
Saat tersadar dari pingsannya, Laurel sudah berada di kamar yang pernah dia tempati saat menginap di rumah kaca milik Dave, dengan Freya dan Mama Denia yang duduk di dekat jendela kamar itu sambil menunggu Laurel tersadar.
“Mam…,” Mendengar suara lemah dari bibir Laurel, Mama Denia yang awalnya sedang berbincang dengan Freya langsung bangkit dari duduknya dan dengan tergesa-gesa mendekat ke arah Laurel, diikuti dengan Freya
“Bagaimana kondisimu? Apa kamu baik-baik saja?” Mama Denia langsung duduk di samping tempat tidur dan mengelus dengan lembut rambut di kepala Laurel yang menjawab pertanyaan mamanya dengan menganggukkan kepalanya pelan.
“Kak Dave, Kak Laurel baru saja siuman,” Freya yang masih berdiri di samping tempat tidur langsung melakukan panggilan telepon kepada Dave yang sudah berpesan agar segera memberinya kabar jika Laurel sudah terbangun.
Tidak begitu lama, Dave yang tadinya berada di lantai bawah, di dapur bersama Bi Yuni dan Rita yang sengaja dia panggil dari rumah Laurel segera mendongak dan mengarahkan pandangannya ke arah kamar yang sedang ditempati Laurel.
“Bi Yuni, Rita, tolong siapkan makan malam Nona Laurel dengan baik dan kirimkan ke kamarnya secepat mungkin. Aku akan ke atas mengecek kondisi Nona,” Bi Yuni dan Rita segera menganggukkan kepalanya mendengar perintah dari majikannya.
“Kak Dave,” Freya dan Mama Denia segera menyingkir dan memberi tempat bagi Dave untuk mendekati Laurel yang masih terbaring dengan posisi miring karena lukanya.
“Bagaimana perasaanmu?” Begitu duduk di samping tempat tidur tempat Laurel terbaring, Dave menggerakkan punggung tangannya ke arah dahi Laurel untuk mengecek suhu badannya, begitu Dave merasakan suhu badan Laurel yang normal, Dave tersenyum lega.
“Dave, aku mau pulang ke rumahku,” Mama Denia dan Freya sedikit terkejut mendengar permintaan Laurel, apalagi melihat tatapan mata Laurel yang jelas-jelas terlihat berusaha menghindari tatapan mata Dave, menunjukkan bahwa mereka berdua sedang ada masalah, sedang Dave hanya bisa menghela nafasnya mendengar perkataan Laurel.
Apa kamu belum bisa memaafkan aku karena perbuatan Keluarga Shaw kepada keluargamu? Apa cintaku tidak cukup untuk menunjukkan ketulusan hatiku dan membuatmu memaafkan Keluarga Shaw? Apa yang harus aku lakukan untukmu agar kamu bisa keluar dari bayangan masa lalumu? Kumohon, aku akan lakukan apapun yang kamu minta, Dave berbisik pelan dalam hatinya sambil dipandanginya wajah Laurel yang terlihat masih sedikit pucat dengan rasa rindu yang membuncah di hatinya.
__ADS_1
Jika tidak ingat bahwa Laurel masih dalam kondisi sakit dan masih emosi karena kebenaran itu, rasanya Dave ingin sekali memeluk tubuh gadis di depannya, mencoba memberikan rasa nyaman dan menghilangkan ketakutannya karena kejadian tadi sore di tempat parkir yang pastinya membekas di pikiran Laurel.
“Kenapa? Apa kamu tidak menyukai rumah ini? Atau kamu tidak kerasan di sini? Apa yang membuatmu tidak nyaman berada di rumah ini? ” Dave tidak menanggapi permintaan Laurel, justru bertanya kepada Laurel kenapa dia ingin pulang. Laurel terdiam, sekilas diliriknya wajah Mama Denia dan Freya yang langsung tanggap Laurel ingin bicara berdua dengan Dave.
“Lebih baik kalian bicara dulu berdua,” Tanpa diperintah maupun diminta, baik Mama Denia dan Freya langsung beranjak dari tempatnya berdiri dan berjalan keluar dari kamar, membiarkan Dave dan Laurel di dalam kamar berdua, supaya mereka bisa leluasa untuk saling bicara.
"Bagaimana kondisimu? Lukamu tidak terlalu dalam, tapi mengeluarkan cukup banyak darah, Efek obat bius pasti sudah mulai hilang, apa kamu merasa kesakitan sekarang?” Mendengar begitu banyak pertanyaan dari Dave, Laurel hanya bisa terdiam, tidak menanggapinya.
(Macam-macam jenis bius : bius lokal. Jenis ini biasa dipakai untuk tindakan medis minor atau operasi kecil. Obat bius ini dapat membuat area kecil dari tubuh Anda mati rasa. Misalnya, Anda menjalani operasi kecil untuk mengangkat mata ikan pada kaki Anda. Dokter hanya akan mengaplikasikan obat bius ke sekitar area kulit yang ditumbuhi oleh mata ikan. Bagian tersebut akan mati rasa namun Anda tetap sadarkan diri. Keadaan lain yang memerlukan prosedur bius lokal adalah penjahitan luka kecil dan penambalan gigi berlubang. Yang kedua adalah bius regional. Sebagian besar tubuh Anda dapat dibuat mati rasa dengan bius regional. Dokter mungkin juga akan memberikan obat lain yang bisa membuat Anda merasa rileks atau tertidur. Bius regional terbagi lagi menjadi bius epidural, spinal, dan blok saraf tepi. Salah satu penggunaan bius regional adalah pada prosedur operasi Caesar. Yang ketiga adalah bius umum. Obat bius disuntikkan ke pembuluh darah sehingga memengaruhi otak dan seluruh tubuh sehingga Anda tidak sadarkan diri atau tertidur pulas. Pembiusan jenis ini biasa dilakukan untuk menunjang kinerja dokter saat menjalani operasi besar).
