
"Kenapa denganmu Mr. Shaw? Kenapa pagi ini kamu terlihat begitu gugup?" Begitu mendengar pertanyaan Laurel yang baginya terdengar sengaja untuk menggoda sekaligus mengejeknya, bibir Dave langsung menyeringai, dan dengan gerakan cepat Dave langsung mendekat ke arah Laurel, menarik pinggang istrinya dengan lembut dan langsung sibuk menghujani Laurel dengan ciuman-ciuman mesra di bagian lehernya sambil sesekali menggerak-gerakkan hidung mancungnya di ceruk leher Laurel, membuat Laurel terkikik karena merasa geli dengan apa yang dilakukan Dave.
"Dave, ayolah, kita harus segera mandi dan bersiap. Tidak enak membiarkan Papa dan Mama menunggu lama," Begitu mendengar perkataan Laurel, Dave menghentikan tindakannya, menjauhkan wajahnya dari leher Laurel dan mengangkat kepalanya sedikit menjauh dari Laurel, namun tetap menunduk agar bisa mengamati wajah cantik istrinya dari dekat.
"Ayo mandi bersama," Dave berkata dengan senyum di wajahnya dan kedua lengannya masih melingkar di tubuh Laurel dan memeluknya dengan erat.
"No! Nanti kamu pasti berlama-lama di kamar mandi kalau kita mandi bersama," Bibir Dave langsung mencebik mendengar penolakan dari Laurel.
“Lalu kapan kita bisa mandi bersama?” Dave bertanya sambil kembali mempererat pelukannya di tubuh Laurel sambil menciumi puncak kepala Laurel yang tinggi tubuhnya jauh di bawah tinggi tubuh Dave.
“Nanti saat kita berlibur berdua menikmati bulan madu kita,” Laurel menjawab dengan asal sambil melepaskan kedua lengan Dave yang melingkar erat di tubuhnya.
Begitu kedua lengan Dave terlepas dari tubuhnya, Laurel segera membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah kamar mandi. Melihat Laurel berusaha menghindarinya, Dave buru-buru menyusul Laurel yang sedang berjalan ke kamar mandi dan sebelum Laurel sempat membuka pintu kamar mandi, dengan cepat kedua lengan Dave melingkar di pinggang Laurel dan memeluknya dari belakang dengan bibir dan hidung Dave langsung sibuk mencium tengkuk Laurel bertubi-tubi tanpa henti, membuat Laurel tersenyum melihat bagaimana sikap Dave yang sepertinya hari ini akan begitu sulit untuk mengendalikan diri untuk tidak menyentuhnya.
Dengan gerakan pelan Laurel menggerakkan kepalanya samping kanan, ke belakang, menoleh ke arah Dave yang masih memeluknya dari arah belakang. Setelah itu kepala Laurel sedikit mendongak memandangi wajah Dave yang tersenyum, lalu tangan kanan Laurel tiba-tiba saja bergerak ke arah tengkuk Dave dan menariknya lembut agar mendekat ke arah wajahnya dan dengan lembut dan mesra Laurel mengecup bibir Dave, sedang tangan kiri Laurel menyentuh dan mengelus kedua lengan Dave yang sedang melingkar di tubuh Laurel dan sedang memeluk Laurel dengan erat.
Hanya sekilas Laurel mencium bibir Dave, dengan tidak memberikan kesempatan bagi Dave untuk membalasnya, Laurel langsung melepaskan ciumannya dan bergerak melepaskan diri dari pelukan Dave, membuat Dave hanya bisa tersenyum dipaksakan sambil menarik nafas dalam-dalam, mencoba menahan gairahnya dan menahan otot-otot tubuhnya yang awalnya mulai menegang karena tindakan mesra Laurel kepadanya. Melihat itu Laurel justru tersenyum dengan wajah menggoda ke arah Dave.
__ADS_1
"Mo cuisle, kenapa kamu selalu berusaha menyiksaku dengan godaanmu?" Laurel langsung tertawa mendengar pertanyaan dari Dave dengan nada terdengar sedikit frustasi.
"O ya? Benarkah keberadaanku begitu menyiksamu? Apa perlu aku pergi dari dekatmu supaya kamu tidak lagi tersiksa?" Dave membeliakkan matanya mendengar perkataan Laurel dengan senyum manjanya terlihat sengaja ditunjukkan Laurel untuk menggoda Dave.
