CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
ARTI TERSEMBUNYI BUNGA-BUNGA ITU


__ADS_3

“Dari Dicky?” Dave bertanya dengan kata-kata singkat, membuat Laurel bertambah heran melihat sikap Dave yang tidak seperti biasanya.


“Iya. Memang kenapa Dave? Kenapa wajahmu berubah tegang begitu? Apa ada yang aneh dengan kotak perhiasan ini?” Tanpa menjawab pertanyaan Laurel, tangan Dave meraih kotak perhiasan tersebut, memegangnya dan mulai mengamatinya.


“Dave, jangan membuatku takut, ada apa sebenarnya?”


“Ah, aku hanya sedang memikirkan sesuatu, tapi semoga saja apa yang aku pikirkan tidak benar,” Dave menjawab pertanyaan Laurel dengan suara pelan sambil terus mengamati kotak perhiasan hadiah dari Dicky untuk Laurel yang ada di tangannya.


“Memang apa yang sedang kamu pikirkan Dave?”


“Laurel, apa kamu tahu bunga apa yang terukir di kotak perhiasan ini?” Dave bertanya kepada Laurel dengan mata masih menatap ke arah kotak perhiasan itu, membuat Laurel mengernyitkan dahinya karena mencoba memikirkan apa maksud pertanyaan Dave barusan.


“Aku tahu, itu bunga anyelir, nama lain dari bunga carnation,” Dave menarik nafas dalam-dalam mendengar jawaban Laurel.


“Kamu tahu apa arti dari bunga anyelir, apalagi yang bewarna putih?” Kali ini Dave bertanya sambil matanya memandang ke arah wajah Laurel yang sudah dapat ditebak oleh Dave bahwa Laurel tidak bisa menjawab pertanyaannya barusan, dan sesuai dengan tebakan Dave, Laurel menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mengerti tentang arti dari anyelir putih.


“Aku tidak tahu, apakah Dicky sengaja memberimu kotak perhiasan dengan hiasan anyelir putih karena dia tahu arti dari bunga ini atau karena dia tidak tahu tentang arti bunga ini,” Dave menahan nafasnya sebentar, lalu menghembuskannya keras-keras melalui hidungnya.


“Kenapa Dave? Memang ada yang aneh? Apa arti bunga anyelir putih?”


“Bunga anyelir biasa digunakan untuk berbagai acara, mulai dari pemakaman, event-event acara yang menggunakan rangkaian bunga, dan juga pernikahan. Secara harafiah bunga anyelir diterjemahkan sebagai bunga dewa atau bunga cinta. Nama carnation datang dari kata corone yang berarti karangan bunga atau dari kata coronation yang berarti penobatan karena dahulu digunakan dalam upacara pemberian mahkota, pengangkatan seorang raja pada jaman Yunani kuno. Dalam bahasa latin juga disebut carnis yang berarti daging, atau dari kata incarnation yang berarti inkarnasi (inkarnasi adalah pembuahan dan kelahiran makhluk yang merupakan manifestasi dari suatu tuhan/dewa, atau kekuatan yang imaterial),” Laurel tersentak mendengar apa yang baru saja dikatakan Dave tentang bunga anyelir.


“Dave…,” Dave meletakkan kembali kotak perhiasan itu di atas meja rias Laurel, dan mata Dave beralih ke wajah Laurel yang terlihat tegang.

__ADS_1


“Dan anyelir putih artinya, kesetiaan, rasa cinta yang tulus, cinta abadi, perasaan tidak bersalah, rasa cinta yang menggebu, biasa diberikan kepada pasangan yang sudah menikah, biasanya untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka,” Laurel langsung lemas mendengar penjelasan Dave tentang bunga anyelir, keringat dingin langsung membasahi dahi Laurel, membuat Dave langsung menggenggam erat tangan Laurel, dan mengajaknya untuk bangkit berdiri dari duduknya, untuk berpindah duduk di atas tempat tidur, bersandar pada sandaran tempat tidur mereka.


