
Leo memandang ke arah depan dengan sedikit menahan nafasnya, dirinya merasa ikut begitu tegang saat mendengarkan apa yang dikatakan Augistin Shaw tentang pernikahan Dave dan Laurel. Begitu Augistin Shaw sudah menyelesaikan pengumumannya, Leo menarik nafas lega melihat bagaimana Augistin Shaw menunjukkan bahwa dia menerima kehadiran Laurel sebagai menantunya dengan tangan terbuka, membuat Leo merasa tenang melepaskan Laurel untuk mulai masuk ke dalam Keluarga Shaw.
Mulai sekarang, kamu akan baik-baik saja Laurel. Jadilah wanita yang hidup dengan penuh cinta dan kebahagiaan, jangan ada lagi airmata kesedihan. Dave, kamu pria yang beruntung, jaga dia baik-baik, jangan pernah membiarkannya lepas darimu seperti waktu itu, Leo berbisik dalam hati, sambil menarik nafas dalam-dalam, berusaha menyunggingkan sebuah senyum di bibirnya.
Tanpa sadar Leo melirik ke arah Meria yang juga terlihat begitu tegang mendengarkan apa yang diumumkan oleh Augistin Shaw, membuat Leo hanya bisa menggerakkan bibirnya ke atas sambil sedikit mengepalkan tangannya, dengan tatapan matanya yang terlihat tidak bersahabat saat Leo memandang bagaimana cara Meria mengamati Dave.
Aku tidak tahu trik apalagi yang akan kamu perbuat untuk mendapatkan Dave. Apa kamu tetap akan menunjukkan sisi lemahmu untuk mendapatkan belas kasihan dari Dave. Mungkin Om Augistin dan Tante Rosalia tidak menyadari bagaimana liciknya kamu dibalik sikap lemah lembutmu, tapi sebaiknya kamu menyerah sekarang, karena aku tidak akan pernah memberimu kesempatan untuk menyakiti Laurel dengan sikap sok polosmu. Dan untuk kamu Dave, aku berharap kamu tidak terkecoh oleh Meria, seperti yang selama ini sudah dia lakukan padamu, Leo berkata dalam hati sambil matanya tetap mengamati setiap gerakan yang dilakukan oleh Meria.
Begitu Augistin Shaw selesai memberikan pengumuman tentang pernikahan Dave dan Laurel, Dave langsung menarik tubuh Laurel lembut, melingkarkan lengannya ke pingggang Laurel dan mengajaknya berjalan ke arah meja dimana berbagai makanan lezat tersaji di sana.
"Kenapa makanmu hari ini sedikit sekali? Apa masakan hari ini tidak sesuai seleramu?" Dave melirik ke arah piring Laurel yang sedari tadi terlihat tidak banyak terisi oleh makanan, justru beberapa saat Dave melihat Laurel sesekali tampak sedang melamun.
"Ada aku di sampingmu dan kamu masih melamun? Apa ada pria lain yang sedang memenuhi pikiranmu sekarang? Katakan siapa pria itu, aku akan mendatanginya dan menyatakan dengan tegas padanya bahwa wanita di depanku saat ini adalah istriku, jangan coba-coba berani memasuki pikiran istriku," Laurel sedikit terkikik mendengar apa yang baru dikatakan Dave untuk menggodanya.
"Tidak, mana mungkin ada pria selain dirimu yang bisa memasuki pikiranku? Semua makanan hari ini terlihat lezat, hanya saja bagiku hari ini masih seperti mimpi, aku masih tidak percaya dengan apa yang aku alami hari ini," Dave tersenyum mendengar perkataan Laurel, dengan gerakan cepat dicubitnya pipi Laurel.
"Aduh," Laurel langsung sedikit berteriak menerima cubitan kecil dari Dave.
__ADS_1
"Sakit? Berarti kamu tidak sedang bermimpi," Laurel tersenyum melihat Dave menepuk-nepuk lembut pipi Laurel dengan kedua tangannya, , seperti tindakan seseorang untuk membangunkan orang lain yang sedang tertidur.
