
Dengan cepat Cladia mengambil handphone dari dalam tasnya. Dengan tangan terlihat bergetar karena gugup dan khawatir, Cladia mencari nama Ornado di kontak handphonenya dan langsung menekan tanda panggilan di handphonenya. Tangan Cladia yang lain sibuk meremas pakaian yang dikenakannya untuk mengurangi rasa gugup dan khawatirnya.
“Hallo amore mio? Ada apa? Apa urusanmu dan Laurel sudah selesai? Mau aku jemput sekarang?” Tanpa menunggu tanda dering kedua, Ornado langsung mengangkat teleponnya, dan langsung menyapa Cladia dengan berbagai pertanyaan dengan suara mesra.
“Al…, Al…, Laurel…,” Ornado yang sedang duduk di meja kerjanya berhadapan dengan James, awalnya sedang serius membicarakan tentang laporan keuangan perusahaan mereka langsung bangkit berdiri mendengar suara Cladia yang terputus-putus dengan nada suara yang bisa dipastikan Ornado bahwa saat ini Cladia sedang menangis dan nafasnya terdengar sedikit tersengal-sengal. Dari situ Ornado bisa menebak saat ini Cladia dalam kondisi ketakutan dan tidak nyaman.
“Apa yang terjadi padamu amore mio? Kenapa dengan Laurel? Kalian ada dimana sekarang? Bukannya harusnya kalian sedang berada di butik?” Ornado yang baru saja bangkit dari duduknya segera berjalan bergegas ke arah pintu untuk keluar dari kantornya sambil memberi kode kepada James yang merupakan orang kepercayaannya sekaligus sepupunya untuk mengikutinya.
“Tadinya..,., kami pergi ke restauran..., untuk bertemu Tante Lina. Tapi..., ada…, yang…, membawa pergi Laurel…, saat aku pergi ke toilet…. Apa kamu masih bersama Dave?” Cladia berusaha menjelaskan dengan cepat dan singkat kepada Ornado kejadian yang sedang menimpa Laurel dengan suara terputus-putus dan terdengar begitu khawatir sambil menangis.
“Aku sudah kembali ke kantor. Tenang dulu amore mio, aku akan segera ke sana. Tunggu aku. Aku akan segera menghubungi Dave. Jangan kemana-mana, tunggu di sana. Jangan menjauh dari para pengawalmu. Jangan tutup teleponmu, supaya kamu bisa tetap tenang. Dengarkan suaraku, fokus pada suaraku, supaya kamu tahu aku akan selalu ada bersamamu. Aku akan segera menyusulmu ke sana,” Ornado berlari dengan secepat kilat ke arah lift diikuti oleh James.
“Hubungi Dave secepatnya James. Katakan ada sesuatu yang terjadi dengan Laurel, kirimkan segera alamat tempat Cladia berada saat ini. Tempat terakhir Cladia bersama Laurel. Kirimkan nomer telepon dan foto Laurel ke tim IT kita di Italia, minta mereka segera melacak posisi Laurel sekarang. Katakan ini perintah langsung dariku, aku harap kurang dari 20 menit mereka bisa menemukan posisi Laurel. Kerahkan seluruh tim IT terbaik kita di Italia sekarang juga!” Dengan sigap James mengangguk dan menjalankan perintah dari Ornado.
“Amore mio, apa kamu masih di sana?” Ornado dengan cepat naik ke mobilnya yang sudah siap bersama Fred, laki-laki yang merupakan sopir sekaligus asisten pribadinya.
“Al…, semua salahku. Harusnya aku tidak membiarkan Laurel sendirian. Harusnya aku membiarkan salah satu pengawalku tetap menemani Laurel ketika aku pergi ke toilet,” Ornado menarik nafas dalam-dalam mendengar suara Cladia yang terdengar begitu menyedihkan karena rasa bersalahnya. Mendengar suara Cladia di telepon yang terdengar menyedihkan membuat Ornado harus mengendalikan dirinya agar tidak ikut panik dan justru akan membuat Cladia ikut panik.