“Dave…,” Laurel memandang ke arah Dave dengan wajah terlihat ketakutan, karena setelah mendengar apa yang baru dikatakan Dave, Laurel merasa semakin yakin bahwa Dicky adalah orang yang sama yang setiap hari mengirimkan bunga tulip bewarna merah kepadanya dan mengaku sebagai Dewa Siwa dan menganggapnya sebagai Dewi Parwati, istri Dewa Siwa.


Dave yang mengambil posisi duduk di samping Laurel di atas tempat tidur langsung menyandarkan kepala Laurel ke bahunya dan mengelus rambut istrinya dengan lembut.


“Sepertinya Dicky menganggap dirinya titisan dari dewa dan menganggapmu sebagai istrinya. Semoga saja apa yang aku pikirkan ini salah. Karena kalau apa yang aku katakan benar, berarti Dicky adalah orang yang mengalami gangguan kejiwaan,” Laurel hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menggenggam erat kedua tangannya mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Dave tentang Dicky, dan Laurel tahu, ada kemungkinan besar apa yang baru dikatakan Dave tentang Dicky adalah benar.


“Jangan takut, coba ceritakan padaku tentang Dicky, aku akan berusaha menyelesaikan kasus ini dengan cepat. Aku tidak mau hidupmu berada dalam bayang-bayang ketakutan. Sebagai suamimu, aku akan berusaha melindungimu dengan seluruh kekuatan yang aku miliki. Jangan khawatirkan apapun, sekarang ada aku yang akan selalu ada di sisimu. Aku tidak akan membiarkan seorangpun menyakitimu, siapapun orang itu,” Laurel menggerakkan tangannya ke arah lengan kiri Dave yang sedang duduk di sebelah kanannya di atas tempat tidur. Sambil menyandarkan kepalanya di bahu Dave, Laurel memeluk lengan kiri Dave dengan erat, berusaha mencari ketenangan dengan menyadarkan dirinya sendiri tentang keberadaan Dave di dekatnya.


“Aku tidak kenal dengan Dicky, aku baru pertama kali bertemu dengan Dicky ketika acara pesta pindah rumah waktu itu. Tapi kata Freya, Dicky sudah mengenalku dari foto-fotoku yang ada di rumah ketika Tante Lia mengajaknya ke rumah untuk mengunjungi Mama Denia,” Laurel menghentikan bicaranya sebentar, berusaha menarik nafas panjang sebelum kembali bercerita tentang Dicky.


“Darimana Tante Lia mengenal Mama Denia?” Laurel termenung sejenak, berusaha mengingat-ingat apa yang dia ketahui tentang perkenalan Tante Lia dan Mama Denia.


“Dave, setelah kamu menceritakan tentang arti bunga anyelir, aku baru sadar bahwa ada kemungkinan orang yang selama ini mengirimkan bunga tulip merah setiap hari ke rumah juga Dicky,” Dave tersentak kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Laurel, matanya langsung memandang ke arah Laurel dengan tatapan bertanya-tanya.


“Bunga tulip merah?” Laurel langsung menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Dave.


“Sejak kapan kamu menerima tulip merah? Kamu tidak pernah menceritakannya padaku,” Laurel menarik nafas panjang sambil mendongakkan kepalanya, menatap ke arah wajah Dave yang sedang menatapnya.


“Sejak pesta pindah rumah, dan berhenti setelah peristiwa penusukan itu terjadi. Bahkan bukan hanya bunga tulip merah, orang itu juga mengirimkan kartu yang berisi tulisan-tulisan tentang hal-hal aneh. Dia menganggap dirinya Dewa Siwa dan aku adalah Dewi Parwati yang menurutnya adalah istrinya. Dari cerita yang aku baca di internet seperti itu. Aku sempat penasaran dan mencari info cerita tentang Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Aku tidak pernah menceritakan padamu karena awalnya aku hanya menganggap itu pekerjaan orang iseng, bahkan aku sempat curiga kamu yang sengaja mengirimkannya untukku, karena selama ini aku tahu kamu begitu suka memberiku bunga,” Dave menarik nafas panjang mendengar perkataan Laurel.


