
"Kamu mau minuman hangat atau cemilan? Aku akan menelpon bagian dapur jika kamu mengingingkannya," Dave yang baru saja melepaskan pelukannya bertanya sambil menarik tangan Laurel ke arah jendela kamarnya yang berada di lantai dua bangunan rumah besar.
"Sebentar lagi waktunya makan siang, aku belum terlalu lapar kok. Ditemani oleh suami yang setampan ini sudah cukup membuatku kenyang," Laurel berkata dengan suara manja sambil sedikit meringis untuk menggoda Dave yang langsung tertawa.
Begitu sampai di dekat jendela kamarnya yang terlihat lebar dan tinggi, Dave langsung membukanya lebar-lebar, sehingga langsung terlihat balkon yang luas sehingga seperti rooftop (atap) dimana di sana tampak tersusun rapi tempat duduk untuk bersantai sambil menikmati semilir angin. Tempat duduk itu dikelilingi oleh tanaman maupun bunga dalam pot, sehingga terlihat begitu asri. Melihat pemandangan indah di depannya, dengan semangat Laurel langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan Dave dan melangkah mendekati kursi-kursi yang tersusun rapi tersebut dan mengambil posisi duduk sambil menarik nafas dalam-dalam, menikmati hembusan angin di sekitarnya. Cuaca yang sedang mendung membuat suasana teduh yang membuat Laurel semakin menikmati suasana di teras kamar Dave karena keberadaan matahari yang tidak panas menyengat, dan angin menerpa lembut wajah dan tubuhnya, membuat suasa hatinya terasa damai, apalagi begitu dia melirik ke arah kirinya melihat sosok tampan suaminya yang berdiri memandanginya dengan senyum di bibirnya.
"Dave...," Mendengar panggilan lembut dari Laurel, Dave yang awalnya masih berdiri di dekat jendela kamarnya sambil menikmati wajah cantik istrinya yang tersenyum sehingga menunjukkan lesung pipit, yang membuatnya semakin terlihat cantik, sambil menikmati suasana di teras kamarnya, langsung berjalan mendekat dan mengambil posisi duduk di samping Laurel yang duduk lebih dahulu di salah satu kursi panjang di situ.
"Aku tidak menyangka suasana di sini terasa nyaman sekali. Kira-kira, karena memang penataan rumah ini atau karena ada kamu di sini?" Laurel berkata sambil mencium pipi Dave, membuat Dave hanya bisa tertawa geli melihat sikap Laurel yang semakin berani padanya.
"Sepertinya sekarang kamu berani sekali melakukan skinship (skinship adalah singkatan dari skin to skin relationship, kegiatan yang melibatkan sentuhan kulit satu dengan yang lain, seperti berpelukan, cubit pipi, cubit tangan atau cium pipi) padaku," Mendengar perkataan Dave, Laurel bukannya menjauh, justru dia mendekatkan wajahnya ke arah Dave dengan wajah menggoda.
"Apa kamu keberatan Mr. Shaw?"
"Exactly, No!" dave menjawab singkat dengan bibirnya yang langsung mencium lembut telinga Laurel, sekilas menjepit daun telinga Laurel bagian atas dengan bibirnya sebelum melepaskannya, membuat Laurel sedikit bergidik sambil terkikik karena geli.
"Kamu boleh melakukan lebih dari itu kepadaku. Aku akan pasrah, tidak akan melawan sama sekali," Laurel tertawa mendengar penawaran dari Dave.
"Kamu sedang berharap.com?"
"Hah...," Dave melenguh pelan.
__ADS_1
"Jangan menggodaku terus mo cuisle, kamu tahu tidak selamanya aku bisa menahan godaanmu," Dave berkata sambil tersenyum, lalu dengan gerakan cepat dia memilih untuk menggerakkan tubuhnya dari posisi duduk di samping Laurel menjadi berbaring telentang, dengan kepala berada di pangkuan Laurel dan kedua tangannya terlipat di atas perutnya sendiri, dengan kaki kanannya berselonjor sedang kaki kirinya terlipat ke atas dengan telapak kakinya menempel di kursi tempatnya berbaring.
Laurel hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Dave yang lebih menyerupai keluh kesah, membuat dengan lembut Laurel mengelus rambut di kepala Dave yang berada di pangkuannya. Sebentar kemudian Laurel menunduk, mengecup ringan kening Dave yang sedang menikmati elusan tangan Laurel di kepalanya sambil memejamkan matanya.
