CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
BUKAN SEKEDAR PESTA BARBEQUE


__ADS_3

“Beri kami waktu pa. Kami akan pikirkan baik-baik tentang masalah pesta pa, tapi untuk pindah ke rumah besar, rasanya tidak untuk dalam waktu dekat. Aku merasa lebih nyaman jika kami tinggal di rumah kami sendiri untuk sementara waktu…, aku harap papa…,”


“Laurel, papa ingin mendengar pendapatmu,” Augistin Shaw langsung memotong perkataan Dave dan langsung menanyakan tentang pendapat Laurel.


Melihat bagaimana suaminya berusaha menekan Dave dan Laurel untuk memenuhi keinginannya, Mama Rosalia sedikit menahan nafasnya, diliriknya wajah Augistin Shaw yang dengan sengaja tidak mau memandang ke arah Mama Rosalia, karena jika dia melakukan itu, dia tahu dia akan goyah, karena Augistin Shaw tahu dia seorang laki-laki yang tidak akan pernah bisa menolak permintaan dari Rosalia, wanita yang begitu dicintainya, sedang Rosalia adalah seorang wanita yang begitu menyayangi anak-anaknya, terutama Dave yang sudah mengalami hal yang menyedihkan dan menyiksanya selama 7 tahun ini setelah Laurel meninggalkannya di hari pernikahan mereka, pasti dengan sekuat tenaga istrinya itu akan membela dan menuruti apapun keinginan Dave jika itu berkaitan dengan Laurel.


“Maaf pa, Laurel tahu sebagai menantu keluarga Shaw tidak selayaknya Laurel lari dari tanggung jawab. Maaf untuk kesalahan besar yang sudah Laurel perbuat di masa lalu. Untuk pesta pernikahan, kami akan bicarakan berdua agar secepatnya bisa dilaksanakan, karena memang seharusnya pesta itu sudah diadakan 7 tahun lalu. Jika pesta itu harus diadakan sekarang, Laurel akan siap dengan cibiran ataupun makian dari orang-orang yang mengetahui dan mempertanyakan peristiwa 7 tahun yang lalu. Tetapi untuk rumah, Laurel rasa belum waktunya Laurel masuk ke rumah ini, karena papa dan mama juga masih sehat, Laurel yakin semua orang masih ingin papa dan mama memimpin rumah ini. Rumah ini masih memerlukan Mama Rosalia sebagai Nyonya yang selama ini sudah begitu kompeten mengatur rumah ini. Masih ada Evelyn juga yang mungkin ke depannya lebih bisa mengatur rumah ini dibanding dengan Laurel. Aurel rasa siapa yang lebih bisa mengatur rumah ini, yang berhak untuk menjadi Nyonya di rumah ini, bukan hanya sekedar karena menantu pertama Keluarga Shaw,” Dave hanya terdiam, tidak menyangka bahwa Laurel bisa mengeluarkan kata-kata yang berani memberikan solusi atas pertanyaan papanya, sedangkan sedari tadi Dave begitu mengkhawatirkan Laurel bagaimana dia harus menghadapi papanya yang keras, apalagi Dave yakin tindakan Laurel meninggalkannya di hari pernikahan mereka 7 tahun lalu pasti meninggalkan rasa kecewa yang besar bagi papanya, dan Dave tidak tahu apa yang akan dilakukan papanya terhadap Laurel untuk bisa menyembuhkan rasa kecewa itu.


"Kapan waktu yang kamu berani janjikan untuk mengadakan pesta pernikahan kalian? Aku mau secepatnya," Mendengar pertanyaan selanjutnya dari Augistin Shaw, Laurel tersenyum, merasa bersyukur dalam hati karena paling tidak mertuanya sudah memberikan ijin untuk dia dan Dave menempati rumah mereka sekarang. Terbukti dari pertanyaan Augistin Shaw yang hanya menanyakan tentang pesta pernikahan, tidak lagi mengungkit tentang rencana pindah rumah ke rumah besar.


"Maksimal sebulan pa. Kami janji dalam sebulan kami akan mengadakan pesta pernikahan kami," Augistin Shaw sedikit tersentak mendengar jawaban tegas dari Laurel yang berani menjanjikan hanya dalam waktu 1 bulan pesta akan diadakan, yang menunjukkan Laurel sudah siap dengan apa yang akan dia hadapi ke depannya.


