CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
KEMBALI BEKERJA


__ADS_3

Begitu mobil mereka berhenti di tempat parkir rumah sakit, Dave langsung memberi tanda kepada Odi untuk keluar dari mobil, membuat Laurel melirik ke arah Dave dengan wajah bertanya-tanya kenapa Dave memberi perintah kepada Odi untuk keluar dari mobil.


“Kenapa kamu menyuruh Pak Odi keluar dari mobil?” Dave yang duduk di sebelah Laurel tersenyum mendengar pertanyaan istrinya.


“Karena kamu ingin di jam kerja aku tidak mengganggumu, aku baru saja sadar, masih ada waktu 20 menit sebelum apel pagi dimulai dan aku ingin menghabiskan waktuku denganmu,” Mata Laurel terbeliak kaget mendengar kata-kata Dave.


“Apalagi kamu bilang walaupun kita berangkat bersama kamu tidak ingin terlihat berjalan bersamaku. Kamu merasa masih canggung, walaupun sebenarnya apa bedanya hari ini atau beberapa waktu ke depan kita berjalan bersama memasuki area rumah sakit. Toh semua orang sudah tahu kamu adalah istriku,” Dave berkata sambil sedikit menggaruk keningnya, karena jujur saja dia tidak ingin kehilangan waktu sedetikpun untuk tidak berada dekat dengan Laurel untuk beberapa waktu ini.


Bagi Dave kebersamaannya dengan Laurel beberapa waktu ini masih membuatnya seperti orang yang sedang bermimpi, kadang dia masih tidak percaya bahwa selama beberapa hari ini dia dan Laurel sudah menjalani hidup bersama sebagai suami istri. Karena itu, setelah terpisah selama 7 tahun, rasanya untuk hari-hari ini Dave masih ingin menghabiskan tiap detik waktunya dengan Laurel. Bahkan Dave sempat mengusulkan untuk mereka mengambil waktu untuk bulan madu mereka yang sudah tertunda selama 7 tahun, hanya saja Laurel tetap bersikeras untuk bekerja karena dia merasa sebagai karyawan baru, belum memiliki hak untuk mengambil cuti dengan alasan berlibur. Dan Dave tidak bisa memaksakan kehendaknya karena apa yang dikatakan Laurel ada benarnya, dia juga ingin keberadaan Laurel di rumah sakit ini diakui karena kemampuannya bukan hanya karena sekedar statusnya sebagai istri pemilik rumah sakit ini.


“Aduh, ternyata Bosku yang terkenal hebat benar-benar orang yang perhitungan ya? Tidak mau rugi sedikitpun. Padahal ini rumah sakitmu, harusnya kamu memberi contoh yang baik ke pegawaimu, termasuk pegawai yang sedang duduk di sebelahmu sekarang,” Mendengar perkataan Laurel, Dave hanya bisa menarik nafas panjang sambil bergumam pelan.


“Memang betul apa kata orang, dibalik kesuksesan seorang laki-laki, ada seorang wanita hebat di belakangnya,” Dave memandang wajah Laurel, dan lewat beberapa detik kemudian, Dave mendekatkan wajahnya ke Laurel, mencium sekilas pipi Laurel yang terlihat menggemaskan baginya karena sedari tadi wajahnya dihiasi dengan senyum manisnya.


“Terimakasih sudah menjadi wanita yang selalu siap mendukungku dan mengingatkanku, I love you mo cuisle. Jam 12 nanti kamu harus ke kantorku, kita makan siang bersama, jangan sampai terlambat sedetikpun, atau aku akan mencabut ijin jaga malammu besok,” Laurel memicingkan matanya mendengar ancaman dari Dave yang tentu saja tahu besok adalah jadwal jaga malam Laurel.


“Ckckck…, Mr. Shaw, kita sama-sama memiliki senjata ampuh sekarang, jangan saling mengancam. Benar kan Mr. Shaw?” Setelah menghentikan kata-katanya, Laurel mendekat ke arah Dave, dengan lembut dielusnya dada Dave, untuk kemudian tiba-tiba dia menjauhkan tubuhnya dari Dave sambil tertawa terkikik, membuat Dave harus menahan nafasnya dengan wajah tidak terima.


