
"I love you Kak Leo," Evelyn bekata lirih dengan kepalanya menopang pada bahu Leo yang masih berlutut dalam posisi mereka saling berpelukan, sehingga bahu Leo bisa merasakan hangatnya air mata bahagia Evelyn yang membasahi bahunya.
Sebentar kemudian Leo melepaskan pelukannya, dan bangkit berdiri, Evelyn yang masih duduk di kursinya mendongakkan kepalanya dan begitu terkejut ketika tiba-tiba saja kedua tangan Leo bergerak memegang kedua pegangan kursi Evelyn sambil membungkukkan tubuhnya. Apa yang dilakukan Leo membuat tubuh Evelyn yang berada di kursinya terkurung oleh kedua lengan Leo. Melihat posisi mereka berdua saat ini membuat jantung Evelyn rasanya berhenti berdetak padahal justru saat ini jatungnya berdetak dengan begitu keras dan tanpa sadar membuat Evelyn menahan nafasnya.
Jantung Evelyn semakin berdetak dengan begitu keras setelah dilihatnya Leo mendekatkan wajahnya ke wajah Evelyn, sehingga hangatnya udara dari hidung Leo begitu terasa di pipi Evelyn.
"Evelyn Devanie Shaw, I love you," Setelah mengucapkan kata-kata cintanya, bibir Leo langsung mengecup lembut bibir Evelyn yang hanya bisa terdiam dengan mata melotot karena rasa kagetnya.
Setelah kecupan kecil di bibir Evelyn, Leo sedikit menjauhkan bibirnya dari bibir Evelyn, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Evelyn yang terlihat masih begitu kaget sehingga duduk terpaku dalam posisinya dengan mata masih terbeliak dan bibir sedikit terbuka.
"You deserve the very best, someone who will back you up without limits, let you grow without borders, and love you without end. Will you let me be the one? From this day forward, you shall not walk alone. My heart will be you shelter and my arms will be your home. Will you marry me?" (Kamu berhak mendapatkan yang terbaik, seseorang yang mendukungmu tanpa batas, yang membiarkanmu tumbuh tanpa batas, dan mencintaimu hingga akhir. Maukah kamu mengizinkanku menjadi orang itu? Mulai hari ini dan seterusnya, kamu tidak akan berjalan sendirian. Hatiku akan menjadi tempat berlindungmu dan lenganku akan menjadi rumahmu. Maukah kamu menikah denganku?)
Leo kembali berbisik pelan mengucapkan keinginannya untuk menikahi Evelyn di telinga Evelyn yang hanya bisa menjawab semua pertanyaan Leo dengan menganggukkan kepalanya tanpa bisa lagi mengeluarkan suaranya. Melihat anggukan di kepala Evelyn dan melihat bagaimana Evelyn masih menangis Leo merangkum wajah Evelyn dengan kedua tangannya.
"Please don't cry my little princess, my love," Leo mengusap kedua pipi Evelyn dengan kedua jempolnya, setelah itu dengan mesra Leo mencium bibir Evelyn dengan lembut dan mesra, kali ini dengan ciuman yang cukup lama untuk menunjukkan perasaan cintanya kepada Evelyn sekaligus menenangkan hati Evelyn agar segera menghentikan tangisnya.
Untuk beberapa saat Evelyn yang masih terbeliak kaget hanya bisa terdiam menerima ciuman hangat dan mesra dari Leo, tapi begitu salah satu tangan Leo meraih tengkuknya dan menarik kepala Evelyn ke arahnya sehingga ciuman mereka menjadi semakin dalam, Evelyn mulai memejamkan matanya, tangannya bergerak ke arah pinggang Leo, dipeluknya tubuh Leo dengan erat.
"Aku akan menikah denganmu Kak Leo, aku akan menjadi pengantin paling bahagia bersamamu," Evelyn menghentikan ciumannya, sedikit menarik bibirnya dari bibir Leo dan mengucapkan kesediaannya untuk menikah dengan Leo, membuat Leo tersenyum dan dengan cepat Leo mencium bibir Evelyn kembali, dan kali ini Leo tidak memberikan kesempatan sedikitpun kepada Evelyn untuk melepaskan bibirnya dari ciuman Leo untuk waktu yang cukup lama, seolah-olah saat ini Leo baru saja bertemu dengan kekasih hati yang begitu dirindukannya setelah sekian lama terpisah.
