
“Memang ada apa Ma? Apa yang mau Mama bicarakan denganku sampai Mama meminta Laurel untuk pergi?” Mama Rosalia langsung mendekat ke arah Dave setelah mendengar pertanyaan Dave.
“Bagaimana kondisi Laurel setelah pertistiwa penculikan kemarin malam? Apa dia mengalami trauma atau hal-hal semacam itu?” Dave menarik nafas dalam-dalam mendengar pertanyaan mamanya.
“Laurel benar-benar wanita yang tangguh. Dilihat dari luar sepertinya dia baik-baik saja, semoga memang benar dia baik-baik saja. Sepanjang malam tadi tidurnya juga cukup tenang, tidak gelisah sama sekali Ma,” Mama Rosalia menarik nafas lega mendengar penjelasan dari Dave tentang kondisi Laurel.
“Kamu harus lebih sering bersamanya dalam waktu-waktu dekat ini. Walaupun dari luar dia tampak biasa-biasa saja, Mama tidak mau jika ternyata dia mengalami trauma akibat kasus penculikan kemarin. Apalagi kamu tahu sendiri, Laurel sedang hamil. Jangan sampai kejadian kemarin berpengaruh jelek kepada kehamilannya. Kamu harus benar-benar menjaga Laurel, menjauhkannya dari masalah yang mungkin bisa menyebabkan pikirannya tidak tenang dan terganggu sehingga kehamilannya ikut terganggu. Kabar tentang usaha penculikan Laurel beberapa waktu lalu sudah begitu membuat Mama khawatir, Mama benar-benar tidak menyangka bahwa kemarin Laurel benar-benar diculik. Sungguh benar-benar tidak tahu diri laki-laki bernama Dicky itu! Beraninya dia mengganggu menantuku!” Dave menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Mama Rosalia yang terlihat dipenuhi oleh emosi.
“Ah, kasihan sekali Laurel. Rasanya kalau ada kesempatan Mama ingin memukuli laki-laki kurang ajar bernama Dicky itu!” Mama Rosalia kembali mengomel dengan wajah terlihat masih tidak terima ketika menyebutkan nama Dicky, nama yang diketahuinya merupakan nama laki-laki yang sempat melakukan dua kali penusukan kepada Laurel dan orang yang telah berani menculik menantu kesayangannya itu.
“Iya Ma, aku juga tidak ingin ada apa-apa dengan kandungan Laurel. Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk kembali menimpa Laurel. Mama jangan khawatir, mulai sekarang aku tidak akan pernah lagi membiarkan Laurel bepergian sendirian dengan alasan apapun. Apalagi Mama tahu, Uncle Joe di luar sana masih berusaha untuk mengganggu bisnis kita,” Mama Rosalia mengangguk sambil menahan nafasnya sebentar.
(Uncle Joe adalah nama panggilan yang biasa digunakan oleh Dave dan keluarganya untuk menyebutkan nama adik dari Augistin Shaw yang tujuh tahun lalu sempat membuat masalah dengan perusahaan Papa Laurel bekerjasama dengan adik dari Mama Denia).
“Bryan sedang mencari cara untuk segera menghentikan tindakan Uncle Joe mu. Ada baiknya untuk masalah-masalah berat seperti ini kamu tidak perlu memberitahu Laurel agar pikirannya tidak terganggu,” Mama Rosalian berkata sambil menarik nafas dalam-dalam.
“Iya Ma. Aku akan mengurus masalah ini dengan baik bersama Bryan tanpa melibatkan Laurel, agar dalam masa kehamilannya ini dia cukup berkonsentrasi terhadap kesehatan anak kami di dalam kandungannya,” Mama Rosalia menganggukkan kepalanya, sebentar kemudian, Mama Rosalia mengambil sesuatu dari dalam kantong pakaian yang dipakainya.
Mama Rosalia meraih tangan kanan Dave dengan tangan kirinya, lalu mengulurkan benda yang baru diambilnya dari saku pakaiannya dan meletakkannnya di telapak tangan kanan Dave. Dave langsung mengernyitkan alisnya melihat apa yang baru diberikan mamanya ke telapak tangannya, sebuah kartu yang merupakan sebuah kunci sebuah apartemen mewah di Irlandia.
