CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
MERENCANAKAN KUNJUNGAN KE IRLANDIA


__ADS_3

"Ok Dave, kami juga akan berpamitan, aku tidak ingin Cladia memaksakan diri untuk terus melawan jet lag nya setelah kepulangan kami dari Italia," Ornado mendekat ke arah Dave dan berpamitan sambil tangannya yang memegang amplop coklat di tangannya dan langsung dia tempelkan di dada Dave yang dengan cepat menerimanya.


"Al...," Cladia menyebutkan nama panggilan Ornado sambil memandang ke arah Laurel, menunjukkan kalau Cladia merasa belum puas mengobrol dengan Laurel.


"Jangan begitu amore mio, tubuh dan bayimu juga butuh istirahat," Ornado berjalan mendekat ke arah Cladia, langsung mencium keningnya lembut dan memeluk bahunya dengan erat.


"Lain kali kita kita akan mengunjungi mereka kembali, apalagi lusa waktunya Dave dan aku berlatih taekwondo. Dave, kalau datang ke rumah besok lusa tolong bawa wanita kesayanganmu bersamamu agar mereka berdua bisa saling melepas rindu mereka, kalau tidak istriku akan merengek terus sepanjang minggu ini memintaku untuk menculik Laurel agar bisa menghabiskan waktu berdua dengannya," Laurel dan Dave langsung tertawa mendengar perkataan Ornado yang langsung mendapatkan cubitan dari Cladia di pinggangnya, membuat Ornado meringis, setelah itu langsung tersenyum mesra ke arah Cladia.


"Amore mio. Untung saja Laurel itu perempuan, kalau tidak kamu akan benar-benar membuatku cemburu dengan sikapmu yang selalu mencari Laurel," Cladia langsung melotot ke arah Ornado begitu mendengar perkataan Ornado, sedang Laurel langsung mendekat ke arah Ornado dan mencubit lengannya.


"Bisa-bisanya kamu cemburu padaku? Kalau saja aku laki-laki juga, justru Cladia tidak akan berani mendekatiku," Ornado kembali meringis mendapat cubitan dari Laurel, namun setelah itu justru dia tertawa lebar menyadari apa yang baru saja dikatakan oleh Laurel kepadanya.


"Benar sekali yang dikatakan Laurel. Justru kalau Laurel laki-laki aku tidak akan cemburu, karena Cladiaku tidak akan pernah mau dekat-dekat denganmu," Ornado berkata sambil menciumi wajah Cladia, membuat wajah Cladia begitu merah karena malu dan berusaha menghindarkan wajahnya dari Ornado, namun pelukan erat Ornado di bahunya membuatnya tidak bisa menghindar jauh.


"Hanya aku laki-laki yang bisa mendekati apalagi menyentuhmu," Ornado sengaja berbisik dengan suara sangat pelan, sehingga hanya Cladia yang bisa mendengarnya, namun tetap saja bisikan lembut Ornado sukses mebuat Cladia terlihat begitu gugup, karena dadanya yang berdebar dengan keras, sekaligus merasa malu melihat bagaimana Dave dan Laurel yang melihat kemesraan yang selalu dipamerkan Ornado di depan mereka berdua.


"Al, sudahlah. Ayo kita pulang sekarang," Cladia berkata sambil menoleh ke arah Laurel dan Dave yang masih terlihat menertawakan tindakan mereka berdua barusan.


"Oke kalau begitu. Dave, Laurel, kami pamit dulu, sepertinya Cladia lebih suka jika kami segera pulang untuk melanjutkan kemesraan kami di rumah," Ornado berkata sambil mengerlingkan matanya ke arah Cladia yang hanya bisa melotot tanpa bisa melakukan hal yang lain untuk menyatakan protes terhadap kata-kata Ornado barusan.


"Oke oke, cepatlah kalian pulang. Aku sudah tidak tahan melihat sikap Ornado padamu Cla. Kalian berdua membuat suasana di rumah ini jadi gerah," Laurel berkata sambil tertawa dan mengibas-ibaskan tangannya di depan wajahnya, kemudian dengan gerakan cepat mendorong punggung Ornado ke arah pintu keluar rumahnya seolah sengaja mengusirnya agar secepatnya meninggalkan rumah mereka, membuat Dave yang melihat tingkah ketiga orang itu hanya bisa mengulum senyumnya, ikut merasa senang melihat bagaimana hubungan mereka yang begitu baik, melihat keakraban ketiga orang itu.


"Aku pamit pulang juga, masih banyak hal yang harus aku selesaikan," James menjabat tangan Dave sebelum melangkah mendekat ke arah Laurel dan Ornado yang sudah lebih dulu mendekat ke arah pintu keluar.


