
"Apa kabar Tante?" Dave yang baru saja datang mendekat ke arah Laurel dan Evelyn langsung memeluk tantenya dengan erat sambil melirik sekilas ke arah Laurel yang wajahnya menunjukkan kalau dia sedikit shock dengan apa yang baru didengarnya tentang Meria dan Dave.
"Dave! Tante kangen sekali!" Wanita setengah baya itu langsung membalas pelukan Dave dengan hangat untuk beberapa saat sambil menepuk-nepuk punggung Dave, setelah itu dia menjauhkan tubuhnya dari Dave, dipandanginya sosok Dave mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki sambil tersenyum dan tatapan mata rindu.
"Dave! Kamu ini semakin hari semakin tampan saja. Siapa mengira laki-laki setampan ini adalah keponakan Tante dan juga seorang dokter spesialis bedah saraf terkenal," Dave tersenyum mendengar perkataan tantenya.
Dengan gerakan pelan namun pasti, Dave mendekat ke arah Laurel, lalu melingkarkan lengan kanannya ke pinggang Laurel yang wajahnya masih menunjukkan wajah berusaha keras untuk menenangkan dirinya akibat rasa kaget karena kata-kata yang dia dengar barusan.
"Maaf tante, aku harus membawa istriku ke depan, mama memanggil kami. Nanti kita lanjutkan obrolan kita," Dave berkata sambil tersenyum, membiarkan wajah tantenya yang masih begitu penasaran dan ingin banyak bertanya tentang Laurel.
"Evelyn, kalau tante ingat-ingat sepertinya tante memang pernah bertemu dengan gadis cantik itu. Apa benar itu istri Dave yang 7 tahun lalu...," Begitu Dave dan Laurel sudah menjauh darinya, wanita separuh baya itu segera bertanya kepada Evelyn tentang Laurel.
"Iya Tante, Kak Laurel itu istri Kak Dave, sekarang mereka sudah tinggal bersama," Evelyn langsung menjawab rasa penasaran tantenya. Mata wanita itu terlihat terbeliak kaget mendengar penjelasan Evelyn, ada rasa bersalah yang langsung terlihat dari raut wajahnya.
"Aduh, Tante salah ya tadi menyebutkan tentang Meria, karena undangan hari ini papamu juga tidak menyinggung sedikitpun tentang istri Dave, hanya minta tante datang karena akan ada acara penting tentang pengumuman akan diadakannya pesta pernikahan Dave. Tante pikir setelah 7 tahun berlalu akhirnya Dave bisa melupakan istrinya dan memutuskan untuk menerima Meria. Semoga mereka berdua tidak bertengkar gara-gara kata-kata Tante barusan. Tante jadi merasa bersalah dengan istri Dave. Gadis itu juga terlihat semakin cantik dibandingkan dengan 7 tahun lalu," Evelyn hanya bisa menarik nafas panjang mendengar apa yang dikatakan tantenya, semoga saja sesuai harapan tantenya, Laurel tidak salah faham tentang keberadaan Meria, walaupun dalam hati sebenarnya Evelyn juga bertanya-tanya kenapa hari ini tiba-tiba saja Meria muncul di acara pesta keluarganya, datang jauh-jauh dari Singapura untuk menghadiri acara yang Evelyn tahu pasti akan menyakitkan baginya, karena seluruh Keluarga Shaw tahu bagaimana Meria sangat menyukai Dave sejak dulu.
Evelyn kembali mengingat tentang kejadian di masa lalu saat mereka masih sama-sama remaja. Kalau saja 7 tahun lalu Dave tidak bertemu dengan Laurel, kemungkinan terbesar yang akan menjadi kakak iparnya saat ini adalah Meria, bukan Laurel, mengingat sejak dulu papanya sangat ingin menjadi besan sahabatnya dengan menikahkan Dave dan Meria. Tapi pada akhirnya, gadis yang membuat Dave jatuh cinta adalah Laurel. Gadis yang dipilih oleh Dave tetap Laurel, walaupun setelah mereka terpisah selama 7 tahun, tetap bukan Meria.
Evelyn menghela nafasnya, memang jodoh kita tidak pernah tahu, kadang jodoh kita berada tidak jauh dari kita selama bertahun-tahun, tapi ada juga dua orang yang terpisah begitu jauhpun akan dipertemukan dengan cara yang tidak pernah terpikirkan karena ikatan jodoh yang sudah ditetapkan. Mengingat kejadian-kejadian di masa lalu, akhirnya Evelyn hanya bisa menahan nafasnya, sampai dia tidak menyadari kehadiran seorang laki-laki yang langsung menutup matanya dengan kedua telapak tangannya dengan sengaja karena melihatnya melamun sehingga tidak lagi memperhatikan sekitarnya.
Evelyn tersentak kaget begitu menyadari ada seseorang yang menutup matanya dengan tiba-tiba. Dengan reflek Evelyn langsung mengarahkan kedua tangannya untuk menjauhkan tangan orang tersebut dari matanya. Begitu Evelyn berhasil melepaskan matanya dari tangan orang itu, Evelyn langsung menoleh, dan begitu melihat siapa yang datang, Evelyn langsung tersenyum dengan wajah terlihat cerah.
