CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
HARI PERTANDINGAN


__ADS_3

"Maaf untuk kata-kataku kemarin malam yang mungkin telah menyakitimu, aku benar-benar tidak berniat untuk menyakitimu," Dave menarik nafas panjang, tangannya meraih tangan Laurel, memaksanya menerima obat dan gelas berisi air mineral dari tangannya. Dan seperti kerbau dicucuk hidungnya, setelah mendengar permintaan maaf dari Dave, Laurel langsung menerima obat bersama gelas berisi air dan langsung meminumnya.


“Tolong lebih perhatikan masalah asam lambungmu, kalau kamu sakit orang akan berpikir rumah sakit ini terlalu memaksa karyawannya untuk bekerja diluar batas,” Laurel meletakkan gelas yang sudah kosong ke atas meja di depannya, sedikit menarik nafas panjang. Kejadian beberapa menit lalu sempat membuatnya berpikir bahwa Dave begitu memperdulikannya, mengingat kembali bagaimana Dave menariknya ke tempat ini, memberinya obat, apalagi mendengar kata maaf dari bibir Dave, tapi ternyata Dave melakukan itu hanya karena tidak ingin kondisi kesehatannya membawa dampak buruk bagi nama baik rumah sakitnya.


Laurel mengalihkan pandangannya dari gelas yang di atas meja ke wajah Dave, dipaksanya bibirnya yang masih terlihat pucat untuk tersenyum manis di depan Dave.


“Maaf bos, tapi bos tenang saja, masalah lambung saya sudah ada sejak saya kuliah di Amerika, tidak ada hubungannya dengan perkerjaan saya di rumah sakit ini. Kalau ada yang mempertanyakan itu, bos jangan khawatir, saya pasti akan menjelaskannya, tidak mungkin saya membawa-bawa nama rumah sakit ini,” Dave menatap wajah Laurel dalam-dalam, lalu tanpa berkata apapun bangkit berdiri dari duduknya.


“Istirahatlah disini sampai kondisimu membaik, aku akan kembali bekerja,” Laurel langsung ikut bangkit berdiri setelah mendengar kata-kata Dave.


“Tidak bos, lebih baik saya di kantor saya sendiri, saya tidak mau orang salah paham dengan hubungan kita, saya  cukup tahu diri untuk tidak menjadi sumber keributan di rumah sakit ini seperti yang bos katakan kemarin malam,” Wajah Dave menegang, gerahamnya terkatup rapat mendengar perkataan Laurel yang seolah menampar wajahnya, mengingatkannya akan kata-kata sinis yang dia ucapkan kemarin malam, yang akhirnya membuat Laurel menangis, dan Dave yakin kambuhnya penyakit asam lambung Laurel salah satu penyebabnya adalah karena memikirkan tentang perkataannya kemarin malam.


(Kebanyakan orang mengira bahwa penyakit asam labung hanya disebabkan oleh makanan atau minuman yang kurang tepat, seperti makanan pedas, berminyak, minumam berkarbonasi, mengandung kafein dan lain-lain. Ketika seseorang emngalami stress atau rasa cemas, mereka juga sering merasakan efeknya pada perut mereka. Mendengar berita buruk, khawatir dengan keuangan atau orang yang dicintai atau masalah pikiran yang lainnya dapat menyebabkan produksi asam meningkat karena stress berdampak pada beberapa aspek sistem pencernaan. Stress tidak hanya meningkatkan tekanan darah seseorang, tetapi juga menyebabkan otot lambung berkontraksi. Hal ini dapat mendorong isi perut atau asam lambung menuju LES (lower esophageal sphinchter\=lingakran otot pada bagian bawah dari esophagus yang berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman yang berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung), hingga menimbulkan gejala asam lambung).


Kamu tahu, aku mengatakan semua itu karena aku begitu takut aku akan kehilangan kamu lagi. Aku begitu takut kamu akan berpaling kepada laki-laki lain. Dave manahan nafasnya, mencoba untuk menahan diri agar tidak membalas perkataan Laurel barusan.