"Katakan padaku, apa yang membuatmu merasa seperti sedang bermimpi?" Dave mendekatkan bibirnya ke telinga Laurel dan berbisik pelan.
"Semuanya, aku tidak menyangka dengan apa yang dikatakan papa tentang kita, bahkan dia sama sekali tidak mengungkit sedikitpun tentang kesalahan yang sudah aku perbuat di masa lalu," Dave tersenyum mendengar perkataan Laurel yang sebenarnya juga membuat dia sendiri merasa tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh papanya.
“Aku juga tidak menyangka papa akan melakukan hal seperti itu, bahkan membelamu mati-matian di depan semua tamu undangan. Aku baru sadar kenapa papa sengaja mengadakan pesta sebesar dan semewah ini,” Dave menghentikan bicaranya sejenak, ditatapnya wajah Laurel dengan tatapan mesra dan penuh cinta, diamatinya bibir Laurel yang sedang tersenyum manis padanya, rasanya dia ingin sekali mencium bibir istrinya saat ini, mencumbunya dengan mesra, tapi Dave berusaha keras menahan dirinya agar tidak melakukan itu di depan umum, membuatnya hanya bisa menahan nafas dan sedikit menelan ludahnya untuk mengendalikan hasratnya.
“Ternyata hari ini Papa sengaja mengumpulkan semua keluarga dan orang-orang terdekatnya untuk memberitahukan tentang keberadaanmu dan keinginannya agar semua orang menerima statusmu sebagai menantunya, sehingga saat nanti pesta pernikahan kita yang resmi diadakan, sudah tidak ada lagi orang yang berani berbicara macam-macam tentang kamu ataupun kejadian 7 tahun lalu,” Dave meraih tangan Laurel dan menggenggamnya dengan erat, merasa bahagia bahwa ternyata dibalik sikapnya yang dingin, benar seperti perkiraannya selama ini, papanya juga menyanyangi Laurel, dan menghargai status Laurel sebagai menantunya.
"Aku juga seperti bermimpi jika mengingat bahwa kita benar-benar sudah menikah sejak 7 tahun lalu. Mendapati kamu berdiri di sebelahku saat ini sebagai suamiku, rasanya aku masih seperti orang yang sedang bermimpi," Dave kembali menahan nafasnya sebentar mendengar apa yang dikatakan Laurel, yang menunjukkan bagaimana Laurel bersyukur bisa menjadi istrinya, membuat dada Dave bergetar karena merasakan rasa bangga sekaligus bahagia.
Dave sedikit tersenyum geli melihat bagaimana salah tingkahnya Laurel karena perkataannya barusan, sambil melahap makanan yang disodorkan oleh Laurel ke mulutnya, menikmati bagaimana sikap Laurel yang gugup, berusaha menghindari pandangan mata Dave ke wajahnya yang masih memerah.
"Kamu harus bertanggung jawab karena sejak pagi tadi kamu terus menggodaku, membuatku tidak bisa memikirkan hal lain sepanjang hari ini," Wajah Laurel bertambah memerah mendengar Dave membisikkan kembali kata-kata yang benar-benar membuat jantungnya berdetak dengan keras karena tahu pasti arah dan maksud perkataan Dave barusan, bahkan hanya dengan mengingat bagaimana Dave memperlakukannya saat mereka memadu kasih membuat Laurel harus menahan nafasnya, agar Dave tidak menyadari reaksi tubuhnya yang menyatakan bahwa dia juga menikmatinya.
"Dave...," Laurel menghentikan bicaranya melihat sosok Meria mendekat ke arah mereka berdua.
__ADS_1
"Selamat ya," Meria mengulurkan tangannya ke arah Laurel yang langsung menyambutnya, namun dengan cepat kembali melepaskannya.
