
Dave dan Ornado begitu berkonsentrasi mengamati rekaman CCTV yang mereka dapatkan dari restauran XX di detik-detik menghilangnya Laurel karena seseorang yang tiba-tiba datang dan menarik paksa Laurel untuk keluar dari reatauran itu. Seorang laki-laki memakai kaos bewarna gelap dengan celana jeans dan jaket kulit bewarna hitam, mengenakan topi dan masker di wajahnya tiba-tiba berlari mendekat ke arah dimana Laurel dan Tante Lina sedang duduk, beberapa detik setelah Cladia pergi ke kamar mandi diikuti oleh kedua pengawal wanitanya.
Laki-laki itu terlihat langsung menarik tangan Laurel untuk membawanya pergi. Dari rekaman itu terlihat Tante Lina tersentak kaget dan langsung bangkit berdiri, berusaha menarik salah satu tangan Laurel yang lain, berusaha untuk menghalangi laki-laki misterius itu membawa Laurel pergi. Beberapa saat terjadi adegan tarik menarik antara laki-laki tersebut dan Tante Lina untuk meperebutkan Laurel. Namun, dengan gerakan kasar tiba-tiba laki-laki itu memukul ke arah wajah Tante Lina sehingga mengenai dagu Tante Lina, membuat wanita paruh baya itu terjengkang ke belakang menabrak meja restauran yang langsung terbalik dan membuat Tante Lina terjatuh di lantai.
Mata Ornado dan Dave begitu fokus mengamati rekaman CCTV itu degnan wajah terlihat serius dan tegang. Beberapa saat setelah laki-laki misterius itu berhasil membawa Laurel pergi, tampak ada seorang laki-laki lain berpakaian rapi berlarian ke arah Tante Lina, berbicara ke arah Tante Lina dengan wajah terlihat tegang dan khawatir. Sosok laki-laki yang cukup dikenal oleh Dave, laki-laki bernama Devan Amarta.
Melihat sosok Devan Amarta di rekaman CCTV itu benar-benar membuat dada Dave dipenuhi oleh amarah, tangannya mengepal dengan erat. Dave yang sedang berada di kantor Ornado, duduk di samping Ornado dan mengamati rekaman itu langsung bangkit berdiri, berjalan dengan langkah-langkah kasar mendekati Tante Lina yang sedang duduk termenung dengan wajah antara sedih, susah, khawatir, takut di sofa yang ada di ruang kerja Ornado, yang posisinya lurus dengan meja kerja Ornado.
"Katakan padaku Tante! Apa yang sudah Tante lakukan kepada Laurel! Teganya Tante membiarkan Laurel mengalami hal menakutkan seperti itu! Laurel hanya seorang wanita biasa yang bahkan tidak pernah menyakiti Tante sedikitpun!" Dave berteriak dengan kedua tangannya berkacak pinggang, wajahnya terlihat begitu dipenuhi kemarahan.
"Aku..., aku tidak melakukan apapun kepada Laurel, Dave...,"
"Tante jangan berkelit! Di rekaman CCTV jelas-jelas terlihat setelah setelah Laurel menghilang jelas-jelas terlihat Devan berlari ke arah Tante Lina dan berbicara dengan Tante! Pasti penculik itu adalah orang suruhan Devan! Dan Tante sengaja mengajak bertemu Laurel agar orang itu bisa menculik Laurel!"
"Tidak Dave..., kejadiannya bukan seperti itu!"
"Tante! Berapa banyak uang yang sudah Tante terima dari Devan untuk menjebak Laurel! Aku bisa membayarnya berkali-kali lipat! Aku bisa membayarnya! Hanya karena uang! Tidak seharusnya Tante menjual Laurel seperti ini kepada Devan Amarta! Laurel itu keponakan kandung Tante! Apa Tante layak disebut sebagai manusia!" Dave berkata dengan nada begitu tinggi, sedang Tante Lina hanya bisa terdiam sambil membiarkan airmata membasahi pipinya mendengar caci maki Dave kepadanya.
“Dave…, maafkan Tante,”
“Katakan Tante! Dimana Laurel sekarang! Aku mohon!” Dave berkata sambil sedikit mendongakkan kepalanya, dadanya terasa begitu sesak, nafasnya sedikit tersengal-sengal, dan tanpa bisa menahannya lagi cairan bening mengalir dari ujung matanya. Wajah Dave saat ini benar-benar diliputi oleh rasa putus asa karena kehilangan Laurel.
“Tante, bisakah Tante menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi?” Ornado yang baru saja berjalan mendekat ke arah Tante Lina berusaha menjadi penengah karena dilihatnya Dave sudah begitu emosi, dan hampir saja tangannya yang terkepal erat memukul Tante Lina untuk melampiaskan kekecewaan dan kemarahannya.
