CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
GENGGAMLAH TANGANKU


__ADS_3

"Laurel, namamu dipanggil," Lusiana berbisik pelan ke arah Laurel yang masih sibuk membetulkan pita di gaunnya. Mendengar perkataan Lusiana, Nia langsung menyenggol bahu Laurel.


"Laurel," Laurel langsung mendongak begitu Nia memanggil namanya kembali, dan saat dia sudah menegakkan kembali badannya, dilihatnya Dave yang terlihat tampan dengan setelan tuksedo (Suit atau setelan jas adalah pakaian resmi berlengan panjang yang digunakan di sebagai luaran kemeja. Disebut setelan jas karena biasanya dipakai sepaket dengan celana berbahan dan berwarna sama. Jas juga dipakai saat menghadiri acara resmi atau acara kenegaraan.Sementara tuxedo digunakan untuk acara-acara yang lebih resmi lagi seperti gala dinner, pesta, atau momen pernikahan. Bahkan saking resminya, dulu di Inggris memakai Tuksedo saja diatur waktunya harus di atas jam 17:00. Jika sebelum jam tersebut menggunakan tuksedo maka dianggap tidak pantas. enapa tuksedo digunakan sebagai pakaian yang lebih formal dari jas? Salah satunya adalah karena detail tuksedo yang lebih komplek dibanding jas. Pada umumnya, kerah tuxedo berbentuk shawl (melengkung), berbeda dengan notched-lapel yaitu kerah umum di jas. Kerah tuxedo juga terbuat dari satin yang mengkilap. Menggunakan tuksedo wajib hukumnya menggunakan dasi kupu-kupu sebagai pelengkap. Namun, saat menggunakan jas, dasi adalah pilihan yang boleh kamu pakai atau tidak. Selain dasi kupu-kupu, vest atau cummerbund juga merupakan akseori yang paling sering dipadukan dengan tuksedo) hitamnya sudah berdiri di depan Laurel dengan mengulurkan tangan kanannya ke arah Laurel dengan badan sedikit membungkuk sebagai tanda Dave mengajaknya berdansa.


"Laurel, tanganmu," Lusiana kembali berbisik ke telinga Laurel melihat Laurel masih tetap terdiam dengan wajah kikuk karena benar-benar tidak siap dengan apa yang barusan terjadi.


Dengan ragu-ragu Laurel mengarahkan tangan kirinya ke arah tangan kanan Dave yang terulur ke arahnya, begitu telapak tangan mereka saling bersentuhan, Dave menggenggam tangan kiri Laurel dengan erat dan mengajaknya berjalan ke depan ruangan untuk memulai dansa mereka.


Begitu sampai di bagian depan ruangan yang tampak sengaja sudah dikosongkan untuk mereka berdua dapat berdansa dengan nyaman, dengan pengaturan lampu yang terlihat sedikit temaram, Dave berdiri berhadapan dengan tubuh Laurel, lalu menarik tangan kanan Laurel, meletakkannya di atas bahu kirinya, setelah itu tangan kiri Dave bergerak ke arah pinggang ramping Laurel, dengan tangan kanannya tetap mengenggam tangan kiri Laurel, membuat Laurel harus menahan nafasnya karena jantungnya yang berdetak keras mendapatkan perlakuan dan sentuhan lembut dari Dave.


Seorang gadis cantik dengan gaun perak muncul dengan membawa sebuah biola, begitu alunan musik lembut dari gesekan biola mengalun, Dave mulai memimpin gerakan dansa mereka, membuat Laurel mau tidak mau mengikutinya. Lagu Perfect dari Ed Sheeran mengalun dengan lembut mengiringi dansa mereka.


