
"Kamu sudah siap keluar sekarang?" Dave bertanya kepada Laurel yang wajahnya langsung memerah karena mengingat bagaimana ciuman mereka sebelumnya harus membuat MUA yang sengaja didatangkan Dave dari Inggris, Pat McGrath, harus sedikit memperbaiki riasan di wajah Laurel, dan juga merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena ulah Dave, sedang Dave sendiri hanya perlu membersihkan bibirnya yang terlihat memerah karena lipstik dari bibir Laurel yang menempel setelah ciuman tadi.
(Make Up Artist atau singkatannya MUA ini jasa yang sedang hits dan dicari dimana-mana. Di hari spesial seperti wisuda, tunangan, atau pernikahan, jasa MUA ini memegang peran penting. Karena kondisi wajah akan ditentukan oleh MUA dan skill magisnya. Pat McGrath, Majalah Vogue pernah menobatkannya sebagai make-up artist paling berpengaruh di dunia. Pat mendapatkan gelar tersebut meskipun dia tidak pernah menjalani pendidikan apapun baik di bidang make-up ataupun fashion. Kemampuannya merias didapat dari ibunya yang kerap berkomentar soal fashion dan make-up saat menonton film klasik. Dia kemudian menyelesaikan kursus seni di sebuah sekolah di Northampton, Inggris. Karir Pat di dunia make-up mulai dikenal setelah dia bekerja dengan fashion editor majalah i-D, Edward Enninful, pada awal 90-an. Saat itu dia dianggap berani memakai warna-warna. Pada masa yang sama, wanita kelahiran 1966 itu juga bekerja dengan Jil Sander dan John Galliano. Apt jgua pernah bekerjasama dengan desainer ternama lainnya mulai dari Prada, Miu miu, Comme des Garcons dan Dolce and Gabbana. pat ditunjuk untuk mendesain lini kosmetik Armani pada 1999, dan pada tahun 2004 dipilih menjadi global creative-design director untuk Procter and Gamble, dimana dia bertanggung jawab untuk Cover Girl dan Max Factor serta beberapa brand lainnya. Sebagai make-up artist, Pat dikenal mampu merias untuk berbagai kalangan dan tema, Dia bisa merias untuk couture hingga klub anak-anak. Dia juga mampu berinovasi dalam penggunaan material make-up. Salah satu make-up kreatif darinya adalah penggunaan tangan. Saat merias, dia lebih sering memakai jarinya daripada memakai bantuan kuas).
Melihat wajah memerah Laurel, Dave justru tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke telinga Laurel, untuk selanjutnya berbisik dengan mesra kepada Laurel yang wajahnya bukannya menjadi tenang, justru semakin memerah setelah mendengar bisikan Dave.
"Terimakasih untuk ciuman penambah semangatnya tadi," Begitu mendengar bisikan Dave, Laurel segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain agar Dave tidak melihat bagaimana salah tingkahnya dia saat ini karena kata-kata Dave barusan.
Suara pintu yang dibuka sedikit mengalihkan pandangan Dave dari Laurel, dilihatnya Evelyn, Freya, Bryan dan Leo masuk ke ruangan tempat mereka berada. Hari ini Evelyn dan Freya menjadi bridesmaid sedangkan Leo dan Bryan merupakan groomsmen yang menjadi pasangan mereka. Begitu memasuki ruangan itu, pihak Wedding Organizer pernikahan mereka langsung memberikan pengarahan kepada bridesmaid dan groomsmen tentang tugas dan apa saja yang harus mereka lakukan selama pesta berlangsung.
(Wedding Organizer sebenarnya sama dengan Event Organizer dalam konsep dasarnya sebagai penyelenggara acara. Sebab, Wedding Organizer merupakan bagian dari Event Organizer. Wedding Organizer adalah jasa yang memberikan pelayanan pengorganisasian segala aktivitas yang berkaitan dengan kebutuhan dalam pesta pernikahan).
