
Laurel yang baru saja mengahiri panggilan teleponnya dengan Renata langsung mendekati Dave yang sedang duduk bersantai di sofa rumah mereka. Setelah acara perayaan pernikahan mereka berakhir, Laurel dan Dave memutuskan untuk kembali ke rumah peninggalan papa Laurel.
"Dave...," Begitu Laurel berdiri di depan Dave, Laurel langsung menggerakkan kedua lengannya ke arah leher Dave dan langsung memeluk leher Dave sambil duduk di pangkuan Dave, lalu mencium pipi Dave dengan manja.
"Kenapa denganmu? Siapa yang baru menelponmu? Kamu kelihatan bahagia sekali?" Dave berkata sambil mencubit hidung Laurel pelan, membuat Laurel langsung meringis.
"Renata,"
"Renata? Bukannya dia sedang berada di luar negeri dengan suaminya?" Laurel menganguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum mendengar pertanyaan Dave.
"Lalu apa yang membuatmu terlihat begitu senang?"
"Kata Renata barusan Cladia menelponnya, minta Renata memeriksa kesehatannya, dan Renata sudah bilang kepada Cladia untuk sebulan ini aku yang akan menggantikan Renata sebagai dokter pribadi keluarga Sanjaya," Laurel menghentikan bicaranya sebentar, dipandanginya wajah Dave yang memandangnya dengan penuh konsentrasi.
"Besok siang aku akan ke rumah Cladia. Akhirnya...., aku bisa bertemu Cladia dan Ornado!" Laurel berkata sambil sedikit terpekik dengan wajah terlihat begitu senang, membuat Dave tersenyum geli.
"Sampai sebegitunya kamu ingin bertemu Cladia?" Laurel sedikit memanyunkan bibirnya sambil mengedipkan sebelah matanya begitu mendengar pertanyaan Dave.
"Kamu tidak tahu, bahkan selama aku di Amerika aku selalu ingat mereka berdua, dan begitu ingin bertemu dengan mereka,"
"Siapa sebenarnya yang ingin kamu temui? Cladia atau Ornado? Jangan-jangan kamu...,"
"Ishhh..., sembarangan saja! Jangan bilang kamu cemburu dengan Ornado ya.... Walaupun Ornado harus diakui dia memang begitu tampan, tapi bagiku hanya pria ini yang paling tampan untukku," Laurel mencubit lengan Dave yang langsung tertawa.
__ADS_1
"Bagi Ornado tidak ada wanita lain selain Cladia. Tidak perduli berapa banyak wanita cantik yang pernah dia temui, dalam hidupnya, bahkan sejak kecil dia hanya mengenal satu wanita, Cladia Sanjaya. Bahkan dulu aku sempat berpikir apa yang akan terjadi kalau saja Ornado tidak bisa menikahi Cladia, karena sejak dulu jika berurusan dengan Cladia, Ornado selalu bersikap over protektif,"
"O ya? Aku jadi penasaran orang seperti apa Ornado sehingga kamu begitu mendukungnya. Walaupun aku sering mendengar namanya dan perusahaan kami memiliki berkerjasama, aku belum pernah bertemu dengannya secara langsung,"
"No..., bukan hanya Ornado, aku akan selalu menjadi pendukung Ornado dan Cladia. Kedua orang itu sudah memberikan banyak kenangan indah ketika aku masih kecil. Saat kami bertiga masih kecil kita bertiga sudah berjanji untuk selalu saling melindungi dan menjalin persahabatan sampai kami menua bersama. Dan tentu saja saat itu Ornado menolak, dia bilang dia akan selalu melindungiku sebagai sahabat, tapi untuk Cladia dia akan melindunginya sebagai suaminya di masa depan. Bagiku mendengar Ornado akhirnya menikah dengan Cladia adalah sesuatu yang membuatku sangat bahagia. Setelah terpisah selama 15 tahun akhirnya mereka bersatu, seperti kisah cinta dalam drama romantis," Laurel sedikit tertawa terkikik mengingat bagaimana rukunnya masa kanak-kanaknya bersama dengan Ornado dan Cladia, walaupun terkadang dibumbui dengan pertengkaran kecil, selisih pendapat antara dia dan Ornado, sedang Cladia selalu menjadi penengah diantara mereka berdua dengan cara menangis sehingga Ornado akan langsung menghentikan pertengkarannya dengan Laurel.
