CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
AKU JUGA MEMPERHATIKANMU


__ADS_3

"Ah, lagi-lagi," Laurel memandang ke sekelilingnya, tapi sepertinya dia tidak menemukan apa yang dia cari.


"Sedang mencari apa atau siapa?" Laurel sedikit tersentak mendengar suara sapaan lembut dari seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya sambil tersenyum.


"Eh, sore dok," Laurel langsung menyapa Leo dengan sedikit menganggukkan kepalanya.


"Sedang mencari apa? Aku lihat wajahmu seperti orang sedang mencari sesuatu?"


"Mencari orang yang bisa sama-sama kembali ke kantor, hujan deras, tadi saya lupa membawa payung," Laurel kembali memandang sekelilingnya, berharap ada seseorang yang lewat dengan membawa payung. Tadi dia baru saja menyelesaikan setengah dari tugasnya untuk visite ke pasien, dan dia sengaja mampir ke kantin dahulu untuk mencari teh hangat karena badannya merasa sedikit demam, dan tiba-tiba saja hujan turun dengan deras begitu dia hendak kembali, yang pastinya dia tidak berani mengambil resiko untuk berhujan-hujan ria dengan kondisi demam, karena kemarin siang setelah makan siang dia juga sempat terkena hujan ketika kembali dari kantin sehingga membuatnya merasa tidak enak badan sepanjang hari ini.


Bangunan kantin rumah sakit Anugrah Indonesia terpisah dengan bangunan rumah sakit, dan diantara kedua gedung tersebut tidak ada jalan yang tertutup, karena dipisahkan oleh jalan setapak di ruangan terbuka dengan taman di sebelah kanan kirinya, membuat orang yang sedang menikmati menu di kantin bisa memanjakan matanya untuk menikmati pemandangan indah dari taman tersebut.


"Tunggu sebentar," Dengan sedikit berlari Leo kembali ke arah kantin, saat dia kembali ke samping Laurel, di tangannya sudah memegang sebuah payung besar, dan dengan cepat Leo membuka payung tersebut.


"Ayo, aku akan mengantarmu ke sana,"


"Eh, dok, tidak perlu, nanti dokter harus mengembalikan payung ini ke kantin, biar saya tunggu hujannya sedikit reda," Laurel berusaha menolak penawaran dari Leo.


"Tidak apa, ini payungku kok, tadi aku sengaja membawa payung ke sini, kebetulan aku juga mau kembali ke kantor dan sepertinya saat ini kamu sedang membutuh payung juga, kita pakai sama-sama saja, lagipula payung ini kan cukup besar, lebih dari cukup untuk kita berdua," Laurel tersenyum, diliriknya jam di tangannya, kalau dia tidak segera kembali, dia tidak akan bisa menyelesaikan visite nya tepat waktu, padahal hari ini dia ingin segera merebahkan tubuhnya di kasur.


"Ya dok, maaf merepotkan dokter Leo,"


"Dengan senang hati," Dokter Leo mengarahkan payungnya ke arah Laurel.


"Ayo," Leo langsung mengajak Laurel berjalan ke arah gedung rumah sakit. Walaupun payung yang dibawa Leo cukup besar, tapi karena hujan hari ini sedikit berangin, dengan sengaja Leo mengarahkan payungnya lebih dari setengah ke arah Laurel yang berdiri di sebelah kanannya agar air hujan tidak mengenai Laurel, dan justru membuat bahu kiri Leo basah karena hujan yang menerpanya karena bahu sebelah kirinya tidak tertutup sempurna oleh payung yang dipegangnya.


"Hati-hati," Dengan sigap Leo meraih lengan Laurel yang hampir saja tergelincir.


"Terimakasih dok, maaf," Dengan buru-buru Laurel menarik lengannya kembali, melepaskannya dari pegangan tangan Leo.


"Pelan-pelan saja, tidak perlu terburu-buru, jalan setapak ini selalu licin kalau sudah musim hujan," Leo memperlambat jalannya, membuat Laurel mau tidak mau mengikuti irama gerakan Leo.

