CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
AKHIR BAHAGIA


__ADS_3

Untuk beberapa saat Leo hanya bisa terdiam, berusaha berpikir keras bagaimana dia harus menjawab pertanyaan Augistin Shaw yang menatapnya dengan serius. Sekilas Leo melirik ke arah Evelyn yang memandang ke arahnya, seolah mencoba memberikan kekuatan agar Leo bisa menghadapi papanya dengan baik.


“Maaf Om. Selama beberapa lama ini justru aku yang sudah begitu bodoh tidak menyadari perasaanku kepada Evelyn karena di setiap harinya kami sering bersama. Tapi aku tidak mau kebodohanku berlanjut menjadi sebuah penyesalan seumur hidup. Mau tidak mau kalian sudah melihat bagaimana sikapku kepada Evelyn selama ini. Aku tidak bisa menjanjikan bahwa jika Evelyn menikah denganku, tidak akan ada pertengkaran, tidak akan ada selisih pendapat, tidak akan ada masalah, tapi aku menjanjikan bahwa aku akan selalu menjadi suami yang selalu menopang dan memegang tangannya dalam segala keadaan, baik atau buruk keadaannya. Aku berharap Om dan Tante memberikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku benar-benar akan bertanggung jawab terhadap kebahagiaan Evelyn. Dan janji itu hanya bisa aku buktikan jika memang Om dan Tante memberi aku dan Evelyn ijin untuk menikah,” Leo berkata sambil sesekali harus mengatur nafasnya karena rasa gugupnya membuat dia begitu berdebar-debar.


Suasana tampak begitu tegang, seolah Augistin sedang menghadapi seorang laki-laki yang berusaha mengambil paksa Evelyn dari tangannya. Pengakuan Evelyn dan Leo serta rencana mereka untuk meminta ijin menikah tampaknya masih membuat Augistin begitu kaget dan tidak percaya, sehingga dia merasa begitu berat untuk mengucapkan kata iya, apalagi Evelyn adalah putri satu-satunya, yang begitu disayanginya. Saat mengabulkan keinginan Dave untuk menikahi Laurel, dia tahu sebagai seorang pria, Dave yang membawa Laurel masuk ke keluarga Shaw, dia merasa bukan kehilangan anak, namun justru mendapatkan anak, tapi posisi Evelyn sebagai seorang anak perempuannya…. Saat Augistin Shaw memberikan ijin kepada seorang pria untuk menikahi Evelyn, itu sama artinya menyerahkan Evelyn dan merelakan Evelyn masuk ke dalam keluarga suaminya.


“Ehem, Pa…, bolehkah aku ikut berbicara?” Dave berkata pelan ketika dilihatnya papanya hanya memandang dalam-dalam ke arah Leo setelah Leo selesai berbicara tanpa membalas atau menanggapi perkataan Leo.


Dave tahu dengan sifat pendiam papanya, dia tidak akan segan-segan membiarkan Leo membeku di tempatnya dengan tatapan mata dingin papanya dan sikap diam yang diambil Augistin Shaw barusan, jika Leo tidak bisa membuat hati papanya tergerak. Begitu mendengar perkataan Dave, Augistin Shaw menoleh, mengalihkan pandangan matanya dari Leo ke arah Dave.


“Bicara saja Dave, kamu adalah anak tertua di keluarga ini, apalagi kamu juga sudah menikah. Apa yang kamu katakan bisa menjadi pertimbangan bagi kami ataupun mereka berdua agar bisa berpikir dengan benar, tidak hanya sekedar menuruti nafsu yang hanya sebentar saja,” Augistin Shaw berkata sambil memandang ke arah Dave.


