CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
BUKAN LAGI STATUS DI ATAS KERTAS


__ADS_3

“Good morning mo cuisle,” Begitu Laurel membuka matanya, suara sapaan lembut dari Dave langsung menyapa telinganya, membuat Laurel langsung tersenyum dengan wajah sedikit memerah karena mengingat apa yang sudah terjadi di antara mereka tadi malam, apalagi Laurel sadar kondisi tubuh mereka yang pagi ini masih polos tanpa sehelai benangpun, hanya selimut tebal yang melindungi mereka dari hawa dingin di kamar yang ber AC (Penyejuk udara, pendingin udara, pengkondisi udara, penyaman udara, erkon, atau AC (bahasa Inggris: air conditioner) adalah sistem atau mesin yang dirancang untuk menstabilkan suhu udara dan kelembapan suatu area (yang digunakan untuk pendinginan maupun pemanasan tergantung pada sifat udara pada waktu tertentu).


“Morning, I love you Mr Shaw,” Laurel yang berada dalam pelukan Dave membalas sapaan Dave dengan langsung bergerak ke depan dan mencium sekilas bibir Dave yang sedang berbaring miring, menghadap ke arah tubuh Laurel, membuat Dave tersentak kaget karena tidak mengira dengan tindakan berani Laurel.


Begitu Laurel selesai mencium sekilas bibir Dave dan berencana kembali ke posisinya semula, dengan cepat tangan Dave meraih tubuh Laurel sehingga dia tidak berhasil menjauh dari tubuh Dave, dan justru Dave menarik tubuh Laurel ke arahnya, sehingga posisi tubuh Laurel menjadi berubah, dari berbaring dengan saling berhadap-hadapan dengan Dave, menjadi dalam posisi tengkurap di atas tubuh Dave. Tindakan Dave itu tentu saja sukses membuat wajah Laurel memerah, apalagi karena tindakan Dave membuat selimut yang menutupi tubuh mereka sedikit terbuka, sehingga menunjukkan sebagian tubuh telanjang mereka berdua yang ada di atas tempat tidur.


“Dave…, lepaskan aku,” Dave tersenyum mendengar suara Laurel yang terdengar manja sekaligus terdengar memelas.


“Pagi-pagi kamu sudah membangunkan singa tidur. Kamu harus bertanggungjawab,” Laurel tersenyum malu-malu mendengar perkataan Dave.


“Aku hanya menyatakan isi hatiku, tidak bermaksud menggodamu. Apa aku tidak boleh mengucapkan salam selamat pagi untuk suamiku?” Dave tertawa geli, hatinya merasa begitu bahagia mendengar Laurel menyebutnya sebagai suami, kata-kata yang begitu lama dia ingin dengar dari bibir Laurel. Dan tentu saja, dengan apa yang sudah terjadi tadi malam, pagi ini dia sudah memiliki status sebagai suami Laurel yang sebenarnya, bukan hanya status suami di atas kertas lagi.


“Apa kamu baik-baik saja? Apa aku menyakitimu? Maaf jika semalam itu menyakitkan bagimu,” Dave bertanya kepada Laurel dengan wajah sedikit serius, apalagi sekilas Dave sempat melirik ke arah bekas tempat Laurel terbaring tadi malam, tampak bercak-bercak darah yang sudah mengering di atas sprei. Walaupun Dave tahu, bagi pria yang baru melakukan itu pertama kali juga terasa sakit, tapi bagi wanita itu akan terasa jauh lebih menyakitkan.

__ADS_1


“Sakit, tapi terimakasih kamu sudah berusaha melakukan dengan lembut,” Dave tersenyum mendengar apa yang dikatakan Laurel, dengan gerakan lembut Dave mengembalikan posisi tubuh Laurel agar terbaring di sisinya kembali dengan posisi terlentang, membuat Laurel tersenyum. Tapi dengan gerakan cepat, setelah Laurel terbaring di sisinya, tubuh Dave bergerak ke atas tubuh Laurel, dengan kedua telapak tangannya menahan kedua telapak tangan Laurel di atas tempat tidur, di samping kanan dan kiri tubuh Laurel, sedang kedua kakinya berada di antara kedua kaki Laurel.


“Dave…, apa yang mau kamu lakukan?” Dave tersenyum melihat wajah Laurel yang terlihat gugup dan salah tingkah.


“Meminta pertangungjawabanmu karena sudah membangunkan sesuatu yang tertidur,” Laurel langsung terbeliak mendengar perkataan Dave.


“Kamu tahu, 7 tahun ini aku sudah menahannya dengan begitu baik. Kamu tidak tahu betapa sulitnya aku mengendalikan diri setiap kali aku melihat sosokmu sejak kamu masuk ke rumah sakit kita. Sekarang saatnya kita membalas dan menggantikan waktu 7 tahun yang hilang di antara kita,” Dave kembali melanjutkan kata-katanya. Mendengar kata-kata Dave, Laurel langsung menelan ludahnya.


Semua tanda kepemilikanmu di seluruh tubuhku belum lagi memudar, kamu sudah ingin membuat tanda yang lain? Kamu benar-benar sudah kehilangan kendali Dave. Benar-benar tingkahmu saat ini tidak seperti Dave yang aku kenal selama ini, kemana perginya pria pendiam dengan tatapan mata dinginnya? Laurel berbisik dalam hati sambil tersenyum memandang ke arah Dave.


