
“Kalau begitu…, apa Kak Dave tidak keberatan memberiku hadiah?” Dave sedikit mengernyitkan dahinya mendengar permintaan dari Evelyn, lalu tersenyum ke arah adik perempuan satu-satunya yang begitu disayanginya.
“Memang apa yang kamu inginkan? Tumben sekali kamu meminta ijin meminta sesuatu padaku? Biasanya kamu langsung saja minta. Apa menurutmu selama ini aku begitu pelit padamu?” Evelyn tersenyum mendengar pertanyaan Dave dengan wajah sedikit memerah, membuat Dave langsung menarik salah satu ujung bibirnya ke atas sambil menyipitkan matanya.
“Jangan-jangan kamu mau meminta sesuatu tapi bukan untuk dirimu sendiri?” Evelyn sedikit tersentak, matanya membeliak mendengar pertanyaan Dave yang begitu tepat sasaran.
“Bulan depan Kak Leo ulang tahun…,”
“Hmmpphh…,” Bryan berusaha keras menahan tawanya begitu Evelyn menyebutkan bahwa Leo akan berulang tahun.
“Kak Bryan…,” Dengan suara pelan dan malu-malu Evelyn menarik lengan tangan Bryan untuk menunjukkan sikap protes Evelyn melihat sikap Bryan sekaligus agar Bryan menghentikan tawanya, yang Evelyn tahu untuk meledeknya.
“Maaf…, maaf, teruskan saja apa yang mau kamu minta dari Kak Dave, semoga Kak Dave mengabulkannya. Atau kalau tidak kamu minta saja kepada Kak Laurel. Kalau Kak Laurel yang minta kepada Kak Dave, mana bisa Kak Dave menolaknya,” Bryan berkata dengan tawa masih memenuhi bibirnya, sedang Evelyn dan Dave secara bersamaan langsung melotot tajam ke arah Bryan, sementara Laurel hanya menyungingkan senyum tipis di bibirnya, melihat bagaimana ketiga orang bersaudara itu.
“I’m sorry…,” Bryan berkata sambil menggerakkan kedua telapak tangannya ke depan dadanya untuk menyatakan permintaan maafnya kepada Evelyn yang sudah ditertawakannya.
“Apa kamu mau memberi hadiah ulang tahun kepada Leo? Apa yang kamu inginkan?” Mendengar pertanyaan dari Dave, Evelyn langsung tersenyum manis ke arah Dave, merasa mendapat angin segar, berharap agar kakaknya tidak menolak keinginannya.
“Belikan Kak Leo jam tangan Patek Philippe seri Nautilus,” Dengan ragu-ragu Evelyn menyebutkan suatu barang yang diinginkannya untuk dia berikan kepada Leo. Membuat baik Dave dan Bryan maupun Laurel sedikit tersentak.
__ADS_1
(Jam Patek Philippe merupakan mereka jam tangan luxury yang masuk dalam daftar 5 besar jam tangan high-end di dunia. Kelebihan jam tangan patek Philippe yaitu memiliki fitur menambah satu hari di bulan Februari pada tahun kabisat. Jam tangan ini juga selalu memiliki material kelas satu seperti emas 18 karat atau batu mulia. Khusus untuk penggemar jam tangan tipe sport, seri Nautilus di desain elegan dan sangat sporty, fitur moonphasenya yang menunjukkan fase bulan di langit serta fitur water resistantnya (tahan air) hingga kedalaman 60 meter membuat jam tangan ini dibandrol dengan harga mahal, dengan kisaran harga sekitar 400 juta).
Rasa kaget bagi Laurel tentu saja karena jam tangan yang diminta oleh Evelyn untuk Leo harganya begitu fantastis baginya, sulit baginya membayangkan mendapat hadiah dengan harga begitu mahal sebagai hadiah ulang tahun. Sedangkan bagi Dave dan Bryan bukan masalah harga dari jam tangan yang diminta oleh Evelyn, yang bagi mereka berdua tidak ada masalah untuk membelikannya, apalagi jam tangan itu akan diberikan kepada Leo yang sudah seperti anggota keluarga mereka sendiri. Namun, ynag membuat mereka kaget adalah arti dari memberikan hadiah berupa jam tangan adalah salah satu cara terbaik untuk menyatakan cinta kepada seseorang, berharap orang yang menerima jam tangan itu akan mengingat si pemberi hadiah setiap saat ketika dia melihat ke jam tangannya. Sebuah hadiah yang menunjukkan bahwa sang pemberi ingin membuat orang yang menerima mengingatnya setiap saat.