__ADS_1


Begitu sampai di bangunan rumah sakit, walaupun masih ada jarak lebih dari satu meter Laurel buru-buru berlari dengan sedikit melompat, menjauh dari naungan payung yang dibawa Leo.


"Terimakasih banyak dok buat payungnya,"


"Dengan senang hati bisa membantu," Leo tersenyum melihat wajah Laurel yang tersenyum dengan ceria seperti biasanya.


"Dok, saya duluan ya, saya harus menyelesaikan visite saya," Laurel buru-buru berpamitan kepada Leo dengan sedikit membungkukkan tubuhnya, setelah melihat anggukan dari Leo, Laurel segera menggerakkan tubuhnya ke samping dan berjalan meninggalkan Leo yang tersenyum dan masih berdiri di tempatnya untuk beberapa saat sampai sosok tubuh Laurel menghilang dari pandangan matanya.


Begitu Laurel sudah menghilang dari pandangan matanya, Leo mengibaskan-ngibaskan air yang membasahi bahu sebelah kirinya dengan telapak tangan kanannya dengan bibir yang menyunggingkan sebuah senyuman.


# # # # # # #


Laurel memandang ke arah handphone yang ada di atas nakas (nakas adalah meja kecil yang terletak di sebelah kiri dan kanan temapt tidur atau dengan kata lain meja samping tempat tidur. Ukurannya tidak terlalu tinggi, cenderung sejajar dengan ranjang. Tak hanya mempercantik ruangan, nakas berguna sebagai alas menaruh barang-barang seperti buku, lampu, jam dan lainnya, termasuk handphone) sebelah kiri, di samping tempat tidurnya.


Sedari tadi terdengar notifikasi dari pesan wa nya yang terus bersahut-sahutan, tapi dia tetap tidak memperdulikannya karena badannya masih terasa tidak nyaman walaupun dia sudah meminum obat untuk meringankan gejala flu yang dialaminya, tapi karena terdengar suara panggilan telepon, mau tidak mau Laurel menggerakkan tangannya untuk meraih handphonenya. Begitu Laurel melihat nama Lusiana di layar handphonenya sedang melakukan panggilan, Laurel segera mengangkatnya.


"Hallo," Dengan suara pelan Laurel menjawab panggilan telepon dari Lusiana.


"Laurel, apa yang sedang terjadi? Di grup sedang heboh karena fotomu dengan dokter Leo tadi sore sewaktu hujan, kenapa kamu tidak memberikan klarifikasi sama sekali? Bagaimana kalau bos melihat foto itu dan salah paham tentang hubunganmu dan dokter Leo?" Mata Laurel sedikit terbeliak mendengar begitu banyak perkataan dari Lusiana.


"Buka grup wa rumah sakit kita sekarang," Tanpa menutup panggilan teleponya, Laurel membuka percakapan di grup para pegawai rumah sakit, yang ternyata sudah berisi ratusan percakapan yang belum terbaca.


Laurel menarik nafas panjang melihat upload (Pengertian upload atau yang kita kenal unggah ialah merupakan sebuah cara atau proses yang di lakukan untuk melakukan pengiriman File atau data dari perangkat komputer atau perangkat lainnya yang memiliki koneksi internet contohnya seperti file foto, musik ataupun hal lainnya ke suatu sistem) beberapa foto saat dia dan Leo berjalan beriringan berdua di bawah payung dari kantin ke arah bangunan rumah sakit tadi sore, bahkan ada satu foto yang memperlihatkan Leo sedang memegang lengannya untuk menahannya jatuh tergelincir.