Dave melirik ke arah wajah Laurel dengan aura yang menunjukkan tidak kalah kaget dengan papanya. Bagi Dave mengadakan pesta dalam waktu satu bulan bukan masalah besar, tapi bagaimana Laurel akan menghadapi cibiran dan cemoohan orang karena peristiwa 7 tahun lalu adalah hal yang begitu dia takutkan.


Dave benar-benar tidak ingin Laurel mendapatkan posisi disudutkan oleh anggota keluarga Shaw yang lain yang mengetahui bagaimana dengan mudahnya 7 tahun lalu Laurel melarikan diri, meninggalkannya tepat di hari pernikahan mereka, membuat sebagian besar dari mereka merasa dilecehkan oleh tindakan Laurel, merasa direndahkan padahal Dave Alexander Shaw adalah pewaris utama dari Keluarga Shaw yang begitu berpengaruh dan berkuasa yang begitu mereka hormati dan banggakan.


Mendengar perkataan Laurel, Augistin Shaw tersenyum, dan tanpa mengatakan apapun dia mulai mengambil makanan di meja, meletakkannya di piringnya.


“Ayo makan,” Augistin Shaw hanya mengucapkan kata-kata singkat mengajak makan setelah piringnya terisi makanan, membuat Mama Rosalia langsung memegang punggung telapak tangan suaminya.


“Pa…,” Mendengar bisikan lembut istrinya, Augistin Shaw langsung memandang wajah Mama Rosalia dengan tersenyum, lalu mengalihkan pandangan matanya ke arah Laurel.

__ADS_1


“Kamu memang pantas menjadi menantu Keluarga Shaw, berani mengakui kesalahan dan mengambil tanggung jawab. Tidak ragu-ragu dalam bertindak. Juga…, pandai bernegosiasi,” Setelah mengatakan itu Augistin Shaw kembali menikmati makanannya seolah-olah barusan tidak terjadi pembicaraan apapun yang sempat membuat suasana meja makan menjadi tegang.


Baik Mama Rosalia, Evelyn, dan Laurel menarik nafas panjang mendengar pujian Augistin Shaw terhadap Laurel, sedang Dave langsung mempererat genggaman tangannya pada tangan Laurel sebelum akhirnya melepaskannya dan mengelus lembut paha Laurel, menunjukkan rasa bangganya kepada Laurel sudah berhasil menghadapi pertanyaan papanya, sekaligus untuk menunjukkan bahwa dia dengan sepenuh hati akan mendukung Laurel dan tentu saja tidak akan membiarkan orang lain berani mengusik keberadaan Laurel di sisinya, walaupun mereka adalah orang-orang dari Keluarga Shaw.


# # # # # # #


Laurel tersenyum melihat bagaimana Dave memandangnya dengan tatapan terpesona, kagum, cinta, dan mesra menjadi satu sekaligus saat dia berdiri di hadapan Dave dengan mengenakan gaun panjang bewarna emas dengan rambutnya dihiasi jepit rambut yang terbuat dari emas asli dengan kemurnian 99%, berbentuk bulu merak.


"Kami permisi dulu Tuan," Mendengar para wanita yang baru saja menyelesaikan tugasnya untuk merias Laurel berpamitan, Dave hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Laurel yang hanya bisa tersenyum melihat bagaimana Dave memandangnya saat ini.


"Cantik, benar-benar cantik," Dave yang awalnya sedang berdiri di dekat tempat tidurnya dan menunggu Laurel selesai berdandan, berjalan mendekat ke arah Laurel yang menyunggingkan senyum bahagia melihat Dave yang berjalan ke arahnya.


Begitu Dave berhadap-hadapan dengan Laurel, kedua lengannya langsung melingkar di pinggang Laurel dengan mesra, bibirnya langsung mengecup lembut kening Laurel.


"Dave..., sebenarnya kenapa kita harus berdandan seresmi ini? Aku harus mengenakan gaun dan berdandan, kamu juga mengenakan setelan jas resmi. Padahal kamu bilang hanya sebuah pesta barbeque?"


"Apa kamu keberatan suamimu tampil begitu tampan hari ini?" Laurel tertawa mendengar kata-kata yang digunakan oleh Dave untuk menjawab pertanyaannya.


Aku sendiri penasaran dengan apa yang sedang direncanakan oleh Mama, kenapa Mama memaksaku menyiapkan gaun indah untukmu dan aku diharuskan mengenakan setelan jas ini hanya untuk pesta berbeque, walaupun bagi Papa pesta barbeque hanya diadakan untuk menyambut tamu istimewa. Mungkin karena papa memang menganggap kamu sebagai orang yang istimewa bagi Keluarga Shaw, aku harap benar begitu, Dave berbisik dalam hati sambil tetap menatap wajah Laurel yang membuatnya semakin hari semakin terpesona.