"Maaf ya, selama ini aku sudah membuatmu menderita," Mendengar perkataan Laurel, Dave langsung membuka matanya kembali, menatap wajah Laurel dengan lembut.
"Sudah cukup mo cuisle, jangan pernah mengungkit masa lalu lagi. Karena aku tahu pasti bagaimana rasa sakitnya jauh darimu, maka aku juga tahu begitu berharganya keberadaanmu bagiku. Setiap detik keberadaanmu di sisiku, mampu menghapuskan setiap hari, bahkan mingguan kenangan buruk dan rasa sakit saat terpisah darimu, karena itu jangan pernah lagi menjauh dari sisiku," Laurel tersenyum sedih dengan hati yang terasa teriris mendengar apa yang barusan dikatakan Dave, karena membayangkan apa yang sudah dia lakukan selama ini kepada Dave.
Dengan gerakan pelan Laurel kembali mendekatkan wajahnya ke arah wajah Dave yang masih tertidur di pangkuannya.
"I love you Dave. I will never leave you again. I promise you that (Aku mencintaimu Dave. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Aku berjanji padamu)," Setelah menyelesaikan kata-katanya, dengan lembut Laurel mencium bibir Dave yang langsung menyambut ciuman istrinya dengan mesra.
Mama Rosalia mengetuk pintu kamar beberapa kali namun tidak ada jawaban, karena Laurel yang sedang berada di balkon kamar Dave tentu saja tidak bisa mendengar bunyi ketukan tersebut. Karena tidak ada respon, dengan hati-hati dan pelan, Mama Rosalia membuka pintu kamar Dave, dan mencari sosok Dave dan Laurel. Begitu melihat jendela kamar Dave terbuka lebar, Mama Rosalia langsung tersenyum dan berjalan ke arah teras kamar Dave, dan senyumnya semakin melebar melihat bagaimana Dave yang sedang tertidur di pangkuan Laurel dengan nyaman.
Laurel sedikit terperanjat melihat kehadiran mertuanya dengan posisi Dave tertidur di pangkuannya. Melihat Laurel yang terkejut dengan kehadirannya, dengan wajah sedikit memerah, Mama Rosalia segera menempelkan jari telunjuk kanan ke bibirnya, memberi tanda agar Laurel tetap diam dalam posisinya agar tidur Dave tidak terganggu.
Mama Rosalia mengambil posisi duduk di kursi yang ada di sebelah Utara Laurel, sambil matanya memandang wajah Dave yang tertidur dengan tatapan mata lembut yang menunjukkan bahwa Mama Rosalia begitu menyayangi Dave.
Sambil menarik nafas dalam-dalam, akhirnya Mama Rosalia mengalihkan pandangan matanya dari wajah Dave yang terlihat damai dalam tidurnya dan memandang ke arah Laurel dengan senyum di wajahnya. Dengan gerakan tiba-tiba, Mama Rosalia meraih tangan kanan Laurel dan menggenggamnya dengan erat.
"Terimakasih karena kamu sudah kembali ke sisi Dave," Mama Rosalia berkata pelan sambil mengelus punggung telapak tangan Laurel, dan memandang cincin yang melingkar di jari manis Laurel dengan senyum bahagia, karena dengan keberadaan cincin itu tanpa dia perlu bertanya dia tahu pasti bagaimana hubungan Dave dan Laurel saat ini, sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.
__ADS_1
"Terimakasih sudah bersedia mencintai Dave, dia beruntung sekali memilikimu di sisinya sekarang," Wajah Laurel sedikit memerah mendengar perkataan Mama Rosalia, merasa sedikit malu jika dia mengingat apa yang sudah dia lakukan kepada Keluarga Shaw di masa lalu, terutama kepada Dave pada saat hari pernikahan mereka.
"Akulah yang begitu beruntung karena Dave memilih untuk mencintaiku Ma," Mama Rosalia melepaskan genggaman tangannya, tubuhnya bergerak menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi di belakangnya.