# # # # # # #
Laurel tertawa kecil setelah menutup panggilan teleponnya dari Mama Rosalia. Dave yang sedang berkonsentrasi mengamati data-data pasien dan hasil analisa tentang penyakit mereka dan proses penanganan oleh para dokter, langsung mendongakkan kepalanya, memandang ke arah Laurel sambil mengernyitkan dahi, bertanya-tanya tentang apa yang sudah terjadi sehingga membuat Laurel tampak begitu senang dan ceria. Setelah meletakkan handphonenya di atas meja kerja Dave, Laurel langsung mendekat ke arah Dve, dan tanpa mengucapkan sepatah katapun dengan tiba-tiba Laurel mendorong kursi kerja Dave yang beroda agar menjauh dari meja kerjanya dan langsung duduk di pangkuan Dave sambil melingkarkan kedua lengannya ke leher Dave dengan manja.
"I love you Mr. Shaw," Laurel berkata sambil menarik kepala Dave dengan kedua lengannya yang melingkar di leher Dave dan langsung mengecup sekilas bibir Dave yang hanya bisa tersenyum dan menahan nafasnya karena perlakuan mesra dan manja Laurel padanya. Entah kenapa bagi Dave setelah beberapa lama ini hidup bersama dengan Laurel, keberadaan Laurel di dekatnya tetap saja membuat hatinya selalu berdebar-debar seolah-olah baru pertama kalinya mereka dalam posisi begitu dekat seperti saat ini. Dan tanpa sadar semakin hari pesona Laurel semakin membuat Dave begitu mencintainya.
__ADS_1
"Kenapa denganmu hari ini mo cuisle? Apa yang sudah membuatmu terlihat begitu senang dan bahagia?" Laurel yang masih duduk di pangkuan Dave dan memeluk leher Dave dengan manja tersenyum lebar.
"Tebak apa yang baru saja Mama Rosalia katakan padaku," Dave langsung menggeleng pelan, membuat Laurel langsung memberengut.
"Ah, Dave..., ayolah, tebaklah sesuatu," Dave langsung tertawa sambil mencubit hidung Luarel pelan.
"Aku bukan seorang peramal dan pembaca pikiran mo cuisle. Katakan padaku apa yang sudah membuatmu begitu senang siang ini?" Dave berkata sambil melingkarkan kedua lengannya ke pinggang Laurel yang berada di pangkuannya, lalu memeluk tubuh itu dengan erat sambil hidungnya yang mancung menciumi lengan kiri Laurel yang ada di depan wajahnya, setelah itu seperti biasanya, Dave tidak lupa menggerakkan salah satu telapak tangannya untuk mengelus lembut perut Laurel seolah sabagai tanda dia sedang menyapa bayi kecilnya yang ada di perut Laurel.
"Mama Rosalia berkata bahwa sore nanti kita diminta datang ke rumah besar, ada sesuatu yang mau disampaikan Evelyn ke papa mama dan kita," Sebuah senyum lebar langsung mengembang di wajah Dave karena sesuatu yang terbersit di pikirannya dengan tiba-tiba tentang Evelyn dan Leo.
"Kira-kira apa yang mau disampaikan Evelyn kepada kita?" Laurel kembali bertanya kepada Dave walaupun sebenarnya dia juga menebak hal yang akan disampaikan Evelyn ada hubungannya dengan Leo.
"Sepertinya itu sesuatu yang sedang kita inginkan untuk terjadi," Dave berkata sambil tangannya meraih kepala Laurel, mendekatkan ke wajahnya dan mencium leher Laurel dengan mesra.
"Aku berharap hubungan Leo dan Evelyn bisa berjalan dengan baik, seperti kita," Laurel berkata sambil menggerakkan wajahnya ke arah Dave, sehingga bibir Dave yang sedang mencium leher Laurel mendadak bergeser, menyebabkan bibir mereka langsung bersentuhan, membuat baik Dave dan Laurel langsung tertawa bersamaan setelah itu.