Dave yang melihat bagaimana Laurel bercerita dengan semangat tinggi tentang kedua sahabatnya hanya bisa tersenyum, dengan lembut dipeluknya tubuh Laurel yang berada di pangkuannya.
"Semua orang punya cerita cintanya sendiri-sendiri, dan bagaimana seseorang harus berjuang untuk orang yang dicintainya, semuanya memiliki takdirnya masing-masing," Dave berkata sambil menatap lembut ke arah Laurel yang langsung mencium bibirnya sekilas dengan lembut, membuat Dave harus sedikit menahan nafasnya karena dadanya yang selalu berdetak dengan kencang saat berada di dekat istri kesayangannya.
"Aku jamin, kamu pasti akan menyukai Ornado dan Cladia, mereka berdua orang yang baik dan menyenangkan. Hanya saja untuk Cladia, dia memiliki trauma terhadap laki-laki sejak melihat sahabatnya diperkosa dan dibunuh di depan matanya, bahkan saat itu diapun hampir menjadi korban, karena itu sampai saat ini dia masih tidak bisa berhubungan pria asing bahkan hanya untuk sekedar berjabat tangan, mungkin satu-satunya pria yang bisa diterima oleh Cladia hanya Ornado," Dave mendengarkan apa yang dikatakan oleh Laurel dengan dahi sedikit mengernyit karena merasa simpati.
"Aku percaya, kamu juga wanita yang begitu baik, pasti kamu juga memiliki teman-teman yang baik juga," Dave berkata sambil menciumi lengan tangan Laurel dengan lembut.
Mendengar perkataan Dave, Laurel tersenyum, dipandanginya wajah Dave yang masih sibuk menciumi lengannya bertubi-tubi.
"Tetapi apa tidak canggung? Aku belum mengenal mereka," Tangan Laurel yang masih melingkar di leher Dave bergerak melepaskan pelukannya, dan beralih ke arah leher Dave, mengelus leher Dave lembut.
"Jangan khawatir, mereka berdua pasti akan menyambut kedatangan kita. Aku tahu, Cladia juga pasti ingin bertemu denganku. Aku juga ingin memperkenalkanmu sebagai suamiku kepada mereka berdua. Aku yakin kamu akan bisa mengobrol dengan Ornado seperti dengan dokter Leo. Kalau aku tidak salah ingat, bahkan Ornado memiliki hobi yang sama denganmu dalam bidang olahraga taekwondo," Mendengar kata-kata taekwondo membuat Dave sedikit membulatkan matanya. Sejak kecil Dave begitu menyukai taekwondo, bahkan sejak di SMA dia sudah menyandang sabuk hitam.
"O ya? Sejak pulang dari Amerika semua teman-temanku dulu yang belajar taekwondo bersama-sama denganku sudah menghilang semua. Sebagian sudah pindah dari kota ini, atau tidak lagi meneruskan hobinya terhadap taekwondo. Beberapa waktu ini terpaksa aku berlatih sendiri di gymku," Dave berkata sambil menyungingkan senyum di wajahnya, mengingat masa-masa dimana dia dan teman-temannya begitu giat berlatih bersama di dojang taekwondo (tempat untuk berlatih taekwondo).
"Sepertinya setelah ini kamu akan dapat lawan tanding yang seimbang," Laurel berkata sambil bangkit dari pangkuan Dave, namun dengan cepat tangan Dave menyambar pergelangan tangan Laurel yang lansung membalikkan tubuhnya.
__ADS_1
"Mau kemana?" Laurel langsung tersenyum dengan wajah sedikit memerah mendengar pertanyaan Dave.
"Lapar...," Laurel berkata sambil mengelus perutnya lembut, membuat Dave tertawa.
"Bukannya tadi kamu sudah makan?" Laurel hanya bisa menggigit bibirnya bwagian bawah mendengar pertanyaan Dave.
