh, ia kembali menikmati kuah beraroma ayam bawang.


"Kelihatan banget gak ikhlas.." Ucap Ara sinis.


"Memang.." Menjulurkan lidahnya, Yuki juga mengedipkan mata kirinya.


"Jadi ngapain nawarin segala!?" Tanya Ara sewot, matanya sudah mendelik sebal pada Yuki.


"Biar aku bisa teriak panggil Tante Liz kalau anaknya mau nyolong makan mie instan lagi.."


"Lagian itu mie punya ku.. Seenaknya aja datang-datang langsung masak sama makan sendirian."


"Punya Tante Liz kali.." Suara Yuki melengking. "Kita kan sama-sama parasit, tapi lebih parasit dirimu yang juga numpang di sini.. Ahahaha.." Yuki tergelak lebar hingga rasa pedas tiba-tiba menyengat.


"Uhuk..!! Uhuk..!! Uhuk..!! Huk..!!" Bukan tersedak mie atau kuahnya, tenggorokan Yuki tiba-tiba terasa layaknya dihantam serangan bola api.


"Aduuh..!! Uhuk..!! Minum Ra!!" Ucap Yuki heboh. Tangannya sudah memukuli paha sekuat tenaga seperti kepakan sayap angsa yang sedang mengamuk.


"Kualat kan.. Kapok!" Ucap Ara senang sambil menyodorkan segelas air putih.


Gluk.


Gluk.


Gluk.


Menengguk tidak sabaran, segelas air putih itu langsung tandas menyisakan buliran yang tidak mampu terdorong jatuh.


"Kapok aku makan sambil ngobrol." Ucap Yuki dengan nafas terengah-engah. Butuh usaha menahan nafas untuk menghabiskan minuman yang membasahi tenggorokan panasnya.

__ADS_1


"Jangan ajak aku ngobrol dulu!" Mengangkat tangan kanan layaknya superhero Iron Man yang hendak mengeluarkan kekuatan super dari telapak tangannya, Yuki seolah menghentikan bibir Ara untuk berucap.


Sedangkan Ara hanya mampu menggelengkan kepalanya. Sudah jelas Yuki yang heboh sendiri hingga tersedak tidak jelas begitu. Menanti Yuki menghabiskan sisa makanannya, ada hal penting yang harus Ara tanyakan pada Yuki. Sebagai anggota tetap bahkan mungkin VIP dalam grup chat seputar gosip aktual yang entah diprakarsai oleh siapapun itu, Ara yakin Yuki pasti sudah tau banyaknya rumor yang beredar, termasuk tentang Ara.


"Jadi gimana?"


"Apanya yang gimana?" Mengernyit heran Ara yang mendadak diberikan pertanyaan. Padahal sudah siap sedia melontarkan kalimat tanya setelah Yuki usai mengemas mangkok dan gelasnya ke dapur.


"Itu si Ibu-ibu.."


"Ibu-ibu??" Bertambah lagi kebingungan Ara. Jika isi kepala Ara bisa diproyeksikan, tentu akan terlihat jelas berbagai macam jenis Ibu-ibu yang berseliweran di otaknya. Sudah terkumpul segala Ibu-ibu berdaster yang sibuk mengepel dan momong anak, Ibu-ibu ghibah di tukang sayur, perang tawar menawar di pasar hingga Ibu-ibu dengan lampu sen motor ke kanan tapi belok ke kiri.


"Bu Dian lah..!! Jelas!??" Ujar Yuki cukup geram pada Ara yang menurutnya kurang kuat memasang telepati.


"Oh.. Bu Dian toh, bilang langsung lah.. Kode aja sukanya." Memutar bola matanya, Ara memasang datar. Iya, datar, senyum itu membentuk bibir Ara menyerupai garis lurus.


"Kalau itu ya jelas aku di depak lah. Mau apa lagi coba?" Ucap Ara seolah bukan masalah besar dan tidak berarti apa-apa. Padahal jelas setau Yuki sebelum bisa masuk pada tim penelitian Dian, Ara harus belajar mati-matian terlebih dahulu.


"Gak kesal? Sakit hati gitu?" Tanya Yuki lagi yang masih heran dengan respon Ara.


"Kesal pasti, tapi buat apa sakit hati? Lagian hak Bu Dian juga keluarkan aku dari tim." Ucap Ara santai.


"Tapi kelihatan jelas banget tau alasan sebenarnya itu Pak Rava." Yuki masih saja sewot, ia geram dengan Dian yang terkesan seenaknya. Sikap sok berkuasa yang tidak pernah terpikirkan oleh Yuki akan muncul dari sosok Dian sebelumnya.


"Biarkan aja lah.. Setiap orang kan punya cara masing-masing untuk mengahadapi masalah atau lawannya."


"Sirik banget sih orang tua itu.. Masa gak mau ngalah sama daun muda.." Menyilangkan tangannya, Yuki menyandarkan kepala pada bahu Ara. Nyaman, itulah yang Yuki rasakan.