__ADS_1
Suara panggilan telepon membuat Ornado sejenak menghentikan langkahnya mendekat ke arah Tante Lina. Dengan cepat Ornado menerima panggilan telepon tersebut. Wajah Ornado terlihat begitu serius dengan dahi mengernyit.
“Hallo,” Setelah beberapa saat Ornado begitu serius mendengarkan penjelasan dari seseorang yang menelponnya, dan begitu Ornado memutus panggilan teleponnya, Ornado langsung mendekat ke arah Dave yang wajahnya terlihat sudah begitu lusuh dan berantakan.
“Aku sudah menemukan lokasi Laurel berada. Namun sepertinya saat ini penculiknya masih terus bergerak, belum berhenti di suatu tempat. Cepatlah mengejar ke sana sebelum terlambat, biar aku yang mengurus Tante Lina untukmu,” Ornado berbisik pelan ke telinga Dave yang matanya langsung terbeliak kaget begitu mendengar apa yang dibisikkan Ornado kepadanya.
“Aku akan share lokasi tempat Laurel terakhir berada, cepatlah bertindak,” Tanpa menunggu lebih lama lagi, Dave langsung berlari keluar ruangan kantor Ornado dengan cepat, diikuti oleh beberapa pengawalnya.
“Tante, tolong kerjasamanya. Aku bukan orang yang sesabar Dave. Walaupun Laurel bukan istri atau saudaraku, tapi dia adalah sahabat yang bagiku seperti adik kandungku sendiri. Aku tidak akan membiarkan seorangpun menyakitinya. Aku pastikan akan kuhancurkan hidup orang yang berani menyentuh apalagi menyakiti adikku,” Ornado berkata dengan mata birunya yang tajam memandang ke arah Tante Lina yang hanya bisa terkesiap kaget mendengar ultimatum dari Ornado.
Walaupun Tante Lina tahu nada bicara Ornado terdengar datar, seolah tanpa emosi, tapi tatapan matanya yang begitu tajam dan sekaligus terlihat begitu dingin menunjukkan dia begitu serius dengan ancamannya barusan, dan yang pasti dia juga orang yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan ancaman itu.
“Maafkan Tante…, bukan maksud Tante menyakiti Laurel. Tante juga menyayangi Laurel…, Tante…,”
“Awalnya memang Devan yang menyuruh Tante untuk mengajak Laurel melakukan pertemuan di luar, karena Devan ingin bertemu dengan Laurel untuk mengajaknya bicara. Tante sudah tahu kalau Devan masih begitu mencintai Laurel, tapi Tante tahu kalau Laurel sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap Devan. Karena itu Tante menolak keinginan Devan,” Tante Lina menghentikan bicaranya sebentar, mencoba untuk mengatur nafasnya yang sedikit tersengal-sengal karena tangisannya yang masih begitu sulit dia kendalikan.
“Tapi Devan terus memaksa Tante, bahkan mengancam akan memenjarakan Tante karena Devan memiliki bukti semua bisnis ilegal Tante dan Om. Hari ini memang Tante mengajak keluar Laurel untuk menceritakan tentang apa yang sudah Tante alami yang membuat Tante mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Laurel. Pertemuan hari ini benar-benar murni adalah keinginan Tante untuk menemui Laurel dan menjelaskan semuanya agar hati Tante bisa merasa lega. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan Devan. Kalaupun ke depannya Tante harus mendekam di penjara Tante rela, asal Laurel bisa tahu kebenaran tentang apa yang selama ini menjadi alasan Tante bertindak jahat kepadanya, dan berharap Laurel masih mau memaafkan Tante,” Tante Lina kembali menghentikan bicaranya, telapak tangannya terlihat sibuk menghapus air mata yang terus mengalir di pipinya.
“Pertemuan hari ini, Tante berencana mengakui semua kesalah dan dosa Tante terhadap Laurel di masa lalu. Tante sengaja tidak memberi info apapun kepada Devan agar dia tidak menggunakan kesempatan ini untuk menemui Laurel. Tetapi ternyata tanpa sepengetahuan Tante, selama beberapa lama ini Devan sudah mengirimkan banyak orang untuk memata-matai Tante. Tante juga tidak menyangka ternyata hari ini Devan berada di lokasi tempat Tante menemui Laurel,”
“Apa itu artinya memang Devan yang sudah menculik Laurel?” Tante Lina menggelengkan kepalanya kuat-kuat mendengar pertanyaan Ornado. Mata Ornado menatap tajam ke arah Tante Lina, berusaha memastikan bahwa Tante lina berkata jujur.
“Tante tidak tahu. Tante tidak mengenal laki-laki yang membawa Laurel. Tapi begitu Laurel dibawa oleh laki-laki itu dengan paksa, Devan muncul di hadapan Tante dengan sangat marah, memaki Tante dan bilang kalau Tante sudah membuat Laurel menghilang darinya,” Ornado langsung terbeliak mendengar penjelasan Tante Lina, setelah itu Ornado menyipitkan matanya, berpikir tentang sesuatu yang mungkin terjadi.