Wahhh, dokter Leo dan dokter Laurel sedang mesra-mesraan


Romantis sekali ya mereka berdua


Mereka berdua cocok sekali, Relationships goals


Aku penggemar berat dokter Laurel, tapi yah, dokter Leo pastinya jauh lebih cocok jika disandingkan dengan dokter Laurel yang melirik aku saja mungkin enggan, hahahahaha

__ADS_1


Sama-sama masih single, tidak ada yang salah dengan hubungan mereka


Foto mereka membuat iri saja, manis sekali melihat mereka kompak berdua


Dokter Leo terlihat keren sekali ya, begitu melindungi dokter Laurel


Cuma memakai payung bersamaan, sebagai sejawat normal-normal saja, apa yang perlu diributkan?


Bukannya selama ini dokter Laurel dekat dengan dokter Arnold dan dokter Feri? Aku pikir salah satu dari mereka yang akhirnya menjadi pasangan dokter Laurel


Yang pria, lelaki idaman, yang perempuan, wanita idaman, cocok sekaliiiiii


Jangan bergosip, belum tentu mereka memiliki hubungan lebih dari teman


"Ya ampun, siapa yang iseng meng upload foto-foto itu?" Laurel berkata sambil memejamkan matanya karena merasakan sakit kepala yang tiba-tiba saja kembali menyerangnya setelah membaca pesan-pesan yang saling bersahut-sahutan di grup.


"Tidak jelas sumbernya darimana, mau menuduh seseorang kita tidak bisa, karena dari 6 foto yang dikirimkan di grup dikirim oleh 6 orang yang berbeda,"


"Apa yang harus aku lakukakan? Kalau aku memberikan klarifikasi sedang sedari tadi aku lihat dokter Leo berdiam diri, menurutmu apa nanti tidak membuat dokter Leo tersinggung jika aku salah menuliskan kata-kata saat melakukan klarifikasi?"


"Aku lebih mengkhawatirkan reaksi bos setelah melihat foto dan membaca semua pesan itu. Untung saja di pesan-pesan itu tidak menyebutkan bos sama sekali. Sedari tadi aku sudah khawatir akan ada yang iseng memanfaatkan situasi ini dan menanyakan hubunganmu dengan bos, karena sebelum kepergian bos ke Irlandia kamu tahu sendiri banyak gosip bermunculan karena beberapa hari kamu makan siang bersama bos di kantornya," Lusiana berkata sambil sedikit menahan nafasnya, ikut berpikir sebaiknya apa yang harus dilakukan oleh Laurel untuk menyelesaikan masalah ini.


Di rumahnya tepatnya, bukan sekedar di kantornya, kalau mereka tahu itu pasti akan lebih heboh lagi beritanya, untung saja tidak ada yang berani mendekati wilayah kantor bos jika bukan bos sendiri yang memanggil, Laurel berbisik dalam hati sambil menarik nafas dalam-dalam, sedikit pusing memikirkan jalan keluar dari masalah ini, karena jujur saja dia takut menyinggung baik Leo ataupun Dave jika dia salah menuliskan kata-kata untuk klarifikasi di grup.


"Mana berani mereka menyebutkan nama bos, bagaimanapun mana ada pegawai yang berani bergosip tentang bos mereka di grup dimana ada bos mereka,"


"Benar juga," Lusiana membenarkan pendapat Laurel.


"Tapi Laurel, aku khawatir bos akan salah paham dengan foto-foto itu. Bagaimana kalau bos menganggap kamu benar-benar memiliki hubungan dengan dokter Leo?" Lusiana menggigit bibir bawahnya, menunjukkan dia cukup khawatir tentang itu.


"Aku akan coba menuliskan kata-kata yang tidak menimbulkan masalah di grup, pasti bos juga akan membaca klarifikasiku,"

__ADS_1


"Kalau begitu cepat tulis klarifikasimu di grup. Ok, aku tutup telponnya ya," Lusiana menutup segera menutup telponnya, memberi kesempatan pada Laurel agar cepat menuliskan kata-kata untuk mengklarifikasi apa yang sedang terjadi di grup.


Laurel baru saja mengetikkan beberapa huruf di layar handphonenya ketika tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk dan di layar hanpdhonenya tertulis dengan jelas nama Dave Alexander Shaw sedang melakukan panggilan telepon kepadanya.


__ADS_2