CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
NYONYA SHAW, ISTRIKU


__ADS_3

"Apa dokter Leo tidak mendengar sepanjang hari ini semua orang di rumah sakit ini membicarakan tentang tindakan dokter Laurel yang tidak bermoral?" Leo mengernyitkan dahinya mendengar perkataan dari dokter Arman.


"Apa maksud dokter Arman?"


"Dokter Leo, sebagai wakil dari Bos yang sedang tidak ada di sini, dokter Leo harus bisa menyelesaikan masalah ini kalau tidak mau tindakan dokter Laurel berdampak pada nama baik rumah sakit kita yang dengan susah payah dibangun oleh keluarga Shaw," Mendengar perkataan dokter Arman, Leo langsung melirik ke arah Laurel yang wajahnya terlihat datar, tanpa emosi, bahkan tidak terlihat keinginan untuk membela dirinya sama sekali, membuat Leo menarik nafas dalam-dalam, mencoba menebak kira-kira apa yang sudah terjadi.


"Pasti ada kesalahpahaman di sini, dokter Laurel tidak mungkin melakukan hal tidak bermoral seperti yang dokter Arman katakan," Leo berusaha menenangkan suasana tegang diantara mereka, apalagi dilihatnya beberapa pegawai yang sempat lewat dan melihat mereka di taman, berjalan mendekat karena penasaran dengan apa yang sedang terjadi.


"Menurut info dari sumber yang bisa dipercaya, dokter Laurel ternyata sudah pernah menikah dan saat ini dia adalah seorang janda, suaminya yang mati dimungkinkan akibat perbuatannya. Dan beberapa lama ini dia sengaja mendekati para pria tampan dan kaya untuk bersenang-senang," Leo langsung terbeliak kaget mendengar penjelasan dari dokter Arman.


"Eh, berita bohong darimana itu? Siapa yang menyebarkannya?" Wajah Leo benar-benar menunjukkan wajah kesal dan tidak terima karena ada orang yang berani-beraninya menyebarkan berita seperti itu tentang Laurel.


"Dokter Leo, apa yang dikatakan dokter Arman benar, aku juga mendapatkan info itu, bahkan ada bukti berupa foto-foto Laurel bersama para pria yang salah satunya merupakan pengusaha muda sukses di kota ini," Hana berusaha membenarkan perkataan dokter Arman.


"Kalian ini..., sudah aku katakan semua itu tidak benar," Leo menghembuskan nafas dengan keras melalui bibirnya, tidak menyangka ada gosip seburuk itu tentang Laurel, dan entah siapa yang sudah menjadi biang keladinya.


"Apa yang tidak benar? Dokter Leo tidak perlu terus-terusan membela dokter Laurel, dia harus segera keluar dari rumah sakit ini agar pegawai yang lain tidak terprovokasi dengan tindakannya. Kalau tidak entah apa yang kita bisa mengendalikan para pegawai yang tidak menyukai apa yang sudah dilakukan dokter Laurel. Apa mungkin dokter Leo juga salah satu laki-laki yang sudah tergoda oleh dokter Laurel juga?" Dokter Arman kembali menyatakan pendapatnya.


“Dokter Arman, sudah saya bilang jangan berbicara sesuatu yang tidak benar, lagipula tidak ada seorangpun yang berhak menghentikan dokter Laurel untuk tetap berada di rumah sakit ini,” Leo berusaha menahan diri agar tidak terpancing emosi kepada dokter Arman yang mungkin pada akhirnya berakhir dengan dia memukul dokter Arman. Yang bisa Leo lakukan saat ini hanya berusaha membuat dokter Arman menghentikan kata-katanya yang terus menerus berusaha memojokkan Laurel. Leo menahan nafasnya sekilas sambil mengepalkan tangannya untuk menahan emosi.


Dokter Arman mengalihkan pandangannya ke sekitar, bibirnya menyunggingkan senyum bangga melihat beberapa orang yang berkumpul dengan tatapan sedikit sinis ke arah Laurel, walaupun tidak semuanya bertindak seperti itu, beberapa orang justru memandang ke arah Laurel dengan wajah kasihan karena dipojokkan seperti itu.

__ADS_1


“Dokter Leo, coba dokter Leo tanya kepada orang-orang yang sedang berkumpul itu, saya yakin mereka akan mendukung keputusan rumah sakit untuk tidak membiarkan dokter Laurel tetap berkerja di rumah sakit ini, kalau perlu hari ini juga dokter Laurel harus dipersilahkan untuk meninggalkan rumah sakit ini,” Dokter Leo harus menelan ludahnya dan menarik nafas dalam-dalam mendengar perkataan dokter Arman yang semakin berani, dan membuatnya semakin emosi.


"Menurut dokter Arman, siapa pegawai di rumah sakit ini yang berani mengusik keberadaan Nyonya Shaw di rumah sakit Anugrah Indonesia? Siapa yang berani mengusir Nyonya Shaw dari rumah sakit miliknya sendiri?" Semua yang ada di sana langsung tersentak kaget mendengar suara yang begitu mereka kenal mendekat ke arah mereka berkumpul. Dengan langkah tegap dan pasti, Dave berjalan mendekat ke arah Hana, dokter Arman, Leo dan Laurel diikuti oleh Mira yang berjalan di belakang Dave.


