CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
ANCAMAN HANA


__ADS_3

“Hadiah apa yang bos minta? Selama saya bisa memberikannya pasti saya berikan,” Laurel berkata sambil tersenyum, walaupun otaknya langsung berpikir keras berusaha menebak-nebak apa yang diinginkan Dave darinya, kira-kira dia bisa memberikannya atau tidak, mahal atau tidak. Dengan posisinya sebagai kepala rumah sakit besar dan desas desus bahwa Dave juga merupakan seorang pengusaha sukses di bidang farmasi rasanya Dave lebih mampu membeli apapun yang Dave inginkan sebagai hadiah daripada dia yang masih baru saja memulai karirnya.


“Saat hanya ada kita berdua, panggil aku dengan Dave, dan aku akan memanggil namamu tanpa embel-embel dokter di depan namamu. Dan aku minta kamu bisa dengan santai menyebutkan aku atau kamu, bukan sebutan saya atau anda yang terdengar formal,” Laurel kembali tersenyum sambil menarik nafas lega, karena yang diminta Dave bukanlah sesuatu yang sulit, tapi tetap saja rasanya tidak pantas untuk dilakukan.


“Tapi bos…,”


“Dave…,” Dave membenarkan kata-kata Laurel.


“Maaf…, tapi rasanya sangat janggal, terlalu aneh, seolah-olah saya tidak menghormati pemimpin saya,” Dave tersenyum mendengar penolakan dari Laurel, dan senyum Dave siang ini cukup membuatnya sedikit terpukau karena dalam ingatannya jarang sekali Dave tersenyum padanya, dan dia harus mengakui bahwa senyum laki-laki yang ada di depannya saat ini memang benar-benar menawan, pantas saja begitu banyak gadis yang terpikat oleh pesonanya. Laurel sedikit menahan nafasnya, dan sepertinya dia merupakan salah satu gadis yang telah terpesona oleh sosok laki-laki di depannya itu.


“Aku katakan saat kita sedang berdua, siapa yang akan menganggapmu tidak sopan padaku saat kita hanya berdua?” Laurel tersenyum geli, dari kata-kata Dave seolah-olah ke depannya mereka akan banyak menghabiskan waktu hanya berdua, membayangkan itu Laurel langsung menarik nafas panjang, teringat akan Hana lagi.


“Sepertinya saya, eh…, aku ke depannya harus meminta ijin dari dokter Hana supaya tidak terjadi kesalahpahaman,” Dave sedikit tersentak mendengar kata-kata Laurel tentang Hana, dia hampir saja lupa menjelaskan kepada Laurel tentang kejadian tadi siang di kantornya bersama Hana.


“Laurel, tentang Hana, itu hanya kes…,” Dave menghentikan bicaranya karena tiba-tiba saja handphone Laurel berdering.


“Maaf,” Dave terdiam, membiarkan Laurel mengangkat panggilan di handphonenya, dan wajah Laurel langsung berubah sedikit tegang mendengar kata-kata dari orang yang sedang menelponnya.


“Ok, aku akan segera kesana,” Laurel menutup panggilan di handphonenya.


“Maaf, saya…, ehh, aku harus segera kembali, ada pasien di IGD yang sepertinya mengalami hiponatremia kronis (Hiponatremia adalah kondisi gangguan elektrolit ketika kadar natrium (sodium) dalam darah lebih rendah dari batas normal. Dalam tubuh kita, natrium memiliki sejumlah fungsi, antara lain untuk mengendalikan kadar air dalam tubuh, menjaga tekanan darah, serta mengatur sistem saraf dan kinerja otot., Pada kondisi hiponatremia kronis, di mana kadar natrium turun secara bertahap dalam 2 hari atau lebih, komplikasi yang muncul belum berbahaya. Namun bila kadar natrium turun dalam waktu cepat (hiponatremia akut), dapat terjadi pembengkakan otak yang bisa menyebabkan koma dan bahkan kematian).” Tanpa menunggu jawaban dari Dave, Laurel segera berlari keluar dari rumah Dave, membuat Dave hanya bisa terdiam sambil menarik nafas dalam-dalam sambil memandangi tangannya yang sudah terbalut rapi dengan perban.


# # # # # # #


Dengan wajah tegang Laurel membaca pesan yang tertulis di handphonenya, lagi-lagi pesan dari Arnold yang menagih janjinya untuk jawaban Laurel atas penyataan cintanya hari ini.


"Aduh," Lagi-lagi tanpa sadar karena melamun Laurel menabrak tubuh Leo yang langsung tertawa geli melihat wajah bersalah dari Laurel yang sepertinya bagi Leo justru membuat Laurel tampak semakin cantik dan menggemaskan.

__ADS_1


"Maaf dok,"


"Sudah kedua kalinya hari ini, sebenarnya siapa laki-laki yang begitu beruntung yang sedang kamu lamunkan sampai kamu tidak perduli lagi dengan sekelilingmu?" Laurel sedikit tertawa mendengar candaan dari Leo.