__ADS_1
“Dicky…, jangan-jangan…,” Ornado berbisik pelan.
“Tante tidak tahu, tapi sepertinya laki-laki yang membawa pergi Laurel bukan orang suruhan Devan, karena Devan juga terlihat begitu khawatir melihat Laurel tiba-tiba menghilang dibawa oleh laki-laki itu dengan kasar,” Tante Lina berusaha menjelaskan kepada Ornado dengan suara lirih.
“Sial! Orang itu pasti Dicky!” Suara Ornado berdesis begitu menyadari siapa kira-kira laki-laki yang sudah membawa pergi Laurel.
# # # # # # #
“Dave! Pelaku penculikan sepertinya bukan Devan! Tapi Dicky!” Wajah Dave langsung terlihat begitu pucat, tangannya yang memegang handphone terlihat bergetar hebat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ornado di telepon, info tentang siapa yang sudah membawa pergi Laurel.
Wajah Dave terlihat begitu tegang, karena beberapa waktu ini dia sudah mendapatkan info dari Detektif Eka tentang Dicky yang ternyata sejak kecil mengalami kecenderungan gangguan identitas disosiatif (gangguan identitas disosiatif lebih dikenal dengan kepribadian ganda adalah gangguan jiwa yang mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Masing-masing individu dengan ingatan sendiri, kepercayaan, perilaku, pola pikir, serta cara melihat lingkungan dan diri mereka sendiri, kadang membuat dirinya merasa sebagai orang asing atau sesuatu yang tidak dia kenal. Kadang merasa menjadi orang lain, bukan dirinya sendiri. Setidaknya dua kepribadian ini secara berulang memegang kendali penuh atas tubuh si individu. Ciri-ciri umum penderita adalah : mengalami perasaan tidak nyata, sering berhalusinasi, merasa terpisah dari diri sendiri baik secara fisik maupun mental, merasa tidak mendiami tubuh mereka sendiri dan menganggap diri sendiri sebgai orang yang asing dan tidak nyata, mengalami distorsi waktu, amnesia, dan penyimpangan waktu, berubah-ubahnya kondisi penderita terjadi saat satu kepribadian bertukar dengan kepribadian lain, sakit kepala dan keinginan bunuh diri).
“Dan timku sudah melakukan identifikasi terhadap laki-laki berjaket kulit yang menarik Laurel keluar dari restauran. Dari ciri-cirinya, aku bisa pastikan itu memang Dicky,” Penjelasan Ornado selanjutnya tentang siapa penculik Laurel semakin membuat Dave tersentak kaget, tiba-tiba rasa sakit yang amat sangat terasa di kepalanya, begitu menyakitkan, dadanya berdegup sedemikian kencang karena rasa cemas, takut, sedih, bercampur menjadi satu tanpa bisa dia kendalikan lagi.
“Mo cuisle…,” Bibir Dave berbisik pelan sambil memejamkan matanya, dengan airmata yang mengalir deras di pipinya.
“Dave…,” Ornado menghentikan bicaranya karena tiba-tiba sambungan teleponnya dengan Dave terputus, karena seluruh tubuh Dave yang tiba-tiba terasa lemas dan akhirnya memutuskan untuk menghentikan panggilan teleponnya dengan Ornado.
Ornado hanya bisa menarik nafas dalam-dalam, rasa sakit dan ketakutan Dave benar-benar bisa ikut dirasakannya saat ini, karena selain dia juga begitu menyayangi Laurel, Ornado juga memiliki seorang istri yang begitu dicintainya. Mengalami kejadian kehilangan wanita yang paling penting dan dicintainya dalam hidup, Ornado tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya. Untuk beberapa saat Ornado terdiam sampai akhirnya James menepuk bahu Ornado pelan.
“Awasi Tante Lina, jangan biarkan dia melangkah keluar dari kantorku walaupun satu inchi saja! Aku akan berusaha mencari cara agar Laurel segera ditemukan, karena tim kita mengatakan bahwa lokasi terakhir Laurel terlihat di sebuah pom bensin dan tidak bergerak sama sekali setelah itu. Sepertinya penculiknya sengaja membuang handphone Laurel agar tidak bisa terlacak lagi,” James segera mengangguk mendengar perintah tegas dari Ornado.
“Tolong hubungi Cladia, pastikan dia tidak khawatir dan cemas dengan kasus Laurel. Katakan aku akan segera menemukan Laurel dan membawanya pulang kembali,” Ornado berkata kepada James sambil melemparkan kunci kantornya. Setelah itu Ornado segera berlari keluar dari kantornya sambil menelpon Fred, meminta beberapa pengawal untuk langsung mengikutinya.
__ADS_1