Sepanjang Wedding Organizer menjelaskan tugas-tugas mereka, Dave dengan jelas melihat bagaimana Evelyn seringkali melirik ke arah Leo yang hari ini terlihat tampan dengan setelan jas hitamnya sebagai groomsmen. Melihat itu Dave hanya bisa tersenyum dan berusaha agar matanya tidak fokus kepada mereka agar mereka berdua tidak merasa sedang diamati.
Cantik sekali, Dave benar-benar beruntung mendapatkan istri secantik dan sebaik kamu Laurel.. Semoga kamu selalu bahagia bersama Dave sampai maut memisahkan kalian, Leo berkata dalam hati tanpa berani mengarahkan pandangan matanya ke Laurel kembali.
Sejak tadi pintu terbuka dan mereka berempat sebagai bridesmaid dan groomsmen memasuki ruangan dimana Dave dan Laurel sedang mempersiapkan diri untuk pesta mereka, pandangan mata Leo begitu terpesona melihat pemandangan di depannya, sosok Laurel yang hari ini terlihat begitu cantik dan mempesona, dengan senyum bahagia terlihat dengan jelas menghiasi wajahnya. Sesekali dilihatnya Laurel melirik ke arah Dave dengan tatapannya yang menunjukkan bahwa saat ini dia begitu bahagia menjadi wanita yang berada di sisi Dave.
Melihat senyum bahagia di wajah Laurel, Leo hanya bisa ikut tersenyum, mengharapkan wanita cantik itu akan hidup bahagia bersama Dave. Dan kesadaran Leo akan kenyataan bahwa Laurel adalah milik Dave membuat Leo segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain agar matanya tidak lagi terpaku dan terpukau oleh sosok Laurel, yang bahkan sampai detik ini masih saja selalu berhasil membuat dadanya berdebar keras, namun Leo memilih untuk melepaskan segala harapannya pada Laurel yang tidak lagi mungkin untuk dia dapatkan.
"Kak, selamat untuk kebahagiaan yang akhirnya bisa Kakak raih," Bryan memeluk Dave dengan hangat, memberikan doa yang terbaik bagi Kakak yang selain dia sayangi juga begitu dia kagumi.
__ADS_1
Mendengar ucapan selamat dari Bryan, Dave menepuk-nepuk punggung Bryan dengan penuh kasih sayang.
"Segeralah menyusul, segera temukan gadis yang kamu cintai dan mencintaimu. Jangan terus menerus mempermainkan perasaan anak orang," Bryan langsung tertawa mendengar nasehat Dave.
"Sepertinya jodohku masih hilang entah kemana Kak, tulang rusukku mungkin masih bersembunyi di suatu tempat, atau bahkan belum dilahirkan, sehingga sampai sekarang aku belum berhasil menemukannya," Leo ikut tersenyum simpul mendengar gurauan Bryan yang memang sejak masih remaja selalu menjadi idola bagi para gadis karena sifat ramah, ringan tangannya dan yang pasti wajah tampannya.
Bryan selalu dikelilingi oleh banyak gadis, dan diapun dengan senang hati selalu meladeni gadis-gadis yang berusaha mendekatinya, namun belum ada satupun gadis yang mampu membuatnya bertahan menjalin hubungan dengannya lebih dari sebulan. Karakternya Bryan sungguh berbeda seratus delapan puluh derajat bila dibandingkan dengan Dave yang jauh dari tipe laki-laki penebar pesona seperti Bryan.
"Sudah berapa gadis yang menjadi korban tebar pesonamu?" Leo bertanya sambil menepuk bahu Bryan yang sudah melepaskan pelukannya kepada Dave. Mendengar godaan Leo, Bryan hanya tertawa kecil.
"Selamat Dave," Begitu Leo mengucapkan selamat, Dave langsung menarik tangan Leo yang terulur, dan memeluk tubuh Leo dengan erat. Tangan kanan Dave menjabat tangan Leo dengan erat, sedang tangan kirinya menepuk-nepuk punggung Leo.
