CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
BEGITU SULIT UNTUK TIDAK PERDULI PADAMU


__ADS_3

“Dok, terima kasih atas dukungannya membuat dokter Laurel percaya kalau saya juga sedang mabuk,” Mira berbisik pelan ke arah Lusiana yang langsung mengangguk.


“Tidak apa, aku tahu sebenarnya memang mereka butuh lebih banyak waktu untuk berdua, agar mereka bisa saling mengerti satu sama lain. Tapi apa menurutmu tidak apa-apa kamu sebagai asisten pribadi bos tidak menemani bos dalam kondisi seperti itu?” Mira menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


“Daripada saya, pasti bos lebih mengharapkan dokter Laurel yang menemaninya. Apalagi dibanding saya, dalam menangani orang sakit, dokter Laurel pasti lebih mampu dari saya. Maaf, tapi saya mengatakan ini karena dokter Lusiana merupakan sahabat terdekat dokter Laurel, saya harap kejadian ini hanya kita berdua yang tahu,” Mira kembali berbisik pelan ke arah Lusiana karena dia tidak ingin siapapun mendengar perkataannya dan menimbulkan gosip.


“Tenang saja, toh sebenarnya aku inginnya mereka berdua cepat menyelesaikan pertikaian mereka,” Mira sedikit mengernyitkan alisnya mendengar perkataan Lusiana, melihat itu Lusiana mendekatkan bibirnya ke arah Mira.


“Tenang saja, aku pendukung bos, aku sepenuhnya ada di pihak bos, aku juga berharap hubungan mereka bisa membaik dan mereka bisa menjalani kehidupan normal mereka sebagai pasangan suami istri,” Mira terbeliak kaget, tidak menyangka kalau Lusiana sudah mengetahui tentang hubungan antara Dave dan Laurel, karena selama ini dia hanya berpikir kalau Lusiana sebagai sahabat hanya merasa ikut senang jika Laurel menjalin hubungan asmara dengan Dave, hanya sebatas itu.


Reaksi Mira membuat Lusiana sedikit tertawa, dan dengan cepat dia meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya.


“Aku sudah cukup lama tahu tentang itu dari Laurel, dia sendiri yang menceritakan padaku tentang hubungannya dengan bos. Saat pertama kali mendengar tentang itu aku juga benar-benar kaget.” Mira menganguk-anggukkan kepalanya.


“Laurel banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya padaku, dia gadis yang tangguh, apa yang dialaminya di masa lalu, bagaimana dia berjuang keras untuk apa yang dia capai hari ini seringkali membuatku kagum, tapi masalah dia dengan bos benar-benar seperti buah simalakama bagiku, jika aku terlalu mendukung salah satu dari mereka hasilnya tetap aku akan dimusuhi oleh salah satu dari mereka,” Mira sedikit tersenyum geli mendengar kata-kata Lusiana.


“Dokter Lusiana tidak perlu khawatir, saya sudah cukup lama mengamati apa yang mereka berdua lakukan. Sebenarnya mereka saling mencintai, hanya salah paham dan kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu membuat hubungan mereka saat ini menjadi sedikit berantakan,” Lusiana menaikkan sedikit bibirnya ke atas sambil mengangguk, menganggap apa yang dikatakan Mira memang masuk akal.


“Untuk ke depannya, kita hanya perlu mendorong mereka untuk bisa lebih dekat setiap ada kesempatan, terutama untuk dokter Laurel yang kelihatannya sampai saat ini masih berusaha keras menghindari kontak langsung dengan bos,” Mira melanjutkan bicaranya, membuat Lusiana tersenyum, selama ini Mira selalu terlihat sedikit bicara dalam setiap kesempatan, tapi tampaknya dia begitu berusaha keras jika itu menyangkut tentang Dave, benar-benar asisten yang bisa diandalkan, benar-benar mengerti detail tentang siapa dan apa yang diinginkan bosnya.


Baru sebentar mereka saling berbisik membicarakan tentang Dave dan Laurel, tiba-tiba terdengar notifikasi pesan dari handphone Mira yang langsung membaca pesan yang baru saja datang. Setelah Mira membaca pesan di handphonenya, dengan suara lirih Mira kembali berbisik ke telinga Lusiana.


“Bos, baru saja mengirimkan pesan, dengan alasan dia kurang enak badan, dan saya sebagai asisten harus mengurus segala keperluannya selama liburan, beliau minta saya untuk mengaturkan agar kamar saya pindah ke kamar yang ada di bangunan villa utama, bangunan khusus untuk keluarga Shaw dan orang-orang terdekat mereka dan dokter Lusiana tahu kan dokter Laurel adalah teman sekamar saya, jadi mau tidak mau dia harus menemani saya tidur di bangunan villa utama,” Mendengar penjelasan Mira, Lusiana sedikit mengernyitkan alisnya.

__ADS_1


“Menurutmu apa Laurel akan semudah itu menerima ide kalian? Aku yakin Laurel memilih untuk tetap menempati kamar yang sudah ditentukan sebelumnya, walaupun sendirian,” Mira tertawa geli mendengar perkataan Lusiana.


“Jangan meremehkan bos untuk masalah kecil seperti ini, saat ini bos sudah memerintahkan dua orang chef (koki, juru masak) profesional untuk datang mengurus semua keperluan makan kita selama liburan, artinya kita butuh sebuah kamar lagi untuk kedua cheff itu, dengan begitu dokter Laurel harus tetap sekamar dengan saya di bangunan villa utama, satu atap dengan bos dan dokter Leo,” Lusiana terbeliak dengan bibirnya sedikit terbuka, benar-benar sepertinya bila berurusan dengan Dave, Laurel akan sulit untuk menghindar.


