CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
PESTA KITA (1)


__ADS_3

"Ah, pokoknya mulai sekarang Kak Laurel harus lebih bahagia dari sebelumnya. Terima kasih juga karena sudah memberikanku seorang kakak ipar yang begitu baik dan menyayangiku seperti adik kandungnya sendiri dan juga begitu menyayangi Mama Denia," Freya berkata dengan wajah haru, tapi mencoba untuk tetap menahan tangisnya dan tersenyum kepada Laurel untuk mengungkapkan rasa bahagianya, membuat Laurel tersenyum sambil mengelus wajah Freya dengan lembut.


"Aku mendoakan agar Kakak dan Kak Dave tetap rukun dan bahagia, langgeng sampai kakek nenek. Tetap saling mencintai sampai maut memisahkan," Freya berkata sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.


"Sudah Frey, jangan memonopoli Kak Laurel, sekarang dia juga Kakakku, dan sekarang giliranku," Evelyn sedikit menarik lengan Freya yang dari wajahnya masih terlihat enggan menjauh dari Laurel. Evelyn berusaha menarik lengan Freya dan mengarahkan tubuhnya agar menjauh dari Laurel yang hanya bisa tersenyum geli melihat tindakan kedua adiknya saat ini. Baik Evelyn maupun Freya terlihat sedang berebutan untuk menarik perhatian Laurel, membuat Laurel hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat perbuatan Freya dan Evelyn.


"Ayo Frey, waktuku hampir habis, biarkan Evelyn mengatakan apa yang ada dalam hatinya pada Kakak," Mendengar permintaan dari Laurel akhirnya Freya berjalan menjauhi Laurel dan membiarkan Evelyn untuk berjalan mendekat ke arah Laurel.


"Kak Laurel...," Evelyn berkata lirih begitu sampai di hadapan Laurel.


"Hmm...," Laurel menjawab panggilan pelan dari Evelyn dengan deheman pelan, membuat Evelyn hanya bisa memandang ke arah Laurel tanpa bisa mengeluarkan kata-kata. Saat ini hati Evelyn rasanya seperti akan melompat keluar karena begitu bahagia melihat kehadiran Laurel yang selama beberapa waktu ini sudah membuat kehidupan Dave, kakak yang begitu disayanginya terlihat begitu bahagia.


"Kenapa Evelyn? Ada yang mau kamu sampaikan kepada Kakak?" Laurel berkata sambil kedua tangannya bergerak ke arah kedua lengan Evelyn dan mengelusnya lembut. Sentuhan Laurel yang terlihat menunjukkan rasa sayangnya yang tulus kepadanya, membuat mata Evelyn tiba-tiba memerah dan berkaca-kaca. Melihat itu Freya hampir saja tertawa menggoda Evelyn, tapi lirikan mata Laurel sudah membuatnya membatalkan niatnya untuk menggoda Evelyn agar Evelyn tidak tersinggung dan tidak enak hati, apalagi sebenarnya Freya duluan yang tadi saat berbicara dengan Laurel juga sudah hampir menangis ketika memeluk Laurel.


"Kak Laurel...," Evelyn kembali menyebutkan nama Laurel pelan.


"Ya...," Mendengar jawaban singkat dari Laurel, tiba-tiba dengan gerakan cepat Evelyn menubruk tubuh Laurel dan memeluknya dengan erat. Membuat Laurel sedikit kaget, tidak menyangka Evelyn akan memeluknya dengan begitu erat.

__ADS_1


"Kakak..., terimakasih. Karena Kak Laurel aku jadi bisa merasakan bagaimana bahagianya memiliki kakak perempuan yang begitu menyayangiku. Dan lagi, kehadiran Kakak membuat Kak Dave lebih mudah mengabulkan keinginanku," Mendengar apa yang dikatakan Evelyn, Laurel berusaha menahan tawanya.