# # # # # # #
"Semuanya baik-baik saja Ma, sudah mulai banyak berkurang mual-mual di pagi harinya," Laurel berkata sambil tersenyum ke arah Augistin yang memandang ke arahnya dengan senyum tipis, seperti biasanya, papa mertuanya selalu terlihat diam walaupun tanpa terlihat oleh orang lain seringkali dia menyungingkan senyum di wajahnya ketika melihat kehadiran Dave dan Laurel di rumah besar, apalagi jika dia membayangkan sebentar lagi dia akan menjadi seorang kakek. Bahkan tanpa disadari oleh siapapun, berita kehamilan Laurel juga sempat membuat hatinya begitu berdebar karena rasa bahagia yang menelusup di hatinya.
"Dave, bawa Laurel ke kamarmu dulu supaya beristirahat, Evelyn juga masih belum pulang. Entah apa yang dikerjakan oleh anak itu. Meminta bertemu dengan kita tepat jam 6 sore, tapi sekarang sudah hampir jam setengah 6 bahkan dia masih belum menunjukkan batang hidungnya, membuat orangtua khawatir saja. Harusnya dia segera menikah agar pikiran kami bisa lebih tenang," Laurel tersenyum mendengar keluh kesah Mama Rosalia tentang Evelyn, dengan lembut dielusnya bahu dan punggung Mama Rosalia.
"Tenang saja Ma, mungkin sebentar lagi doa Mama bisa terkabul," Mendengar kata-kata lembut Laurel, Mama Rosalia menarik nafas panjang.
"Hah, andai saja kata-katamu benar-benar terjadi, Mama akan sangat bahagia sekali. Setelah Dave kembali bersamamu, keinginan terbesar Mama adalah melihat Evelyn dan Bryan untuk segera menikah. Kalau Bryan masih berkutat dengan pekerjaannya, paling tidak Evelyn harusnya segera menikah, atau paling tidak memiliki kekasih, tidak seperti sekarang yang seolah-olah ingin melajang seumur hidupnya," Mama Rosalia berkata sambil menepuk-nepuk lembut tangan Laurel yang sedang mengelus bahu dan punggungnya.
__ADS_1
"Tenang saja Ma, kalau dalam 6 bulan ini Evelyn tidak juga bisa menunjukkan seorang laki-laki yang menjadi kekasihnya, aku akan mencarikan dia laki-laki yang cocok untuknya," Dave berkata menghibur mamanya dengan menyungingkan senyum geli di wajahnya karena mamanya yang terlihat begitu tidak sabar untuk melihat ketiga anaknya untuk segera menikah.
"Ah, jangan main-main Dave. Biarkan Evelyn menemukan sendiri laki-laki yang dicintainya. Jangan memaksanya," Mama Rosalia berkata sambil melirik ke arah Laurel yang langsung tersenyum, seolah langsung mengerti kenapa Mama Rosalia berkata seperti itu.
Walaupun Mama Rosalia tahu Dave begitu mencintai Laurel, bagi Laurel yang saat itu belum mengenal Dave tentu sesuatu yang sangat tidak mengenakkan harus menghadapi pernikahan dengan orang yang tidak dikenalnya akibat paksaan dari orangtuanya, dan sebagai orangtua, Mama Rosalia tahu dia bersikap egois dengan tidak menginginkan hal yang sama terjadi pada Evelyn. Melihat itu Dave langsung tersenyum sambil meraih bahu Laurel dan memeluknya sambil menciumi puncak kepala istrinya dengan mesra.
"Apapun dan bagaimanapun awal cerita dan caranya, intinya kalau sudah berjodoh pasti akan bersatu," Dave berkata dengan senyum di bibirnya sambil mengerlingkan matanya ke arah Laurel yang langsung menggerakkan tangannya ke arah pinggang Dave dan mencubitnya.
"Jangan terlalu bangga dengan caramu yang memaksa untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan," Laurel berkata dengan bibir sedikit memberengut, membuat Dave langsung tertawa sebagai ganti meringis akibat cubitan Laurel di pinggangnya barusan.
"Selamat sore Tante, Om," Obrolan Laurel dan Dave bersama Mama Rosalia terhenti begitu mendengar sebuah suara sapaan dari arah pintu masuk.