__ADS_1
"Kak Leo!" Leo langsung tertawa melihat ekspresi kesal Evelyn yang baru saja digodanya.
"Kak Leo, selalu saja iseng menggodaku!" Evelyn memajukan bibirnya, sambil membeliakkan matanya berpura-pura marah, membuat Leo langsung mencubit hidungnya dengan gemas.
"Kenapa pelototin aku anak kecil? Terlalu banyak melotot, sayang kalau matamu nanti jadi seperti ikan koi!" Mendengar gurauan Leo, Evelyn langsung memukul dada Leo, membuat Leo tertawa sambil menyilangkan kedua tangannya di dada untuk menghalangi pukulan dari tangan Evelyn.
"Apa acara sudah dimulai?" Evelyn menggelengkan kepalanya pelan, matanya menunjukkan Dave dan Laurel yagn berjalan ke depan, membuat mata Leo langsung terarah kepada sosok mereka berdua.
Kalian berdua harus bahagia, sehingga aku bisa dengan rela melepaskan bayanganmu dari pikiranku, Leo berkata dalam hati sambil menarik nafas panjang, berusaha menahan getaran di hatinya melihat sosok Laurel yang sampai dengan detik ini tetap membuatnya terpesona.
"Eh," Evelyn langsung menoleh ke arah Leo mendengar laki-laki itu mengucapkan akta "eh" dengan nada kaget.
"Maksud Kak Leo? Meria?" Leo langsung mengangguk.
"Kenapa dia ada di sini? Siapa kira-kira yang mengundangnya?" Evelyn langsung menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Leo.
"Aku juga tidak tahu Kak. Aku juga tidak tahu maksud dari Meria datang ke pesta ini," Leo mengernyitkan dahinya, apalagi melihat Meria yang berdiri di tempatnya dengan mata terfokus pada sosok Laurel yang berjalan bersama Dave ke depan.
# # # # # # #
Laurel dan Dave baru saja berjalan menjauh dari Evelyn ketika mereka melihat seorang pria paruh baya dengan pakaian resmi menghentikan permainan para pemain musik untuk melakukan pertunjukan. Begitu suara alunan musik berhenti, pria tersebut meraih mikrofon yang ada di depannya dan mulai berbicara.
__ADS_1
"Selamat malam Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya sekalian yang sudah hadir di tempat ini. Malam ini sebelum acara dimulai, kita sambut kehadiran pasangan bahagia kita Tuan Dave Alexander Shaw dan istri tercintanya Nona Laurel Tanputra. Untuk Tuan Dave dan Nona Laurel dipersilahkan untuk naik ke atas panggung,"
Mendengar perkataan dari pembawa acara, Laurel sedikit mendongakkan kepalanya, memandang ke arah wajah Dave yang terlihat tenang dan mengajaknya berjalan ke arah panggung tanpa mengatakan apapun kepada Laurel, membuat Laurel melangkah dengan perasaan ragu dan was-was, apalagi dari beberapa orang yang hadir Laurel merasakan aura tidak bersahabat. Beberapa orang mulai berbisik-bisik dan memandangnya dengan pandangan bertanya-tanya, bahkan ada yang menatapnya dengan tatapan terlihat sedikit sinis.
"Dan kami juga mengundang Tuan Augistin Shaw untuk menyampaikan beberapa pengumuman malam hari ini," Dave dan Laurel baru saja berada di atas panggung ketika pembawa acara memanggil Augistin Shaw untuk ikut tampil di depan, membuat Laurel semakin berdebar-debar, seolah sedang menanti vonis dari seorang hakim, karena saat ini dia benar-benar tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh mertuanya dengan mengadakan pesta sebesar dan semewah hari ini, walaupun hanya saudara-saudara dekat dan para sahabat yang diundang.
Begitu Augistin Shaw berada di atas panggung, pembawa acara segera memberikan mikrofon kepadanya dan semua tamu undangan langsung menghentikan kegiatan mereka, terfokus pada apa yang akan disampaikan Augistin Shaw yang merupakan sosok yang masih paling dihormati di keluarga Shaw, walaupun pimpinan tertinggi saat ini sudah dia serahkan kepada Dave sebagai anak tertuanya.
"Selamat malam semua, senang sekali kami Keluarga Shaw bisa mengundang kalian semua untuk hadir di sini. Terimakasih untuk waktunya. Malam ini adalah malam bahagia untuk Keluarga Shaw, karena menantu kami, Laurel Tanputra sudah kembali ke Indonesia dan siap membantu suaminya Dave untuk mengembangkan rumah sakit Anugrah Indonesia bersama, sehingga ke depannya Dave sebagai BOD Shaw Corporation bisa lebih banyak berkontribusi dan mengembangkan Shaw Corporation untuk bisa menjadi lebih besar dari saat ini," Augistin menghentikan bicaranya sebentar, matanya memberikan kode kepada Dave agar mendekat ke arahnya bersama Laurel.