"Aku tidak akan pernah membiarkanmu kembali pergi menghilang dari sisiku. Aku menikmati setiap siksaan yang timbul karena godaanmu. Hanya saja kamu harus ingat waktu dan tempat mo cuisle. Jangan sampai akibat godaanmu aku tidak bisa lagi menahan diriku di tempat dan saat yang tidak tepat," Dave berkata sambil berbisik dengan lembut ke telinga Laurel, setelah itu sekilas Dave mencium leher Laurel dengan mesra, berencana meninggalkan jejak kepemilikannya di sana, namun mengingat ada papa mamanya yang harus mereka temui pagi ini, Dave buru-buru membatalkan rencananya barusan untuk membuat tanda merah di kulit leher putih Laurel.
Tunggu saja mo cuisle, hari ini aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua denganmu, Dave berbisik dalam hati sambil tersenyum.
"Ayolah Mr. Shaw, kamu duluan yang menggodaku," Laurel berkata dengan suara manja sambil tertawa terkikik.
"Ah, masa bodoh. Penting aku akan menagih janjimu untuk sepanjang hari ini kita akan menghabiskan waktu berdua. Ingat ya! Aku akan tagih janjimu setelah urusan kita dengan papa dan mama selesai," Dave berkata sambil berjalan mendahului Laurel untuk memasuki kamar mandi, meninggalkan Laurel yang masih terdiam di tempatnya.
Kenapa aku selalu saja lupa bahwa aku tidak seharusnya membangunkan macan tidur seperti Dave jika ingin selamat, Laurel berkata dalam hati sambil meringis membayangkan apa yang akan terjadi padanya nanti setelah kedua mertuanya pulang.
"Mo cuisle, cepatlah menyusul ke sini, kita harus segera menemui papa dan mama," Laurel masih berkutat dengan pikirannya ketika Dave berteriak dari arah dalam kamar mandi, mengingatkannya untuk segera menyusulnya ke kamar mandi agar tidak membiarkan kedua orangtua mereka menunggu lebih lama lagi.
"Iya! Aku kesana!" Dengan sedikit bergegas Laurel melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi menyusul Dave yang tampak sudah menikmati segarnya air yang mengucur dari shower yang terpasang di dinding di atasnya.
__ADS_1
Melihat pemandangan di depannya, Laurel hanya bisa tersenyum dengan wajah memerah. Sosok Dave dengan tinggi badan lebih dari 185 cm dengan bentuk tubuh yang begitu memanjakan mata karena otot-otot yang terbentuk sempurna di tubuhnya karena rajinnya dia berolahraga baik berlatih taekwondo bersama Ornado maupun olahraga di gym pribadinya membuat Laurel sedikit menahan nafasnya. Andai saja para produser dan para pencari bakat bertemu Dave sebagai orang dari kalangan biasa sudah dipastikan mereka akan berebut untuk mendekati Dave dan menjadikannya seorang artis idola. Dan andaikata para perempuan penggemar pria yang memiliki bentuk tubuh berotot dengan perut six-packnya, begitu melihat bagaimana sempurnanya otot-otot tubuh Dave terbentuk, termasuk perut six-packnya, Laurel berani menjamin mereka akan tergila-gila dan jatuh cinta dengan laki-laki miliknya itu.
(Six-pack adalah kombinasi dari dua hal, yakni otot perut yang kuat dan lemak tubuh yang rendah. Tipsnya adalah menemukan keseimbangan yang sehat antara keduanya. Jadi tujuan Anda membentuk perut six-pack adalah kebugaran fungsional tubuh, bukan perut yang dipahat).
Beruntung sekali karena hanya aku yang berhak menikmati dan mengagumi tubuhmu yang begitu sempurna. Aku adalah wanita yang sangat beruntung bisa mendapatkan cinta yang begitu besar dari laki-laki yang sempurna sepertimu. Laki-lakiku yang begitu baik, begitu menyayangi dan mencintaiku. I love you Dave, really really love. I will love you until the end of my life. Laurel berbisik dalam hati dengan tanpa bosan-bosannya memandang dan mengagumi sosok Dave yang terlihat begitu sempurna sebagai seorang laki-laki yang selain sangat tampan tetapi juga memiliki postur dan bentuk tubuh yang begitu sempurna.