“Aku mengatakan ini sebagai sahabat sekaligus sebagai Kakak Evelyn yang benar-benar tahu bagaimana interaksi antara Leo dan Evelyn selama ini. Mungkin awalnya aku juga tidak menyadari ada perasaan lain yang berkembang diantara mereka. Bahkan perasaan cinta yang ada di antara mereka, aku baru menyadarinya setelah berkali-kali Laurel melihat dan mengatakannya padaku. Mungkin Laurel baru bergabung secara resmi di keluarga kita belum lama ini, tapi apa yang dia lihat justru seharusnya lebih peka dan jeli dibandingkan kita yang selama puluhan tahun memang sudah terbiasa dengan kehadiran Leo di tengah-tengah keluarga kita. Aku bukan serta merta karena Laurel yang mengatakannya, maka semua perkataannya menjadi sesuatu yang pasti benar. Tapi, aku bisa melihat bagaimana Leo yang selalu ada untuk Evelyn, selalu berusaha melindungi dan memberikan yang terbaik untuk Evelyn, bahkan jika ada sesuatu yang terjadi pada Evelyn, sejak dulu Leo adalah orang yang seringkali jauh lebih khawatir dari kami kedua kakaknya. Itu sudah lebih dari cukup bagiku untuk melihat kesungguhan hati Leo terhadap Evelyn,” Augistin Shaw beberapa kali mengernyitkan dahinya saat mendengar setiap kata-kata yang diucapkan Dave, berusaha memikirkan kata-kata dari Dave.


“Ma…, bagaimana denganmu?” Akhirnya Augistin Shaw memandang ke arah Mama Rosalia yang masih terdiam sambil menatap ke arah Leo dan Evelyn bergantian.


“Aku tidak tahu apakah perasaan yang dialami Evelyn dan Leo benar-benar perasaan cinta atau hanya sekedar emosi sesaat. Tapi jika melihat dari kedua umur mereka, apalagi Leo yang sudah hampir 30 tahun dan selama ini belum ada seorang gadispun yang bisa membuat hatinya luluh, mungkin saja memang Evelyn adalah gadis yang selama ini sudah mengisi hatinya, sehingga tidak ada lagi celah bagi gadis lain di hatinya,” Evelyn sedikit tersentak mendengar kata-kata Mama Rosalia yang menunjukkan bahwa Mama Rosalia mendukung hubungannya dengan Leo.


“Mungkin kalian berdua, baik Leo maupun Evelyn pernah kagum atau suka dengan seseorang, tapi bagi Mama, selama kalian tidak pernah membawa orang yang kalian suka sampai sekarang di tengah-tengah keluarga, sedang sekarang kalian berdua dengan berani melakukan itu sekarang, boleh dibilang, mungkin memang kalian benar-benar saling mencintai sejak dulu, hanya saja menyadari perasaan kalian berdua dan baru berani melangkah mengambil keputusan bersama sekarang ini,” Mendengar kata-kata Mama Rosalia, tangan Laurel yang berada dalam genggaman tangan Dave mempererat genggaman tangannya ke tangan Dave, membuat Dave tersenyum sambil mencium puncak kepala Laurel, seolah bisa merasakan bahwa Laurel ikut senang dengan kata-kata yang diucapkan Mama Rosalia barusan, yang menunjukkan tidak ada penolakan darinya tentang keinginan Leo dan Evelyn.

__ADS_1


“Memang menyenangkan mengetahui bahwa calon menantuku adalah orang yang sudah begitu aku kenal, baik dia pribadi maupun  keluarganya, namun apakah kalian berdua pasti bahagia menikah dengan orang yang sudah kalian kenal sejak dulu, ataukah justru akan banyak masalah yang timbul karena kalian sudah begitu mengenal dan tahu kelemahan satu sama lain…, hanya kalian berdua yang bisa menjawabnya,” Mendengar kata-kata dari Augistin Shaw yang terlihat masih begitu berat untuk memberikan ijin kepada Leo dan Evelyn, Mama Rosalia langsung memegang tangan Augistin dan menggenggamnya dengan erat, membuat akhirnya Augistin Shaw menarik nafas dalam-dalam.