Bryan dan Dave saling berpandangan dengan wajah bingung, kemudian, mereka mengarahkan pandangannya kepada Evelyn, mencoba mencari penjelasan dari wajah Evelyn yang langsung tersenyum dengan wajah tersipu-sipu, membuat Dave dan Bryan kembali saling berpandangan, merasakan bahwa apa yang dipikiran mereka tentang perasaan Evelyn kepada Leo sepertinya sama.
"Kak Leo suka sekali menghabiskan waktu berliburnya dengan menyelam, karena itu aku ingin Kak Leo mendapatkan jam tangan tipe sporty seperti itu," Evelyn berusaha mengatakan alasannya kenapa dia ingin memberikan jam tangan itu kepada Leo dengan nada suara senormal mungkin, berusaha menutupi dengan keras rasa gugupnya, apalagi melihat tatapan mata kedua kakak laki-lakinya yang terlihat begitu menyelidik.
“Evelyn, jangan-jangan…,” Bryan tidak melanjutkan justru memandang ke arah Evelyn sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa canggung untuk meneruskan kata-katanya, takut Evelyn tersinggung atau bahkan marah jika dia meneruskan kata-katanya.
“Evelyn, apa kamu berniat menyatakan cintamu kepada Leo dengan memberikan jam itu sebagai hadiah ulang tahun?” Tanpa basa basi Dave langsung menodong Evelyn dengan sebuah pertanyaan yang membuat wajah Evelyn memerah, karena saat ini Dave langsung teringat kata-kata Laurel beberapa waktu lalu tentang sikap Evelyn yang sepertinya menyukai Leo sebagai laki-laki, bukan sekedar rasa suka sebagai adik ke kakaknya.
“Kak…, apa aku tidak boleh menyukai Kak Leo? Sekedar kagum sebagai adik boleh kan?” Bryan hanya bisa mengacak pelan rambut Evelyn sambil menarik nafas dalam-dalam, sedang Dave hanya bisa menarik nafas panjang dengan tangan lengan kanannya masih melingkar di bahu Laurel, sedang tangan kirinya berada di dalam saku celana panjangnya, menatap Evelyn dengan tatapan antara sedih, kasihan dan bingung, karena Dave tahu persis bagaimana Leo yang menyukai Laurel, dan hanya menganggap Evelyn sebagai adiknya.
Posisi Evelyn hampir sama dengan Meria, hanya saja orang yang disukai Leo adalah Laurel, sosok yang tidak mungkin lagi untuk Leo dapatkan, sehingga Leo harus mulai belajar mengalihkan hatinya kepada yang lain, masih ada harapan Leo mengalihkan hatinya kepada Evelyn, walaupun sepertinya sulit mengingat bagaimana selama ini bagi Leo, Evelyn adalah seorang gadis cilik dengan perbedaan usia yang hampir 10 tahun.
“Bukan masalah tidak boleh, tapi apa kamu yakin bisa menghadapi kenyataan kalau Leo menolak perasaanmu?” Evelyn menarik nafas panjang mendengar pertanyaan dari Dave.
“Aku hanya mau memberikan hadiah itu tanpa mengatakan bahwa aku mencintai Kak Leo, apa tidak boleh seorang adik memberi hadiah bagus untuk orang yang dianggap kakaknya?” Bryan bergerak mendekat ke arah Evelyn, memeluk tubuh adiknya dengan erat, lalu menepuk-nepuk lembut punggung Evelyn.
__ADS_1
“Ayolah Kak, jangan mengkhawatirkan aku. Aku tulus menyayangi Kak Leo yang begitu menyayangiku sebagai adik,” Laurel menatap wajah Evelyn yang berada di dalam pelukan Bryan dengan tatapan ikut bersimpati dan sedih atas apa yang dirasakan oleh Evelyn.
“Jangan pernah lupa kamu akan selalu memiliki dua orang kakak yang akan selalu melindungi dan membelamu. Lihatlah dunia di sekitarmu sebelum kamu benar-benar menjatuhkan pilihanmu agar tidak ada penyesalan ke depannya,” Bryan mengelus lembut punggung Evelyn, membuat Evelyn tersenyum, merasa bahagia memiliki dua kakak laki-laki yang selalu mendukung dan membelanya sejak dia kecil.