Begitu Dave sampai di samping Laurel, lengan tangan kanan Dave langsung melingkar di bahu Laurel, dan dengan telapak tangannya Dave mengelus lembut bahu Laurel yang hanya terdiam tanpa bereaksi sama sekali. Wajah Hana dan dokter Arman mulai terlihat gugup melihat kehadiran Dave di tengah-tengah perdebatan mereka, apalagi melihat bagaimana lengan Dave yang melingkar di bahu Laurel, menunjukkan bahwa Dave pasti akan membela dan melindungi Laurel.


"Dokter Laurel memang sudah pernah menikah, tapi suaminya masih hidup dan sehat-sehat saja. Tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa suami dokter Laurel sudah meninggal apalagi meninggal karena perilaku dokter Laurel. Kalau kalian penasaran siapa suami dokter Laurel dan bagaimana kondisinya kenapa tidak bertanya kepada dokter Laurel dengan baik-baik dan sopan daripada menyebarkan gosip murahan seolah-olah kalian semua bukan orang berpendidikan," Dokter Arman tersentak kaget baik karena kata-kata Dave yang jelas-jelas menegurnya, maupun tindakan Dave yang langsung memeluk bahu Laurel menunjukkan dengan jelas kalau hubungan Dave dan Laurel bukan sekedar hubungan antara karyawan dan pimpinan, sedang Hana juga menampakkan wajah yang tidak kalah kaget dibandingkan dengan dokter Arman mendengar teguran keras dari Dave.


"Bos?" Bibir dokter Arman mengucapkan kata Bos dengan berdesis. Dave melirik sekilas ke arah wajah Laurel yang terlihat tetap tanpa emosi, membuat Dave sedikit menahan nafasnya.


Mulai sekarang aku tidak akan pernah membiarkan seorangpun merendahkan apalagi menginjak harga dirimu seperti hari ini. Tidak perduli walaupun kamu setuju atau tidak, sudah saatnya mereka tahu siapa kamu sebenarnya, Dave berkata dalam hati, kemudian memandang ke arah dokter Arman dan Hana dengan tatapan tajam.


"Saya akan mewakili dokter Laurel untuk menjawab rasa penasaran dokter Arman dan para pegawai yang lain. Suami dokter Laurel bernama Dave Alexander Shaw. Benar, dokter Laurel merupakan istri sah saya. Dan seperti yang kalian lihat sekarang, saya masih hidup dan dalam kondisi baik-baik saja, sehat-sehat saja. Jika ada keluhan apapun tentang istri saya, kalian bisa menghadap langsung ke saya, jangan hanya berani berbicara di belakang kami. Apa ada lagi yang ingin dokter Arman tanyakan tentang dokter Laurel? Dengan senang hati saya akan menjawabnya," Mendengar apa yang dikatakan Dave, wajah dokter Arman berubah pucat pasi, dengan cepat dia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk merespon pertanyaan Dave, kakinya tiba-tiba terasa lemas dan hampir saja jatuh jika saja Leo tidak menahan lengan dokter Arman.


Para pegawai lain yang berada di dekat lokasi saling berbisik, beberapa orang yang merasa sudah menjelek-jelekkan Laurel tadi siang melalui pesan via handphone maupun via medsos (Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia) hanya bisa terdiam tanpa berani berkomentar.


“Apa masih ada yang ingin dokter Arman atau yang lain tanyakan kepada saya info tentang Laurel sebagai Nyonya Shaw? Tentang keberadaan dokter Laurel di rumah sakit ini, dokter Laurel sebagai istri saya pastinya jauh lebih berhak berada rumah sakit ini dibanding dengan setiap kalian yang ada disini,” Dengan buru-buru dokter Arman langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajahnya yang berubah dari pucat menjadi benar-benar memerah karena menahan malu akibat kejadian barusan.


“Saya harap ke depannya dokter Arman bisa bertindak lebih bijak kepada orang lain, apalagi kepada orang yang merupakan istri dari pemimpin Anda. Saya harap kejadian seperti ini tidak pernah terulang lagi. Dokter Arman juga merupakan salah satu senior di rumah sakit ini, tolong bersikap layaknya seorang senior yang harusnya menjadi penengah, bukan pembuat onar. Saya juga mengharapkan hal yang sama kepada seluruh pegawai di rumah sakit ini, agar lebih bijak dalam bertindak,” Dokter Arman hanya bisa mengangguk pelan mendengar teguran lagi dari Dave.


Hana  hanya bisa diam mematung di tempatnya, masih belum percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Laurel adalah istri dari Dave? Berita itu seperti petir di siang bolong saat cuaca cerah dan matahari bersinar terang, benar-benar sesuatu yang tidak pernah bisa dia bayangkan.

