CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
SESEORANG BERUSAHA MENARIK PERHATIANMU


__ADS_3

“Sebelum aku kembali ke Irlandia, ada beberapa hal yang mau aku bicarakan dengan Kak Dave, sekaligus ada beberapa dokumen penting yang harus ditandatangani Kak Dave untuk aku bawa kembali ke kantor di Irlandia,” Dave melirik ke arah Laurel sekilas sebelum menjawab pertanyaan Bryan.


“Aku  akan menunggumu, selesaikan saja dulu pekerjaanmu bersama Bryan,” Laurel berkata dengan suara pelan.


“Ok, setelah selesai dengan sarapan kita, ayo kita ke ruang kerja,” Bryan mengangguk mendengar jawaban dari Dave.


Untuk beberapa saat masing-masing dari mereka menikmati makan pagi mereka, sesekali Meria melirik ke arah Laurel yang tampak beberapa kali membantu Dave mengambilkan lauk di piring saji, memindahkannya ke piring Dave, bahkan Laurel sempat menyuapkan sesendok tumis sayur buncis yang selama ini Meria tahu sedari kecil, Dave begitu membenci rasa dari sayur itu. Dan, selama ini, siapapun yang mencoba merayu Dave untuk memakan sayur itu tidak ada yang  pernah berhasil membuat Dave memakan itu.


Aku tidak yakin orang sebaik Kak Dave akan bersikap tidak perduli padaku. Walaupun Kak Dave belum mencintaiku, setidaknya dia perduli padaku sebagai adik, dan paling tidak saat ini aku bisa memakai hal itu untuk membuat Kak Dave mengarahkan hatinya padaku, memberikan sedikit perhatian padaku, Meria berkata dalam hati sebelum akhirnya meletakkan sendok dan garpu yang ada di tangannya dan mulai melakukan aksinya.


“Aduh…,” Sebuah suara mengaduh yang terdengar sedikit keras membuat semua orang mengarahkan pandangannnya ke sumber suara, termasuk Dave dan Laurel.


“Kenapa denganmu Meria?” Mama Rosalia langsung bangkit dari duduknya, berjalan mendekat ke arah Meria, untuk kemudian menyentuh pundak Meria dengan lembut lembut sambil melihat Meria yang barusan berteriak aduh sambil memegang perutnya.


“Perut Meria tiba-tiba sakit sekali Tante,” Meria berkata dengan suara terdengar pelan dan memelas, membuat wajah Mama Rosalia sedikit panik.


Dave dan Laurel yang awalnya masih duduk dan baru saja menyelesaikan makannya, langsung bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Meria.


“Kenapa denganmu?” Dave bertanya dengan matanya terarah ke tangan Meria yang memegang perutnya.


“Tidak tahu Kak Dave, perutku sakit sekali. Sudah beberapa lama ini aku mengalami sakit perut seperti ini. Mungkin Kak Dave bisa memeriksaku dan menyarankan obat yang cocok untukku,” Mendengar keluhan Meria, Dave sedikit menjauhkan tubuhnya dari Meria dan mendorong tubuh Laurel agar mendekat ke arah Meria.


“Tenang saja, sekarang ada dokter spesialis penyakit dalam di keluarga kami. Evelyn, ajak Meria ke kamarmu, biar kakakmu Laurel yang memeriksa Meria,” Meria sedikit terbeliak mendengar apa yang dikatakan Dave, tapi buru-buru dia menundukkan wajahnya agar orang lain tidak melihat betapa dia kecewa melihat Dave yang justru membuat Laurel yang memeriksa kondisinya.

__ADS_1


Sial, aku benar-benar lupa bahwa Kak Laurel juga seorang dokter, Meria berkata sambil mendesis dalam hati, merasa jengkel dengan kegagalan usahanya untuk mendapatkan perhatian dari Dave, dan justru membiarkan wanita yang sudah dianggapnya sebagai orang yang sudah merebut Dave darinya yang memeriksa kondisinya.


“Ayo Mer, kita ke kamarku dulu, biar Kak Laurel bisa memeriksa kondisimu,” Tanpa menunggu jawaban dari Meria, Evelyn dengan cepat menarik lengan Meria agar bangun dari duduknya dan mengajaknya berjalan ke arah kamarnya, diikuti dengan Laurel yang berjalan di belakang mereka berdua.