Apa yang diucapkan Evelyn membuat Laurel terharu karena ucapan gadis di depannya bagaimana Evelyn bersyukur dengan kehadirannya sebagai seorang kakak ipar, namun sekaligus membuat Laurel geli karena kata-katanya tentang Dave yang seolah-olah sejak kehadirannya membuat Evelyn lebih mudah merayu Dave jika Evelyn menginginkan sesuatu karena seringkali Evelyn meminta bantuan Laurel untuk menyampaikan permintaannya kepada Dave, karena Evelyn tahu jika Dave boleh dikatakan hampir tidak pernah menolak permintaan Laurel.


"Pokoknya aku sangat bahagia Kak Laurel yang menjadi kakak iparku. Tolong jaga Kak Dave baik-baik ya Kak. Selama ini Kak Dave sudah melakukan banyak hal untuk keluarga kami. Sekarang waktunya Kak Dave bahagia dengan kehadiran Kak Laurel yang begitu diinginkannya selama ini. Jangan pernah lagi melepaskan tangan Kak Dave ya Kak. Jadilah milik Kak Dave selamanya dan berbahagia bersamanya, menjadi ibu dari anak-anak Kak Dave," Setelah mengucapkan kata-katanya, Evelyn melepas pelukannya kepada Laurel dan mencium pipi Laurel dengan lembut, seolah takut tindakannya akan menyakiti Laurel.


"Terima kasih sudah membawa kebahagiaan bagi Kakakku Dave," Evelyn berkata sambil mundur beberapa langkah, sehingga tidak sengaja menabrak seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri tepat di belakangnya. Dan kehadiran orang itu bukan saja membuat Evelyn kaget karena menabraknya, namun Laurel juga terlihat membeliakkan matanya melihat sosok Dave yang terlihat begitu tampan dengan setelan jasnya yang bewarna putih bersih.


"Kak Dave...," Evelyn langsung menyebutkan nama Dave begitu mengetahui bahwa orang yang sudah ditabraknya adalah Dave setelah membalikkan tubuhnya.


"Terimakasih untuk pernyataan sayang kalian untuk istriku tercinta. Sekarang..., bisakah kalian meninggalkan kami berdua sebentar? Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada istriku," Evelyn yang berada di hadapan Dave membeliakkan matanya mendengar perkataan Dave barusan.


"Kakak tidak boleh melihat Kak Laurel sebelum acara dimulai! Sekarang tutup mata Kak Dave!" Evelyn berkata sambil meletakkan kedua telapak tangannya di mata Dave untuk menghalangi pandangan mata Dave yang sejak hadir di ruangan itu terus memandang ke arah Laurel. Namun dengan cepat Dave menarik kedua tangan Evelyn dan menjauhkannya dari kedua matanya.


"Eh, kenapa?" Dave bertanya sambil mengernyitkan dahinya, dengan tatapan matanya yang kembali memandang Laurel dengan pandangan kagum sekaligus penuh cinta.


"Kata orang tidak baik pengantin pria melihat pengantin wanita sebelum mereka dipertemukan. Hal itu harus dituruti kalau tidak ingin terjadi suatu hal yang buruk di hari pernikahan mereka," Mendengar perkataan Evelyn, baik Dave maupun Laurel langsung tertawa, dan tanpa memperdulikan perkataan Evelyn, Dave langsung berjalan ke arah Laurel, melewati Evelyn yang berdiri diantara Dave dan Laurel dengan wajah kaget karena Dave tetap nekat mendekati Laurel tanpa perduli dengan peringatannya.

__ADS_1


"Kami sudah menikah sejak tujuh tahun lalu. Hari ini hanya formalitas untuk menggantikan acara tujuh tahun lalu, dan untuk mengumumkan secara resmi tentang status pernikahan kami, jadi tidak ada alasan yang bisa menghalangiku melihat sosok pengantinku hari ini. Justru harusnya, aku menjadi yang pertama kali melihat penampilan istriku dibanding yang lain," Dave berkata sambil berjalan semakin dekat ke arah Laurel dengan tatapan matanya tetap terpaku pada sosok Laurel yang hari ini benar-benar terlihat begitu cantik dan mempesona, membuatnya benar-benar terpukau, sedang Laurel hanya bisa tersenyum mendengar kata-kata Dave dengan matanya yang juga tidak lepas dari sosok Dave yang terlihat gagah dan tampan dengan jas pengantinnya, pria paling sempurna yang pernah dilihat oleh Laurel.