Setelah tubuhnya menjauh dari tubuh Dave, Laurel segera membuka pintu mobil dan meraih tas kerjanya, bersiap untuk turun.


“Ayo kita turun. Waktunya untuk bekerja, para pasien sudah menunggu kita,” Laurel menepuk lembut punggung telapak tangan Dave sebelum akhirnya dia bergerak turun dari mobil dan melangkah meninggalkan parkiran, sengaja meninggalkan Dave yang masih termangu dengan mata yang menatap kepergian sosok Laurel dengan senyum bahagia di wajahnya.

__ADS_1


# # # # # # #


"Selamat pagi Nyonya Shaw," Begitu Lusiana membuka pintu kantor Laurel, dia langsung menggoda Laurel dengan memanggilnya Nyonya Shaw, membuat Laurel tersenyum dengan pipinya yang memerah.


"Jangan memanggilku seperti itu," Lusiana yang berjalan ke arah meja kerja Laurel langsung tertawa mendengar permintaan Laurel yang menunjukkan dia keberatan dengan panggilan baru yang Lusiana sematkan padanya. Bagaimanapun, dia baru saja mengetahui bahwa dia istri Dave tidak lebih dari 2 bulan, dan bagi Laurel statusnya yang sekarang masih membuatnya begitu canggung.


"Kenapa dengan wajahmu? Kenapa terlihat seperti orang kelelahan? Apa itu akibat lembur setiap malam?" Laurel langsung melotot mendengar godaan Lusiana. Walaupun apa yang ditanyakan Lusiana itu benar, mana berani Laurel menjawab pertanyaan Lusiana.


"Ayo, ceritakan padaku, apa yang sudah terjadi padamu dan Bos selama beberapa waktu ini," Laurel sedikit mengalihkan pandangannya ke samping dengan wajah kembali memerah mendengar pertanyaan Lusiana yang membuat Laurel menjadi salah tingkah, tidak tahu harus menjawab dengan cara bagaimana.


"Hari itu aku kaget sekali, aku sudah hampir sampai di gerbang rumahmu ketika tiba-tiba saja Bos menelponku mengatakan padaku bahwa mulai hari itu Bos sendiri yang akan mengobatimu. Akhirnya aku langsung ke rumah sakit. Apa hari itu Bos benar-benar mengobatimu atau orang lain yang melakukannya?" Laurel tersenyum mendengar pertanyaan Lusiana yang wajahnya menunjukkan dia begitu penasaran dengan apa yang telah terjadi, karena sejak hari itu Laurel belum menceritakan apapun tentang hubungannya yang sudah membaik dengan Dave.


"Ayolah, jangan buat aku penasaran, siapa yang mengobatimu sejak hari itu?" Laurel terkikik melihat mata Lusiana yang membulat karena penasaran.


"Tentu saja Bos yang mengobati, memang siapa lagi? Apa kamu dengar ada salah satu dokter di rumah sakit ini yang sengaja datang ke rumahku untuk mengobatiku?" Lusiana membeliakkan matanya sambil menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua tangannya mendengar jawaban Laurel, karena Lusiana tahu persis tentang luka Laurel, posisi dan bagaimana dengan luka itu selama beberapa waktu memaksa Laurel untuk tidak bisa mengenakan bra. Jika benar apa yang dikatakan Laurel bahwa Dave yang mengobatinya, artinya Laurel dengan terpaksa membiarkan Dave melihat tubuh polosnya, membuat Lusiana tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka, baik Dave maupun Laurel terjebak dalam kondisi seperti itu, karena hubungan mereka bukan sekedar antara Bos dan pegawai ataupun sekedar dokter dan pasiennya.


"Apa? Bos sendiri? Lalu?" Mata Lusiana terlihat berbinar menunjukkan dia begitu penasaran dengan apa yang terjadi.


"Iya, bos sendiri. Apanya yang lalu? Bukan sekedar mengobatiku, sejak hari itu Bos sudah pindah ke rumahku. Sampai sekarang,"  Melihat wajah penasaran Lusiana, Laurel justru menggodanya, mengatakan sekalian bahwa Dave sudah pindah ke rumahnya agar rasa penasaran Lusiana bertambah besar.