__ADS_1
“Hadiah dari kami untuk kalian berdua. Beberapa waktu lalu aku dan papamu memutuskan untuk membelikan kalian sebuah penthouse di Irlandia untuk kalian, mengingat kamu ingin mansion keluarga kita di sana diberikan untuk Bryan. Dan menurut pemikiran kami, kamu jarang ke Irlandia, jadi lebih baik membelikan kalian penthouse daripada membangunkan sebuah mansion yang akan jarang kalian kunjungi, apalagi tempati. Papamu berharap kalian meluangkan waktu untuk menikmati bulan madu kalian di sana. Bulan madu yang belum pernah kalian lakukan sejak kalian menikah,” Mata Dave terbeliak mendengar penjelasan dari mamanya.
Dave benar-benar tidak menyangka kalau papanya yang terlihat dingin dan seorang laki-laki yang keras dan tegas ternyata begitu perhatian dengannya dan Laurel. Apalagi Dave seringkali ingat bagaimana marahnya Augistis Shaw ketika Laurel meninggalkannya tujuh tahun lalu tepat di hari pernikahan mereka berdua. Saat itu hampir saja Augistin merobek surat nikah yang sudah ditandatangani oleh Laurel dan menyuruh orang untuk menyeret Laurel kembali untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya kalau saja Dave tidak benar-benar memohon untuk memaafkan Laurel. Bahkan saat itu Dave sempat mengancam jika papanya berani menyakiti atau memaksa Laurel, Dave menyatakan bahwa seumur hidup dia tidak akan menikah, untuk menghentikan rencana papanya.
Mama Rosalia menatap Dave dengan pandangan mata lembut, lalu dengan gerakan pelan Mama Rosalia menepuk-nepuk punggung tangan Dave yang masih dipegangnya.
“Mulai sekarang, kamu harus menikmati hidupmu bersama Laurel. Hiduplah berbahagia dengannya. Hampir semua mimpi dan keinginanmu sudah tercapai kan? Menjadi seorang dokter bersama Laurel, menikah dengan Laurel, bahkan sebentar lagi kalian akan memiliki seorang anak. Sekali-sekali kamu perlu berlibur berdua bersama dengannya menikmati hasil kerja kerasmu selama beberapa tahun ini,” Dave tersenyum mendengar perkataan mamanya, dengan lembut Dave langsung bergerak memeluk tubuh Mama Rosalia dengan erat.
“Terimakasih Ma, terimakasih sudah menjadi wanita hebat yang selalu mendukung dan menjagaku sejak kecil, mendidik dan mengajariku banyak hal tentang kehidupan. Aku beruntung sekali memiliki orangtua seperti kalian, yang tidak pernah lelah berusaha menjadikan kami manusia-manusia yang terbaik,” Dave berkata sambil mencium pipi mamanya dengan penuh kasih sayang, sedang Mama Rosalia yang berada dalam pelukan Dave segera membalas pelukan anaknya sambil menepuk-nepuk lembut punggung Dave, ada perasaan damai di hatinya melihat anak kesayangannya itu sudah mendapatkan kebahagiaannya.
“Segera atur waktumu untuk pergi berlibur ke Irlandia bersama istrimu. Berikan kejutan buat Laurel dengan mengajaknya berlibur ke tempat nenek moyangmu berasal. Jangan lupakan darah Irlandia yang mengalir di tubuhmu,” Dave menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, lalu melepaskan pelukannya.