“Bryan, aku sudah selesai makanku, aku akan ke ruang kerja duluan, kalau kamu sudah selesai cepat susul aku kesana,”


“Aku sudah selesai Kak. Ayo ke ruang kerja,” Bryan langsung menjawab perkataan Dave dan segera bangkit dari duduknya.


“Pa, ma, kamu selesaikan dulu urusan kami ya,” Setelah Bryan melihat anggukan kepala dari papa dan mamanya, dia segera berjalan menyusul Dave yang sudah lebih dahulu berjalan ke arah ruang kerja mereka yang ada di salah satu sudut bangunan rumah besar.


# # # # # # #


“Kak, masalah paman tidak bisa dianggap sepele. Kapan kita akan memberitahukan kepada papa masalah ini?” Dave menarik nafas panjang mendengar perkataan Bryan setelah dia selesai menandatangani semua dokumen penting yang dibawa Bryan.


“Temukan dahulu siapa saja orang yang sudah bekerja sama dengan paman. Aku merasa orang itu bukan hanya berasal dari dalam perusahaan kita, namun mereka pasti memiliki hubungan dengan orang-orang di perusahaan kita. Mulai dari kumpulkan daftar nama semua orang yang sudah bekerja bersama dengan perusahaan kita 7 tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, ketika paman masih bergabung dengan perusahaan dan cek latar belakang mereka semua, termasuk keluarga dan rekan-rekan mereka. Sepertinya paman benar-benar ingin bermain api seperti 7 tahun lalu. Kali ini aku tidak akan membiarkan dia mempunyai kesempatan bahkan hanya untuk memegang korek untuk bisa menyalakan apinya,” Bryan menganggukkan kepalanya mendengar perintah dari Dave.


Bryan langsung menghentikan bicaranya begitu Dave memegang lengannya, memberi tanda untuk diam karena mendengar pintu ruang kerja tempat mereka berbicara dibuka oleh seseorang.


“Kak Dave…,” Dave dan Bryan langsung mengalihkan pandangan mata mereka menuju ke arah pintu ruangan itu. Evelyn dan Laurel tampak berdiri di ambang pintu dan langsung berjalan masuk ke arah Dave dan Bryan.


“Apa urusanmu sudah selesai?” Laurel berkata sambil berjalan mendekat ke arah Dave yang langsung dengan cepat meraih pergelangan tangannya, menarik tubuh Laurel agar berdiri di sampingnya dan melingkarkan lengan kanannya ke bahu Laurel, yang hanya bisa terperanjat kaget dengan pipi sedikit memerah, apalagi melihat bagaimana Bryan menggigit bibirnya bagian bawah dengan senyum tipisnya karena melihat tindakan Dave yang dikenalnya tidak pernah dekat dengan seorang gadis dan bertindak mesra kepada seorang perempuan manapun.


Walaupun selama ini Bryan tahu bahwa Dave merupakan sosok laki-laki yang baik hati dan tidak suka berbuat yang aneh-aneh. Sosok Dave sebagai anak tertua di keluarga Shaw memang seringkali menunjukkan sikap sayang dan begitu perdulinya terhadap adik-adik kandung dan adik-adik sepupunya, tapi melihat Dave memperlakukan seorang wanita dengan lembut dan mesra…, baru kali ini Bryan melihatnya.

__ADS_1


Hanya Kak Laurel yang bisa mengubah sikap dingin Kak Dave terhadap perempuan. Kak Laurel benar-benar hebat, bisa menjadi penakluk hati Kak Dave. Semoga kalian berdua selalu hidup bahagia dan rukun, Bryan berkata dalam hati, sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, mengamati sekaligus ikut tersenyum bahagia melihat bagaimana hubungan Dave dan Laurel yang tampak seperti pasangan yang sudah menikah lainnya setelah 7 tahun berlalu tanpa ada perkembangan yang jelas. Dan satu hal lagi yang membuat Bryan begitu senang, setelah kehadiran Laurel di sisinya, Dave lebih perduli dengan apa yang terjadi di Shaw Corporation.


