
"Tapi bos bisa melihat-lihat dulu foto itu, mungkin bos tertarik untuk menghubunginya, nama dan nomer handphonenya sudah saya tuliskan di balik foto tersebut," Dave membalik foto itu sekilas, tertulis sebuah nama dan beberapa angka yang pastinya merupakan nomer telepon dari si empunya foto.
"Maaf, tapi terimakasih, saya tidak berencana menjalin hubungan dengan gadis manapun saat ini," Dave menyodorkan kembali foto yang di tangannya kepada dokter Arman yang sedikit melirik ke arah Laurel dengan pandangan tidak suka, apalagi melihat tangan Dave yang masih memegang pergelangan tangannya, tapi melihat wajah tegang Dave justru membuat dokter Arman berpikir bahwa saat ini Dave sedang marah besar karena Laurel telah melakukan sebuah kesalahan besar sehingga membuat Dave marah.
"Maaf dokter Arman, ada masalah yang harus saya selesaikan dengan dokter Laurel," Tanpa menunggu jawaban dari dokter Arman, Dave berjalan kembali ke arah kantornya dengan menarik tangan Laurel membuat Laurel mau tidak mau berjalan mengikutinya.
"Siang dok," Raga yang berpapasan dengan Dave dan Laurel langsung menyapa mereka berdua sambil melirik ke arah tangan Dave yang masih memegang pergelangan tangan Laurel dan menariknya ke arah kantornya. Dave hanya mengangguk cepat untuk menjawab sapaan Raga dan tetap berjalan dengan langkah cepat ke arah kantornya, sedang Laurel hanya bisa tersenyum kecil kepada Raga untuk membalas sapaannya sambil mengikuti langkah-langkah Dave dengan sedikit berlari karena langkah-langkah lebar Dave tidak bisa dia ikuti dengan langkah normalnya.
Begitu mereka memasuki kantor Dave, Dave langsung melepaskan cekalan tangannya, membalikkan tubuhnya sehingga berhadap-hadapan dengan Laurel dan menutup pintu yang ada di belakang Laurel yang sibuk menggerak-gerakkan pergelangan tangannya karena terasa pegal dengan sedikit menundukkan kepalanya, sehingga dia begitu kaget ketika mengangkat kepalanya, tubuhnya sudah berada dalam kungkungan kedua lengan kokoh Dave yang menempelkan kedua telapak tangannya ke pintu yang berada di belakang Laurel, membuat Laurel harus sedikit menahan nafasnya agar Dave tidak melihat saat ini dia begitu gugup karena tindakan Dave.
"Sepertinya kamu senang sekali melihat dokter Arman mempermainkanku, apa kamu puas melihat bagaimana orang melihat aku sebagai laki-laki yang tidak laku untuk menikah? Sehingga butuh orang lain untuk mencarikan istri untukku?" Laurel membulatkan matanya mendengar kata-kata Dave yang berwajah serius.
"Tidak, karena pada dasarnya dokter Arman tidak mempermainkanmu, tapi dia benar-benar berharap bisa menjadi paman dari pimpinan rumah sakit ini, dia serius kok, tidak main-main," Laurel berkata sambil menggigit bibir bawahnya dan menggerakkan tubuhnya ke bawah, lalu dengan cepat dia bergerak ke samping untuk keluar dari kungkungan kedua lengan Dave, dan bergerak menjauh dari tubuh Dave.
Dave menarik nafas dalam-dalam, kalau saja dia mau dia bisa saja menarik kembali tangan Laurel atau bahkan menggerakkan tubuhnya ke depan untuk menghalangi gerakan Laurel, tapi akhirnya dia memilih untuk membiarkan Laurel menghindarinya dan menarik kedua telapak tangannya dari pintu kantornya.
__ADS_1
"Ah, percuma bicara denganmu masalah ini, sepertinya kamu memang senang melihat bagaimana orang yang tidak mengetahui tentang kita berpikir bahwa aku adalah perjaka tua yang tidak bisa mendapatkan istri untuk diriku sendiri," Dave bergerak mendekati Laurel yang berdiri beberapa meter darinya, membuat tanpa sadar Laurel mundur beberapa langkah ke belakang, dan kedua kakinya yang akhirnya menabrak meja yang ada di depan sofa yang ada di kantor Dave, membuatnya menghentikan langkah mundurnya.
Dengan cepat Dave mengambil handphone dari saku celananya dan melakukan panggilan kepada Mira.
"Ya bos,"
"Tolong info kepada front office (Front office atau resepsionis atau staff kantor depan adalah area dimana pengunjung tiba dan pertama kali bertemu dengan seorang staf di suatu instansi atau perusahaan) kita, jika ada seseorang dengan nama Rosiana datang atau menelpon dengan alasan apapun, jangan pernah menghubungkannya kepadaku," Begitu selesai bicara Dave langsung mematikan handphonenya, Laurel sedikit menelan ludahnya karena terlihat dengan jelas dari wajah Dave bahwa dia begitu tidak suka dengan kejadian dengan dokter Arman barusan, dan Laurel yakin Rosiana adalah nama dari keponakan dokter Arman.
"Apa kamu sudah menentukan pilihan kemana kamu akan pergi pada tanggal itu?" Laurel sedikit tersentak mendengar pertanyaan Dave.