"Tidak tahu, tiba-tiba saja aku ingin sekali makan kue red velvet (Bolu red velvet atau kue red velvet biasanya adalah bolu lapis coklat berwarna merah, coklat kemerahan, atau kemerahan, yang dilapisi dengan keju krim putih. Resep-resep tradisional tak memakai pewarna makanan, dengan warna merah didapatkan dari bubuk coklat yang mengandung antosianin) yang dibawa oleh Mama Rosalia tadi sore ke sini," Begitu mendengar perkataan Laurel, Dave menarik pergelangan tangan Laurel agar Laurel mendekat ke arahnya.
Setelah Laurel berdiri di hadapan Dave, Dave langsung mencium lembut perut Laurel. Setelah itu Dave memandangi perut Laurel dengan tatapan mesra seolah-olah dia bisa melihat sosok bayinya yang masih berada di dalam rahim Laurel.
"Apa kamu lapar baby? Sepertinya mamamu sudah mulai ngidam," Dave berkata sambil memandang ke arah Laurel. Dia ingat betul bagaimana tadi siang dia mendengar Laurel begitu sibuk mencari info tentang roti red velvet yang enak, sedangkan setahu dia selama ini Laurel tidak begitu suka dengan kue red velvet, justru cheesecake adalah kue yang paling disukai Laurel.
(Cheesecake (bahasa Indonesia: "kue keju") adalah kue yang biasanya dimakan sebagai hidangan penutup, dibuat dengan mencampurkan keju yang bertekstur lembut, telur, susu, dan gula. Keju yang umumnya digunakan untuk membuat cheesecake adalah keju krim. bagian dasar dari cheesecake dapat diisi dengan biskuit, kacang yang dihancurkan ataupun bahan lain yang berstektur rapuh. Walaupun disebut cake atau bolu, cheesecake bukan merupakan sejenis kue bolu, melainkan dapat dikategorikan sebagai pai atau custard yaitu campuran telur dan susu yang dipanggang atau dimasak dengan air panas dan menjadi kental akibat proses koagulasi protein telur. Cheesecake dapat dipanggang ataupun tidak. Cheesecake menggunakan telur umumnya dipanggang untuk mematangkan telur, sedangkan gelatin digunakan untuk cheesecake yang tidak dipanggang. Baik dipanggang ataupuntidak cheesecake harus disipman di lemari es terebih dahulu sebelum disajikan).
Siang tadi ketika Laurel sibuk mencari kue red velvet kebetulan Mama Rosalia sedang berkunjung di rumah mereka sehingga sempat mendengar ketika Laurel menelpon mamanya untuk menanyakan dimana dia bisa mendapat kue red velvet yang enak. Dan tanpa menunggu lama ternyata sore harinya Mama Rosalia sudah mengirimkan roti red velvet ke rumah mereka.
"Aku hanya lapar, tidak ngidam," Dave bangkit berdiri dari duduknya mendengar sanggahan dari Laurel.
"Lalu? Biar aku ambilkan cheesecake kesukaanmu yang tadi pagi aku belikan untukmu," Mendengar Dave menyebutkan cheesecake Laurel langsung menggelengkan kepalanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang tiba-tiba terasa mual begitu Dave menyebutkan tentang cheesecake, membuat Dave hanya bisa tertawa pelan sambil mengacak pelan rambut Laurel.
"Tunggu di sini, aku ambilkan red velvetmu," Dave melepaskan tangan Laurel dan berjalan menuju kulkas besar yang ada di dapur.
"Ada yang bisa dibantu Tuan Dave?" Seorang pelayan langsung mendekati Dave begitu melihat Dave membuka pintu kulkas di dapur.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya mau mengambil kue untuk Non Laurel. Biar aku sendiri yang mengambilkannya untuk Nona," Pelayan itu segera mengangguk dan menjauh kembali sambil tersenyum.
Sudah 5 tahun ini pelayan itu bekerja di rumah besar, dan sejak beberapa waktu ini dia dipindahkan ke rumah dimana Dave dan Laurel tinggal begitu Dave pindah ke rumah ini. Pelayan berumur 40 an itu begitu senang tinggal bersama dengan kedua majikannya yang selain baik juga terlihat begitu saling mencintai, sehingga membawa aura damai di rumah itu, apalagi sejak kehamilannya, sepertinya Laurel semakin bersikap manja kepada Dave, membuat para pelayan terkadang harus menahan senyum atau tawa geli mereka melihat bagaimana mesranya hubungan kedua majikannya selama di rumah.