__ADS_1
“Amore mio, tenanglah, semua bukan salahmu. Siapa yang menyangka ada seseorang yang berani bertindak seperti itu di tengah-tengah keramaian. Tenangkan dirimu, aku segera ke sana, tunggu aku,” Ornado berkata dengan suara lembut, berusaha menenangkan Cladia.
“Harusnya saat Laurel bilang Dave tidak akan setuju dia menemui Tantenya, aku segera menghubungimu atau Dave. Tapi aku justru mendukungnya bahkan menemaninya,” Cladia berkata dengan wajah tegang dengan posisi masih berdiri di tempatnya sambil mengamati Tante Lina yang sudah sedikit tenang setelah salah satu pegawai restauran memberinya segelas air.
"Tidak amore mio, harusnya kamu bersyukur bisa segera mengetahui kejadian ini. Jika kamu tidak ikut bersama Laurel menemui Tante Lina mungkin kita akan semakin kehilangan jejak Laurel dan semakin sulit menemukannya. Jangan khawatir, tim IT kita di Italia sekarang sedang bekerja keras untuk bisa segera menemukan posisi keberadaan Laurel," Ornado berkata sambil matanya memandang ke arah jalan dengan wajah tidak sabar, seolah berharap agar mobil yang sedang ditumpanginya bisa terbang dengan kecepatan turbo agar segera sampai di tempat Cladia berada.
Jika memungkinkan, Ornado ingin sesegera mungkin sampai di tempat tujuan dan berada di samping Cladia, tidak membiarkan Cladia sendiri mengingat bagaimana kondisi trauma Cladia yang belum sepenuhnya pulih harus berada di antara orang banyak, membuat Ornado begitu tidak tenang. Kabar tentang menghilangnya Laurel sudah cukup membuatnya selain geram juga begitu khawatir, apalagi jika sesuatu yang buruk terjadi pada Cladia, Ornado tidak yakin dia akan bisa mengendalikan dirinya jika itu terjadi.
“Cla…, apa yang terjadi? Dimana Laurel?” Suara histeris dari Dave membuat Cladia yang masih melakukan panggilan dengan Ornado tersentak kaget.
Belum lagi Cladia sempat menjawab pertanyaan Dave, Dave yang masih mengenakan snellinya, tidak sempat melepaskannya karena begitu terburu-buru pergi setelah mendapat telepon dari James langsung mengalihkan pandangannya dengan tatapan tajam ke arah Tante Lina. Dan tanpa menunggu jawaban dari Cladia, Dave langsung berjalan mendekat ke arah Tante Lina dengan gerakan kasar, diikuti oleh beberapa pengawalnya.
“Aku…, tidak..., tahu..., Dave…,” Tante Lina berkata dengan nada pelan dan terpatah-patah, sambil menahan rasa sakit baik dari wajahnya yang baru saja terkena pukulan maupun rasa sakit karena cengkeraman tangan Dave yang begitu keras si bahunya.
“Aku tidak akan pernah membiarkan Tante hidup dengan tenang kalau sampai ada sesuatu yang terjadi pada Laurel!” Dave berteriak sambil tangannya bergerak memberi tanda kepada para pengawalnya agar membuat semua orang yang berkerumun menyingkir dari lokasi mereka saat ini. Dengan sigap para pengawal Dave langsung memberikan barikade agar tidak ada lagi orang yang bisa mendekat ke arah lokasi kejadian dan menyuruh semua orang yang berkumpul untuk segera membubarkan diri.
“Jangan sampai aku menemukan bukti keterlibatan Tante! Atau aku akan membuat Tante menyesal seumur hidup Tante karena pernah bertemu denganku dan berani-beraninya menyakiti Laurel!” Tante Lina meringis kesakitan mendengar kata-kata Dave yang begitu terlihat emosi, dengan tangan masih mencengkeram bahu Tante Lina, membuat Tante Lina hanya bisa meringis untuk menahan sakit akibat cengkeramanan tangan Dave di bahunya.