"Ok Dave, sampai besok lusa, jangan lupa bawa Laurel bersamamu atau Cladia akan memaksaku tidur di luar kamar sampai aku bisa membuatnya bertemu dengan Laurel lagi," Ornado berkata tanpa menoleh ke belakang, tangannya dengan cepat menarik pinggang Cladia agar mendekat ke arahnya, memeluknya dengan erat sambil berjalan keluar dari ruang tamu rumah Dave dan Laurel, diikuti oleh James yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat bagaimana sikap Ornado yang sudah seperti langit dan bumi jika berhadapan dengan orang lain dan Cladia.

__ADS_1


Di hadapan orang lain yang merupakan anak buah, rekan bisnis, teman-teman, bahkan keluarga dan orang asing, Ornado selalu bersikap berwibawa, tenang dan membuat orang segan. Namun setiap berhadapan dengan Cladia, sikap Ornado akan berubah seratus depalan puluh derajat, terlihat begitu melindungi, lembut dan sangat mesra, bahkan justru bertindak konyol. Tatapan mata Ornado yang biasanya membuat orang lain tidak bisa berkutik dan gugup, tapi begitu di depan Cladia, tatapan mata itu akan selalu terlihat lembut dan penuh cinta dengan senyum mesra selalu menghiasi bibirnya saat bersama dengan Cladia.


"Dave...," Setelah Ornado dan Cladia meninggalkan rumah mereka, Laurel yang baru saja keluar dari kamar mandi kamarnya langsung berjalan ke arah Dave yang berdiri di depan jendela kamarnya dan memanggilnya dengan suara lembut, membuat Dave yang sedang mengamati amplop coklat dari Ornado tadi sedikit tersentak kaget.


"Kenapa denganmu Dave? Kenapa wajahmu terlihat tidak tenang?" Mendengar perkataan Laurel dengan cepat Dave meraih kepala Laurel dan menempelkannya di dada bidangnya, dengan tangannya yang lain segera meletakkan amplop coklat dari Ornado ke atas meja yang ada di dekatnya.


"Mo cuisle, I Love you,"


"I love you too Mr. Shaw," Laurel membalas pernyataan cinta Dave dengan kepalanya yang berada di dada Dave bergerak, sedikit mendongak ke arah Dave, memandang ke arah wajah Dave yang sedang sibuk mengecup kepalanya berulang-ulang.


"Dave..., sebenarnya aku merasa ada sesuatu yang penting yang sudah kamu bicarakan dengan Ornado, bukan sekedar masalah bisnis. Apa feelingku ini benar?" Laurel berkata sambil melirik amplop coklat yang ada di meja yang ada di dekat Dave.


Mendengar pertanyaan Laurel yang begitu mengena, Dave berusaha mengendalikan dirinya agar tetap terlihat tenang sambil menarik nafas dalam-dalam. Mata Laurel menatap dengan tatapan bertanya-tanya ke arah wajah Dave.


"Aku pernah mengatakan bahwa apapun yang aku lakukan, percayalah, semua itu untuk kebaikanmu, kebaikan kita, bahkan untuk kebaikan bayi kita yang belum lagi lahir," Laurel mengernyitkan dahinya mendengar kata-kata dari Dave.


 


"Mo cuisle, percayalah padaku. Aku akan selalu berusaha agar kamu mendapatkan segala sesuatu yang terbaik, termasuk rasa aman untukmu. Aku akan menyelesaikan semua masalah yang ada bersama Ad. Dia adalah seorang sahabat yang bahkan rasa sayangnya kepadamu sudah seperti seorang kakak kandungmu. Bahkan dia rela mengorbankan keuntungan bisnisnya hanya untuk bisa menolong kita menyelesaikan konflik di dalam perusahaan Shaw yang sebenarnya tidak ada hubugannya dengan dia, bahkan tidak memberinya keuntungan sama sekali," Laurel sedikit membeliakkan matanya mendengar penjelasa Dave.


"Apa yang akan kalian lakukan?" Dave tersenyum sekilas, setelah itu mengecup bibir Laurel lembut.


"Seperti kata Ornado, sebaiknya kamu dan Cladia tidak memusingkan hal-hal yang bisa mengganggu pikiran kalian, sehingga mempengaruhi baby di perut kalian. Aku berjanji, aku dan Ad akan mengurusnya dengan baik. Dan kalau semuanya sudah beres, aku berjanji akan menceritakan semuanya padamu. Untuk saat ini, jaga dirimu agar tidak memikirkan hal-hal yang bisa mengganggu pikiranmu apalagi mengganggu kehamilanmu," Laurel tersenyum, dengan gerakan lembut dipeluknya tubuh Dave, lalu berjinjit dan mencium bibir Dave dengan mesra.


"I believe you Mr. Shaw," Laurel berkata lembut setelah melepaskan bibirnya dari bibir Dave yang dari wajahnya terlihat tidak rela melihat Laurel hanya menciumnya sebentar.

__ADS_1


"Kenapa dengan wajah tidak sukamu itu Dave?" Dave langsung tertawa mendengar pertanyaan Laurel yang menunjukkan wanita itu selalu bisa mengerti apapun yang ada di pikirannya.


