
“Dave…,” Melihat Dave hanya terdiam, Laurel kembali memanggil nama Dave dengan lembut.
“Apa kamu harus di sini? Kamu tahu, Dicky masih di luar sana, tempat paling aman buatmu adalah di rumah kaca. Di sana tidak semua orang bisa mengakses rumah itu, lagipula di rumah sakit boleh dibilang tidak pernah sepi orang selama 24 jam,” Laurel tersenyum mendengar perkataan Dave yang menunjukkan wajah tidak tenang karena permintaannya barusan.
“Hanya beberapa hari ini Dave. Aku janji, aku hanya ini ngin menghabiskan banyak waktu bersama Mama beberapa hari ini. Sejak peristiwa penusukan itu, aku tidak pernah lagi menginap di sini. Terus terang kadang aku masih rindu suasana rumah ini bersama Mama dan Freya. Kalau boleh dibilang waktuku banyak habis saat aku kuliah di Amerika sejak tujuh tahun lalu. Sejak itu kami jadi jarang mengobrol. Maaf ya,” Dave hanya bisa tersenyum mendengar alasan dari Laurel.
“Kalau begitu kenapa bukan Mama dan Freya yang tinggal di rumah kita untuk sementara waktu ini. Aku pikir itu bukan ide buruk. Apalagi sekarang kamu sedang hamil muda, pasti sebentar lagi akan mulai terasa efek morning sickness di tubuhmu,”
(Morning sickness adalah mual muntah yang terjadi saat hamil. Meski disebut morning sickness, kondisi ini tidak hanya terjadi pada pagi hari, tetapi juga pada siang, sore, atau malam hari. Kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan, trimester pertama adalah satu sampai tiga belas minggu masa kehamilan).
“Mama mana mau menginap di rumah kita kalau hanya untuk alasan menemaniku. Kamu tahu sendiri, mama lebih senang di rumahnya sendiri, sekaligus menerima pesanan kue basah setiap harinya,” Laurel langsung menolak penawaran Dave, membuat Dave hanya bisa menarik nafas dalam-dalam sambil memandang ke arah Laurel yang masih menatapnya, menunggu jawaban dari Dave atas permintaannya untuk tinggal di rumah ini.
“Untuk hari ini kamu boleh beristirahat di sini, nanti sore kita bicarakan lagi setelah aku pulang dari rumah sakit,” Akhirnya Dave memutuskan untuk menunda pembicaraan mereka barusan.
“Aku…, tidak boleh masuk kerj…,”
“Tidak! Tidak boleh sama sekali. Tolong jangan menentang keputusanku mo cuisle. Demi kebaikanmu, semalam kamu baru saja pingsan dan demam. Istirahatlah dulu untuk hari ini,”
“Tapi Dave…,”
“Tidak ada tapi-tapian, kalaupun kamu merasa tidak masalah dengan tubuhmu, merasa kuat, ingat bayimu dalam perutmu belum tentu kuat jika kamu memaksakan dirimu,” Laurel menatap Dave sambil sedikit memajukan bibirnya, dia tahu apa yang dikatakan Dave tidak salah sama sekali, tapi hari ini dia sudah ada janji bertemu dengan Renata di rumah sakit saat jam istirahat.
Melihat Laurel sedikit memayunkan bibirnya~ dengan cepat Dave bangkit dari duduknya, dengan membungkukkan badannya, wajahnya mendekat ke arah Laurelyang sedang duduk berselonjor di atas tempat tidur dan mencium bibir Laurel dan sedikit menjepit bibir bagian bawah Laurel dengan kedua bibirnya sehingga Laurel yang sedang melamunkan Renata langsung tersentak kaget.
“Pokoknya hari ini kamu dan si kecil harus istirahat. Jadilah gadis baik dan penurut hari ini. Sudah pukul 5 pagi, aku harus kembali ke rumah untuk mandi dan bersiap-siap bekerja,” Dave kembali menegakkan tubuhnya dan menggerakkan tubuhnya ke samping, berencana keluar dari kamar itu, namun tiba-tiba saja Laurel menarik pergelangan tangan Dave dengan cepat, membuat Dave kembali memandang ke arah Laurel.