"Semoga hubungan kalian bisa awet," Dave tersenyum mendengar ucapan dari Meria, walaupun Laurel sedikit menahan nafasnya, karena dia melihat bahwa sepertinya dari mata Meria, Laurel melihat ada pandangan tidak rela dari cara Meria menatap Dave. Yang sedang dilihat Laurel dari Meria merupakan pandangan mata seseorang yang sedang berusaha keras untuk menahan tangisnya.
“Semoga kamu juga cepat menyusul kami untuk segera menikah dengan pria idamanmu,” Mendengar perkataan Dave, Meria berusaha untuk tetap menyunggingkan senyum kepada Dave.
“Meria, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu,” Bryan yang baru saja mendekati mereka langsung mengajak Meria menjauh dari Dave dan Laurel, dan itu membuat Laurel sedikit menarik nafas lega, karena bagaimanapun cara Meria memandang suaminya sungguh membuatnya tidak nyaman.
Saat sebelumnya Laurel melihat kedekatan Hana dan Dave, Laurel tidak pernah merasa setidak nyaman seperti dia melihat Meria sekarang, mungkin karena saat itu Laurel belum mengetahui statusnya sebagai istri Dave,dan saat itu dia juga belum memiliki kepercayaan diri untuk merasa layak bersanding dengan Dave, apalagi dengan sikap dingin Dave waktu itu, dia tentu saja tidak pernah mengira bahwa laki-laki dingin ini begitu mencintainya. Namun, melihat Meria saat ini, Laurel bisa merasakan dengan jelas bahwa hubungan Dave dengan Meria tidak sedangkal hubungan Dave dengan Hana, apalagi sepertinya sebagian besar orang di Keluarga Shaw mengenalnya dengan baik.
“Apa yang sedang kamu lamunkan mo cuisle? Bukannya sudah aku katakan jangan melamun, saat aku ada di sampingmu? Atau aku akan mematahkan kaki dan tangan pria yang berani membuatmu melamun. Merebut posisiku di pikiranmu, ” Dave berkata dengan senyum menggoda, dia bukannya tidak tahu dari pancaran mata Laurel tampak aura tidak nyaman, bahkan lebih tepatnya tidak suka, saat melihat bagaimana cara Meria menatapnya, membuat Dave tertawa dalam hati karena baru pertama kalinya dia melihat Laurel bersikap se protektif itu terhadapnya.
Laurel langsung menoleh ke arah Dave begitu mendengar suara Dave yang mempertanyakan apa yang sedang ada di pikirannya.
“Apa benar kamu dan Meria pernah hampir menikah?” Dave mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan Laurel, dan ingatannya tentang kata-kata tantenya tadi kepada Evelyn membuat Dave sadar kenapa Laurel menanyakan tentang hal itu.
“Aku…,”
__ADS_1
“Dave! Papa mencarimu. Ada seseorang yang ingin papa perkenalkan padamu,” Belum lagi Dave menjelaskan apapun kepada Laurel, suara perintah dari mamanya membuat perkataan Dave terpotong, dan Laurel hanya bisa menatap Dave tanpa bisa mencegah Mama Rosalia untuk membuat Dave bertemu dengan orang yang dimaksud oleh papanya.
“Sini, mama ajak kamu berkenalan anggota keluarga Shaw yang lain,” Begitu Dave berjalan ke arah papanya, Mama Rosalia langsung menggandeng tangan Laurel dengan erat, mengajaknya berkeliling untuk memberinya info tentang siapa-siapa saja tamu yang hadir di pesta itu, yang sebagian besar merupakan orang-orang dari Keluarga Shaw yang lain, mulai dari para saudara ipar, keponakan, sepupu, tante, paman, bahkan menantu keponakan dan yang lainnya, yang tampaknya berusaha menunjukkan bahwa mereka senang dengan kehadiran Laurel sebagai menantu Augistin Shaw, apalagi setelah mereka mendengar apa yang tadi di katakan oleh Augistin Shaw tentang Laurel, tentu saja tidak ada lagi yang berani menatap Laurel dengan tatapan mata bertanya-tanya apalagi memberinya tatapan sinis.