*Instingmu tajammu benar-benar mengerikan*, Dave berkata dalam hati sambil meringis.


"Aku akan menghubungi Evelyn sebentar, meminta Evelyn untuk menyiapkan file-fileku dari Bryan yang ditinggalkan ke rumah besar supaya aku bisa mengambilnya besok siang, karena besok siang James akan mengambilnya unt~~~~uk ditunjukkan kepada Ad. Setelah itu kamu wajib melanjutkan ciuman manismu yang tadi belum membuatku puas tapi sudah kamu lepaskan," Laurel tersenyum geli mendengar perkataan Dave.


"Dasar! Kamu selalu mencari kesempatan untuk dimanjakan," Dave hanya bisa mengangkat bahu mendengar protes dari Laurel.


"Setelah menahannya begitu lama..., aku tidak mau lagi menahan diriku yang selalu menginginkanmu. Aku akan segera mengaturkan bulan madu kita ke Irlandia setelah semuanya diselesaikan dengan baik," Dave berkata dengan tanganya yang mulai sibuk menelusuri wajah cantik istrinya dengan ujung-ujung jarinya, dan berakhir dengan tangannya yang menelusup di balik pakaian santai yang dikenakan oleh Laurel sehingga Dave bisa menyentuh langsung kulit punggung Laurel dan mengelus-elusnya, menimbulkan getaran hebat di dada Laurel yang membuatnya menarik nafas dalam-dalam agar bisa mengendalikan dirinya agar tidak langsung membalas sentuhan Dave ke tubuhnya.


"Apa kita harus berbulan madu? Bukannya setiap hari di sinipun kita selalu menikmati saat-saat berdua kita? Bukannya yang penting adalah saat kita selalu bersama? Tanpa harus melakukan sebuah perjalanan panjang atau berlibur di suatu tempat yang mewah? Kebersamaan kita lebih penting daripada tempat dimana kita bersama," Dave tersenyum mendengar penolakan Laurel yang dia tahu karena akhir-akhir ini Laurel sedang sibuk-sibuknya karena banyaknya pasien yang harus dia tangani di rumah sakit.


Apalagi sejak Laurel menjadi dokter di sini, kepandaiannya menangani pasien dan ditunjang sikap ramah dan wajah cantiknya membuat banyak pasien baru yang  berdatangan. Bahkan beberapa pasien yang sudah sembuh dengan sengaja berkunjung hanya untuk mengucapkan terima kasih dan memberikan buah tangan yang akhirnya ikut dinikmati oleh para perawat dan dokter-dokter lain.


Untuk seorang yang gila kerja dan begitu mencintai profesinya seperti Laurel, Dave tahu pasti bahwa menemui pasien, memeriksanya, memberikan analisa, menuliskan resep dan bahkan melihat pasien yang tidak lagi mengunjunginya karena sudah sembuh merupakan hal yang begitu menyenangkan dan membahagiakan buat Laurel. Tapi keinginan papa dan mamanya yang meminta mereka mengambil masa bulan madu mereka juga tidak bisa diabaikan begitu saja oleh Dave.


"Kita akan pergi sebentar agar papa dan mama yang sudah membelikan kita penthouse di Irlandia setidaknya tidak kecewa. Kalau kamu keberatan dengan alasan bulan madu, anggap saja kita sedang berpergian mengecek properti kita di sana," Pada akhirnya Laurel hanya bisa mengangguk mengiyakan demi menyenangkan kedua orangtua Dave yang sekarang boleh dikatakan juga merupakan orangtuanya sejak dia menikah dengan Dave.


"Ah, wajah polos dan menurutmu seperti sekarang ini benar-benar menggodaku," Dave yang tangannya masih berada di punggung Laurel bergerak pelan ke pinggang Laurel, lalu ke perutnya, sampai akhirnya naik ke atas dan berdiam di sana setelah menyentuh sesuatu yang membuat Laurel langsung mundur ke belakang sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Dave..., ijinkan aku yang menelpon Evelyn agar aku bisa mengatur pertemuan Evelyn dengan James. Aku yakin saat ini Evelyn sedang di jalan dengan Leo. Jika aku menelpon Evelyn sekarang aku bisa membuat Leo mendengar besok Evelyn ada pertemuan dengan James," Laurel berkata sambil tersenyum nakal, membuat Dave langsung tertawa dan membiarkan Laurel menjalankan misinya untuk membuat Leo sadar akan perasaannya kepada Evelyn.


"Oke, setelah itu biarkan aku mendapatkan jatahku hari ini," Dave berkata sambil menarik lembut pinggang Laurel dan mencium leher Laurel dengan mesra, mencumbunya dengan intens sampai Laurel mengangguk mengiyakan permintaannya barusan. Setelah itu Dave langsung tersenyum lega dan melepaskan leher Laurel dari cumbuannya setelah mendapatkan jawaban iya atas permintaannya barusan.


 

__ADS_1


__ADS_2