“Aku akan cuti hari ini. Tadi pagi aku sudah memberikan info cutiku kepada Leo dan Mira. Sedang kamu, bukannya baru besok kamu mulai kembali bekerja? Kita akan habiskan hari ini berdua, aku tidak perduli. Toh sejak menikah aku belum pernah mengambil cuti untuk bulan maduku. Bagaimana mau menikmati bulan madu sedang istri tidak bisa diajak kompromi, lebih suka melarikan diri kesana kemari, terlalu sibuk untuk menghindar daripada menemaniku,” Tanpa menunggu respon dari Laurel yang wajahnya terlihat salah tingkah, bibir Dave bergerak ke arah leher Laurel, tapi sebuah suara yang terdengar berbunyi dengan nyaring langsung menghentikan gerakan Dave, bahkan langsung membuat Dave bergerak menjauh dari tubuh Laurel dan tertawa terbahak-bahak, sampai dia memegang perutnya karena kaku akibat tertawa.


Laurel menarik nafas panjang dengan wajah memerah karena malu sambil mengelus perutnya yang baru saja mengeluarkan suara begitu keras, tanda bahwa dia benar-benar lapar, karena semalam sudah melewatkan makan malamnya.

__ADS_1


“Maaf, aku lupa kamu tidak makan dari semalam. Ayolah, kita mandi dan bersiap untuk sarapan. Aku takut jika kamu tidak makan pagi ini, kamu tidak akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan kegiatan penting kita selanjutnya,” Mendengar olok-olok Dave, dengan cepat tangan Laurel langsung memukul bahu Dave yang hanya bisa meringis, berpura-pura kesakitan.


# # # # # # #


Laurel yang masih mengenakan jubah mandinya, berdiri di depan kaca meja riasnya, sambil mengamat-amati tubuhnya dengan wajah bingung, membuat Dave yang baru saja keluar dari kamar mandi mendekat ke arahnya, sedikit membungkukkan tubuhnya untuk kemudian memeluk tubuh Laurel dari belakang dan menciumi leher Laurel yang begitu harum dan baginya begitu menggoda bukan hanya indra penciumannya, tapi berada dekat dengan Laurel membuat bagian tubuhnya yang lain juga ikut bereaksi. Andai saja tidak teringat tentang suara perut Laurel yang didengarnya begitu nyaring pagi tadi, tidak segan-segan sekarang juga Dave akan meminta Laurel mengulang apa yang mereka telah lakukan tadi malam.


“Kenapa dengan wajahmu? Seperti orang bingung?” Mendengar pertanyaan Dave, Laurel menghembuskan nafasnya dari hidung dengan sedikit keras, menunjukkan dia sedikit frustasi dengan kondisi yang dialaminya pagi ini, membuat Dave yang sedang memeluk Laurel dari belakang sambil mengamati wajah Laurel lewat kaca di depannya mengernyitkan keningnya melihat tindakan Laurel barusan.


“Lihat hasil perbuatanmu semalam Mr Shaw. Bagaimana aku berani keluar kamar dengan kondisi seperti ini?” Dave memandang ke arah telunjuk tangan Laurel yang mengarah ke leher bahkan sampai ke dada dan beberapa bagian lain tubuhnya yang menunjukkan beberapa tanda merah hasil perbuatan Dave semalam.


“Kenapa hanya perbuatanku? Hasil perbuatan kita berdua, kamu belum tahu apa yang terjadi pada punggungku semalam,” Dave melepaskan pelukannya dan bergerak ke samping Laurel, lalu membuka jubah mandinya di bagian punggung, dan memperlihatkan bagian punggungnya kepada Laurel yang langsung dengan jelas dapat melihat bekas cengkeraman kuku Laurel, membuat Laurel tersentak kaget.


“Kenapa bisa separah itu? Aku tidak menyangka akan meninggalkan bekas separah itu,” Dave tertawa mendengar perkataan Laurel dengan wajahnya yang terlihat polos, sambil mengamat-amati bekas perbuatannya tadi malam di punggung Dave.

__ADS_1


“Apapun itu, aku tetap menikmatinya, I love you mo cuisle,” Dave berkata sambil dengan cepat mencium bibir Laurel dengan lembut dan mesra, membuat Laurel hanya bisa tersenyum tersipu.


“Sebisa mungkin tutup itu dengan foundation (Foundation adalah riasan cair atau bedak yang diaplikasikan pada wajah untuk menciptakan warna yang merata dan merata pada kulit, menutupi kekurangan dan, kadang-kadang, untuk mengubah warna kulit alami sesuai dengan yang diinginkan), kenakan saja pakaian berkerah tinggi dan tertutup. Kalau tetap ada yang bisa melihatnya, dan menanyakannya, bilang saja itu tanda cinta dari suamimu,” Mendengar kata-kata Dave yang awalnya serius, tapi diakhiri dengan candaan, dengan cepat tangan Laurel mencubit lengan Dave yang hanya bisa tertawa walaupun cubitan Laurel terasa sedikit menyakitkan.


__ADS_2