“Kenapa mo cuisle?” Laurel yang masih memegang pergelangan tangan Dave langsung tersenyum mendengar pertanyaan dari Dave.
“I love you Dave. Selamat bekerja, sampai ketemu sore nanti,” Mendengar kata-kata Laurel, Dave membuka sedikit bibirnya, menarik nafas dalam-dalam melalui bibirnya dan menghembuskannya kuat-kuat.
“Kenapa kamu selalu menggodaku? Membuat aku tidak bisa jauh darimu,” Dave berkata sambil mendekatkan tubuhnya kembali ke arah Laurel, duduk di sisi ranjang di samping Laurel yang masih pada posisi awalnya, duduk berselonjor di atas tempat tidur.
“Apa…. Bos juga akan mengajukan cuti hari ini dengan alasan menjaga istri yang sedang sakit?” Laurel berkata dengan sedikit memiringkan kepalanya, dengan senyum lebar di bibirnya, membuat Dave langsung mencubit gemas pipi Laurel yang berlesung pipit.
__ADS_1
“Tidak dokter Laurel, hari ini ada sesuatu yang harus dikerjakan oleh Bos. Ada tugas besar yang sedang menantinya. Jangan khawatir, nanti sore Bos pasti akan pulang dengan membawa kejutan untukmu,” Laurel tertawa geli mendengar jawaban dari Dave, apalagi Dave menyebutkan dirinya sendiri dengan sebutan “Bos.”
“Kalau begitu aku akan mengantarmu keluar sekaligus berpamitan dengan Mama,” Laurel menggerakkan tubuhnya, menjauh dari sandaran tempat tidur, namun dengan cepat Dave langsung menahan kedua bahu Laurel dengan kedua tangannya.
“Jangan bergerak dari tempat tidurmu. Tidak perlu mengantarku, bahkan lebih baik sekarang kamu kembali berbaring dan beristirahat,” Tanpa menunggu jawaban dari Laurel, Dave bangkit dari duduknya di atas tempat tidur, dengan gerakan cepat Dave membungkukkan tubuhnya dan kembali mengangkat tubuh Laurel, kemudian meletakkannya kembali di atas tempat tidur dengan posisi tidur telentang.
“Hari ini kamu harus banyak istirahat. Kalau nanti sore aku melihatmu masih pucat dan belum fit, jangan harap besok kamu bisa kembali bekerja. Sebagai Bosmu aku menolak kehadiran pegawai yang dalam kondisi kurang fit di rumah sakit, karena dikhawatirkan bisa menularkan penyakitnya kepada pasien,” Laurel melotot mendengar perkataan dari Dave.
“Eh…, aku tidak mengidap penyakit menular…,” Dave tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya mendengar protes dari Laurel.
“Aku tahu. Tapi tetap saja tidak boleh. Ingat, hubungan antara Bosmu dan kamu hanya mengenal 2 pasal. Pasal pertama, Bos tidak pernah salah dan tidak boleh dibantah. Pasal kedua, jika Bos melakukan kesalahan atau kamu tidak setuju dengan pendapat Bosmu, ingat pasal pertama,” Laurel langsung tergelak mendengar Dave mengatakan peraturannya.
“Sudahlah, aku menyerah. Terserah kamu saja. Toh kamu Bosnya, kamu yang berhak memutuskannya. Tapi Bos…, jangan potong gajiku ya…,” Sekarang ganti Dave yang tertawa tergelak mendengar suara memohon Laurel yang dikatakannya dengan suara dan wajah memelas.