"Apa?!" Kali ini Lusiana tidak bisa menahan bibirnya untuk berteriak kaget mendengar penjelasan Laurel barusan, membuat Laurel tertawa terkikik melihat reaksi Lusiana yang sudah bisa ditebaknya.

__ADS_1


"Memang ada yang salah kalau suami istri tinggal serumah?" Lusiana hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata-kata karena terlalu kaget mendengar apa yang barusan dikatakan Laurel tentang perkembangan hubungannya dengan Dave.


Walaupun Lusiana begitu senang mendengar penjelasan Laurel, tapi tetap saja dia merasa kaget mendengar itu.


"Jadi masalah lembur yang aku tanyakan tadi…, benar-benar terjadi? Jadi kalian sudah...,"


"Sudah apa?" Laurel bertanya kepada Lusiana yang sengaja menggantung perkataannya karena sedikit bingung untuk meneruskan kata-katanya karena dia sendiri belum menikah, merasa masih tabu menyebutkan hal-hal seperti itu.


"Kamu tahu lah maksudku..., jangan pura-pura bodoh. Apa kamu dan bos sudah melakukan...," Belum sempat Lusiana meneruskan pertanyaannya, terdengar suara pintu kantor Laurel terbuka.


"Ayo, waktunya apel pagi," Suara Dave langsung membuat baik Lusiana dan Laurel hanya bisa saling berpandangan, saling memberi kode agar tidak meneruskan pembicaraan mereka untuk sementara waktu karena kemunculan Dave yang tiba-tiba.


Laurel langsung bangkit dari duduknya di belakang meja kerjanya dan berjalan ke arah pintu kantornya untuk keluar menuju lapangan tempat mereka biasa apel. Dengan wajah masih bertanya-tanya karena hatinya begitu penasaran, Lusiana mengikuti langkah-langkah Laurel untuk keluar dari kantornya. Dan tanpa sengaja Lusiana melihat ke arah jari manis Laurel dimana disana melingkar sebuah cincin pernikahannya, membuat Lusiana tersenyum dan sudah bisa menebak apa yang sudah terjadi diantara Dave dan Laurel. Juga, sudah sejauh apa perkembangan hubungan mereka, membuat Lusiana menarik nafas lega karena akhirnya Laurel bisa menerima Dave seutuhnya dan mengakui hubungan pernikahan mereka.


# # # # # # #


Kedatangan Dave bersama Laurel ke arah lapangan tempat diadakannya apel merupakan pemandangan yang belum pernah dilihat oleh para pegawai di rumah sakit Anugrah Indonesia untuk pertama kalinya sejak Laurel bergabung di rumah sakit itu. Tetapi karena semua orang sudah mendengar tentang siapa Laurel sebenarnya membuat mereka hanya berani memandang ke arah mereka berdua tanpa berani berkomentar, termasuk Hana dan dokter Arman, yang justru memilih untuk menghindari mereka. Sengaja mengambil posisi terjauh dari tempat mereka datang.


Pandangan mata para pegawai yang terfokus pada dirinya dan Dave membuat Laurel bergerak menjauh dari Dave dan langsung mendekati Lusiana yang berjalan di belakang mereka berdua untuk menjadikan Lusiana sebagai tameng agar Laurel bisa mengalihkan pandangan para pegawai yang tampak begitu penasaran dengan sosoknya yang baru saja kembali bekerja setelah kasus penusukan yang siang harinya, di hari yang sama sebelum terjadinya kasus penusukannya, rumah sakit cukup dihebohkan dengan berita tentang dia sebagai istri sah Dave.


Dave sedikit melirik ke arah Laurel yang berusaha menjauh darinya. Rasanya tangan Dave hampir saja tidak bisa ditahannya untuk tidak menarik tangan Laurel agar tetap berada di dekatnya, untuk lebih memberikan kepastian kepada semua orang tentang hubungan mereka. Tapi mengingat apa yang diminta Laurel kepadanya tadi pagi di meja makan, cukup untuk membuat Dave menahan dirinya agar tidak membuat heboh dengan memaksa Laurel tetap berada di dekatnya sedang semua mata sedang mengamati mereka.

__ADS_1


__ADS_2