Mendengar kata-kata Dave, dengan cepat Freya menarik tangan Evelyn dan mengajaknya keluar, meninggalkan Dave dan Laurel berdua. Begitu ekor mata Dave yang melirik ke arah Evelyn dan Freya melihat kedua adiknya sudah pergi meninggalkan mereka berdua, dan menutup pintu ruangan, dengan cepat Dave menarik tubuh Laurel dan langsung memeluknya dengan erat.


Untuk beberapa waktu Dave memeluk tubuh Laurel menciumi seluruh leher dan bahu Laurel dengan mesra, tentu saja tanpa berani meninggalkan bekas tanda cinta di kulit Laurel yang putih mulus, karena setelah ini mereka harus menghadiri acara besar mereka dan menemui para tamu undangan yang sebagian besar merupakan para kerabat dan rekan bisnis, juga teman-teman dari pihak rumah sakit Anugrah Indonesia. Beberapa kali Dave menarik nafas panjang menikmati udara di sekitar tubuh Laurel, saat hidung mancungnya menempel di leher maupun bahu Laurel yang terbuka karena gaun pengantinnya yang berbentuk Strapless weddding dress.


"Dave...," Laurel memanggil nama Dave dengan lembut.


"Sebentar lagi mo cuisle, biarkan aku sebentar lagi menikmati kehangatan dan keharuman tubuhmu, agar aku tahu ini bukan sekedar mimpiku," Mendengar permintaan Dave hanya bisa membuat Laurel tersenyum, dengan gerakan pelan Laurel melingkarkan kedua lengannya di leher Dave, menyatukan kedua telapak tangannya di belakang leher Dave, membuat Dave menyungingkan senyum bahagia di bibirnya.


"Hari ini kamu terlihat begitu cantik dan mempesona mo cuisle," Kedua tangan Dave merangkum wajah Laurel, memandanginya wajahnya dalam-dalam dengan tatapan yang benar-benar membuat dada Laurel berdebar begitu keras karena tatapan Dave saat ini begitu menunjukkan bahwa Dave begitu mencintainya dengan sepenuh hati. Dan jujur saja, bagi Laurel baru kali ini dia melihat seorang laki-laki yang menatapnya dengan penuh cinta, kagum dan yang pasti tatapan mata laki-laki yang sekarang ada di depannya benar-benar menghanyutkan hatinya dan membuatnya begitu bahagia.


"Terimakasih sudah menjadikan mimpi indahku menjadi nyata," Dave berkata dengan pandangan mata tanpa bosan-bosannya menatap wajah Laurel.


"Apa mimpimu Mr. Shaw?"


"Memiliki Laurel Tanputra sebagai istriku yang paling aku cintai dan satu-satunya bagiku. Menjadikannya satu-satunya wanita yang akan selalu mendampingi setiap momen dalam kehidupanku," Mendengar apa yang diucapkan Dave, Laurel menggerakkan kedua lengannya yang sedang memeluk leher Dave ke arahnya, untuk menarik wajah Dave mendekat kepadanya.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat Laurel mencium bibir Dave yang cukup tersentak kaget melihat tindakan tiba-tiba dari Laurel yang mencium bibirnya dengan mesra bahkan terasa sedikit menuntut, sambil memejamkan kedua matanya, membuat Dave dengan cepat membalas ciuman Laurel, membiarkan beberapa kali mereka harus berhenti untuk mengambil nafas, namun tetap melanjutkan ciuman mereka untuk waktu yang lama. Mereka begitu saling menikmati keberadaan pasangannya, saling menunjukkan rasa cinta mereka dengan ciuman dan sentuhan-sentuhan lembut diantara mereka dan membiarkan rasa bahagia memenuhi hati mereka berdua, sehingga sedikit melupakan jika seharusnya mereka segera bersiap menuju tempat pesta.


__ADS_2