"Sejak kecil, Dave sebagai anak pertama di keluarga Shaw selalu mengalah kepada orang lain. Dia seringkali memberikan apapun yang dia miliki jika teman atau saudaranya memintanya. Ketika awalnya kamu menolak untuk menikah dengannya, namun dia tetap bersikeras, saat itu kami Keluarga Shaw tahu bahwa Dave benar-benar menginginkanmu. Sejak dulu dia tidak pernah menginginkan sesuatu sampai dia begitu bersikeras. Dari situ kami tahu bahwa kamu adalah hal terbesar yang dia inginkan selama hidupnya, karena itu kami juga berusaha membantu agar dia bisa mendapatkanmu bagaimanapun caranya. Maafkan keegoisan keluarga kami," Laurel hanya bisa tersenyum mendengar itu, benar-benar tidak tahu apa yang harus dia katakan untuk menjawab pernyataan Mama Rosalia.
“Seharusnya aku yang harus meminta maaf kepada Keluarga Shaw karena sudah mempermalukan kalian 7 tahun lalu, bahkan hal yang paling aku sesalkan adalah membuat Dave menderita,” Mama Rosalia tersenyum mendengar permintaan maaf dari Laurel.
“Tidak, bukan begitu Laurel. Sejak Dave bertemu denganmu, apalagi dalam waktu beberapa bulan ini, Dave banyak berubah, sebagai mamanya aku kenal betul bagaimana sifat dan karakter Dave. Kehadiranmu membawa suasana hatinya jauh lebih baik. Dia yang biasanya selalu diam, memendam perasaannya, mulai bisa mengutarakan keinginannya, bahkan dibandingkan dulu, dia terlihat lebih ceria. Dan yang paling penting, aku melihatnya begitu bahagia akhir-akhir ini. Kebahagiaan anak-anaknya bagi seorang mama sepertiku adalah hal yang terpenting. Karena itu terimakasih karena kehadiranmu telah membawa kebahagiaan yang begitu besar bagi Dave,” Lagi-lagi Laurel hanya bisa tersenyum mendengar apa yang dikatakan mertuanya, karena dia tidak lagi memiliki kata-kata yang bisa dia utarakan untuk menanggapi perkataan itu.
“Bagaimana kondisi kesehatanmu? Apa lukamu sudah membaik? Mama penasaran sekali, siapa yang begitu tega melakukan hal seperti itu padamu. Mama berharap Dave bisa segera menemukan pelakunya," Sebelum menjawab pertanyaan mertuanya, Laurel merapikan rambut yang sedikit menutupi wajahnya karena tiupan angin.
“Sudah hampir sembuh ma. Sudah tidak terasa nyerinya, dan lukanya sudah benar-benar mengering,” Laurel berkata sambil tangan kirinya dengan lembut mengelus lengan kanan Dave yang tertidur di pangkuannya, berharap tidur Dave tidak terganggu dengan obrolannya dengan Mama Rosalia walaupun mereka bercakap-cakap dengan suara lirih, bahkan boleh dibilang seperti orang berbisik. Dan lagi-lagi, melihat itu Mama Rosalia begitu bahagia, berharap setelah 7 tahun menunggu, setelah ini kebahagiaan yang menunggu Dave menyambutnya.
“Aku dengar beberapa lama ini Dave sendiri yang mengobatimu. Ah, dasar Dave, baru kali ini kami melihat bagaimana dia begitu melindungi sesuatu yang dimilikinya dan tidak membiarkan orang lain menyentuhnya, walaupun mama dengar sebelumnya kamu sudah ditangani oleh dokter perempuan sahabatmu,” Mama Rosalia berkata sambil terkikik lirih karena sikap Dave yang terlihat begitu berbeda jika itu menyangkut Laurel.
“Dave juga seorang dokter kan Ma, jadi dia juga bisa mengobatiku dengan baik, jadi tidak ada alasan untuk meragukan kemampuannya," Mama Rosalia sedikit terbeliak mendengar perkataan Laurel yang terlihat berusaha membela tindakan Dave, membuatnya langsung tersenyum senang.
“Kalau Dave mendengar kamu begitu membelanya, pasti dia akan senang sekali,”
“Aku mendengarnya kok,” Tiba-tiba saja Dave berkata lirih sambil tangannya meraih tangan kiri Laurel yang mengelus lembut lengannya, lalu menggenggamnya dengan erat, membuat Mama Rosalia, apalagi Laurel tersentak kaget karena tidak menyangka ternyata Dave sudah terbangun dari tidurnya dan mendengarkan percakapan mereka.
__ADS_1