“Jangan melupakan Kak Laurel, sekarang aku memiliki seorang Kakak perempuan yang pastinya akan lebih mengerti aku dibanding kalian dua pria tampan yang lebih sering sibuk dengan bisnis kalian sendiri,” Bryan melepaskan pelukannya, bibirnya tersenyum menunjukkan perasaan lega mendengar kata-kata candaan Evelyn yang menunjukkan dia dalam kondisi baik-baik saja.
“Jangan khawatir Kak, di usiaku sekarang, aku hanya menyayangi Kak Leo, karena selama ini Kak Leo selalu menuruti apapun yang aku minta dan selalu melindungiku. Kadang apa yang dilakukan Kak Leo untukku sama dengan yang kalian berdua biasa lakukan untukku,” Dave melepaskan pelukannya ke Laurel, lalu berjalan mendekat ke arah Evelyn, mengelus lembut kepala adiknya yang baginya akan selalu menjadi adik perempuan kesayangannya.
“Semua orang bisa menemukan cinta sejatinya, waktu yang akan menjawab keraguan dalam hatimu, apakah benar kamu mencintai Leo atau sekedar kagum. Waktu yang akan menguji semuanya, membuka yang tertutup, atau menutup sesuatu yang terbuka. Jodohmu akan datang kepadamu di saat yang tepat,” Evelyn tersenyum mendengar nasehat Dave, karena dia tahu Dave sudah membuktikan dengan waktu dan kesabarannya dia bisa meraih hati gadis yang sudah dicintainya sejak 7 tahun lalu.
Evelyn menghela nafasnya, baginya baik Bryan atau Dave, nasehat kedua kakaknya itu selalu membuatnya bisa menimbang banyak hal, terutama dalam hal pekerjaan dan percintaan. Bryan merupakan sosok laki-laki yang tidak gampang jatuh cinta dengan wanita, namun hidupnya banyak di kelilingi oleh banyak wanita cantik, membuatnya banyak bergaul dengan berbagai tipe wanita yang baginya semuanya cukup menarik dan cukup dekat dengan mereka, namun sampai sekarangpun belum ada wanita yang dapat membuat hatinya benar-benar tunduk pada seorang wanita, menganggap semua wanita di sekitarnya hanya sekedar teman curhat dan sahabat untuk mengisi waktu luangnya.
Sedangkan Dave, seorang sosok laki-laki pendiam yang lebih banyak mengalah jika itu berhubungan dengan orang yang disayanginya. Selama ini Dave memang tidak terlalu perduli dengan kehadiran wanita di sekitarnya, hanya sibuk dengan impiannya menjadi seorang dokter, sampai akhirnya dia bertemu dengan sosok Laurel dan jatuh cinta untuk pertama kalinya, dan sejak itu membuatnya semakin tidak tertarik dengan wanita lain di sekitarnya.
“Kadang sebagai wanita kita harus bijak untuk dapat membedakan apa itu sekedar rasa suka, kagum, atau benar-benar cinta. Jangan terburu-buru memutuskan untuk kamu jatuh cinta dengan seseorang atau kamu tidak menyukai seseorang yang ternyata justru orang itu adalah yang begitu kamu cintai dan mencintaimu,” Laurel ikut angkat bicara yang tentu saja bagi Freya semua nasehat ketiga kakaknya ada benarnya, karena mereka berbicara atas pengalaman mereka pribadi, dan dua diantaranya sudah mengalami tentang apa itu cinta yang sebenarnya, walaupun memiliki awal yang berbeda. Dave yang awalnya tidak tahu tentang cinta, namun ketika bertemu Laurel langsung jatuh cinta, sedang Laurel yang awalnya merasa mencintai Devan, namun ternyata pada akhirnya Laurel mengerti bahwa cinta sejatinya adalah Dave, laki-laki yang membuatnya mengerti bagaimana dan apa itu cinta yang sebenarnya.
Dave melirik ke arah Laurel, entah kenapa kata-kata Laurel yang ditujukan untuk Evelyn baginya seperti ungkapan cinta untuk dirinya. Dengan cepat Dave kembali meraih tubuh Laurel yang berdiri di sampingnya dan melingkarkan lengannya ke pinggang ramping Laurel yang hanya bisa tersipu malu melihat bagaimana Dave selalu berusaha membawanya mendekat ke arahnya. Bahkan belum lagi Laurel berhasil mengendalikan wajah tersipunya, dengan lembut Dave meraih kepala Laurel untuk mendongakkannya ke arahnya sehingga Dave bisa mencium mesra pipi Laurel yang langsung memerah.
Note : Akhirnya up juga, gak tega sama pembaca yang kangen Dave dan Laurel. Happy reading guys.
__ADS_1