"Kenapa kamu suka sekali menghindar dariku? Kamu bukan gadis remaja berusia 18 tahun seperti 7 tahun yang lalu. Mau sampai kapan kamu berjalan mundur seperti yang baru saja kamu lakukan?" Laurel menggigit bibir bawahnya mendengar perkataan Dave yang terdengar menyindirnya, sehingga membuatnya membiarkan Dave berjalan semakin mendekat ke arahnya, karena apa yang baru saja dikatakan oleh Dave memang ada benarnya, dia harus menghadapi masalah, bukan lari lagi seperti yang dia lakukan 7 tahun yang lalu.
"Kamu pikir berapa lama kamu bisa terus menghindariku?" Dave menundukkan wajahnya ke arah wajah Laurel, membuat Laurel dengan spontan menggerakkan tangannya ke depan dan berusaha mendorong tubuh Dave untuk menjauh darinya.
"Jika kamu bertindak seperti ini terus aku tidak bisa memastikan apakah aku akan tetap bertahan di sini," Dave tersenyum dan tanpa memperdulikan perkataan Laurel dia kembali mendekat ke arah Laurel.
__ADS_1
"Kenapa? Kamu mau pergi menghilang lagi? Sampai ke ujung dunia pun aku akan mengejarmu. Aku akan memberimu waktu untuk berpikir dengan jernih dan mengendalikan amarahmu, tapi aku tidak akan pernah membiarkanmu menghilang lagi seperti 7 tahun lalu. Aku tidak percaya di hatimu saat ini masih sama seperti 7 tahun lalu, tidak ada secuilpun aku di hatimu," Dave berkata sambil sambil kembali menundukkan wajahnya ke arah Laurel, kali ini dia harus bersikap lebih tegas dan percaya diri karena dia tahu pasti bahwa Laurel juga mencintainya, kondisi kejadian sekarang sudah jauh berbeda dengan peristiwa 7 tahun lalu, masih diingatnya bagaimana malam itu Laurel menjawab pernyataan cintanya dengan tatapan penuh cinta kepadanya, walaupun saat ini Dave begitu menyadari bahwa hati Laurel masih dipenuhi dengan kemarahan dan kekecewaan kepadanya.
"Apa kamu tidak merasa bersalah sama sekali dengan apa yang sudah kamu lakukan padaku?" Dave menarik nafas dalam-dalam mendengar pertanyaan Laurel.
"Aku bersalah karena sudah membohongimu, bahkan menyeret begitu banyak orang untuk membantuku menjalankan misi kebohonganku, tapi aku tidak pernah berbohong tentang perasaan cintaku, dan jika waktu bisa diputar, aku tetap akan memilih untuk menjadikanmu istriku, walaupun harus menggunakan cara yang sama seperti 7 tahun lalu," Mata Laurel terbeliak mendengar perkataan Dave, membuatnya dengan spontan menggerakkan badannya ke samping untuk menjauhkan dirinya dari Dave, tapi dengan cepat tangan Dave meraih tubuh Laurel, menariknya ke dalam pelukannya, membuat Laurel tersentak kaget.
Dengan erat namun lembut Dave memeluk tubuh Laurel yang berusaha melepaskan diri dari pelukan Dave, tapi tenaganya jelas-jelas tidak bisa melawan tenaga Dave.
"Aku begitu merindukanmu, begitu mencintaimu, benar-benar mencintaimu. Apa kamu tidak bisa merasakan aku tulus mencintaimu? Tidak bisakah kamu memberikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku begitu mencintaimu? Tidak bisakah kamu menghapuskan kemarahanmu padaku?" Laurel memejamkan kedua matanya, jika boleh jujur pelukan Dave saat ini terasa begitu hangat, begitu membuatnya nyaman.
"Aku sudah memaafkanmu, aku juga pernah melakukan kesalahan besar kepadamu, tapi untuk sementara ini aku ingin menata hatiku. Sekarang ini bahkan aku tidak tahu apa yang sebenarnya aku inginkan tentang hubungan kita ke depannya," Dave melepaskan pelukannya, dipandanginya wajah Laurel yang terlihat tegang, Dave bisa mengerti bagaimana kondisi Laurel yang baru saja menyadari perasaan cintanya terhadapnya harus dihadapkan pada kenyataan bahwa status mereka sebenarnya adalah suami istri, berbeda dengan dirinya yang memang sejak lebih dari 7 tahun sudah jatuh cinta pada gadis yang ada di depannya sekarang.
"Keadaan ini benar-benar membuatku tidak siap, begitu banyak keraguan dalam hatiku, beri aku ruang untuk aku memastikan segala keraguanku, saat ini hatiku benar-benar dalam keadaan kacau, aku ingin menenangkan hatiku," Dave menahan nafasnya sebentar sambil menyunggingkan senyumnya.
"Aku sudah pernah berjanji padamu tidak hanya akan menguatkanmu saat kakimu lemah, tapi aku akan menggendongmu dan tidak melepaskanmu, dan itu yang akan kulakukan saat ini. Lakukan apa yang kamu inginkan, tapi ijinkan aku juga membuktikan padamu ketulusan hatiku, biar aku membuktikan bahwa aku laki-laki yang begitu memujamu dan mencintaimu, laki-laki yang pantas menyandang status sebagai suamimu. Jangan terus menghindar dariku, agar aku dapat menunjukkan siapa aku sebenarnya di hadapanmu," Tanpa merespon perkataan Dave, dengan menarik nafas dalam-dalam, Laurel kembali menjauhkan dirinya dari Dave, kali ini dengan rela Dave membiarkan Laurel menjauh darinya.
__ADS_1