__ADS_1
“Al…,” Begitu melihat sosok Ornado berlari ke arahnya, bibir Cladia langsung berbisik pelan dengan nada bergetar memanggil nama suaminya.
“Tenanglah. Laurel akan baik-baik saja. Aku janji akan segera membantu Dave untuk menemukan Laurel,” Ornado berkata sambil langsung memeluk erat tubuh Cladia yang tampak menggigil ketakutan.
“Di sini terlalu banyak orang, sebaiknya kamu segera kembali ke rumah. Biarkan aku dan Dave yang mengurus masalah di sini,” Ornado memberi tanda kepada kedua pengawal wanita Cladia agar mendekat dan mengiringi Cladia dan membawa Cladia untuk segera meninggalkan lokasi mereka sekarang.
"Tapi Al...," Ornado langsung mencium kening Cladia lembut sambil mengelus punggung Cladia begitu mendengar Cladia yang tampak ingin membantahnya.
"Kali ini tolong dengarkan aku amore mio. Keberadaanmu di sini tidak akan banyak membantu, justru selain mengkhawatirkan Laurel aku juga akan mengkhawatirkanmu. Yang bisa kamu lakukan sekarang untuk membantu kami adalah pulang dan berdoa agar Laurel baik-baik saja. Pulanglah, aku akan segera membawa kabar baik tentang Laurel. Aku berjanji padamu. Aku tidak akan membiarkan seseorang menyakiti Laurel," Mendengar kata-kata Ornado akhirnya Cladia hanya bisa mengangguk dan berjalan menjauh, sedang Ornado dengan cepat bergerak mendekat ke arah Dave yang tampak kalut.
“Dave, sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini, rekaman CCTV restauran ini sudah ada di tanganku. Kita coba cek rekaman CCTV untuk bisa mengetahui apa yang sudah terjadi. Percayalah, kita akan segera menemukan Laurel. Saat ini team IT terbaikku di Italia sedang mencari keberadaan Laurel. Aku pastikan kurang dari 5 menit lagi mereka akan segera memberikan kabar. Aku juga tidak akan berdiam diri membiarkan seseorang berusaha menyakiti Laurel,” Ornado berkata sambil menepuk pelan bahu Dave, mencoba menenangkan Dave yang terlihat begitu frustasi karena menghilangnya Laurel.
(Televisi sirkuit tertutup (bahasa Inggris: Closed Circuit Television (CCTV) yang berarti menggunakan sinyal yang bersifat tertutup, tidak seperti televisi biasa yang merupakan sinyal siaran. Closed-Circuit Television atau yang lebih populer disebut CCTV adalah sebuah sistem keamanan yang mampu merekam kejadian di area yang diawasi. Di permukaan, cara CCTV bekerja tampak sederhana. Kamera akan menangkap gambar untuk kemudian diteruskan ke monitor dimana kita bisa melihat gambar secara langsung, ataupun bisa dilihat melalu hasil rekaman).
Pikiran Dave langsung melayang kepada kejadian dimana malam itu Laurel hampir saja diculik oleh Dicky. Membayangkan kejadian malam itu membuat tubuh Dave menggigil dan dadanya terasa sedikit sesak sehingga dia harus menarik nafas dalam-dalam untuk dapat mengendalikan dirinya saat ini.
“Bawa Tante Lina bersama kalian!” Dave berkata sambil melepaskan cengkeraman tangannya di bahu Tante Lina, memberi perintah kepada para pengawalnya untuk membawa Tante Lina bersama mereka meninggalkan restauran itu.
__ADS_1
Dengan langkah tergesa Dave meninggalkan restauran itu bersama Ornado untuk segera mengecek rekaman CCTV yang sudah berhasil mereka dapatkan. Berharap segera menemukan titik terang tentang keberadaan Laurel saat ini, sekaligus mencoba mengetahui siapa yang sudah berani membawa pergi Laurel dengan paksa.