“Gaji suamimu jauh lebih besar darimu, minta saja semua gaji milik suamimu. Aku jamin kamu tidak akan bisa menghabiskan gaji suamimu selama bertahun-tahun walaupun hanya sepersekian persen yang kamu minta. Apalagi melihat karaktermu yang sejak kita hidup bersama bahkan aku belum pernah melihatmu menggunakan kartu kredit yang aku berikan padamu,” Wajah Laurel bersemu merah mendengar apa yang dikatakan Dave. Jangankan memakai kartu kredit yang sudah diberikan Dave kepadanya, sedangkan gajinya sendiri pun selalu disisihkan oleh Laurel untuk ditabung, berusaha menggunakan uangnya dengan bijaksana dan sesuai kebutuhan, bukan keinginan.
“Kalau begitu harusnya aku tidak meminta gaji suamiku, tapi memintanya menemaniku hari ini,” Dave tersenyum lembut mendengar permintaan dari Laurel yang diucapkannya dengan nada begitu manja, membuat Dave sedikit menahan nafasnya, membungkuk dan mendekat ke arah Laurel yang memiringkan tubuhnya dan dipeluknya tubuh istrinya dengan erat, sambil dielusnya lembut punggung Laurel.
“Maaf mo cuisle, ada banyak hal yang harus aku selesaikan hari ini, termasuk masalah kejadian kemarin malam. Aku ingin secepatnya Dicky tertangkap. Aku berjanji, jika urusanku sudah selesai, secepatnya aku akan kembali ke sini,” Dave berbisik lembut ke telinga Laurel yang langsung menanggapi perkataan Dave dengan menggelengkan kepalanya.
“Tidak ada yang salah dengan keinginanmu mo cuisle, setelah kejadian tadi malam, aku tahu kamu perlu menenangkan dirimu. Aku bersyukur kamu dan bayi kita baik-baik saja saat ini. Kejadian tadi malam pasti cukup membuatmu terguncang. Aku mengerti kamu ingin suasana nyaman bersama kami semua yang begitu mencintaimu untuk melupakan kejadian tadi malam. Tapi, hari ini benar-benar aku harus menyelesaikan banyak hal,” Mendengar perkataan Dave, Laurel menjauhkan dirinya, melepaskan diri dari pelukan Dave.
Dengan perlahan Laurel mengarahkan kedua telapak tangannya ke wajah Dave, mengelusnya dengan lembut, menatap wajah Dave dengan tatapan penuh cinta.
“Kalau begitu, untuk hari ini saja, bisakah kamu berjanji jika semua urusanmu sudah selesai, pulanglah lebih awal untuk menemaniku. Aku…, tidak ingin sendiri hari ini, seperti kemarin malam,” Dave tersenyum mendengar permintaan Laurel.
“Aku janji akan secepatnya menyelesaikan semua urusanku hari ini dan segera berada di sampingmu,” Dave mencium lembut kening Laurel.
“Apa berarti kamu juga akan menginap di sini? Kamu akan menemaniku juga selama tinggal di sini? Makan, mandi di rumah ini? Apa kamu tidak keberatan tinggal di rumah sekecil ini? Tidur di kamar sesempit ini? Yang bahkan luas seluruh rumah ini tidak lebih luas dari kamarmu?” Dave tertawa geli mendengar pertanyaan-pertanyaan Laurel.
“Aku bersedia,” Dave menjawab semua pertanyaan Laurel dengan gaya seorang pengantin pria yang menyatakan janji pernikahannya, membuat Laurel sedikit terpekik, dengan spontan bangun dari tidurnya, kedua tangannya memeluk leher Dave dan bibirnya mencium bibir Dave dengan mesra untuk beberapa saat, membuat Dave membalas ciuman Laurel dengan hangat sambil menyungingkan sebuah senyum di bibirnya.
“Terima kasih Dave,” Laurel mengucapkan terimakasihnya sambil memeluk tubuh Dave, membiarkan kepalanya berada di dada bidang Dave yang hanya bisa melenguh panjang, membuat Laurel mendongakkan kepalanya ke atas dengan posisi kepalanya masih tetap menempel pada dada Dave.
__ADS_1
“Kenapa Dave? Apa ada yang salah?” Dave langsung menggeleng sambil tersenyum.