Bryan yakin jika Dave memberikan lebih banyak perhatiannya kepada Shaw Corporation, dengan kemampuan Dave, dengan cepat Shaw Corporation akan semakin berkembang besar, walaupun Bryan percaya untuk membuat Dave seratus persen meninggalkan Rumah Sakit Anugrah Indonesia dan berkonsentrasi ke Shaw Corporation adalah hal yang mustahil, apalagi ada Laurel yang sekarang bekerja di sana, bisa dipastikan Dave akan semakin melindungi rumah sakitnya.


“Bagaimana kondisi Meria?” Dave bertanya ke arah Laurel sambil melirik ke arah wajah istrinya yang langsung mengernyitkan dahinya.


“Ada kemungkinan dari apa yang dia keluhkan tadi, mungkin dia mengalami penyakit asam lambung, tapi sebenarnya aku sudah cek, lambungnya baik-baik saja, tidak ada tanda-tanda asam lambungnya naik atau kembung, bahkan tidak ada tanda-tanda mual atau diare. Justru akhirnya dia berubah mengeluhkan kepalanya terasa begitu nyeri. Sementara aku memberikannya obal analgesik (Obat pereda nyeri), tapi aku sudah peringatkan kalau memang benar-benar terasa sakit baru dia boleh meminumnya, agar tidak menimbulkan ketergantungan ke depannya, yang efek sampingnya bisa merugikan dirinya sendiri,” Dave mengernyitkan dahinya mendengar penjelasan dari Laurel.


(Hampir setiap obat memiliki efek samping yang mungkin saja bisa terjadi. Dampak yang cukup sering muncul pada penggunaan obat-obatan analgesik adalah luka pada lambung, ganggunan fungsi ginjal, reaksi alergi dan komplikasi kardiovaskular. Selain itu, efek samping analgesik dengan dosis tinggi, ternyata memiliki sifar ototoksik atau mampu menimbulkan gangguan pendengaran).


“Apa jangan-jangan penyakit di kepalanya kambuh?”


“Tidak mungkin Kak Dave!” Evelyn langsung menjawab pertanyaan Dave dengan cepat, sedang Laurel menoleh ke arah Dave dengan wajah bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada Meria.


“2 tahun lalu Meria menderita tumor otak. Sebenarnya dia sudah menjalani operasi di Singapura. Aku khawatir penyakit itu kembali muncul,” Wajah Dave terlihat tegang, menunjukkan rasa khawatir ketika menceritakan tentang kondisi Meria kepada Laurel 2 tahun lalu.


“Kak Dave tidak perlu khawatir, Meria pasti baik-baik saja, mungkin hanya salah makan atau terlambat makan saja,” Evelyn kembali menenangkan Dave agar tidak terlalu mengkhawatirkan Meria.


“Dimana Meria sekarang?” Evelyn sedikit menahan nafasnya mendengar pertanyaan Dave.


“Sedang beristirahat di kamarku. Kak Dave tidak perlu khawatir, kalau kondisinya belum membaik, besok pagi aku akan mengajaknya ke rumah sakit,” Dave tersenyum sambil mengacak lembut rambut Evelyn.


“Kamu memang adikku yang cantik, baik hati dan selalu bisa diandalkan,” Evelyn meringis mendengar pujian dari Dave.

__ADS_1


Aku hanya ingin melindungi Kak Dave dan Kak Laurel, jangan sampai keberadaan Meria merusak hubungan kalian. Lagipula, aku benar-benar tidak yakin kalau Meria benar-benar sakit atau itu hanya akal liciknya untuk bisa menarik perhatian dari Kak Dave dan menjauhkan Kak Dave dari Kak Laurel, Evelyn berbisik dalam hati sambil memandang ke arah Dave dan Laurel, sungguh berharap hubungan mereka akan baik-baik saja ke depannya walaupun ada orang-orang semacam Meria yang berusaha mengganggu hubungan mereka.


NOTE: Untuk para pembaca setia, untuk hari ini Author up 2 episode, tapi untuk 3 sampai 4 hari ke depan episode selanjutnya baru akan up, mohon pengertiannya. Terimakasih untuk yang selalu setia menunggu up novel ini, yang bikin Author tambah semangat dengan komen-komennya yang seringkali bikin Author ikut baper dan dapat ide-ide baru.~~~~. HAPPY READING, I LOVE U ALL.


__ADS_2