"Kamu selalu tampan walaupun tanpa pakaian sebagus ini Dave," Dave mengedipkan sebelah matanya mendengar pujian Laurel.

__ADS_1


"Jadi..., kamu lebih suka aku memakai pakaian sebagus ini atau mungkin tanpa pakai...,"


"Aku suka semuanya, apapun yang kamu kenakan selalu membuatmu terlihat tampan dan menarik," Laurel buru-buru memotong perkataan Dave jika tidak ingin terjebak dengan pembicaraan selanjutnya yang bisa Laurel pastikan akan mengarah ke hal-hal yang terdengar intim, yang akan membuatnya salah tingkah di hadapan Dave.


"Ayo kita pergi Dave, tidak enak membiarkan yang lain menunggu," Dave tersenyum melihat respon Laurel, kembali mengecup kening Laurel lembut sebelum akhirnya menggerakkan tubuhnya ke samping Laurel, membiarkan salah satu lengannya tetap melingkar di pinggang Laurel dan mengajaknya keluar dari kamar mereka.


Ketika Laurel mulai melangkah memasuki area tempat pesta barbeque yang diadakan di bagian belakang rumah besar, matanya langsung terbeliak kaget. Sore ini halaman belakang rumah besar disulap menjadi tempat pesta yang terlihat begitu megah dan mewah, seluruh kebun bagian atas ditutup oleh kain bewarna emas, senada dengan warna gaun yang sedang dikenakan oleh laurel, sedang seluruh lantai ditutup oleh karpet berselang seling antara warna putih dan emas. Di segala penjuru terlihat rangkaian bunga segar sebagai dekorasi, membuat tempat pesta terlihat begitu indah.


Di bagian lain, di sebelah utara terlihat para pemain musik klasik dengan peralatan musik mereka yang lengkap dan para penyanyi yang sudah bersiap tampil untuk menunjukkan kebolehan mereka menghibur para tamu undangan yang terlihat begitu banyak. Jauh dari perkiraan Laurel yang awalnya dia pikir hanya anggota utama Keluarga Shaw yang akan bersantai menikmati pesta barbeque.


Di beberapa tempat tersebar meja-meja yang dipenuhi dengan berbagai macam makanan yang terlihat lezat dan menarik sekaligus mewah, membuat suasana pesta bukan seperti pesta biasa yang dipikirkan oleh Laurel, namun seperti pesta besar untuk mengadakan acara ulang tahun seseorang yang berpengaruh atau acara penting lainnya.


Tidak jauh berbeda, Dave juga terlihat kaget, namun lebih bisa menguasai ekspresi wajah kagetnya dibandingkan dengan Laurel. Melihat pemandangan di depannya, Laurel langsung bergerak untuk lebih mendekat ke arah Dave.


"Dave...," Mendengar suara pelan Laurel membisikkan namanya, Dave memiringkan kepalanya ke arah Laurel agar bisa mendengar apa yang akan dikatakan oleh Laurel kepadanya.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau pestanya  sebesar ini?" Laurel bertanya dengan suara berbisik pelan.


"Aku juga tidak tahu kenapa, karena tidak ada seorangpun yang memberiku info tentang pesta ini," Dave menjawab pertanyaan Laurel dengan suara tidak kalah pelan, matanya sibuk melihat ke sekelilingnya, melihat begitu banyak tamu undangan yang Dave tahu mereka adalah saudara-saudara dan para teman dekat orang tuanya.


"Hai, kalian sudah datang. Ayo Dave, kamu harus kenalkan Laurel kepada semua yang ada disini," Dave tersenyum melihat mamanya yang berjalan ke arah mereka sambil memberikan perintah kepadanya.

__ADS_1


"Kak," Belum lagi hilang rasa kaget Laurel dan Dave, terdengar suara seseorang yang memanggil, membuat Dave dan Laurel menoleh bersamaan ke arah asal suara dan membuat mereka berdua terbeliak, terutama Dave, sedang sosok laki-laki itu segera bergerak memeluk tubuh Dave dengan erat.


"Senang sekali akhirnya Kak Dave bisa bersama Kak Laurel," Bryan berkata dengan posisi tetap memeluk erat tubuh Dave yang masih tidak menyangka bahkan Bryan jauh-jauh datang dari Irlandia hanya untuk menghadiri pesta hari ini, yang setahu Dave dan Laurel awalnya hanya sekedar pesta barbeque biasa.


__ADS_2