“Tidak…, hanya saja…, sebenarnya…. Aku berusaha menghindari sepanjang hari untuk bersamamu, salah satu alasannya adalah…, keberadaanmu selalu membuatku sulit untuk menahan diri, sedangkan di masa kehamilanmu yang masih terlalu dini, untuk sementara waktu ini aku tahu, aku tidak boleh menyentuhmu,” Dave berkata sambil meringis, membuat Laurel tertawa mendengar perkataan Dave.
“Dave Alexander Shaw, kamu ini benar-benar…,” Laurel bukannya menjauh setelah mendengar perkataan Dave, justru dia kembali mendekatkan bibirnya ke telinga Dave.
“Aku mencintaimu Mr. Shaw, sangat-sangat mencintaimu…,” Laurel berbisik dengan suara lembut di telinga Dave, kemudian mencium pipi Dave dengan mesra.
# # # # # # #
Laurel yang baru saja menyelesaikan mandinya dan berencana mencari udara segar di luar rumah pagi itu terbeliak kaget. Di depan gerbang rumah terlihat 4-5 orang berpakaian rapi sibuk dengan kegiatan mondar-mandir mereka.
Dave, kamu sengaja mengirimkan para pengawalmu ke sini? Apa kamu sadar? Rumah sekecil ini kamu penuhi dengan orang-orangmu, justru membuat seolah-olah aku ini adalah tawanan, Laurel berkata dalam hati sambil menghela nafasnya.
Belum lagi Laurel merasa terganggu dengan kehadiran para pengawal suruhan Dave, tampak puluhan orang yang tiba-tiba datang ke sebelah rumah yang ditempatinya dan melakukan renovasi, sehingga menimbulkan suara ribut sepanjang hari.
"Ma, rumah sebelah di renovasi ya?" Mama Denia yang awalnya sedang sibuk mencuci piring menoleh mendengar pertanyaan Laurel.
"Iya, kata pak RT mandornya tadi pagi menemui pak RT dan minta ijin untuk melakukan perbaikan. Kalau kamu merasa terganggu, lebih baik kamu di kamar saja. Lagipula kamu seharusnya beristirahat, bukannya berjalan-jalan kesana kemari, " Laurel yang mendengar perkataan mamanya berjalan mendekat ke arah Mama Denia dan langsung memeluk tubuh mamanya dari belakang dan meletakkan kepalanya di atas bahu mamanya, membuat Mama Denia tersenyum, melihat Laurel yang bersikap manja kepadanya hari ini.
"Ma, aku sayang mama," Laurel berkata lirih.
"Ada apa denganmu hari ini? Kenapa hari ini kamu manja sekali?" Laurel mendengus pelan mendengar perkataan Mama Denia.
"Masak setelah menikah aku tidak boleh bersikap manja ke mama lagi?" Mama Denia tertawa mendengar protes dari Laurel.
"Apa Dave kurang memanjakanmu? Dari apa yang mama lihat selama ini, Dave itu begitu memanjakanmu. Apa mama salah?" Laurel tersenyum dengan wajah malu-malu.
"Beda ma..., sekarang aku mau Mama yang menemaniku,"
"Haistt..., jujur saja kamu bicara seperti itu karena tidak ada Dave. Kalau saja dia ada di sini pasti kamu lupa kalau mama juga ada di sini,"
"Mama...," Laurel berkata sambil pura-pura memberengut, membuat Mama Denia tertawa.
__ADS_1
"Sudah, tidak ada yang melarang bersikap manja kepada mama. Tunggulah di kamar sambil beristirahat, setelah mama menyelesaikan ini, mama akan menyusulmu, kita habiskan hari ini dengan mengobrol berdua," Mendengar janji mamanya mata Laurel sedikit terbeliak karena senang.
"Oke, aku ke kamar sekarang. Mama harus cepat menyusul," Mama Denia mengangguk sambil tersenyum, membiarkan Laurel melepaskan pelukannya dan berjalan dengan wajah ceria ke kamarnya.