"Terus nanti mau daftar jadi asdos lagi?"


"Aku daftar asisten praktikum aja deh.. Kalau jadi asisten buat penelitian malas banget, kesempatan ketemu Bu Dian lebih besar."


"Mau nyoba buat mata kuliah apa?"


"Kemarin sempat chat penanggungjawab laboratorium biologi, katanya ada Dosen yang udah daftar jam praktik. Paling sama kayak kita dulu, praktik biologi kelautan buat anak semester 4 jurusan kita. Tapi aku juga udah ditawarin Bu Fika buat ikut dia."


"Bu Fika dari jurusan lain?" Menegakkan kepalanya, Yuki menatap lekat Ara dari arah samping.


"Iya.. Jurusan Bu Fika kan semester 4 baru belajar biologi perikanan, jadi waktu Bu Fika tau aku di depak sama Bu Dian di depan matanya, langsung aja Bu Fika kasih kode aneh. Ternyata kodenya itu penawaran jadi asprak."


"Kode aneh gimana?"


"Masa lihat aku diberhentikan sama Bu Dian malah senyum-senyum sama kasih jempol tinggi-tinggi di belakang Bu Dian, aneh gak sih?"


"Hahaha.. Nekad juga ya Bu Fika.. Tau aja barang bagus dibuang gitu aja.." Memegangi perutnya, Yuki sudah tergelak.


"Lagian Bu Dian kelihatan gak profesional tau.. Padahal jurnal juga belum resmi rilis." Lanjut Yuki berujar lagi.


"Daripada kerja gak fokus malah makan hati, ya lebih baik gini sih, Ki. Buang aja yang bikin sumpek.. Aku kan bikin jantung Bu Dian pengen meledak. Mungkin juga kalau lihat aku bawaannya pengen jambak." Jawab Ara santai. Menurut Ara sikap Bu Dian termasuk wajar, bahkan lebih baik langsung menghentikan Ara seperti ini dibandingkan berada pada satu tim yang sudah tidak solid.

__ADS_1


"Sesuaikan sama jam kuliah juga Ra.. Atur waktu biar gak bentrok kalau terima tawaran Bu Fika."


"Seminggu paling praktik cuma sekali, terus mata kuliah kita juga padat di hari senin sampai rabu, kamis longgar dan asiknya jumat kosong. Jadi aku mau manfaatkan hari kamis sama jumat buat ambil jadi asprak kalau ada lowongan. Masalah tawaran dari Bu Fika juga udah aku kasih tau jam kosong ku." Jelas Ara pada Yuki sambil menerawang rencana kegiatannya selama semester 6 yang nyatanya baru saja ia mulai itu.


...****************...


Kelenjar Getah Bening : Kelenjar limfe yang merupakan salah satu sistem kekebalan tubuh yang membantu tubuh dalam melawan zat yang berbahaya dalam tubuh, melawan infeksi yang menyerang tubuh dan menyaring substance yang ikut mengalir dalam cairan limfe.


Dalam kasus di kisah Ara, mengkonsumsi makanan instan atau sejenisnya menyebabkan peradangan pada usus yang akhirnya membuat tubuh Ara berusaha melawan efek dari makanan yang dikonsumsi lewat kelenjar getah bening.


Pembengkakan kelenjar getah bening terjadi di perut dapat menekan usus, sehingga terjadi obstruksi usus.


Obstruksi Usus : Kondisi penyumbatan yang terjadi dalam usus yang dapat menimbulkan gangguan penyerapan makanan atau cairan dalam saluran pencernaan, baik yang terjadi pada usus halus maupun usus besar.


(FYI, ini pengalaman pribadi Hana😌 Buat semuanya sebelum terlambat berhati-hatilah 😊)


*


*


*


Apa yang sebenarnya ingin Ara tanyakan pada Yuki?🤔


*


*


Karena Rava gak muncul, jadi Hana mau bahas Rava aja di sini..


Sadar nggak kalau suku kata nama ARA dan RAVA diambil dari sisi yang sama akan muncul nama mereka lagi??🤔


Nih ya..


...ARA \= A - RA...


...RAVA \= RA - VA...


Kalau sama-sama diambil suku kata pertama dari kedua orang itu akan muncul 'ARA'. Sedangkan penggabungan suku kata kedua akan menjadi 'RAVA'. Kalau diacak jadi 'RARA' dan 'AVA'.


Ingat nggak kalau Rara itu panggilan sayang dari Hans untuk Ara?😂


Coba kalau dibuat nama pasangan sama cogan yang lain, pasti kelihatan seperti nama calon anaknya 🤭


Ara >< Bima \= Bira atau Rama


Ara >< Gilang \= Ragil


Kira-kira pendukung Ara >< Rava punya nama khusus nggak?😄 Ayo kasih tau di bagian komentar 👇👇

__ADS_1


*


Terima kasih untuk yang setia memantau kisah Ara dan selalu memberikan dukungannya untuk Hana🥰


__ADS_2