"Dave, aku tidak ingin di sini, aku mau pulang," Mendengar jawaban Laurel yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaannya, Dave hanya bisa menahan nafasnya, lalu dengan senyum di wajahnya, Dave memandang Laurel dengan lembut.
"Apa kamu ingin aku membuang nama Shaw sehingga kamu mau memaafkanku?" Dave bertanya sambil tangannya terulur, mengelus lembut kepala Laurel, membuat Laurel ingin menyingkirkan tangan Dave, tapi apa daya luka di punggungnya membuat tangannya tidak memiliki tenaga untuk melakukan itu.
“Kamu tidak boleh membuang nama Shaw, tanpa nama Shaw tidak akan pernah ada seorang laki-laki yang bernama Dave Alexander Shaw. Kamu harus bersyukur dan menghormati kedua orangtuamu, yang membuatmu memiliki kesempatan untuk hidup di dunia ini. Bukan karena kekayaan atau kehormatan nama Shaw, tapi kamu memang dilahirkan karena adanya orangtuamu yang memiliki nama Shaw,” Laurel berkata sambil membuka kedua matanya tapi langsung mengalihkan pandangannya jauh dari sosok Dave.
Lagi-lagi Dave hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Laurel, membuatnya semakin mencintai gadis yang ada di depannya karena sikapnya yang begitu hormat dan menghargai orangtua. Dan sekali lagi, menunjukkan bagaimana Laurel bukan seorang gadis yang egois, matrealistik, apalagi licik. Membuat Dave mengerti bagaimana sakitnya hati Laurel yang begitu mencintai dan menghormati papanya harus mengetahui kenyataan kalau suaminya berasal dari Keluarga Shaw yang telah menghancurkan kehidupan papanya.
“Laurel, aku…,”
__ADS_1
“Dave, aku ingin pulang, tolong biarkan aku sendiri untuk saat ini. Aku tidak ingin membahas apapun sekarang, biarkan aku beristirahat untuk beberapa hari ke depan,” Dave menarik nafas panjang, tangannya meraih tangan Laurel, menggenggamnya dengan erat, dan Laurel hanya bisa membiarkannya tanpa dapat melawannya.
“Haruskah kamu pergi dari sini? Aku ingin merawatmu. Aku adalah suamimu, sudah seharusnya jika kamu terluka atau sakit aku yang bertanggung jawab penuh untuk merawatmu,” Laurel menahan nafasnya sebentar, membayangkan andai saja keluarganya dan Keluarga Shaw tidak terlibat dalam hubungan yang saling menyakiti di masa lalu, mungkin saat ini dia sudah menyerahkan dirinya secara total kepada Dave, dan hidup bahagia sebagai istri Dave.
Laurel buru-buru menghapus angan-angan yang ada di pikirannya, dan mencoba memberanikan diri untuk menatap wajah Dave.
Kenapa keberadaanmu selalu membuatku terpesona. Bagaimana aku bisa membencimu sedang setiap kehadiranmu selalu membuat dadaku bergetar dengan hebat, membuatku sulit untuk tidak perduli padamu, Laurel berkata dalam hati sebelum mulai menyusun kata-kata untuk membuat Dave membiarkannya pulang ke rumahnya.
“Aku tidak ingin untuk tetap berada di sini, aku harap kamu bisa mengerti, aku ingin menjalani masa pemulihan di tempat di mana aku merasa nyaman, di rumahku sendiri,” Mendengar penjelasan Laurel yang masuk akal, membuat Davehanya bisa menarik nafas panjang.
“Baiklah, aku akan mengantarmu pulang ke rumah besok,” Laurel menggeleng dengan cepat.
“Aku mau malam ini pulang ke rumah, tolong…, ijinkan aku pulang untuk beristirahat dengan nyaman,” Dave hanya bisa memandang Laurel dalam-dalam mendengar permintaan itu, membuat Dave tidak sanggup untuk mengatakan tidak.
Apapun permintaanmu asal membuat hatimu senang dan nyaman. Bagaimanapun aku tidak akan pernah bisa berkata tidak untuk sesuatu yang diinginkan oleh istri yang begitu aku cintai, Dave kembali berkata dalam hati sambil memandang wajah Laurel dengan tatapan penuh cinta, membuat Laurel harus buru-buru mengalihkan pandangannnya ke tempat lain.
“Aku akan mengantarmu pulang malam ini, aku akan persiapkan kepulanganmu. Tapi, tunggu beberapa saat lagi, Mama dan Papa mau menjengukmu bersama Evelyn dan Bryan. Mereka sedang dalam perjalanan ke sini, mereka ingin tahu kondisimu,” Dave berkata lirih, menepuk lembut punggung tangan Laurel, kemudian bangkit dari duduknya di tepi tempat tidur tempat Laurel berbaring dan melangkah keluar dari ruangan itu.~~~~
Laurel hanya bisa menarik nafas panjang mendengar apa yang dikatakan Dave. Sepertinya mendengar apa yang dikatakan Dave barusan dia sudah dinyatakan resmi sebagai bagian dari keluarga Shaw secara publik, dan itu cukup membuat hatinya kecewa pada dirinya sendiri sebagai putri dari Purnama Tanputra bahkan dia tidak memiliki kekuatan sedikitpun untuk menghindari apalagi melawan Keluarga Shaw.
__ADS_1