__ADS_1


“Maafkan saya Bos, maafkan saya dokter Laurel, maafkan untuk semua kesalahpahaman yang sudah terjadi. Saya permisi untuk kembali bekerja,” Dokter Arman buru-buru membalikkan badannya dan pergi begitu melihat baik Laurel maupun Dave menganggukkan kepalanya setelah mendengar permintaan maaf darinya, diikuti oleh Hana yang masih dipenuhi dengan wajah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Hana sedikit mengutuk dirinya sendiri yang begitu mudahnya mempercayai apa yang dikatakan dokter Arman tentang Laurel, tanpa menggali lebih banyak info tentang kebenaran berita itu. Yang bisa dilakukan oleh Hana hanya menarik nafas dalam-dalam karena rasa penyesalannya, dan dia tidak dapat membayangkan bagaimana ke depannya dia bisa berhadapan dengan Dave, setelah selama ini setiap dia berada di dekat Dave selalu berusaha mencari kesempatan untuk menjatuhkan dan menjelek-jelekkan Laurel di depan Dave.


"Saya harus kembali ke poliklinik untuk bertugas," Setelah dokter Arman dan Hana pergi menjauh, Laurel menjauhkan dirinya dari Dave, berpamitan dan langsung berjalan kembali ke arah poliklinik tempatnya bertugas.


Beberapa orang yang sempat mendengar apa yang dikatakan Dave, bahwa dia adalah suami Laurel langsung menyingkir ke kiri dan ke kanan untuk memberi jalan begitu Laurel melewati mereka, dan dengan spontan mereka menganggukkan kepala mereka ke arah Laurel sebagai tanda hormat, membuat Laurel hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan langsung mempercepat langkah-langkahnya ke arah poliklinik tempatnya bertugas, berharap dengan menghabiskan waktunya untuk bekerja bisa mengurangi kegalauan di hatinya saat ini. Apa yang sudah terjadi sepanjang hari ini rasanya benar-benar membuatnya begitu lelah, baik fisik maupun pikirannya.


Laurel benar-benar tidak menyangka kalau dengan adanya kasus hari ini justru membuat Dave secepat itu langsung mengumumkan tentang status pernikahan mereka, sedangkan dia berharap hari ini semua orang akan membiarkan dia pergi dari rumah sakit ini karena gosip tentangnya bisa merusak reputasi rumah sakit ini.


"Leo, tolong aturkan penyelidikan bagaimana berita buruk tentang Laurel bisa tersebar seperti ini,” Leo langsung mengangguk mendengar perintah dari Dave.


“Jangan khawatir, aku juga penasaran, siapa sebenarnya pelaku di balik semua ini, sepertinya dia orang yang benar-benar tidak menyukai Laurel, entah karena alasan apa,” Dave terdiam mendengar perkataan Leo, setelah itu dia memandang ke arah Mira.


“Terimakasih untuk bantuanmu tadi Leo, aku sangat bersyukur sebelum aku datang tadi kamu sudah ada di sana untuk membantu Laurel,” Leo menepuk bahu Dave lembut.


Aku melakukannya bukan hanya karena kamu adalah sahabatku, tapi karena aku sudah pernah berjanji pada diriku sendiri untuk menjadi pelindung Laurel, walaupun dia bukan milikku, melihat dia bahagia, bagiku sudah lebih dari cukup. Aku tidak akan membiarkan seseorang menyakitinya, termasuk kamu Dave, Leo berkata dalam hati, dan tidak menunggu lama dia segera berjalan menjauh dari Dave dan Mira.


“Terimakasih untuk info yang sudah kamu berikan, sehingga aku bisa cepat datang kemari,” Dave berkata sambil menatap ke arah Mira yang berdiri di sampingnya.


“Lain kali tidak perduli aku sedang ada dimana dan melakukan apa, jika itu berkaitan dengan Laurel, cepat kabari aku seperti apa yang sudah kamu lakukan hari ini,” Mira langsung mengangguk menanggapi permintaan dari Dave, karena sebenarnya tadi dia cukup lama berpikir sebelum akhirnya memutuskan untuk memberitahu Dave tentang gosip yang terdengar di lingkungan rumah sakit tentang Laurel.

__ADS_1


Dave berjalan ke arah kantornya dengan kedua tangannya dia masukkan ke dalam saku celana panjangnya, teringat kembali bagaimana dia yang sedang mengadakan pertemuan keluarga di rumah besar mendapat info dari Mira tentang apa yang sedang dialami Laurel hari ini, membuatnya tanpa berpikir panjang berlari meninggalkan rumah besar dan mengendarai mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit.


Ah, sampai kapanpun aku tidak pernah bisa berhenti memikirkanmu walau hanya sedetikpun, mo cuisle, karena bagiku kamu adalah denyut nadiku, semangat bagiku untuk menjalani hidup. Aku tidak akan sanggup menjalani hidupku jika tidak ada kamu di sisiku, jadi jangan pernah berpikir untuk pergi dariku, Dave berkata dalam hati sambil melangkah memasuki kantornya.


__ADS_2