"Ah, Leo, kamu datang bersama Evelyn? Apa Evelyn mengatakan sesuatu tentang rencananya sore ini?" Mama Rosalia langsung mendekat ke arah Leo sambil menepuk bahu Leo yang sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri, dan keberadaan Leo di dekat Evelyn bagi Mama Rosalia adalah suatu pemandangan yang biasa.
"Hmmm..., Ma, bisakah kita semua duduk dulu? Ada sesuatu yang mau Evelyn sampaikan kepada kalian," Dave dan Laurel langsung berjalan ke arah sofa yang ada di ruang keluarga yang lebih private dibanding ruang tamu, sedang Augistin dan Mama Rosalia saling berpandangan dengan tatapan bertanya-tanya tentang apa yang akan dibicarakan Evelyn, apalagi mereka melihat saat ini Evelyn dan Leo tampak saling mencuri pandang.
# # # # # # #
Dave dan Laurel langsung tersenyum melihat bagaimana gugupnya Evelyn dan Leo yang sedang menjelaskan kepada mereka tentang hubungan mereka saat ini. Augistin Shaw dan Mama Rosalia tampak tersentak kaget dan begitu tidak menyangka bahwa ternyata sudah lama Evelyn begitu menyukai Leo. Bahkan karena begitu kaget, Augistin sempat tersedak oleh ludahnya sendiri sehingga membuatnya terbatuk-batuk kecil, membuat dengan sigap Laurel meraih gelas berisi air putih dan menyodorkannya ke arah Augistin yang langsung meminumnya untuk menghilangkan gatal di tenggorakannya juga untuk menenangkan hatinya karena apa yang baru didengarnya barusan, sesuatu yang tidak pernah disangkanya, karena begitu dekatnya hubungan mereka selama ini yang sudah seperti kakak dan adik kandung.
"Sepertinya bukan saja Dave yang begitu ahli membuat Papa begitu kaget ketika mendengar siapa orang yang telah membuat kalian jatuh cinta dan siapa yang ingin kalian nikahi," Augistin berkata sambil menatap ke arah Evelyn dan Leo, yang mereka berdua tahu sudah begitu mengenal Leo, tapi sore ini pandangan mata Augistin yang tampak menyelidik ke arahnya membuat Leo merasa seperti seorang teman pria Evelyn yang baru pertama kali bertamu di rumah ini dan bertemu dengan kedua orangtua Evelyn yang sedang berusaha menyelidiki tentang teman pria anak gadisnya yang sedang berkunjung.
Dave yang melihat bagaimana gugupnya Leo dan Evelyn menghadapi kedua orangtua mereka hanya bisa tersenyum sambil memeluk bahu Laurel yang duduk tepat di sisinya. Sedang Laurel lebih memilih untuk diam sambil mengamati apa yang terjadi.
"Pa, Ma, kami serius dengan hubungan kami, sama seperti tujuh tahun lalu saat Kak Dave menyatakan dengan lantang ingin menikah dan harus menikah dengan Kak Laurel apapun syarat yang diminta oleh Papa dan Mama," Augistin Shaw menarik nafas panjang mendengar perkataan Evelyn yang sepertinya sudah bertekad bulat untuk tetap menikah dengan Leo, apapun yang terjadi.
__ADS_1
"Leo, kami sudah menganggapmu sebagai anak kami sendiri dan keluarga kita sudah saling mengenal dengan begitu lama. Tapi sebagai Papa dari Evelyn aku ingin menanyakan satu hal padamu. Dengan kedekatan kalian berdua selama ini, aku tidak mau kalian salah melangkah dan salah mengenali perasaan kalian berdua. Apa yang akan kamu jelaskan kepada kami agar aku memberikan ijin kepadamu untuk menikahi Evelyn? Anak perempuanku satu-satunya yang selama ini selalu menjadi seorang ratu bagi kami orangtuanya dan kedua kakak laki-lakinya?" Leo menarik nafas panjang sebelum mulai menjawab pertanyaan Augistin Shaw dengan pandangan mata Dave yang tidak bisa menyembunyikan rasa gelinya melihat bagaimana salah tingkahnya Leo saat ini, sehingga membuatnya begitu bersyukur saat meminta Laurel kepada Mama Denia dia tidak menghadapi situasi seperti yang hari ini dialami oleh Leo.