CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
MENANTU KELUARGA SHAW (1)


__ADS_3

"Kenapa kamu tiba-tiba datang ke Indonesia tanpa memberiku kabar?" Bryan mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan Dave yang baginya terdengar agak aneh. Dua hari lalu papanya menelpon, memaksanya untuk kembali ke Indonesia hari ini karena mengatakan ada pesta untuk Dave dan Laurel, jadi bagi Bryan sangat aneh jika Dave justru menanyakan keberadaannya di tempat ini sekarang seolah-olah Dave tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh papanya.


"Eh, kenapa Kak Dave bertanya seperti itu? Bukannya malam ini adalah pesta untuk kakak berdua?" Bryan berkata sambil tersenyum manis ke arah mereka berdua.


"Biarkan kakak dan kakak iparmu menyapa tamu yang lain. Kamu baru saja datang. Ayo temui papamu dulu," Mama Rosalia langsung menarik tangan Bryan sebelum Dave sempat mengatakan apapun padanya, membuat Dave sedikit mendesis, mencoba menebak sebenarnya apa yang terjadi. Mulai dari pakaian pesta Laurel yang sudah ditetapkan oleh mamanya, pesta barbeque yang berubah menjadi pesta besar dan mewah, kedatangan para tamu yang benar-benar tidak disangka oleh Dave, sekarang tiba-tiba saja muncul Bryan yang biasanya tidak akan meninggalkan pekerjaannya di Irlandia jika itu bukan untuk sesuatu yang mendesak atau penting.


"Dave..., sebenarnya apa yang terjadi malam ini? Kenapa aku merasa pesta ini tidak sesuai dengan yang kita bicarakan beberapa hari lalu?" Dave langsung mengarahkan pandangannya kepada Laurel, sedikit bingung bagaimana menjawab pertanyaan Laurel karena dia sendiri tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh kedua orangtuanya.


"Ah, aku tidak tahu apa yang akan terjadi malam ini, tapi sepertinya pesta ini seperti katamu, ada yang aneh, tidak seperti yang seharusnya," Dave berkata kepada Laurel yang wajahnya masih terlihat bingung dengan apa yang terjadi.


"Tenanglah, ada aku di sini, aku pastikan tidak akan terjadi sesuatu yang buruk," Dave meraih tangan kanan Laurel, menariknya agar melingkar ke lengan kirinya, setelah itu dengan percaya diri Dave mengajak Laurel berjalan memasuki area pesta.


Laurel menarik nafas dalam-dalam sebelum mengikuti langkah-langkah Dave, diliriknya sekelilingnya, hampir semua wajah para tamu yang hadir Laurel tidak mengenalnya, beberapa terlihat begitu mengamati keberadaannya yang berada di samping Dave, bahkan satu dua orang tampak terlihat sinis. Seperti apa yang dia katakan tadi pagi di hadapan Augistin Shaw, sepertinya mulai malam ini Laurel harus bersiap mempertanggungjawabkan perbuatannya 7 tahun lalu, menghadapi sikap tidak bersahabat dari sanak saudara Keluarga Shaw yang mengetahui tentang peristiwa 7 tahun lalu.


"Kak Laurel, cantik sekali hari ini," Evelyn yang baru saja memasuki area pesta langsung mendekati Laurel dan Dave, sambil menarik tangan seorang gadis cantik.


Laurel melirik ke arah gadis cantik yang berdiri di samping Evelyn, yang baru saja datang bersamaan dengan Evelyn. Gadis itu tampak tersenyum manis ke arah mereka berdua, hanya saja ada perasaan aneh melihat bagaimana cara gadis itu memandang Dave.


"Hari ini Meria juga datang Kak," Evelyn menepuk bahu gadis yang disebut Meria itu dengan sedikit keras karena dilihatnya mata Meria yang tidak mau lepas dari sosok Dave.


"Selamat datang Meria. Lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu? Apa kondisimu sudah membaik?" Meria tersenyum manis ke arah Dave, bahkan seolah tidak menyadari ada Laurel yagn sedang berdiri di samping sosok laki-laki itu. Dan pertanyaan Dave tentang kondisi Meria sedikit membuat Laurel mengernyitkan dahi, mencoba menebak sedekat apa hubungan Dave dengan Meria sebelumnya, kenapa sepertinya Dave begitu perhatian terhadap gadis yang bernama Meria itu.


