
Sesaat sebelum pesawat benar-benar mendarat, Dave baru melepaskan tangan kanan Laurel yang berada dalam genggamannya, dan dengan wajah tenang tanpa merasa bersalah, Dave menepuk lembut punggung tangan kanan Laurel sebelum benar-benar melepaskannya, membuat Laurel langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain, mencegah Dave melihat dia yang gugup.
“Para penumpang yang terhormat, kita telah sampai pada kota tujuan kita. Mohon periksa kembali sekitar kursi Anda untuk memastikan tidak ada barang bawaan Anda yang tertinggal dalam pesawat. Atas nama YYY Airlines dan seluruh kru, kami mengucapkan terimakasih kepada Anda atas ikut sertanya dalam perjalanan ini. Kami berharap bisa berjumpa dengan Anda lagi dalam penerbangan pada kesempatan yang akan datang. Selamat jalan, semoga perjalanan Anda menyenangkan,” Setelah salah satu kru pesawat mengucapkan salam perpisahan kepada para penumpang, Dave menepuk bahu Laurel lembut untuk mengajaknya turun dari pesawat.
“Ayo,” Dave bangkit berdiri diikuti oleh Laurel dan Lusiana yang awalnya duduk di belakang kursi mereka berdua.
Begitu mereka bertiga sampai di ruang tunggu para penjemput, dua orang pria dengan berpakaian rapi tiba-tiba mendekat ke arah mereka bertiga.
“Selamat siang Tuan Shaw,” Begitu kedua orang itu sampai di hadapan Dave, mereka langung menyapa dan mengangguk hormat kepada Dave, dan dengan sigap meraih koper yang dipegang oleh Dave, Laurel dan Lusiana.
“Silahkan Tuan,” Lusiana dan Laurel hanya bisa saling berpandangan sambil mengikuti langkah-langkah Dave diiringi kedua laki-laki tadi.
Lusiana dan Laurel memilih untuk diam dan mengikuti Dave, karena baru pertama kali ini mereka diperlakukan seistimewa itu saat melakukan perjalanan, dan pastinya itu karena mereka pergi bersama Dave, yang merupakan pimpinan dari rumah sakit swasta terbesar di negara ini dan memiliki cabang di berbagai kota besar, termasuk di kota yang sedang mereka kunjungi saat ini, selain itu dia sebagai BOD dari Shaw corporation yang juga memiliki cabang di kota ini, pasti kedatangannya di kota ini akan disambut dengan baik oleh para petinggi perusahaannya, walaupun sebenarnya kali ini kunjungannya kesini untuk urusan yang berbeda, sebagai pembicara di acara Medical Leadership.
“Silahkan Tuan,” Sebuah mobil sudah siap begitu mereka keluar dari bangunan bandara, kedua pria itu segera membukakan pintu sebuah mobil sedan bewarna hitam.
Dave segera meraih tangan Laurel, memberikan perintah lewat tatapan matanya agar duduk di bangku belakang bersamanya, sedang Lusiana duduk di depan, di samping kursi sopir dan kedua pria yang masih membawa tas mereka segera berjalan ke belakang, menuju sebuah mobil lagi yang berhenti di belakang mobil yang Dave tumpangi.
# # # # # # #
“Akhirnya…,” Laurel menghempaskan tubuhnya ke atas kasur kamar hotel yang ditempatinya bersama Lusiana, membuat Lusiana terkikik melihat wajah lega Laurel.
“Kenapa? Sepertinya kamu baru saja mengalami hal buruk? Apa yang terjadi?” Laurel menarik nafas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Lusiana.
“Bos membuatku tidak bisa bergerak dan bernafas dengan bebas,” Lusiana langsung tertawa mendengar keluhan dari Laurel.
__ADS_1
“Memang apa yang bos lakukan padamu? Aku lihat bos tenang-tenang saja, tidak melakukan sesuatu yang terlihat bisa menyiksamu. Kamu terlalu menyiksa dirimu sendiri,”
“Apa maksudmu?” Laurel langsung bertanya sambil mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Lusiana.
“Ayolah, jangan siksa dirimu sendiri, nikmati saja hubunganmu dengan bos sekarang, kamu sudah lihat berapa banyak yang sudah bos lakukan untukmu, bagaimana seorang laki-laki setampan dan sekaya bos menunggumu selama 7 tahun, lagipula kamu bilang sudah memaafkan kebohongannya, kenapa kamu tidak mencoba menjalani kehidupanmu dengan bos seperti seharusnya?” Laurel menarik nafas panjang mendengar perkataan Lusiana.
“Aku mau pelan-pelan saja, tidak mau terburu-buru, supaya tidak ada penyesalan di belakang nanti,” Lusiana menaikkan kedua alisnya mendengar perkataan Laurel.
“Asal kamu jangan menghindar terus, biarkan semua mengalir, supaya kamu juga bisa semakin memantapkan hatimu kepada bos. Lagipula, tidak mungkin kan sekarang kamu berpikir tentang perceraian dengan bos?” Laurel tersentak kaget mendengar pertanyaan Lusiana yang terlalu terus terang.
Beberapa waktu lalu ketika dia sedang dalam kondisi sangat marah memang sempat terbersit untuk mengajukan cerai kepada Dave, tapi sekarang? Entahlah, sudah beberapa lama ini dia tidak pernah memikirkan bahkan mengingat tentang keinginannya untuk bercerai dari Dave, walaupun saat ini dia juga belum siap untuk memutuskan tinggal bersama Dave layaknya suami istri.