"Kenapa kamu berdiri mematung di sana?" Dave yang menyadari ada seseorang yang mengawasinya langsung menoleh ke arah Laurel dengan tetap membiarkan air yang tersembur lewat shower membasahi seluruh tubuhnya, mulai dari rambut di kepalanya sampai ke kakinya.
Mendengar pertanyaan Dave yang menoleh ke arahnya sambil mengacak-acak rambutnya sendiri yang basah oleh air dengan kedua tangannya justru membuat semburat merah di pipi Laurel terlihat semakin jelas. Melihat itu bibir Dave langsung menyungingkan sebuah senyum nakal dan dengan gerakan cepat Dave berjalan ke arah Laurel dan langsung memeluknya sehingga pakaian yang dikenakan oleh Laurel menjadi basah kuyub, membuat Laurel terpekik pelan karena tindakan tiba-tiba dari Dave yang begitu tiba-tiba dan tidak disangkanya.
"Jangan hanya memandangi tubuhku dengan wajah kagum seperti itu, kamu juga memiliki hak penuh untuk menyentuh dan memanjakannya. Ayo, aku akan memandikanmu. Supaya aku tidak rugi. Jangan hanya kamu yang mendapatkan keuntungan dengan diam-diam mengamati keindahan tubuhku," Tanpa menunggu persetujuan dari Laurel, Dave menarik tubuh Laurel, memeluknya dan membawanya ke bawah shower yang sebelumnya sudah Dave ubah ke posisi air hangat agar Laurel tidak kedinginan.
Tindakan Dave membuat Laurel kembali terpekik kaget, namun Dave tetap menahan tubuh Laurel yang berencana menghindar agar tetap berada dalam pelukannya, di bawah guyuran air shower yang hangat sehingga membuat bukan saja pakaian tapi seluruh tubuh Laurel menjadi basah kuyub. Menyadari tubuhnya yang masih berpakaian lengkap basah kuyub karena tindakan Dave, Laurel langsung tertawa tergelak melihat bagaimana Dave sudah berhasil mengerjainya.
Melihat wajah cantik Laurel yang tertawa tergelak sehingga membuat lesung pipit di pipinya tampak jelas menghias wajahnya dan membuatnya terlihat semakin cantik, sukses membuat Dave terdiam sesaat dengan mata memandang dalam-dalam ke arah wajah cantik Laurel yang sedang tertawa. Senyum lega dan bahagia tersungging di wajah Dave yang terlihat begitu menikmati wajah Laurel yang sedang tertawa dengan ceria di bawah guyuran air shower. Bahkan karena tawanya yang lebar membuat sebagian air yang membasahi tubuh mereka berdua masuk ke mulut Laurel yang terbuka akibat tertawanya, sehingga beberapa kali Laurel harus mengusap wajahnya dan mengeluarkan air yang masuk ke dalam mulutnya.
Untuk beberapa saat Dave terus memandangi wajah Laurel, begitu menikmati wajah ceria Laurel dengan tawanya yang terlihat lepas seperti tanpa beban, seolah dia sudah benar-benar melupakan kejadian buruk yang menimpanya kemarin malam. Setelah beberapa saat puas mengamati Laurel, dengan gerakan pelan kedua tangan Dave bergerak ke arah wajah Laurel, merangkum wajah cantik itu dengan kedua tangannya. Dan tanpa menunggu lebih lama lagi, Dave yang sudah tidak lagi bisa mengendalikan debaran keras di dadanya akibat keberadaan Laurel yang begitu membangkitkan gairahnya, langsung menggerakkan bibirnya untuk mencium bibir Laurel, melummat dan menyesapnya dengan penuh cinta dan gairah di bawah guyuran air shower yang terus menyiram tubuh mereka.
__ADS_1
Dengan perlahan, Laurel membalas ciuman Dave dengan tidak kalah bergairahnya dengan kedua tangannya bergerak melingkar di leher Dave sambil memejamkan kedua matanya. Laurel membiarkan air dari shower yang masih menghujani mereka berdua di tengah-tengah ciuman panas mereka dengan menikmati dan merasakan cinta yang begitu besar dari Dave untuknya melalui ciuman dan sentuhan lembut Dave yang mulai menjelajah ke seluruh tubuhnya dan bahkan tangan Dave mulai bergerak untuk menyingkirkan setiap kain yang dikenakan di tubuh Laurel yang sudah basah kuyub.