“Aku selalu memberikan bunga kepadamu dengan tanganku langsung. Aku tidak pernah mengirimkannya lewat tangan orang lain,” Laurel hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan mendengar penjelasan dari Dave.

__ADS_1


“Tulip merah, melambangkan cinta abadi, mengungkapkan fakta bahwa cinta tidak memiliki batas. Siapapun yang memberimu bunga tulip adalah orang yang menganggap cintanya padamu adalah abadi, bukan hanya sekedar abadi, tapi bisa melewati ruang dan waktu, bahkan orang yang kemungkinan mempercayai adanya reinkarnasi (kelahiran kembali),” Laurel langsung bergidik, tubuhnya sedikit menggigil mendengar apa yang baru saja diaktakan Dave tentang arti bunga tulip merah, apalagi Laurel mulai mengingat tentang isi dari kartu-kartu yang datang bersama dengan kiriman bunga tulip merah tersebut.


Melihat reaksi Laurel yang terlihat jelas merasa ketakutan, Dave langsung menggerakkan tubuhnya untuk menghadap ke samping, dan langsung memeluk erat tubuh Laurel.


“Mo cuisle, kamu harus tenangkan dirimu, jangan takut,”


“Dave, kamu tahu sudah dua kali ini aku mengalami kejadian penusukan. Aku yakin pelakunya adalah orang yang sama,” Dave menganggukkan kepalanya sambil tetap membiarkan Laurel dalam pelukannya.


“Sebelum dia menusukku, dia mengatakan bahwa dia melakukan itu karena pengkhianatanku padanya, di kartu yang dia kirim pada hari itu dia mengancamku, mengatakan bahwa aku lebih baik mati dan bereinkarnasi daripada aku mengkhianatinya sekarang, dia…,”


“Hust…, tenangkan dirimu, aku akan segera mengurusnya untukmu. Ada baiknya kamu beristirahat sekarang untuk menenangkan pikiranmu,” Dave menggerakkan kepala Laurel dari bahunya, lalu dengan kedua lengannya membuat posisi Laurel berbaring di sebelah kirinya.


Siku tangan kiri sampai dengan lengan bawah Dave menumpu pada tempat tidur, menahan tubuh Dave dalam posisi miring ke arah kiri dengan posisi setengah berbaring, tangan kanannya bergerak ke arah punggung Laurel yang berbaring miring menghadap ke arah Dave, dan mengelus lembut punggung Laurel.


“Tidurlah, hari ini kamu pasti lelah, di rumah sakit juga banyak pasien yang harus kamu tangani kan tadi?” Laurel mengangguk dengan kedua matanya terpejam.


“Selamat malam mo cuisle, tidurlah yang nyenyak malam ini,” Dave mencium sekilas kedua mata Laurel yang terpejam, merengkuh kepala Laurel ke dalam dadanya dan mengelus lembut kepala Laurel bagian belakang sampai ke arah punggungnya secara berulang-ulang untuk waktu yang lama, sampai Laurel benar-benar lelap tertidur.


Begitu Dave yakin Laurel sudah tertidur lelap, dengan lembut Dave menjauhkan tubuhnya dari Laurel, dan dengan gerakan pelan Dave menyingkirkan lengan kiri Laurel yang memeluk pinggangnya, setelah itu Dave berjalan keluar kamar, membuka pintu dengan begitu pelan dan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.


Begitu Dave berada di luar kamar mereka, Dave segera masuk ke kamar yang ada di sebelah kamar mereka yang dulu sempat dia tempati saat awal-awal dia pindah ke rumah Laurel.


“Hallo,” Sebuah suara yang terdengar tegas langsung terdengar dari seberang sana begitu Dave melakukan sebuah panggilan.

__ADS_1


__ADS_2