“Ke depannya, jika kalian membutuhkan bantuanku, silahkan saja, dengan senang hati aku akan mendukung apapun itu jika untuk kebaikan mereka berdua,” Mira tersenyum mendengar janji yang diucapkan oleh Lusiana, merasa mendapat sekutu baru untuk menyelesaikan misinya menyatukan Dave dan Laurel kembali.


# # # # # # #


Ketika Dave membuka matanya, pertama yang dilihatnya adalah kursi kosong di sampingnya, tidak ada Laurel disana dan kondisi mobilnya sedang terparkir di tepi jalan.


“Tuan sudah bangun?” Odi yang melihat Dave terbangun dari tidurnya langsung menoleh ke belakang.


“Dimana Nona?” Odi tersenyum mendengar tuannya menanyakan tentang keberadaan istrinya.


“Nona Laurel sedang membeli obat untuk Tuan, tadi saya sudah menawarkan diri untuk membelinya, tapi nona bersikeras untuk membelinya sendiri, katanya ada beberapa keperluan pribadi yang juga harus dibeli,” Dave sedikit menarik nafas panjang mendengar penjelasan dari Odi.


“Untuk sementara ini, jika di depannya, panggil saja nona dengan sebutan dokter Laurel,” Tanpa bertanya apa alasannya, Odi menganggukkan kepalanya mendengar perintah dari Dave.


“Tuan, ada baiknya Tuan menanyakan bagaimana kondisi Nona, karena sudah begitu lama membiarkan bahunya menjadi sandaran kepala Tuan selama Tuan tertidur tadi,” Dave sedikit terkejut mendengar penjelasan dari Odi.


“Apa yang aku lakukan selama aku tertidur?”


“Tidak ada Tuan, hanya saja…, Tuan bersandar di bahu Nona sambil memeluk lengan kanan Nona dengan kedua tangan Tuan,” Mata Dave langsung terbeliak mendengar penjelasan dari Odi.

__ADS_1


“Lalu? Apa yang dilakukan Nona?”


“Maksud Tuan?”


“Apa dia membiarkan aku melakukan semua itu? Membiarkan aku bersandar di bahunya dan memeluk lengannya?” Odi sedikit tersenyum mendengar pertanyaan Dave yang terlihat begitu ingin tahu dengan wajah bahagianya.


“Ya Tuan, bahkan Nona sepertinya berusaha keras untuk tidak bergerak agar Tuan tidak terbangun, pasti itu membuat bahu dan lengan Nona pegal Tuan, apalagi Tuan tertidur cukup lama,” Dave melirik jam di tangannya, dan berusaha mengingat kira-kira berapa lama dia sudah tertidur.


Astaga, hampir satu jam aku tertidur. Aku harap bahumu baik-baik saja mo cuisle, Dave berkata dalam hati dengan bibir menyungingkan senyumnya membayangkan bagaimana Laurel membiarkan kepalanya bersandar di bahunya dengan kedua tangannya memeluk lengan kanan Laurel selama hampir 1 jam.


“Sepertinya Nona begitu perduli dengan Tuan, bahkan sebelum akhirnya keluar untuk membeli obat, Nona memindahkan kepala Tuan dari bahunya dengan sangat hati-hati, sepertinya karena takut Tuan terbangun,” Dave sedikit tersenyum dengan wajah malu mendengar pernyataan dari Odi, apalagi pasti lewat kaca spion Odi bisa mengamati apa yang sudah dilakukannya selama dia tertidur.


Dave baru saja akan meneruskan bicaranya kepada Odi, namun begitu dilihatnya sosok Laurel yang mendekat ke arah mobil dengan sedikit berlari, dia segera membatalkan niatnya.


“Oh, kamu sudah bangun? Sudah merasa enakan?” Laurel yang baru saja membuka pintu mobil dan melihat Dave sudah terbangun langsung menanyakan kondisinya.


Dave langsung memandang ke arah bahu kanan Laurel, dan begitu Laurel duduk di sampingnya hidung Dave dengan cepat mencium baru minyak angin dari arah tubuh Laurel, sehingga bisa dipastikan untuk mengurangi rasa pegal di bahunya Laurel sudah mengoleskan minyak angin di bahunya, membuat Dave merasa sedikit bersalah walaupun di sisi lain dia merasa begitu bahagia melihat bagaimana Laurel begitu perduli padanya.


“Lumayan,” Dave menjawab singkat. Awalnya dia ingin menjawab sudah jauh lebih baik, tapi siapa yang ingin kehilangan perhatian dari gadis yang saat ini duduk di sampingnya jika dia menjawab kondisinya sudah jauh lebih baik.


“Pak Odi, kita lanjutkan perjalanan kita,” Dave segera mengeluarkan perintah kepada Odi untuk melanjutkan perjalanan mereka.


“Baik Tuan,” Odi segera menjawab perintah tuannya.

__ADS_1


“Apa perlu kita beristirahat sebentar sebelum kita lanjutkan perjalanan kita? Menunggu kondisimu lebih baik?” Begitu mendengar pertanyaan Laurel, Dave langsung melirik ke arah Laurel.


“Tidak perlu, kita lanjut saja,” Dave langsung memberikan perintah untuk tetap melanjutkan perjalanan, karena dengan mereka menggunakan jalan alternatif, Dave tahu mereka akan lebih cepat sampai 30 menit sebelum rombongan lain yang mengendarai bus sampai di villa keluarganya. Bagi Dave tentu saja dia lebih memilih menghabiskan waktu 30 menit bersama Laurel di villa daripada di dalam mobilnya.


__ADS_2