I found a love for me


Kutemukan cinta untukku


Darling, just dive right in and follow my lead


Kasih, cukup selami dan ikuti aku


Well, I found a girl, beautiful and sweet


Ya, ku temukan seorang gadis, cantik dan manis


Oh, I never knew you were the someone waiting for me


Oh aku tak tahu bila kaulah seseorang yang menungguku


'Cause we were just kids when we fell in love


Karena kita masih sekadar bocah saat kita jatuh cinta


Not knowing what it was


Tak mengerti apa-apa


I will not give you up this time


Kali ini aku takkan menyerah


But darling, just kiss me slow, your heart is all I own


Tapi Kasih, cium aku secara perlahan, hatimulah satu-satunya yang kumiliki


And in your eyes, you're holding mine


Dan di matamu, kau memeluk (hati-)ku


Reff:


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Kasih, aku menari dalam gelap dengan engkau di pelukanku


Barefoot on the grass, listening to our favourite song

__ADS_1


Tanpa alas kaki di rerumputan, mendengarkan lagu favorit kita


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


Saat kau bilang kau terlihat berantakan, dalam suara pelan aku berbisik


But you heard it, darling, you look perfect tonight


Tapi dengarkan ini kasih, kau terlihat sempurna malam ini


Well I found a woman, stronger than anyone I know


Ya ku temukan seorang wanita, lebih tangguh dari siapapun yang ku kenal


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home


Dia berbagi mimpi denganku, kuharap suatu saat aku akan berbagi rumah dengannya


I found a love, to carry more than just my secrets


Ku temukan sebuah cinta, tuk ku jaga lebih dari rahasia rahasiaku


To carry love, to carry children of our own


Untuk menjaga cinta, menjaga anak anak milik kita


We are still kids, but we're so in love


Kita belum dewasa, namun kita sungguh saling cinta


Berjuang hadapi semua rintangan


I know we'll be alright this time


Aku tahu kita akan berhasil kali ini


Darling, just hold my hand


Kasih, genggamlah tanganku


Be my girl, I'll be your man


Jadilah wanitaku, aku akan menjadi lelakimu


I see my future in your eyes


Kulihat masa depanku di matamu


Reff:


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Kasih, aku menari dalam gelap dengan engkau di pelukanku


Barefoot on the grass, listening to our favourite song

__ADS_1


Tanpa alas kaki di rerumputan, mendengarkan lagu favorit kita


When I saw you in that dress, looking so beautiful


Saat aku melihatmu dengan gaun itu, kau terlihat sangat cantik


I don't deserve this, darling, you look perfect tonight


Aku tak layak mendapatkan itu, kasih, kau terlihat sempurna malam ini


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Kasih, aku menari dalam gelap dengan engkau di pelukanku


Barefoot on the grass, listening to our favourite song


Tanpa alas kaki di rerumputan, mendengarkan lagu favorit kita


I have faith in what I see


Aku memiliki keyakinan pada apa yang aku lihat


Now I know I have met an angel in person


Kini ku sadar, aku bertemu bidadari berwujud manusia


And she looks perfect


Dan dia terlihat sempurna


I don't deserve this


Aku tak layak mendapatkan ini


You look perfect tonight


Kau terlihat sempurna malam ini


Berbagai ekspresi terlihat mengamati acara dansa mereka, mulai dari Leo dan Arnold yang hanya bisa menarik nafas dalam-dalam melihat begitu mesranya Dave memperlakukan Laurel dan berdansa dengan Laurel malam itu. Lusiana, Nia, apalagi Indah tersenyum dengan wajah ikut senang melihat itu, mereka bertiga saling memandang satu dengan lain sambil mengerlingkan mata, menyatakan mereka mendukung sekali jika hubungan Laurel dan Dave bisa lebih dekat setelah acara malam ini.


Hana hampir saja membanting gelas di tangannya kanannya, sedang tangan kirinya mengepal dengan erat, menunjukkan dia begitu tidak menyukai kejadian hari ini. Selama dia mengenal Dave, belum pernah sekalipun Dave memperlakukannya semesra dan selembut seperti dia memperlakukan Laurel hari ini. Sedang pegawai yang lain yang tidak memiliki hubungan apapun dengan mereka hanya tersenyum tanpa ada respon lain, untuk para pria single dan gadis single yang sempat memiliki ketertarikan dengan Dave atau Laurel hanya bisa memandang mereka berdua dengan iri.