(Apartemen penthouse merupakan apartemen yang biasanya dibangun di lantai tertinggi sebuah bangunan. Biasanya, penthouse memiliki luas bangunan yang berbeda dibandingkan luas bangunan apartemen lainnya. Ada 4 macam tipe apartemen, yaitu: Tipe studio (tipe apartemen ini sangat terkenal dan populer di luar negeri terutama di kalangan para mahasiswa dan pekerja dikarenakan modelnya yang sederhana dan tergolong mungil, sangat cocok untuk dihuni seorang diri. Sebuah unit apartemen disebut sebagai apartemen studio jika hanya memiliki satu ruangan terbuka dan tanpa partisi atau pemisah. Jadi, baik kamar tidur, ruang tamu, dan juga dapurnya berada dalam satu ruangan), Apartemen 1, 2, 3 Kamar (Cocok untuk yang sudah berkeluarga atau tinggal bersama teman. Apartemen jenis ini yang paling banyak dicari sebab berbeda dengan apartemen bertipe studio yang hanya terdiri dari satu ruangan saja, apartemen ini justru memiliki beberapa kamar. Bisa terdiri atas satu kamar, dua kamar, atau tiga kamar. Menariknya apartemen ini memiliki fungsi yang tidak jauh beda dengan rumah tinggal dimana kamar tamu, ruang makan, dan dapur juga berada pada ruang yang berbeda), Apartemen loft (saat ini tipe apartemen ini sedang naik daun di Indonesia. Yang membedakan tipe loft dengan tipe apartemen lain adalah jenis apartemen loft yang memiliki loft alias loteng. Loteng ini biasanya berada di antara plafon dan juga lantai. Jadi, biasanya berfungsi sebagai ruang tambahan tanpa harus menyekat ruangan), terakhir adalah Apartemen dengan tipe Penthouse (Khusus apatemen bertipe penthouse ini tidak sembarang orang bisa memilikinya. Hanya segelintir orang, khususnya mereka yang berkocek tebal yang bisa tinggal di penthouse ini. Harga sewa maupun harga jual penthouse cenderung jauh melambung tinggi sehingga tidak bisa di cover oleh sebagian besar orang. Penthouse sendiri biasanya terletak di bagian teratas sebuah gedung apartemen. Luasnya melebihi luas apartemen tipe standard, meski berada pada gedung yang sama. Saking eksklusif dan privatnya apartemen bertipe penthouse, mereka bahkan memiliki lift pribadi yang hanya bisa diakses oleh penghuni penthouse, membuat harga apartemen jenis ini begitu mahal).
“Ok, ayo kita ke meja makan. Yang lain pasti sudah lapar karena sudah menunggu terlalu lama. Apalagi kalian berdua tadi lama sekali mandinya. Sebenarnya kalian mandi atau ketiduran di kamar mandi?” Mama Rosalia bertanya sambil melirik ke arah Dave yang terlihat langsung terlihat begitu salah tingkah, dan tangan kanannya dengan reflek bergerak memegang tengkuknya.
Melihat Dave melakukan kebiasaannya kalau sedang malu atau salah tingkah, Mama Rosalia langsung tertawa geli. Melihat tawa mamanya, Dave langsung menoleh dengan pandangan mata heran.
“Apa yang sedang Mama tertawakan?” Mendengar pertanyaan Dave, Mama Rosalia sedikit mendongak, mendekatkan bibirnya ke arah telinga Dave.
__ADS_1
"Tenang saja Dave. Mama juga pernah muda. Setelah makan bersama pagi ini. Mama akan segera mengajak papamu pulang, supaya kami tidak mengganggu kalian. Agar kamu bisa mengajak Laurel beristirahat. Walaupun Mama tidak yakin kalian akan benar-benar beristirahat atau melakukan kegiatan lain," Mata Dave langsung terbeliak kaget mendengar bisikan pelan dari mamanya yang mengatakannya sambil tertawa geli.
“Dan satu hal kalau boleh Mama sarankan, lain kali pilih tempat yang bagus saat memberikan stempel tanda cintamu kepada istrimu, jangan sampai jika dia salah gerak tanda itu langsung terlihat oleh orang lain. Paling tidak tutupi dengan baik, atau kamu memang sengaja melakukan itu agar dia memamerkannya kepada orang lain hasil perbuatanmu? Mau memamerkan sisi kejantananmu pada orang lain?” Mendengar kata-kata yang dibisikkan oleh Mama Rosalia di telinganya barusan, mata Dave semakin terbeliak kaget dengan wajahnya yang langsung memerah, membuat Mama Rosalia semakin keras tertawa gelinya.