"Walaupun mereka sudah menikah sejak 7 tahun yang lalu, kami baru akan mengadakan pesta perayaan dalam waktu satu bulan ke depan, dikarenakan tepat pada saat kami hendak mengadakan pesta pernikahan mereka 7 tahun lalu, Laurel harus segera terbang ke Amerika untuk menyelesaikan studinya di Harvard. Di samping saat itu mereka berdua masih terlalu muda, sehingga kami dari pihak keluarga ingin mereka menikmati masa pendidikan mereka terlebih dahulu. Karena itu kami pihak keluarga memutuskan untuk menunda acara pesta pernikahan mereka hingga saat ini. Saat mereka berdua sudah benar-benar siap," Laurel menarik nafas dalam-dalam, tidak menyangka bahwa Augistin Shaw akan memberikan pengumuman yang jelas-jelas tidak menunjukkan bahwa dia bersalah atas kejadian 7 tahun lalu.
"Jadi malam ini saya perkenalkan mereka berdua di hadapan semua tamu undangan sebagai suami istri. Mulai malam ini dan seterusnya, Laurel Tanputra akan mulai diperkenalkan sebagai istri sah Dave Alexander Shaw, putra tertua kami. Dan kami sekeluarga sangat mengharapkan semua orang disini akan menghormati Laurel sebagai bagian dari Keluarga Shaw, seperti kalian menghormati kami, dan ke depannya saya tidak mengharapkan adanya pertanyaan lagi tentang keberadaan dan status dari Laurel Tanputra sebagai Nyonya Shaw. Karena bagi kami sebagai orangtua, yang terpenting adalah menghargai keputusan anak-anak kami untuk memilih siapa pendamping hidup yang mereka cintai dan mencintai mereka. Kita hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan atas jalan yang mereka pilih," Laurel menahan nafasnya untuk beberapa saat, rasanya dia hampir saja tidak bisa menahan tangisnya, karena tidak menyangka bagaimana malam ini Augistin Shaw memberikan pengumuman kepada semua yang hadir tentang keberadaannya sebagai istri Dave dengan tidak mempermalukannya, tidak mengungkit sedikitpun tentang kesalahannya di masa lalu yang dia tahu begitu menyakitkan baik bagi Dave maupun Keluarga Shaw. Bahkan Laurel melihat saat ini Augistin terlihat begitu melindunginya, seperti seorang ayah yang melindungi anak kandungnya sendiri.
Setelah memberikan pengumuman, Augistin berjalan ke arah Dave dan Laurel. Begitu berada di hadapan mereka berdua, Augistin Shaw langsung memeluk Dave, menepuk-nepuk pelan punggung Dave.
"Mulai sekarang, hiduplah berbahagia dengan wanita tercintamu. Kamu harus bisa membahagiakan dan melindunginya dengan sekuat tenagamu. Jangan pernah membiarkan cintamu terbagi, berikan seluruh cinta yang kamu miliki hanya untuknya," Dave menganggukkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh papanya, hatinya dipenuhi dengan kebahagiaan yang memenuhi dadanya, melihat bagaimana semua orang di dalam keluarganya, semua orang-orang yang dia sayangi menerima keberadaan Laurel sebagai istrinya, bahkan papanya, yang sempat memberikan perintah kepadanya untuk menceraikan Laurel dan menyuruhnya mulai membuka hatinya untuk gadis lain, ketika lewat dari 2 tahun setelah Laurel meninggalkannya tetap tidak ada perkembangan dari hubungan mereka saat itu.
Augistin menjauhkan tubuhnya dari Dave, lalu dengan kedua tangannya menepuk kedua bahu Dave. Setelah itu, Augistin mendekat ke arah Laurel, lalu dipeluknya tubuh Laurel yang sedikit tersentak, tidak menyangka Augistin akan memeluknya dengan hangat seperti seorang ayah memeluk putrinya, mengingat sejak pertama bertemu mertua laki-lakinya ini selalu bersikap dingin padanya.
"Mulai sekarang kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Shaw. Jangan pernah membiarkan orang lain merebut posisimu dari sisi Dave. Apapun yang terjadi ke depannya, tetaplah berdiri kuat di samping Dave untuk mendukungnya dan tunjukkan jalan yang benar jika suatu ketika dia tidak bisa memilih jalan yang benar untuknya. Jangan pernah meninggalkannya lagi dengan alasan apapun," Mendengar apa yang dikatakan oleh Augistin Shaw Laurel menganggukkan kepalanya, dan kali ini dia sudah tidak bisa lagi menahan airmatanya untuk turun membasahi pipinya mendengar nasehat dari Augistin Shaw yang menunjukkan dengan jelas bahwa laki-laki hebat itu bukan hanya menyayangi Dave, tapi juga menerima dirinya dengan tangan terbuka sebagai wanita yang telah dipilih Dave untuk menjadi istrinya.
__ADS_1