"Terimakasih sudah menjadi sahabat yang selalu berada di sisiku, selalu mendukungku, dan selalu menjadi penasehat terbaik bagiku," Dave berkata pelan, membuat Leo tersenyum, lalu melepaskan pelukan dari Dave.
"Laurel, jaga Dave baik-baik ya, jangan sampai dia seperti anak ayam kehilangan induknya lagi," Laurel hanya bisa tersenyum mendengar kata-kata Leo, sedang Dave langsung melotot mendengar ejekan dari Leo.
"Ok semua. Ayo bersiap, sudah waktunya kita ke ruangan pesta," Mendengar suara dari pemimpin Wedding Organizer, mereka berenam buru-buru menyiapkan diri dengan mengecek kembali dandanan mereka sebelum melangkah keluar dari ruangan yang ternyata di depan ruangan itu baik Augistin Shaw, Mama Rosalia dan Mama Denia sudah menunggu mereka untuk memasuki ruangan pesta.
# # # # # # #
Suara dentingan piano yang mengalunkan lagu wedding march langsung terdengar begitu pintu main hall hotel tempat diadakannya pesta terbuka. Di depan pintu yang terbuka terlihat Laurel yang berdiri di samping Dave dengan memeluk erat lengan Dave, di sebelah kanan kiri mereka berdua tampak Mama Rosalia, Augistin Shaw dan Mama Rosalia, sedang di belakang mereka tampak Bryan yang berpasangan dengan Freya dan Leo yang berpasangan dengan Evelyn berjalan dengan perlahan mengikuti langkah-langkah Dave dan Laurel yang terlihat begitu anggun dan romantis.
__ADS_1
Laurel sedikit menahan nafasnya melihat pemandangan di sekitarnya. Walaupun dia sudah hidup bersama Dave sebagai suami istri untuk beberapa lama ini, dan Dave selalu mengatakan bahwa pesta hari ini hanyalah merupakan formalitas, tapi begitu memasuki ruang pesta dengan gaun pengantin dan Dave berada di sampingnya benar-benar membuat dada Laurel berdegup dengan kencang. Bagaimanapun ini adalah pesta pernikahannya yang tertunda, dan mana ada wanita yang tidak gugup di hari pernikahannya. Melihat wajah Laurel yang terlihat gugup, Dave menggerakkan telapak tangannya dan menepuk-nepuk lembut lengan Laurel yang sedang melingkar di lengan Dave yang lain, membuat Laurel sedikit menyungingkan senyum di wajahnya karena merasa sedikit lebih tenang karena keberadaan Dave di sisinya.
Laurel kembali mengamati sekitarnya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa dekorasi ruangan pesta terlihat begitu mewah, bahkan Dave beberapa hari yang lalu ketika Laurel bertanya tentang venue pesta hanya tersenyum dan bilang semuanya terpaksa disederhanakan karena waktu persiapan pesta yang terlalu pendek, tidak bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Namun setelah melihat dengan mata kepala sendiri, Laurel hanya bisa melihat ruangan pestanya dengan pandangan kagum sekaligus terpesona.
Ketika Dave datang dan membawakannya hand bouquet pengantin (bunga tangan pengantin, yang biasanya dipegang oleh pengantin wanita) sudah membuat Laurel terpana karena keindahan buket bunga berbentuk cascade (buket bunga cascade menampilkan bunga yang disusun menyerupai air terjun). Buket bunga pengantin Laurel didominasi oleh bunga lily putih yang didatangkan langsung oleh Dave dari daerah Amerika Utara. Bunga cantik yang memiliki bentuk sederhana tapi terkesan anggun, memiliki makna kejujuran, kehormatan dan keagungan. Dan bagi Dave, bunga lily yang disiapkannya untuk Laurel terlihat begitu cocok dengan sosok Laurel.