Beberapa orang bahkan saling berbisik, karena setahu mereka di acara ulang tahun Dave sebelumnya tidak ada acara dansa, khusus tahun ini diadakan undian untuk mendapat kesempatan berdansa dengan Dave. Banyak orang yang mengharapkan mendapatkan kesempatan itu, tapi justru Laurel yang memenangkan undian itu, yang bagi mereka hanyalah seorang pegawai baru yang belum terlalu kenal dengan Dave.


Mira yang baru saja mengembalikan bola merah dengan nama Laurel yang tadi dipegang Dave ke dalam fishbowl hanya bisa tersenyum melihat misinya berhasil dengan sukses. Mira memandangi bola-bola yang berada di dalam fishbowl, ada bermacam-macam warna bola yang ada disana, namun hanya ada dua yang bewarna merah, dan bola merah manapun yang akan diambil Dave semuanya akan tertulis nama Laurel Tanputra. Sebelumnya Mira sudah memberikan kode kepada Dave untuk sengaja mengambil bola bewarna merah. Dengan masih tersenyum Mira melepaskan kembali stiker yang berisi nama-nama yang menempel pada bola-bola itu, meremasnya menjadi satu dan segera membuang kumpulan stiker-stiker bekas itu ke tong sampah.


Mira mengarahkan pandangannya ke samping, diliriknya sekilas sosok Dave yang sedang berdansa dengan Laurel, rasanya dia ingin sekali melihat mereka berdua segera bersatu, apalagi melihat sosok Dave akhir-akhir ini yang terlihat lebih banyak tersenyum dan tampak bahagia sejak kehadiran Laurel di rumah sakit ini. Sejak Dave menjadi kepala rumah sakit ini 2 tahun lalu dan mengangkatnya sebagai sekretaris pribadinya secara tidak resmi, sedikit banyak dia mengetahui tentang kehidupan Dave dan keluarganya, termasuk hubungan Dave yang sebenarnya dengan Laurel, karena itu selama ini Mira begitu mendukung Dave, bahkan rencana permintaan maaf dengan makan siang beberapa waktu lalu Mira yang mengusulkan dan mengaturnya, walaupun akhirnya gagal karena Laurel bersikeras menolak datang ke ruangan Dave siang itu.


Dave memandangi wajah Laurel yang saat ini dalam pelukannya dalam-dalam, rasanya dia ingin malam ini tidak segera berlalu, sedang Laurel lebih banyak menundukkan wajahnya karena dia benar-benar takut jika dia membiarkan Dave melihat wajahnya, Dave akan tahu bahwa saat ini dia begitu gugup dan sedang berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan debaran jantungnya yang sudah tidak terkendali, sampai Laurel menyadari ada sesuatu yang salah pada Dave, sehingga membuat Laurel memaksakan dirinya untuk mendongakkan kepalanya agar bisa memandang wajah Dave yang tampak jauh di atasnya karena perbedaan tinggi badan mereka yang cukup jauh, Dave dengan tinggi 189 cm, sedang dia sendiri hanya 167 cm, untuk ukuran perempuan Indonesia Laurel termasuk cukup tinggi, tapi dibandingkan dengan tinggi badan Dave rasanya dia menjadi merasa sangat pendek.


"Bos...," Laurel mengamati wajah Dave yang memang terlihat sedikit pucat sejak pagi tadi, tapi saat ini Laurel menyadari ada sesuatu yang lain.


"Bos, apakah anda baik-baik saja? Sepertinya badan bos sedang demam," Laurel memandang ke arah tangannya yang ada di dalam genggaman tangan kanan Dave, saat ini tangan Dave yang sedang menggenggam tangan kirinya terasa begitu panas, kalau tidak ingat mereka sedang berdansa di hadapan orang banyak, rasanya Laurel ingin mengulurkan tangannya ke arah kening Dave untuk memeriksa suhu badan laki-laki itu.


 

__ADS_1


 


__ADS_2