CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
LAKI-LAKI MILIKKU


__ADS_3

Dave tersenyum, kedua lengannya bergerak melepaskan pelukannya dari tubuh Laurel, lalu dengan lembut kedua telapak tangannya mengarah ke wajah Laurel, dirangkumnya wajah Laurel dengan kedua tangannya, walaupun dengan gerakan lembut dipaksanya wajah Laurel untuk mendongak, menatap ke arahnya.


"Apa yang ingin kamu tahu tentang Meria? Bertanyalah padaku dengan menatap mataku, agar kamu tahu aku akan menjawab apapun pertanyaanmu dengan jujur," Mendengar apa yang dikatakan Dave, tiba-tiba ada rasa sesak di dada Laurel, entah kenapa hatinya tiba-tiba terasa sakit untuk sesuatu yang belum dia ketahui dengan jelas, rasanya hari ini dia harus mengakui dia tidak senang dan begitu cemburu mengetahui adanya sosok gadis lain yang terlihat cukup dekat dengan Dave, dan banyak dari anggota keluarga Shaw yang lain, bahkan mereka pernah mengharapkan agar Dave dan gadis itu menikah.


"Kenapa denganmu mo cuisle?" Dave terlihat sedikit panik melihat bagaimana Laurel menatapnya dengan mata yang tiba-tiba memerah sekaligus berkaca-kaca, dan dari wajah Laurel terlihat dia begitu berusaha untuk menahan tangisnya.


"Apa benar kamu pernah hampir menikah dengan Meria?" Dave menyipitkan matanya mendengar kembali pertanyaan Laurel yang kembali dia ulang malam ini, menunjukkan bahwa Laurel benar-benar terganggu dengan keberadaan Meria, membuat Dave akhirnya hanya bisa tersenyum sambil menatap wajah istrinya dengan mesra, wajah wanitanya yang sedang menatapnya dengan tatapan yang menunjukkan aura cemburu yang pekat. Dan Dave merasa begitu senang bisa melihat bagaimana kecemburuan seorang Laurel yang selama ini tidak pernah dia lihat sekalipun, membuatnya semakin yakin bahwa Laurel begitu mencintainya, karena selama ini Dave menganggap bahwa hanya dirinya yang pernah merasakan apa itu cemburu melihat bagaimana dengan pesona yang dimilikinya, Laurel begitu gampang menarik pria di sekitarnya untuk mendekat, yang kadang membuat Dave begitu ingin menutup setiap mata pria yang mencoba mencuri pandang ke arah istinya.


"Tidak! Siapa yang mengatakan itu padamu? Apa karena kata-kata Tante tadi di pesta membuatmu memiliki pemikiran seperti itu?" Dave menghentikan bicaranya, bibirnya langsung bergerak mencium kening Laurel lembut, membuat rasa sakit di dada Laurel semakin terasa, ada rasa tidak rela yang begitu besar menghantam dadanya, membayangkan bagaimana laki-laki yang begitu menyayanginya, laki-laki miliknya, yang sangat dicintainya pernah mencintai gadis lain dan hampir menikah dengan gadis itu. Dan karena memikirkan tentang kemungkinan itu membuat tanpa sadar Laurel menitikkan airmata, membuatnya sadar ternyata begitu menyakitkan saat memikirkan bagaimana laki-laki yang dicintainya pernah hampir bersama dengan gadis lain.


Apa Meria pernah membuat dadamu bergetar? Apa kamu pernah menyatakan cintamu padanya? Apa kamu pernah menggandeng tangannya? Apa kamu pernah membiarkan tubuhmu memeluknya dengan erat seperti kamu memelukku? Apa kamu pernah membiarkannya menyentuh tubuhmu? Apa kamu pernah memberikan seikat bunga kepadanya? Apa kamu pernah menciumnya? Memberikan bibirmu padanya? Begitu banyak pertanyaan Laurel yang terucap dalam hatinya, namun begitu sulit untuk dia ucapkan melalui bibirnya yang hanya bisa terkatup rapat tanpa bisa mengeluarkan suara.


Walaupun Dave pernah mengatakan padanya tentang ciuman mereka malam itu di rumah kaca yang terjadi dengan tidak sengaja merupakan ciuman pertama baik bagi Laurel maupun bagi Dave, tapi entah kenapa bayangan tentang Dave yang mencium Meria membuat dada Laurel bergetar hebat, dia harus mengakui bagaimana hatinya begitu tidak rela biarpun itu sekedar bayangan yang dia ciptakan sendiri di pikirannya.


"Dengar Laurel Tanputra, kami tidak pernah dalam kondisi hampir menikah. Aku akui karena kedekatan papa dengan papa Meria, mereka berdua pernah berencana menjodohkan kami, dan sebagian besar anggota keluarga besar kami mengetahui tentang rencana itu. Tapi sejak awal aku tidak pernah mengatakan iya untuk itu. Untuk Meria sendiri memang hampir semua orang di Keluarga Shaw juga tahu bahwa dia mencintaiku, tapi tidak pernah terbersit dalam pikiranku untuk menikah dengannya," Dave kembali mengamati wajah Laurel yang lebih memilih untuk memejamkan matanya agar dia memiliki keberanian untuk meneruskan pertanyaannya kepada Dave.