"Tidak dok, tidak ada, saya berhutang sesuatu dengan seorang teman yang harus segera saya selesaikan, supaya hutangnya tidak bertambah besar," Leo langsung tertawa mendengar kata-kata Laurel, diamatinya wajah Laurel sekilas, tampak lelah, tapi paling tidak wajahnya tidak terlihat murung atau sedih, menunjukkan kejadian tadi siang di ruangan Dave mungkin sudah tidak terlalu dipikirkannya, benar-benar Laurel merupakan gadis yang membawa aura ceria, membuat orang yang ada di sekitarnya merasa ikut bahagia.


"Lain kali ajukan hutang ke aku saja, aku tidak akan menghitung bunganya," Laurel terkikik geli mendapatkan penawaran dari Leo.


"Saya akan benar-benar mengingat penawaran dokter Leo hari ini saat saya benar-benar membutuhkannya nanti," Leo langsung mengacungkan kedua jempolnya mendengar kata-kata Laurel.


"Kapanpun kamu memerlukannya," Leo berkata sambil tersenyum.


"Maaf dok, saya harus pergi duluan," Leo langsung menggangguk dan menggerakkan tubuhnya ke samping, memberikan jalan untuk Laurel sambil menggerakkan tangannya seperti seorang penjaga pintu mempersilahkan seorang tamu melewati pintu yang sedang dijaganya.


"Terimakasih dok," Dengan sedikit terburu-buru Laurel berjalan menjauh ke arah taman rumah sakit yang berada di barat rumah sakit, biasa para pegawai rumah sakit melepaskan penat dan bersantai mencari udara segar.


"Sepertinya kamu serius dengan kata-katamu tadi siang tentang Laurel," Leo yang awalnya ingin langsung pergi tanpa memperdulikan kehadiran Dave langsung menghentikan langkahnya begitu mendengar kata-kata Dave dan menolehkan kepalanya untuk memandang Dave yang matanya menatap lurus ke arah Laurel pergi.


"Kamu tahu aku tidak pernah bercanda dengan kehidupan pribadiku, dan aku tidak pernah bermain-main dengan wanita," Dave menarik nafas dalam-dalam mendengar jawaban dari Leo.


"Aku tidak akan pernah menyerah tentang Laurel. Aku akan membawanya kembali ke sisiku, ke tempat dimana seharusnya dia berada, bukan di sisimu atau sisi pria lain. Aku tahu kamu tidak pernah bermain-main dengan wanita, tapi kamu juga tahu persis aku tidak pernah mencintai wanita lain selain Laurel," Tanpa menunggu tanggapan dari Leo, Dave berjalan menjauh ke arah Laurel pergi untuk menemui Arnold, untuk memberikan jawaban atas penyataan cintanya.


# # # # # # #


Begitu melihat Arnold dan Laurel duduk berdua di kursi beton di taman dari jauh, langkah Dave terhenti. Diamatinya apa yang dilakukan Arnold dan Laurel dari kejauhan. Ketika dilihatnya Arnold hendak menarik tangan Laurel, dengan sigap Dave hendak berlari ke arah mereka, tapi dia segera menghentikan tindakannya melihat Laurel yang langsung bangkit berdiri dan mundur, menghindari gerakan tangan Arnold, membuat tangan Arnold terhenti di udara, sedang Laurel langsung membungkukkan sedikit badannya, seolah menunjukkan bahwa dia meminta maaf kepada Arnold, setelah itu Laurel berjalan melangkah menjauhi Arnold.


Dari apa yang dilihatnya dari jauh, Dave bisa menebak bahwa Laurel sudah memberikan jawaban kepada Arnold, dan itu pasti merupakan sebuah penolakan, dan itu benar-benar terlihat dari reaksi Arnold yang tertunduk lesu di kursi beton dan Laurel yang langsung berusaha menjauh dari tempat itu. Tanpa disadarinya oleh dirinya sendiri, Dave menyunggingkan senyum di bibirnya melihat kejadian itu.

__ADS_1


Baru saja Laurel sedikit menjauh dari Arnold, tampak Hana berjalan mendekat ke arahnya, membuat Dave lagi-lagi menghentikan langkahnya untuk mendekati Laurel.


"Sore dokter Hana," Hana tersenyum mendengar sapaan Laurel.


"Selamat sore Laurel, apa kamu ada waktu? Ada sesuatu yang perlu aku bicarakan denganmu," Laurel tersenyum mendengar permintaan Hana.


"Iya dok," Hana berjalan mendahului Laurel dan mengambil posisi duduk di salah satu kursi beton yang ada di dekat mereka.


"Ya dok, apa yang kira-kira dokter ingin bicarakan?" Laurel mengambil posisi duduk di sebelah Hana.


"Ah, sore yang indah," Hana menarik kedua tangannya ke atas, berusaha melenturkan otot-otot tubuhnya, Laurel hanya bisa tersenyum melihat tindakan Hana, jujur saja saat ini bayangan tentang Hana yang mencium pipi Dave tadi siang benar-benar kembali mengganggu pikirannya.