__ADS_1


“Maaf bos, lebih baik saya pamit dulu sekarang, daripada nanti ada yang melihat kita disini dan salah paham. Terima kasih untuk obatnya hari ini,” Tanpa menunggu respon dari Dave, Laurel langsung berjalan menuju pintu keluar ruangan kaca tersebut, yang mau tidak mau akhirnya Dave mengikuti dibelakangnya.


Sesampainya di ruang kerja Dave, Laurel melirik sekilas ke arah meja di dekat sofa yang ada di ruang kerja Dave, tampak beberapa tempat saji makanan yang terbuat dari kaca tertutup dan tersusun rapi dan di dalamnya terisi masakan yang sepertinya belum disentuh sama sekali. Kondisi itu membuat Laurel sedikit melirik ke arah Dave.


Apa tadi bos sengaja menyuruhku ke kantornya tepat pada jam istirahat untuk mengajakku makan siang bersama? Laurel berbisik dalam hati, tapi buru-buru digelengkannya kepalanya kuat-kuat, karena merasa khayalannya terlalu tinggi tentang hal itu.


# # # # # # #


Hari ini merupakan hari pertandingan olahraga untuk merayakan ulang tahun IDI. Laurel berdiri di samping lapangan mengamati teman-teman satu timnya yang sudah bersiap dengan formasinya. Walaupun Laurel sudah mengenakan seragam tim voli, tapi dia terpaksa menjadi pemain cadangan karena beberapa hari ini dia masih dalam proses pemulihan akibat asam lambungnya. Sebenarnya Laurel ngotot meminta kepada Leo untuk bisa tetap berpartisipasi sebagai tim inti, tapi dengan alasan Leo sebagai ketua panitia tidak mau mengambil resiko kalau ada apa-apa dengan kesehatan Laurel, akhirnya Laurel harus cukup puas dengan posisi sebagai pemain cadangan.


Melihat seluruh anggota tim inti voli sudah mengatur formasinya di lapangan, Laurel sedikit menjauh, berjalan mendekati lokasi bakti sosial, berharap ada yang bisa dia bantu disana daripada menjadi seorang pengangguran.


Leo mengangkat wajahnya lagi melihat Laurel yang sibuk membantunya, diamatinya wajah Laurel. Tidak heran banyak pria yang berusaha menarik perhatian Laurel, gadis yang sekarang berdiri di depannya terlihat cantik dengan kulit putihnya dengan pakaian apapun yang dia kenakan, dengan rambut lurusnya yang tebal dan terlihat hitam berkilau, bulu mata yang lentik, alis yang melengkung sempurna, mata lebar yang dengan tatapannya menunjukkan bahwa dia seorang gadis yang cerdas, bibir kecil dan tipisnya yang terlihat menggemaskan,  ditambah lagi lesung pipit yang selalu muncul setiap kali dia tersenyum atau tertawa, juga suaranya yang walaupun lembut tapi seringkali terdengar nada ceria saat dia berkata-kata. Sebagai laki-laki normal apa yang ada pada Laurel kadang cukup mengusiknya.


Leo menarik nafas panjang, andai saja dia tidak tahu bahwa Laurel adalah milik sahabat sekaligus pimpinannya, kemungkinan besar dia pun tidak akan keberatan menjadi salah satu laki-laki yang mengantri untuk mendapatkan hatinya.

__ADS_1


“Dokter Leo harusnya melihat kalau kondisi saya sekarang baik-baik saja. Sebenarnya hari ini saya sudah menyiapkan diri untuk ikut bertanding,” Leo tertawa mendengar perkataan Laurel yang terlihat benar-benar kecewa karena tidak bisa ikut bertanding. Dia tidak mungkin memberitahu kepada Laurel bahwa yang sebenarnya ngotot untuk melarang Laurel bertanding adalah Dave.


“Tenang saja, kalah menang kita sudah berusaha, walaupun sepertinya memang dokter Laurel dan bos merupakan pasangan yang hebat di lapangan voli. Andai saja kalian bisa melanjutkan kekompakan kalian di luar lapangan voli juga,” Laurel tersenyum mendengar kata-kata Leo.