"Berkat Kak Dave, sekarang semuanya baik-baik saja. Kondisiku jauh lebih baik sekarang. Terima kasih untuk bantuan Kak Dave selama ini, kalau bukan karena Kak Dave mungkin aku sudah meningg...," Dave tersenyum mendengar perkataan Meria yang lagi-lagi membuat Laurel hanya bisa diam sambil mengamati percakapan mereka berdua.


"Hust..., tidak baik mengucapkan kata-kata seburuk itu apalagi untuk diri sendiri. Seperti orang yang sedang menyumpahi dirinya sendiri. Semangatmu juga yang membuatmu bisa bertahan, bukan hanya karena aku. Aku senang melihat kamu sudah sehat kembali," Laurel sedikit tersentak begitu melihat Dave menepuk pelan bahu Meria.

__ADS_1


"Hai Meria, kamu jauh-jauh datang juga kesini? Ayolah, temui papa dan mama dulu. Sudah lama kamu tidak datang mengunjungi mereka. Mereka juga pasti merindukanmu," Bryan yang datang lagi ke arah mereka langsung menarik pergelangan tangan Meria, mengajaknya menemui Mama Rosalia, membuat Laurel semakin bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya Meria melihat baik Evelyn, Bryan, bahkan sosok Dave terlihat begitu akrab dengan Meria.


"Tuan Dave, Tuan Augistin ingin bertemu dengan Tuan sebentar," Seorang pelayan mendekat dan memberitahukan perintah dari Augistin kepada Dave.


"Laurel, tunggu aku di sini. Evelyn, tolong temani Laurel, aku akan menemui papa sebentar," Evelyn langsung tersenyum sambil mengangguk mendengar permintaan Dave.


"Evelyn, sebenarnya siapa Meria? Sepertinya dia cukup dekat dengan kalian, tapi Dave tidak pernah menyebutkan namanya sama sekali," Evelyn yang awalnya biasa-biasa saja berubah sedikit salah tingkah mendengar pertanyaan dari Laurel, karena untuk sesaat dia benar-benar melupakan tentang siapa Meria, sehingga dengan santainya membawa Meria ke hadapan Dave padahal ada Laurel di dekat Dave..


"Eh, dia salah satu anak dari sahabat papa, hari ini dia baru saja datang dari Singapura untuk menghadiri acara ini," Laurel sedikit menahan nafasnya, merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Evelyn tentang siapa sebenarnya Meria.


Untuk hubungan sekedar anak dari seorang sahabat papanya, tidak mungkin meluangkan waktu, jauh-jauh datang ke Indonesia hanya untuk menghadiri acara pesta berbeque, kalau memang tidak ada rencana lain yang sebenarnya lebih penting.


"Dia tinggal di Singapura?" Evelyn mengangguk mendengar pertanyaan dari Laurel.


"Dia terlihat dekat dengan kalian ya?" Evelyn melirik ke arah Laurel mendengar pertanyaannya barusan, sedikit menelan ludahnya karena merasa tidak nyaman dengan pertanyaan itu.


"Iya Kak, karena sedari kecil dia biasa bermain bersamaku dan Kak Bryan, jadi hubungan kami sudah seperti saudara sendiri," Laurel tersenyum mendengar perkataan Evelyn yang sepertinya tidak mengada-ada, melihat bagaimana Bryan yang sedang menggandeng tangan Meria menyapa beberapa tamu yang terlihat mengenal Meria dengan baik, menunjukkan bahwa Meria di keluarga Shaw keberadaannya cukup dikenal, bukan hanya oleh keluarga inti, tapi juga oleh saudara-saudara mereka yang lain.


"Apa hubungan Meria dengan Dave juga dekat seperti denganmu dan Bryan?" Entah mengapa pertanyaan itu dengan spontan terluncur keluar dari bibir Laurel, dan Laurel tidak menyangka jika pertanyaan itu langsung membuat wajah Evelyn terlihat sedikit pucat dan gugup.


"Ah, aku hanya iseng saja, kalau dia dekat denganmu dan Bryan seperti saudara, pasti dia juga akan dekat dengan Dave yang merupakan kakak kalian juga. Iya kan?" Laurel mencoba membuat Evelyn tidak menjawab pertanyaan itu karena dilihatnya wajah Evelyn yang terlihat tidak nyaman karena pertanyaannya barusan, walaupun dalam hati dia begitu penasaran tentang siapa Meria, karena sejak dia berjalan bersama Bryan, Laurel melihat bagaimana Meria beberapa kali berusaha mencuri pandang ke arah Dave yang terlihat sedang berbicara serius dengan papanya di salah satu sudut tempat pesta.


