
"Nona, silahkan ikut kami. Kami akan membantu Anda untuk mulai mencoba gaun ini," Laurel menoleh ke arah mereka bertiga, tangan Freya langsung memeluk lengan Laurel dan membawanya ke ruang fitting.
Setelah beberapa lama ketiga pegawai butik itu sibuk membantu Laurel mengenakan gaun pengantinnya. Ketika mereka telah menyelesaikan tugasnya, mereka menggerakkan tubuh Laurel agar berjalan ke tengah-tengah ruangan yang dikelilingi oleh kaca, sehingga Laurel dapat melihat dengan jelas dari berbagai sisi tubuhnya yang kini telah terbalut oleh gaun pengantinnya yang sudah dimodifikasi dengan sangat bagus.
"Kakak..., cantik sekali, bahkan seingatku dibandingkan dengan 7 tahun lalu sekarang kakak terlihat jauh lebih cantik," Freya memandang ke arah Laurel dengan pandangan mata begitu kagum, dan dengan cepat diraihnya handphonenya yang awalnya berada dalam tas dan difotonya Laurel dari berbagai sisi melalui kamera handphonenya.
Hari ini Kak Laurel terlihat cantik sekali dengan gaun pengantinnya, mungkin karena hari ini tidak seperti 7 tahun lalu. Hari ini Kak Laurel terlihat begitu bahagia mengenakan gaun pengantinnya, tidak seperti waktu itu. Kak Dave pasti akan suka sekali melihat foto-foto Kak Laurel ini, Freya berkata dalam hati sambil mengirimkan foto-foto yang baru saja diambilnya kepada Dave.
Laurel memandang kaca di depannya dengan tatapan antara kagum dan tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya. Di kaca tersebut tampak sosok gadis cantik dengan gaun indahnya, bak seorang putri dari negeri dongeng yang akan menikah dengan pangeran berkuda putih. Dengan kedua tangannya, Laurel menyentuh bagian leher gaun pernikahannya yang dipenuhi dengan berlian yang tersusun begitu rapi, menunjukkan bahwa yang mengerjakan modifikasi gaun pengantinnya benar-benar orang yang profesional. Setelah itu tangan Laurel bergerak ke arah perutnya yang terlihat ramping dengan senyum bahagia tersungging di wajahnya mengingat di sana sedang ada sesuatu yang sedang bertumbuh, calon bayinya dan Dave, bukti dari cinta mereka berdua, hal yang beberapa waktu ini sudah begitu diinginkan oleh Dave dan Keluarga Shaw.
Kamu masih terlalu kecil, keberadaanmu masih belum terlihat sama sekali, sehingga perut mama juga masih terlihat ramping walaupun kamu sudah ada di sana, Laurel berkata dalam hati sambil mengelus perutnya dengan kedua telapak tangannya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Karena alasan kondisi kehamilannya juga yang membuat Laurel ngotot untuk tidak mau mengenakan korset (korset adalah pembebat perut berbentuk kemban yang diberi kancing untuk membuat perut, umumnya pada wanita tampak lebih kecil dan langsing) saat para pegawai tadi membantunya mengenakan gaun pengantinnya, walaupun mereka mengatakan dengan memakai korset akan menyempurnakan penampilan Laura. Dan Laurel merupakan wanita yang cukup beruntung karena memiliki pinggang yang begitu ramping sehingga tanpa korset pun pinggangnya tetap terlihat ramping. Dan tanpa mengenakan korset, bentuk pinggang Laurel yang ramping membuatnya terlihat seperti sedang mengenakan korset.
"Nona, kami akan membantu Anda mengenakan satu set perhiasan ini untuk menyempurnakan penampilan Anda," Laurel melirik ke arah kotak berisi perhiasan yang ada di tangan salah seorang pegawai yang mendekat ke arah Laurel.
Awalnya Laurel hampir saja menolak mengenakan perhiasan-perhiasan tersebut, karena berpikir bahwa perhiasan itu merupakan perhiasan baru. Namun, setelah diamatinya perhiasan itu merupakan perhiasan yang sama dengan yang dikenakannya bersama gaun pengantinnya 7 tahun lalu, membuat Laurel hanya bisa berdiam diri ketika para pegawai butik mulai membantunya memasangkan satu per satu perhiasan itu ke tubuhnya, yang tampaknya baru saja mengalami pembersihan sehingga tidak tampak adanya warna kusam sedikitpun, benar-benar terlihat berkilau dengan indah seperti perhiasan baru dan belum pernah dikenakan oleh siapapun. Kalau saja Laurel tidak hapal dengan design dan bentuk berlian yang pernah dikenakannya itu pasti dia akan mengira bahwa perhiasan itu merupakan perhiasan yang masih benar-benar baru.