“Saya bukan seorang gadis pemimpi dok, mana pantas saya dibandingkan dengan bos,” Leo tersenyum mendengar penolakan dari Laurel.


“Tali jodoh, tidak ada yang pernah tahu dengan siapa sisi lain dari ujung tali kita terikat, bahkan kadang tali yang seolah-olah terlihat sudah terputus bisa jadi tali itu masih terikat dengan kuat,” Laurel kembali tersenyum mendengar perkataan Leo yang terdengar puitis.


“Dokter Leo kata-katanya puitis sekali, saya yakin banyak gadis yang akan terpikat jika sering-sering mendengar kata-kata dokter,” Tawa Leo langsung meledak mendengar pujian dari Laurel.


“Apa kamu juga masuk dalam golongan gadis-gadis itu? Sayangnya sainganku terlalu berat jika aku menjadikanmu gadis yang aku incar,” Laurel ikut tertawa geli mendengar kata-kata Leo, walaupun dia sebenarnya tidak tahu pasti siapa yang dianggap saingan berat oleh Leo, apakah itu Feri? Arnold? Atau Roy? Laurel meringis dalam hati, tidak satupun dari ketiga dokter tampan itu pernah membuat dadanya berdebar-debar, justru yang pernah membuatnya begitu berdebar-debar sejak pertama kali bertemu adalah..., Laurel buru-buru menggelengkan kepalanya untuk membuat pikirannya tersadar kembali. Melihat gerakan Laurel itu, Leo hanya bisa tersenyum simpul.


“Eh, dokter Laurel, baik menang atau kalah tim kita yang ikut perlombaan, jangan lupa dua hari lagi kita ada perayaan pesta pindah rumahmu, jadi kita tetap akan mendapatkan traktiran makan malam darimu,” Lagi-lagi Laurel langsung tertawa mendengar candaan dari Leo.


Untuk beberapa waktu Laurel justru banyak menghabiskan waktu untuk membantu dokter Leo di tim bakti sosial, sampai akhirnya di babak kedua di final perlombaan voli salah seorang pemain dari rumah sakit Anugrah Indonesia mengalami cidera karena tanpa sengaja terjatuh saat mengejar bola dan berusaha melakukan gerakan dig (sentuhan penyelamatan untuk bola spike atau bola yang meluncur cepat agar tidak jatuh ke permukaan tanah, sehingga bola tetap dalam keadaan hidup), sehingga lengannya yang jatuh ke atas lapangan voli mengalami cidera.

__ADS_1


Dave langsung memberi kode kepada Leo untuk mendekat, setelah untuk beberapa saat mereka melakukan pembicaraan yang terlihat serius akhirnya Leo memanggil Laurel untuk menggantikan pemain yang cidera. Begitu Laurel memasuki lapangan voli, Dave langsung mendekat ke arahnya.


“Jangan paksakan dirimu, kita tidak cari menang atau kalah, hanya ikut berpartisipasi,” Laurel hanya mengangguk pelan mendengar peringatan dari Dave dengan tatapan dinginnya yang baginya lebih terdengar sebagai sebuah perintah agar tidak terluka jika tidak ingin merepotkan orang lain. Sedangkan Leo hanya bisa mengamati Dave dan Laurel dari jauh, karena sebelumnya dia sempat berselisih pendapat dengan Dave yang tidak ingin Laurel mengikuti pertandingan karena menganggap Laurel masih dalam masa pemulihan, sedangkan Leo melihat kondisi Laurel sudah sehat dan mampu mengikuti pertandingan, apalagi mengingat wajah kecewa Laurel tadi saat tidak bisa mengikuti pertandingan, membuat Leo ingin memberinya kesempatan, toh pertandingan tinggal tersisa satu babak lagi, tidak akan membutuhkan waktu lama. Lagipula karena bukan pertandingan resmi, pemain cadangan tim voli hanya ada Laurel, jadi memang tidak ada pilihan lain.


__ADS_2