“Ah, sudahlah, semua orang juga pasti mengerti. Kalian masih sama-sama muda dan baru saja menikmati masa-masa indah pernikahan kalian. Dulu jaman Mama lebih susah karena tidak seperti sekarang bisa ditutupi dengan foundation dan bedak dengan baik. Produk kecantikan jaman mama dulu belum semaju sekarang ini. Apalagi saat itu Mama hanya seorang gadis dari kota kecil yang lugu dibandingkan dengan Papamu yang berasal dari kota besar di negara maju. Dulu seringkali Mama harus mengurung diri beberapa hari di kamar menunggu sampai tanda itu memudar baru berani keluar dari kamar,” Mendengar penjelasan mamanya bahkan dengan mengungkit-ungkit kisah cintanya dengan papanya akhirnya membuat Dave hanya bisa tersenyum simpul, sambil mengikuti langkah mamanya memasuki ruang makan dimana yang lain sudah berkumpul menunggu mereka berdua.
“Apa yang sedang kalian bicarakan sampai tawa Mamamu memenuhi seluruh ruangan?” Mendengar teguran dari Augistin Shaw, Mama Rosalia langsung berjalan mendekat ke arahnya, salah satu lengannya bergerak melingkar di bahu Augistin, kemudian bibirnya bergerak lembut mengecup pipi Augistin dari arah samping, membuat pria separuh baya itu tersenyum dan menggerakkan lengan kirinya untuk mengelus lembut rambut di kepala istrinya dengan wajah yang terlihat begitu bahagia dengan mata biru Augustin yang memandang Mama Rosalia dengan tatapan hangat dan mesra.
Melihat bagaimana mesranya perlakuan Augistin Shaw kepada Mama Rosalia, Laurel tersenyum sambil memandang ke arah Dave yang tadinya berjalan di belakang mamanya. Dan sekarang sedang mendekat menuju ke arah posisi Laurel duduk.
Sikap Dave ternyata benar-benar diturunkan dari Papa Augistin. Tenang, diam, dewasa, tapi begitu hangat dan sayang terhadap istrinya. Betapa beruntungnya aku bisa mendapat kesempatan untuk menjadi istrimu, Laurel berkata dalam hati dengan hati yang berdebar mengingat bagaimana selama ini Dave selalu memperlakukannya dengan sangat hangat dan mesra setelah mereka hidup bersama, bahkan sebelumnya sejak Dave menyatakan cintanya di dapur rumah kaca siang itu. Sejak saat itu Dave selalu bersikap mesra kepadanya walaupun beberapa kali Laurel sempat salah paham dan berencana untuk menghindari Dave akibat salah paham itu.
“Pagi Kak Dave,” Mendengar sapaan dari Evelyn yang sudah duduk di sisi lain meja makan bersama Leo, Dave langsung tersenyum.
“Eh, kalian di sini juga?” Dave bertanya sambil mengambil posisi duduk di samping Laurel.
“Tadi Papa dan Mama berangkat duluan, setelah itu aku langsung ikut menyusul begitu mendengar tentang apa yang terjadi pada Kakak berdua kemarin,” Evelyn berkata sambil melirik ke arah Leo yang tadi pagi tanpa sengaja menceritakan tentang apa yang menimpa Dave dan Laurel kemarin malam.
Awalnya Evelyn yang baru keluar kamarnya tadi pagi mendengar info dari para pelayan yang mengatakan bahwa tadi baru saja Papa dan Mamanya buru-buru pergi dari rumah dengan wajah tegang setelah kepulangan Leo beberapa waktu sebelumnya. Karena merasa penasaran, Evelyn langsung menghubungi Leo dan bertanya apa yang sudah terjadi. Begitu Leo menceritakan tentang kejadian kemarin malam, tanpa menunggu lebih lama Evelyn langsung menyusul ke rumah Dave, untuk mengetahui kondisi Laurel dan Dave dengan pasti.
__ADS_1