Dave, hari ini kamu benar-benar membuatku seperti seorang putri raja, Laurel berkata dalam hati sambil tersenyum.
"Nona, Anda benar-benar terlihat cantik, bahkan tanpa make up pengantin sekalipun. Tuan Shaw sungguh beruntung memiliki Anda sebagai istrinya," Begitu para pegawainya selesai memasangkan semua perhiasan di tubuh Laurel, Nyonya Smith berkata sambil mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya. Dengan pandangan mata dipenuhi rasa kagum Nyonya Smith mengamati Laurel yang masih berdiri mengamati dirinya sendiri di depan kaca sambil tersenyum bahagia, sedang Freya terlihat masih sibuk mengambil foto-foto Laurel dalam balutan gaun pengantinnya.
“Kak,” Laurel langsung menoleh mendengar Freya yang berjalan mendekat ke arahnya sambil melihat ke arah perut Laurel yang tanpa disadari oleh Laurel, sedari tadi Freya mengamati kakaknya siang ini terlihat begitu sering memegang ataupun mengelus perutnya, membuatnya merasa khawatir, mengingat sejarah sakit lambung kakaknya selama ini.
__ADS_1
“Apa perut Kakak sakit? Apa asam lambung kakak kambuh seperti biasanya? Atau di bagian perut gaun itu masih kurang nyaman dikenakan?” Laurel sedikit mengernyitkan keningnya mendengar bisikan pelan dari Freya di telinganya.
“Tidak, aku baik-baik saja, memangnya kenapa?” Freya memandang ke arah wajah Laurel dalam-dalam, lalu menghembuskan nafasnya dengan sedikit keras.
“Aku amati sedari tadi Kak Laurel seringkali mengelus perut Kakak, tentu saja aku khawatir. Acara pesta pernikahan Kakak sudah dekat. Kakak harus benar-benar menjaga kesehatan,” Mendengar perkataan Freya, Laurel tersenyum seraya mendekatkan bibirnya ke telinga Freya.
“Aku baik-baik saja. Hanya saja…, sekarang ada calon keponakanmu di perut Kakak,” Mendengar perkataan Laurel, mata Freya membulat, terbeliak dengan sempurna karena kaget, hampir saja dia mengeluarkan suara pekikan dari bibirnya kalau tidak ingat sekarang mereka sedang berada di sebuah butik bersama dengan banyak orang.
“Apa itu betul Kak?” Freya kembali bertanya untuk meyakinkan dirinya sendiri tentang apa yang baru saja dia dengar tentang kehamilan Laurel, dan anggukan kepala Laurel cukup menjawab keraguan Freya yang langsung menyunggingkan senyum bahagia.
“Ah, selamat Kakak. Apa Kak Dave sudah tahu kabar bahagia ini?” Freya berkata pelan setelah mencium pipi Laurel sebagai tanda ucapan selamat atas kehamilannya.
“Belum. Nanti malam setelah acara pesta ulang tahun dokter Leo Kakak akan memberitahu kakak iparmu. Aku juga baru tahu hasilnya siang tadi,” Freya menganggukkan-anggukkan kepalanya dengan senyum bahagia memenuhi wajahnya.
# # # # # # #
Cantik..., wanita kesayanganku yang benar-benar cantik..., 7 tahun lalu saat kamu mengenakan gaun itu, aku hanya bisa melihat kecantikanmu melalui foto seperti hari ini, tapi kali ini kita benar-benar akan berdiri berdampingan, dengan kamu berjalan sambil memeluk lenganku dalam balutan gaun pengantinmu itu depan banyak orang yang akan menjadi saksi bahwa kamu adalah milikku seorang, Dave berbisik dalam hati dengan wajahnya dipenuhi dengan senyum bahagia dengan matanya yang tetap mengamati foto-foto Laurel.
Kalian masih berada di butik? Dave menuliskan sebuah pesan kepada Freya yang langsung membalasnya dalam hitungan detik.
Iya, kami masih di sini Kak Dave, Kak Laurel akan melepas kembali gaunnya. Apa ada yang kurang memuaskan dari gaun itu? Apakah ada yang perlu aku sampaikan kepada Nyonya Smith sebelum Kak Laurel melepasnya kembali gaun itu Kak Dave? Dave tersenyum melihat pesan balasan yang dikirim oleh Freya kepadanya.