__ADS_1


"Apa kamu pernah mencintai Meria?" Dave sedikit tersentak mendengar pertanyaan Laurel, dengan penjelasan yang di katakan barusan, kenapa Laurel masih mempertanyakan tentang perasaannya terhadap Meria?


Mo cuisle, sepertinya kamu benar-benar cemburu pada Meria, padahal aku sudah mengatakan padamu tentang hubunganku denga Meria. Ah, bagaimanapun kamu memang wanita, yang lebih sering memakai perasaan daripada logika saat bertindak ketika emosi. Aku tidak tahu apa yang sedang dalam pikiranmu sekarang, tapi apapun itu, aku akan membuktikan bahwa aku adalah laki-laki milikmu, hanya kamu yang berhak atas aku, Dave berkata dalam hati dengan mata yang memandang Laurel dengan mesra sekaligus gemas, melihat bagaimana api cemburu telah membuat Laurel sedikit kehilangan kendali atas logikanya.


"Tidak pernah sedetikpun, dan tidak akan pernah karena hanya kamu yang aku cintai selama aku hidup. Laurel, buka matamu, lihat aku," Laurel menggelengkan kepalanya, tetap bertahan untuk menutup matanya karena dia yakin begitu dia membuka matanya dan memandang ke arah Dave dia bisa memastikan airmatanya akan semakin turun dengan deras.


"Laurel..., aku tidak pernah mencintai Meria, sedetikpun tidak pernah menganggap Meria lebih dari sekedar adik, karena memang sejak kecil aku dan adik-adikku biasa bermain bersamanya," Dave berkata sambil menghapus airmata yang menitik pelan di pipi istrinya dengan jari-jarinya.


"Apa yang sedang kamu khawatirkan mo cuisle? Hanya kamu gadis yang pernah membuatku jatuh cinta. Aku tidak perduli dengan keberadaan gadis lain, apakah mereka mencintaiku atau tidak, aku tidak perduli. Aku hanya perduli bahwa kamu mencintaiku, dan aku hanya menginginkan cintamu. Aku tidak mau cinta dari gadis lain. Tolong buka matamu mo cuisle," Dave mencium kedua mata Laurel yang basah oleh airmata yang menggenang di ujung matanya, membuat dengan perlahan Laurel membuka matanya dengan suara pilek di hidungnya yang mulai berair karena tangisnya akibat menahan emosi di dadanya.


"Lihat aku mo cuisle, lihat bahwa aku begitu mencintaimu. Aku adalah laki-laki milikmu, hanya milikmu, hatiku hanya dipenuhi oleh keberadaanmu, tidak akan ada ruang yang tersisa sedikitpun untuk wanita lain. Apa yang kamu inginkan untuk aku bisa membuktikan perkataanku?" Laurel menggelengkan kepalanya pelan, sedikit tersadar dari pikirannya yang kalut barusan. Bagaimana dia masih mempertanyakan cinta Dave dengan begitu banyaknya hal yang sudah Dave perbuat untuknya di masa lalu, bahkan sampai saat ini, rasanya Dave tidak pernah berhenti melakukan segala hal yang terbaik untuknya, tapi baginya tetap saja sulit melihat adanya wanita lain yang melihat suaminya dengan pandangan jelas-jelas menginginkan laki-laki miliknya.


"Aku mencintaimu mo cuisle, lebih dari siapapun dan apapun. Aku sanggup melakukan apapun yang kamu inginkan untuk aku lakukan untukmu, untuk menunjukkan rasa cintaku padamu, aku akan bersedia melakukan apapun. Jangan pernah berpikir cintaku akan berpindah kepada yang lain, sedangkan aku tidak bisa jika harus hidup dengan baik tanpa dirimu," Dave memeluk tubuh Laurel dengan erat sambil tangan kanannya mengelus lembut kepala Laurel, membuat Laurel langsung menggerakkan kedua lengannya, membalas pelukan Dave dengan tidak kalah erat dengan kakinya berjinjit agar dia bisa meletakkan kepalanya diantara leher dan bahu Dave.


"Maaf karena sudah mempertanyakan tentang hubunganmu dengan Meria, padahal aku berjanji akan selalu mempercayaimu," Laurel berkata pelan sambil mencium lembut bahu Dave, membuat Dave yang sedang memeluknya pun tersenyum karena tindakan Laurel yang mengekspresikan perasaannya dengan mencium bahunya.