“Baiklah…, aku menyerah, bagiku lebih dari dua orang dari anggota keluarga Shaw mendukung hubungan kalian, aku bisa apa…. Aku tidak mau malam ini harus tidur di ruang belajar hanya karena membiarkan keinginan istriku tidak aku penuhi,” Akhirnya Augistin Shaw mengucapkan ijinnya dengan diakhiri candaan, membuat baik Leo dan Evelyn, Dave dan Laurel saling berpandangan dan menarik nafas lega.


“Leo, satu hal yang harus aku tegaskan padamu. Jarak umur kalian berdua yang cukup jauh semoga tidak menjadi halangan untuk ke depannya. Aku harap ke depannya kamu tetap menganggap Evelyn sebagai istri yang merupakan tulang rusukmu yang harusnya ada di sampingmu sebagai penolong, posisinya adalah di sampingmu, bukan di kakimu untuk kamu injak atau di kepalamu sehingga dia bisa selalu mengendalikanmu. Ingat kata-kata ini untukmu juga Evelyn. Kamu harus menghormati dan menolong Leo sebagai laki-laki yang akan menjadi suamimu dan kepala rumah tangga. Terlepas kamu adalah putri dari keluarga Shaw, tempatkan dirimu secara benar sebagai seorang istri, jaga sikapmu terhadap suami dan keluarganya, terutama hormati kedua orangtua Leo. Sama seperti kamu menghormati orangtuamu sendiri. Kalau kalian berdua tidak siap dengan komitmen itu lebih baik kalian tidak usah menikah,”


“Aku siap Pa,”


“Aku siap Om,”


Baik Leo dan Evelyn secara bersamaan mengucapkan kesediaan mereka terhadap apa yang baru saja diucapkan oleh Augistin. Melihat itu akhirnya wajah dingin Augistin sedikit mencair dan menyunggingkan senyum kecil di wajahnya. Melihat senyum tipis di wajah Augistin, Leo dan Evelyn saling berpandangan dan dengan cepat kedua tangan mereka bergerak dan saling menggenggam dengan erat.


“Kami berdua tidak ingin melibatkan kalian para istri dengan kasus ini, apalagi kondisi kalian yang sedang hamil. Tapi karena kami sudah menyelesaikannya dengan baik, kami akan menceritakan kepada kalian. Sebagai suami kami juga tidak mau menyimpan rahasia kepada kalian,” Ornado yang duduk dengan santai di kursi yang ada di ruang santai rumahnya yang menghadap ke arah kolam berkata sambil memandang ke arah Dave dan Laurel yang duduk berdampingan, sedang dia sendiri duduk di hadapan Dave dan Laurel dengan Cladia yang duduk di sampingnya. Dan tentu saja dengan tangan Ornado yang melingkar dengan mesra di pinggang Cladia yang mulai membesar karena kehamilannya sudah memasuki usia bulan ke empat, hampir sama dengan kondisi kehamilan Laurel.


Laurel dan Cladia hanya bisa menahan nafasnya sesaat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ornado barusan. Kali ini mereka berempat sengaja bertemu untuk membahas apa yang sudah terjadi terhadap paman Dave dan Devan.


“Laurel, sekarang kamu bisa hidup dengan tenang dengan Dave. Jangan khawatir, aku sudah membereskan semuanya dengan baik. Sejak peristiwa penculikanmu, baik Dave dan aku sudah berusaha dengan keras untuk menutup setiap jalan dan pintu yang bisa dilakukan Devan untuk kembali berusaha melakukan sesuatu yang buruk kepadamu, bahkan setiap kerjasama antara Devan dan Paman Dave, aku sudah membuatnya terputus, agar Devan tidak lagi memiliki kesempatan untuk mendekatimu apalagi membawamu lari seperti waktu itu. Untuk paman Dave, dengan semua file yang kami temukan, dengan semua bukti yang aku dapatkan dari timku, akhirnya kami bisa membuktikan setiap tindakan ilegal paman Dave yang berusaha merebut posisi di Shaw Corporation secara diam-diam dengan bantuan beberapa orang dalam,” Dave yang melirik ke arah Laurel dan tampak tegang karena selama mendengar penjelasan dari Ornado, langsung mengerakkan lengannya ke bahu Laurel, melingkar di sana dan menepuk-nepuk lembut bahu Laurel agar merasa tenang.