"Kak Laurel...," Evelyn memanggil nama Laurel dengan suara pelan, membuat Laurel menoleh ke arahnya, mengalihkan pandangan matanya yang awalnya mengamati Meria dan Dave.


"Ya...," Laurel menjawab panggilan Evelyn dengan suara tidak kalah pelan.

__ADS_1


"Kakak jangan khawatir, Kak Laurel adalah satu-satunya wanita yang dicintai oleh Kak Dave. Kak Dave memang suka membantu orang lain, sering merasa tidak tega jika ada orang yang membutuhkan bantuan, tapi masalah hati, aku yakin hati Kak Dave hanya untuk Kak Laurel," Laurel mengerutkan keningnya mendengar perkataan Evelyn yang sepertinya menyiratkan sesuatu, tapi Laurel memilih untuk diam.


Laurel menarik nafas panjang mendengar apa yang dikatakan oleh Evelyn, entah kenapa dia bisa merasakan ada sesuatu antara Dave dan Meria, mungkin itu merupakan intuisi (Intuisi atau yang sering disebut firasat memang lebih menggunakan perasaan daripada pemikiran. Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran) seorang istri. Entahlah, Laurel juga tidak dapat menjelaskan kenapa dia berpikir seperti itu. Bagi Laurel, dia bisa memastikan bahwa Dave tidak memiliki perasaan khusus kepada Meria, tapi tidak dengan Meria, Laurel bisa merasakan gadis itu begitu menyukai Dave, dan itu terlihat jelas dari wajahnya maupun tatapan matanya saat melihat Dave, dan Laurel merasa sepertinya Dave tahu tentang perasaan Meria terhadapnya.


Pandangan mata Laurel menatap ke arah Dave yang tampaknya sudah selesai melakukan pembicaraan dengan papanya, dan berjalan kembali ke arahnya, ketika sosok seorang wanita paruh baya yang baru datang mendekat ke arah Evelyn dan Laurel yang sedari tadi masih berada di posisinya semula.


"Evelyn apa kabar? Tante kangen sekali , kenapa lama tidak main ke rumah Tante?" Evelyn langsung memeluk tubuh wanita paruh baya tersebut begitu wajahnya menoleh dan melihat siapa yang sudah menyapanya dengan suara nyaring menyatakan kerinduan kepadanya.


"Malam Tante, Evelyn masih terlalu sibuk, kapan-kapan pasti Evelyn mampir kesana," Wanita itu menepuk lembut wajah Evelyn dengan kedua telapak tangannya sambilt tersenyum.


"Evelyn, tetap saja keponakan Tante yang satu ini terlihat begitu cantik," Evelyn tertawa mendengar pujian dari tantenya.


"Kak Laurel, ini kakak kandung mama, baru datang dari Sumatera," Laurel langsung mengulurkan tangannya dan tersenyum, sedang wanita itu terlihat menatap Laurel dengan tatapan bertanya-tanya.


"Ini...," Wanita itu berkata pelan, mencoba mengingat-ingat siapa gadis cantik yang sedang berada di samping Evelyn, karena dia merasa pernah melihat sosok gadis itu, tapi entah dimana dan kapan dia tidak bisa  mengingatnya.


"Ini Kak Laurel, istri Kak Dave,"


"Oh...," Wajah wanita itu terlihat kaget begitu mendengar penjelasan Dari Evelyn tentang siapa Laurel.


"Tante pikir papamu mengundang Tante untuk mengumumkan pertunangan Dave dengan Meria. Setelah 7 tahun berlalu, tante pikir Dave sudah..., ternyata salah ya...," Laurel tersentak kaget begitu mendengar apa yang baru saja dia dengar dari wanita itu. Bukan hanya Laurel, Evelyn pun terlihat begitu kaget mendengar perkataan dari tantenya, diliriknya wajah Laurel yang terlihat sedikit pucat karena begitu kaget, tidak menyangka dengan apa yang dia dengar tentang Meria dan Dave.


 


 

__ADS_1


__ADS_2