Tolong tunggu aku, cari alasan agar kamu bisa menahan Kakakmu Laurel untuk sementara waktu untuk tetap mengenakan gaun itu sampai aku datang. Jangan katakan apapun kepada Kakakmu kalau aku akan datang ke sana. Aku akan datang sendiri untuk memastikan bahwa tidak ada masalah dengan gaun itu. Dave segera memberikan perintah kepada Freya melalui pesan.
__ADS_1
Bagaimana aku bisa mengendalikan diriku melihat sosokmu yang begitu cantik dan mempesona. Bahkan hanya dengan memandang foto-foto cantikmu sudah membuat dadaku bergetar dengan hebat dan rasa rindu yang begitu besar memenuhi hatiku. Sekarang aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasibku, apa yang akan terjadi padaku jika harus terpisah darimu seperti dulu, Dave berbisik dalam hati dengan matanya masih sibuk mengagumi foto-foto Laurel, yang dikirim oleh Freya.
"Odi, di pertigaan di depan, kita akan belok ke kiri,"
"Tuan, bukannya Tuan bilang harus menghadiri meeting penting di rumah sakit?" Odi bertanya dengan suara ragu-ragu sambil melirik spion di bagian atas, depannya, menanti jawaban dari Dave, karena jalan menuju rumah sakit harusnya lurus di depan, bukannya berbelok ke arah kiri. Mendengar pertanyaan itu Dave hanya tersenyum, merasa beruntung tadi dia sudah menyuruh Mira kembali lebih dahulu ke rumah sakit untuk mempersiapkan meetingnya sebelum dia datang.
"Aku akan menelpon Leo untuk mengurus meeting itu. Sekarang ada hal yang jauh lebih penting yang harus aku lakukan. Turuti saja perintahku, sisanya aku yang akan mengurusnya bersama Leo," Odi langsung mengangguk mendengar perintah tegas dari Dave.
"Baik Tuan," Odi berkata sambil membelokkan mobil yang dikemudikannya begitu sampai di pertigaan.
# # # # # # #
Setelah Freya membisikkan sesuatu di telinga Nyonya Smith tanpa diketahui oleh Laurel, Nyonya Smith langsung berjalan mendekat ke arah Laurel dengan wajahnya yang dipenuhi dengan senyuman ramah.
“Nona, sebelum gaun pengantin ini dilepas, tolong Nona benar-benar meneliti dan merasakan bagian mana yang terasa tidak nyaman atau kurang indah, kami akan memperbaikinya. Kami akan keluar sebentar sambil menunggu Nona mengecek kembali gaun ini,” Setelah berpamitan kepada Laurel untuk keluar dari ruangan itu sebentar, Nyonya Smith langsung berjalan keluar dari ruangan itu diikuti ketiga pegawainya yang sedari tadi membantu Laurel.
“Bagaimana Kak? Apa ada yang masih kurang dari gaun itu?” Laurel menggelengkan kepalanya sambil tersenyum mendengar pertanyaan dari Freya.
"Untung saja bentuk tubuhku tidak banyak berubah sejak 7 tahun lalu, jadi gaun ini tetap bisa pas di tubuhku," Freya sedikit tersenyum geli mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Laurel.
“Lagipula gaun seindah ini, apalagi yang bisa aku kritik dari gaun yang begitu sempurna ini?” Freya langsung tertawa mendengar pujian Laurel terhadap gaun yang sedang dikenakannya, yang memang harus diakui Freya tampak begitu indah, apalagi sosok kakaknya adalah wanita yang sangat cantik yang terlihat begitu cocok mengenakan gaun itu.
“Kak, aku ke kamar kecil dulu ya. Kakak tunggu di sini dulu ya. Kalau Kakak merasa lelah duduk saja di sofa itu,” Laurel melirik ke arah sofa yang ditunjuk oleh Freya.
__ADS_1
“Frey, bisakah kamu membantuku untuk mengangkat ekor gaun ini, biar aku bisa duduk di sana untuk beristirahat,” Dengan cepat Freya mengangguk, dan dengan sigap diraihnya ekor gaun pengantin Laurel, disangganya dengan kedua lengannya dan mengikut langkah-langkah Laurel yang menjinjing gaunnya ke arah sofa yang ada di salah satu pojok ruangan itu.