“Ah, sudahlah, nikmati saja perjalanan asmara kalian, semoga semua berakhir dengan happy ending, doaku yang terbaik untuk kalian berdua,” Lusiana yang mengambil posisi duduk di sebelah Laurel yang masih merebahkan tubuhnya di atas kasur tersenyum sambil mengelus lembut lengan Laurel.
# # # # # # #
“Ayo kalian berdua cepat turun, kita makan malam di restoran hotel ini,” Dave langsung mengajak Laurel untuk makan malam bersama.
“Dave, boleh tidak malam ini kami makan di kamar saja, hari ini aku benar-benar lelah,” Laurel berusaha menolak dengan halus ajakan Dave, karena sebenarnya hari ini dia sedang datang bulan hari kedua, membuat energinya sedikit terkuras, karena kesibukan di rumah sakit sedari pagi tadi, dan juga perjalanan jauh yang tiba-tiba harus dilaluinya sepanjang sore ini.
“Kenapa? Apa kamu sedang sakit?” Laurel sedikit menggigit bibir bawahnya, bingung untuk menjelaskan kondisinya kepada Dave karena malu jika dia harus mengatakan dengan jujur kepada Dave bahwa dia sedang datang bulan, diliriknya Lusiana yang duduk di atas tempat tidur sambil sibuk mengirimkan pesan di handphonenya.
“Tidak juga, hanya saja kondisiku sedang kurang fit,” Dave sedikit menarik nafasnya mendengar apa yang dikatakan Laurel.
“Ok, istirahatlah dengan baik malam ini, biar aku yang memesan makanan untuk kalian, tunggu saja, aku akan minta room service (Room service merupakan pelayanan makanan dan minuman di dalam kamar hotel atau tempat akomodasi lain seperti motel atau apartemen. Dalam fungsi ini juga termasuk mengambil pesanan (taking order), menyiapkan, menyajikan di kamar, dan mengambil kembali peralatan yang telah digunakan dari kamar) mengantarkannya untuk kalian,”
__ADS_1
“Terimakasih Dave,” Laurel mengucapkan terimakasihnya sambil tersenyum karena melihat Dave begitu menghargai permintaannya, walaupun Dave tidak bisa melihat senyum di wajahnya.
“It’s ok, semoga besok pagi tubuhmu sudah kembali fit, tidurlah lebih awal malam ini. Aku tahu ada Lusiana disana, tapi jangan menghabiskan malammu dengan bergosip bersama Lusiana,” Laurel tertawa kecil mendengar perkataan dari Dave tentang dirinya dan Lusiana, yang memang selama ini sudah diamati oleh Dave bahwa di lingkungan rumah sakit, Lusiana merupakan teman terdekat Laurel, karena alasan itu juga yang membuat Dave memutuskan Lusiana yang dia pilih untuk menemani Laurel untuk mengikuti Medical Leadership.
Tidak lebih dari 30 menit kemudian sebuah ketukan dari arah pintu kamar Laurel dan Lusiana terdengar. Dengan bergegas Lusiana berjalan ke arah pintu dan membukanya.
Dua orang room service segera mengangguk hormat dan mendorong masing-masing sebuah troli makanan (Troli Makanan adalah suatu alat bantu memindahkan makanan dan minuman atau barang dari satu area ke area yang lain. Salah satu jenis Trolley adalah Food Trolley merupakan trolley yang biasanya digunakan restoran, rumah makan, hotel, catering, kantor, rumah sakit dan lainnya).
Begitu troli makanan sudah sampai di dalam kamar, kedua orang itu segera menata makanan-makanan itu di atas meja yang ada di dekat jendela kamar hotel dan membuka tudung sajinya.
“Silahkan Anda menikmati makan malam dari restoran kami, jika sudah selesai, Anda bisa menghubungi customer service kami di nomer 101, kami akan segera membereskannya,” Setelah menyampakain pesannya, kedua room service itu segera keluar meninggalkan kamar Lusiana dan Laurel yang hanya bisa melongo melihat banyaknya makanan yang tersaji di depan mereka, bukan hanya banyak, tapi juga makanan mewah, mulai dari lobster, daging, bebek, dan berbagai macam sayur.
“Laurel? Bos sadar tidak kalau kita ini cuma berdua dan sama-sama perempuan, mana sanggup menghabiskan semua makanan ini?” Laurel hanya bisa mengangkat bahunya mendengar pertanyaan Lusiana, diamatinya makanan yang tersaji di depan mereka, dan matanya terpaku pada sebuah botol berisi minuman bewarna kuning.
“Apa ini?” Laurel langsung meraih botol berisi minuman bewarna kuning itu dan begitu membaca label yang tertulis di kemasan, dia langsung memandang ke Lusiana.
“Darimana bos tahu aku sedang datang bulan?” Lusiana langsung tersenyum dengan sedikit salah tingkah mendengar pertanyaan Laurel yang sedang memegang botol berisi minuman kunyit asam, yang biasa diminumnya saat datang bulan untuk mengurangi nyeri di perutnya.
“Maaf, tadi aku lupa memberitahumu, tadi bos sempat mengirim pesan padaku menanyakan apa yang membuatmu kurang fit hari ini,” Laurel hanya bisa menarik nafas panjang mendengar penjelasan Lusiana.
Ah, dasar Lusiana, apa sekarang kamu tergabung sebagai anggota mata-mata Dave juga seperti yang lain? Laurel berkata dalam hati dengan sedikit menggerutu, tapi mau tidak mau dia bersyukur Dave menyuruh orang mengirimnya minuman itu, karena saat ini minuman itu benar-benar dia butuhkan untuk membuatnya lebih fit.
__ADS_1