Laurel melangkahkan kakinya pelan mengikuti alunan musik wedding march yang mengalun mengiringi perjalanannya dengan Dave ke arah pelaminanan. Tatapan mata Laurel yang berusaha berkonsentrasi ke arah pelaminan membuatnya harus berusaha keras mengendalikan wajahnya yang begitu takjub melihat bagaimana Dave benar-benar telah menyiapkan pesta yang begitu mewah baginya, jauh dari kata sederhana. Acara yang diadakan di hotel bintang lima di dalam main hall hotel yang memiliki langit-langit yang tinggi dan dekorasi ruangan yang didominasi warna putih dan emas membuat dekorasi terkesan mewah dan elegan, apalagi di pelaminan tampak terlihat hiasan berupa lampu gantung, hiasan-hiasan dari kristal swarovski yang memberikan efek kilauan yang terlihat cantik. Di samping itu ribuan tangkai bunga mawar putih dan anggrek yang bukan hanya di susun dengan indah di pelaminan, tapi juga memenuhi hampir setiap sudut ruangan membuat ruangan pesta terlihat begitu menakjubkan karena cantik dan elegan, begitu jauh dari kesan sederhana.
“Apa kamu menyukai dekorasi tempat pesta kita hari ini mo cuisle?” Begitu mereka berdua sudah duduk di kursi pelaminan mereka, Dave berbisik pelan kepada Laurel dengan pandangan penuh senyum di wajahnya.
“Bagiku ini terlalu berlebihan, tidak seharusnya pesta pernikahan kita yang hanya formalitas ini dibuat dengan sedemikian mewahnya,” Laurel berkata sambil sedikit menarik nafas panjang, membuat Dave tersenyum geli.
“Kamu pantas mendapatkan yang terbaik, karena bagiku, kamu adalah hadiah terbaik dari surga untukku. Lagipula, sebagian besar sebenarnya papa dan mama yang telah mengatur semuanya untuk kita, aku hanya mengiyakan saja,” Laurel sedikit terbeliak mendengar perkataan Dave, tidak menyangka bahwa semua keindahan dan kemewahan ini adalah hasil kerja keras dari kedua mertuanya.
Laurel benar-benar tidak menyangka dengan apa yang baru di dengarnya dari Dave, apalagi mengingat kalau Augistin bukanlah orang yang terlihat ramah dan lembut. Melihat ekspresi kaget Laurel, Dave menahan senyum gelinya.
“Kenapa? Apa kamu baru sadar bahwa kedua mertuamu begitu menyayangimu?” Dengan spontan Laurel mengangguk-anggukan kepalanya tanpa sadar.
“Kamu benar-benar menggemaskan, bagaimana mereka tidak sayang kepadamu yang merupakan satu-satunya wanita yang diinginkan dan dicintai anaknya, apalagi kamu sudah memberikan hadiah yang begitu berharga juga pada mereka, calon cucu untuk mereka,” Laurel kembali tersenyum sambil melirik ke arah Dave.
“Kalau hadiah itu bukan hanya hasil jerih payahku, tapi kamu juga memiliki kontribusi besar untuk itu. Apalagi kamu begitu rajin mengerjakannya,” Mendengar godaan Laurel, mata Dave sedikit terbeliak.
__ADS_1
Mo cuisle kamu memang paling jago jika menggodaku, melihat hobi menggodamu ini, aku tidak yakin bisa bertahan dengan baik ke depannya, Dave berkata dalam hati sambil meringis mendengar kata-kata Laurel.
“I love you,” Akhirnya Dave hanya bisa berbisik pelan untuk membalas perkataan Laurel yang dengan spontan membuat dada Dave berdebar-debar, menyadari bahwa saat ini wanita yang sudah begitu lama diimpikannya benar-benar menjadi miliknya dan bahkan sedang mengandung hasil dari buah cinta mereka.