“Semua orang dalam perusahaan Shaw Corporation yang menjadi kaki tangan pamanmu sudah dibereskan oleh timku Dave, dan semua bukti sudah diserahkan kepada pihak berwajib, termasuk kasus pencucian uang dan pemalsuan bahan baku yang berbahaya yang sudah dilakukan pamanmu untuk merusak Shaw Corporation dari dalam,” Dave langsung menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Ornado.

__ADS_1


“Terimakasih Ad. Kalau bukan karena bantuanmu, tidak mungkin kasus ini bisa diselesaikan secepat ini dan dengan hasil sebaik ini,” Dave berkata sambil menyungingkan senyum di wajahnya.


“Tenang saja, aku melakukan ini bukan untukmu, tapi untuk ibu dari calon menantuku,” Mendengar candaan Ornado, Cladia langsung menepuk paha Ornado dengan sedikit keras.


“Amore mio, hanya bercanda. Jangan terlalu serius,” Ornado berkata sambil memberikan tanda peace dengan kedua jarinya ke arah Cladia yang hanya bisa sedikit melotot ke arah Ornado.


“Aku dengar dari Cladia kalian berencana melakukan perjalanan berlibur ke Irlandia dalam waktu dekat,” Ornado segera mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin Cladia kembali menegurnya dengan pelototan matanya karena sikapnya yang sok menjadi pahlawan.


“Sebenarnya bukan hanya dalam waktu dekat. Tapi dua hari lagi kami berangkat,” Ornado dan Cladia saling berpandangan mendengar perkataan Laurel.


“Yang benar saja, Cladia bilang bulan depan kalian berangkat, kenapa tiba-tiba menjadi dua hari lagi?” Ornado berkata sambil menatap Laurel dan Dave dengan wajah bertanya-tanya.


“Sebenarnya kami memang berencana berangkat bulan depan, tapi begitu Dave mendengar kamu sudah menyelesaikan kasus paman Dave, Papa dan Mama Rosalia ingin kami segera melakukan perjalanan kami ke sana, karena setelah itu kami sudah mulai sibuk dengan persiapan acara pernikahan Leo dan Evelyn. Apalagi dua bulan sebelum pernikahan Evelyn, ada pernikahan Jeremy dan Niela (kakak kandung Cladia dan calon istrinya). Kita semua pasti akan sibuk. Kalau setelah bayiku lahir, justru akan semakin tidak sempat,” Ornado mengernyitkan keningnya mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Laurel.


“Tunggu…, tunggu sebentar. Ngomong-ngomong, kenapa keberangkatan kalian ke Irlandia ini sepertinya harus diadakan dengan segera. Jangan bilang…, kalian berencana melakukan bulan madu kalian yang tertunda di sana,” Ornado berkata sambil menatap tajam ke arah Laurel yang wajahnya langsung memerah, sedang Dave yang sedang menikmati teh hangatnya langsung tersedak, membuat Cladia hanya bisa tersenyum simpul, karena dia sebenarnya sudah tahu tentang itu tapi sengaja tidak memberitahu kepada Ornado agar Laurel dan Dave tidak menjadi bulan-bulanan Ornado yang seringkali begitu senang menggoda mereka berdua, sama seperti Laurel yang seringkali menggodanya jika berkaitan tentang hubungan cintanya dengan Ornado.


 


 

__ADS_1


__ADS_2