__ADS_1


"Tapi aku senang ternyata wanitaku benar-benar mencintaiku. Aku senang melihat matamu yang menunjukkan bagaimana kamu cemburu saat melihat gadis lain memandangiku atau menatap kagum padaku, menunjukkan bahwa kamu begitu mencintaiku, tidak akan pernah merelakan diriku untuk wanita lain. Tapi kamu harus ingat, sampai kapanpun aku hanya perduli pada tatapanmu, aku mengingiinkan pandangan matamu yang hanya terarah padaku, rasa cintamu yang hanya untukku, keberadaanmu di sisiku, sentuhan lembutmu yang mampu membuatku merasa menjadi pria yang dicintai dan dibutuhkan olehmu," Kepala Laurel yang masih berada di antara bahu dan leher Dave mengangguk, dengan matanya yang kembali terpejam.


Dengan perlahan Laurel menggerakkan kepalanya ke samping, sehingga hidungnya menempel ke leher Dave, dan dengan lembut Laurel mencium leher Dave dan menarik nafasnya dalam-dalam melalui hidungnya yang berada di leher Dave, membuat Dave bisa merasakan sesuatu seperti sengatan listrik dari lehernya mengalir ke seluruh tubuhnya, membangkitkan sesuatu dari dalam dirinya dengan cepat.


"I love you Dave," Laurel berkata dengan hidungnya kembali mencium dalam-dalam leher Dave dan mempererat pelukannya ke tubuh Dave yang langsung tersenyum sambil menarik nafas panjang, namun setelah itu dengan gerakan cepat Dave sedikit menjauh dari tubuh Laurel, melapaskan pelukan Laurel dari tubuhnya.


Ujung jari Dave tiba-tiba bergerak ke arah dada Laurel, menyentakkan handuk yang membalut tubuh Laurel, sehingga dengan cepat handuk tersebut terlepas dari tubuh Laurel dan terjatuh di lantai, membiarkan tubuh Laurel terbuka tanpa sehelai benangpun, membuat Laurel tersentak kaget, dan reflek berusaha menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya, dan tanpa menunggu Laurel tersadar dari kagetnya, Dave dengan cepat menggerakkan kedua lengannya untuk menggendong tubuh Laurel di depan tubuhnya dengan posisi bridal style sambil memeluk tubuh Laurel dengan erat, seolah berusaha memberikan kehangatan tubuhnya pada Laurel, untuk menghalangi terpaan udara dingin yang menyebar lewat AC di ruangan itu dan segera membawa tubuh Laurel ke arah tempat tidur.


Begitu tubuh Laurel terbaring di tempat tidur, dengan gerakan lembut Dave mulai mencium bibir Laurel, menikmati seluruh bagian bibirnya untuk waktu yang tidak sebentar, dengan kedua tangannya memeluk erat tubuh Laurel. Beberapa saat kemudian Dave mengarahkan bibirnya ke telinga Laurel, menciuminya dari segala arah, membuat Laurel hanya bisa memejamkan matanya, menikmati setiap ciuman dan sentuhan Dave yang menunjukkan betapa Dave begitu mencintai dan menginginkannya, membuat Laurel tidak lagi dapat berkata-kata, yang akhirnya membiarkan dirinya tenggelam dalam rasa bahagia menyadari bahwa Dave merupakan laki-lakinya yang begitu mencintai dan memujanya, membuatnya ingin memberikan segala yang dia miliki dan yang terbaik hanya untuk Dave.


"Aku hanya ingin menyentuhmu, menikmati kehangatan tubuhmu. Hanya kamu wanita yang bisa membuat tubuhku bereaksi, aku tidak perduli dengan wanita lain," Dave berbisik lembut sambil bibirnya kembali mengecup lembut seluruh bagian telinga Laurel, lalu bergerak turun ke arah lehernya, memberikan banyak kecupan di seluruh bagian leher Laurel, dan terus bergerak ke dada Laurel dan bagian tubuh Laurel yang lain, sehingga tanpa sadar Laurel mendesah pelan, membuat Dave semakin tidak dapat mengendalikan dirinya.


Ciuman dan sentuhan Dave yang menjelajah ke seluruh tubuh Laurel, membuat Laurel terbawa untuk membalas dengan perasaan penuh cinta semua ciuman dan sentuhan Dave.


Tangan Laurel bergerak ke arah  dada Dave, membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakannya, lalu mengelus lembut tubuh Dave, membuat Dave dengan cepat melepaskan seluruh pakaian yang dikenakannya, membiarkan Laurel memeluk erat tubuh Dave dengan tangannya mengelus lembut punggung Dave yang tidak lagi mengenakan pakaian, membuat nafas Dave semakin memburu, karena dadanya yang bergejolak dengan hebat karena sentuhan Laurel yang membangkitkan seluruh gairah yang ada dalam tubuhnya.

__ADS_1


Malam ini Dave benar-benar tidak ingin melewatkan sejengkalpun bagian dari tubuh Laurel tanpa memberikan ciuman dan sentuhannya, bahkan memberikan tanda kepemilikannya yang meninggalkan warna merah hampir di seluruh tubuh Laurel, untuk menunjukkan bahwa dia begitu mencintai istrinya dengan segala apa yang ada padanya dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, dan menyatakan bahwa Laurel adalah wanita miliknya, baik tubuh dan hatinya.


__ADS_2