"Sore ini mengingatkanku pertama kali aku bergabung di rumah sakit ini, saat itu aku senang sekali bisa bertemu dengan Dave dan bernostalgia tentang masa-masa SMA kami di taman ini," Hana melirik ke arah wajah Laurel yang tampak tenang dan tetap tersenyum walaupun dia menyebutkan tentang Dave.


"Aku sadar sepenuhnya Dave merupakan laki-laki tampan, dan bukan hanya sekedar tampan, dengan posisinya sebagai BOD (Board Of Director) dari perusahaan farmasi terbesar di Irlandia, kemanapun dia pergi selalu menjadi pusat perhatian karena pesona dan kehebatannya. Kamu tahu hampir semua karyawan wanita di tempat ini mengidolakannya, baik mereka yang masih single ataupun yang sudah menikah, aku tidak akan pernah menyalahkanmu kalau kamu termasuk salah satu diantara mereka, dan berusaha keras untuk terus berada di dekatnya," Laurel sedikit tersentak dengan kata-kata Hana yang seolah-olah menuduhnya berusaha melakukan segala cara untuk mendekati Dave.


(Board of Directors adalah istilah yang digunakan di Amerika Serikat untuk kelompok pengawas dan pengelola perusahaan yang terdiri dari perwakilan pemegang saham mayoritas, pendiri perusahaan, kreditor utama, dan orang-orang yang berjasa pada perusahaan. Board of directors merupakan badan yang mewakili kepentingan para pemegang saham, dan bertanggung jawab kepada mereka untuk serangkaian tugas tertentu, termasuk mendefinisikan strategi perusahaan dan filosofi perusahaan, pengawasan eksekutif manajemen, dan pelaksanaan pengendalian internal. Di indonesia Board of Director setara dengan dewan komisaris).


"Eh, tidak dok, sepertinya dokter Hana salah faham, saya tidak pernah berusaha mendekati bos," Hana tertawa mendengar penjelasan dari Laurel.


"Ayolah, kita sama-sama wanita, dari tatapanmu saat memandang Dave aku bisa lihat kamu juga begitu mengaguminya, cuma kamu harus tahu, aku kenal Dave sejak SMA, aku lebih dahulu mengenalnya daripada kamu, kamu mengerti maksudku kan? Tolong hormati seniormu, jangan bertindak gegabah hanya karena ketertarikan sesaatmu terhadap Dave. Dia laki-laki yang tidak gampang memberikan perhatian pada wanita, karena itu daripada kamu menyakiti dirimu sendiri lebih baik kamu mundur di awal," Laurel memandang lurus ke depan, walaupun kata-kata Hana terdengar lembut dari nadanya, tapi kata-kata itu benar-benar menusuk di hati.


"Aku memberimu peringatan supaya kamu tidak menyesal nantinya, jangan membiarkan angan-anganmu terlalu tinggi hingga mengharapkan Dave tertarik padamu, sejak kamu datang di rumah sakit ini kamu tahu siapa wanita yang selalu ada di sampingnya tanpa aku perlu menyebutkan namaku. Aku tidak mau melakukan sesuatu yang dapat membuatmu menyesal, aku bisa mengorek info apapun tentang kehidupan pribadimu dan membuatnya menjadi sesuatu yang akan membuat Dave jijik padamu," Laurel mencoba untuk tetap tersenyum mendengar kata-kata Hana yang walaupun terdengar dengan nada lembut tapi di dalamnya penuh dengan ancaman.


"Saya tidak pernah menyembunyikan sesuatu yang busuk, kalau dokter mau mencari kesalahan saya dan menunjukkan pada bos, silahkan saja. Sepertinya dokter Hana terlalu ketakutan tanpa alasan yang jelas, sehingga menganggap saya sebagai musuh besar tanpa alasan. Dokter Hana tahu dengan jelas saya bukan orang yang begitu sibuk menarik perhatian bos atau selalu mencari cara agar selalu bisa berdiri di sampingnya," Hana sedikit menahan nafasnya mendengar kata-kata balasan dari Laurel, hampir saja dia tidak bisa menahan tangannya untuk bergerak menampar wajah gadis cantik di depannya, tapi dengan cepat dia berusaha untuk menahan dirinya agar tetap terlihat elegan dan anggun di depan Laurel.


"Aku sudah memperingatkanmu, jangan sampai kamu menyesal. Hal yang paling menyakitkan adalah saat dimana orang yang kita suka enggan melihat ke arah kita atau bahkan jijik karena masa lalu kita," Hana bangkit dari duduknya dan tanpa berpamitan dengan Laurel dia segera berjalan menjauh meninggalkan Laurel yang hanya bisa duduk termenung di posisinya. Kata-kata Hana tanpa sadar mengingatkan kembali akan statusnya sebagai janda, walaupun di rumah sakit ini rasanya belum pernah ada yang tahu tentang statusnya itu kecuali Dave.

__ADS_1


__ADS_2