CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
MENGGODA EVELYN


__ADS_3

"Sepertinya tidak ada salahnya memiliki adik ipar setampan ini, apalagi Ornado Xanderson sendiri yang mempromosikannya. Pasti benar-benar layak untuk dipertimbangkan matang-matang," Mendengar kata-kata Dave barusan sukses membuat Evelyn langsung melotot ke arah Dave untuk menyatakan protesnya, sedangkan di sisi lain tiba-tiba Leo terbatuk-batuk kecil karena tersedak oleh ludahnya sendiri akibat terlalu kaget akibat perkataan Dave yang baru saja didengarnya.


"Kenapa Evelyn? Bukannya sampai sekarang umurmu sudah lebih dari dua puluh tahun dan belum pernah ada satupun laki-laki yang kamu bawa ke rumah besar? Sepertinya kamu membutuhkan bantuan Kakak untuk menemukan laki-laki yang cocok denganmu," Ornado langsung tertawa mendengar perkataan Dave yang membuat mata Evelyn semakin melotot karena merasa dalam posisi yang sulit untuk membantah perkataan Dave.


"Ayolah Dave! Jangan menggoda adikmu seperti itu. Jangan-jangan kamu sengaja menjodohkan Evelyn dengan James untuk menggantikan anakmu yang akan aku minta untuk menjadi menantuku kelak?" Tangan Dave yang terkepal langsung bergerak ke arah bahu Ornado dan memukulnya pelan mendengar protes Ornado yang sebenarnya sengaja ingin menghentikan kata-kata Dave untuk Evelyn karena Ornado melihat wajah memerah Evelyn yang terlihat tidak lagi nyaman karena candaan mereka.


"Benar kata Ad, mungkin sudah ada laki-laki yang mengisi hati Evelyn," Laurel buru-buru menambahkan kata-kata Ornado agar suasana tidak semakin tegang, sambil matanya melirik ke arah Leo yang tampak sekali berusaha bersikap tenang mendengar pembicaraan tentang Evelyn dan James barusan.


"Gadis secantik Evelyn, pasti banyak laki-laki yang ingin mengisi hatinya. Aku akan jadi laki-laki di urutan terakhir karena waktu tidak berpihak padaku. Kenapa aku baru dipertemukan dengan Evelyn sekarang, karena saat ini pasti sudah ada seseorang yang sudah berhasil mencuri hati si cantik ini," James berkata sambil mengerlingkan matanya ke arah Evelyn yang sedikit bernafas lega karena James ikut membelanya.


"O ya? Apa benar begitu Evelyn? Kakak tidak sabar menunggu kamu membawa laki-laki itu ke rumah besar agar Kakak bisa melihat laki-laki seperti apa yang sudah berani mencuri hati adik tercantikku ini," Dave berkata sambil matanya melirik ke arah Evelyn yang hanya bisa menanggapi perkataan Dave dengan senyuman dengan wajah sedikit memerah.


"Kak Dave..., kenapa sih selalu mengolok-olok aku? Seperti Kak Dave belum pernah jatuh cinta saja," Evelyn berkata sambil memanyunkan bibirnya dengan wajahnya masih memerah, membuat Leo yang menatap ke arahnya buru-buru mengalihkan pandangannya dari wajah Evelyn yang baginya saat ini terlihat begitu cantik sekaligus menggemaskan dengan wajah malu-malunya.


"Justru karena Kakak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta, kamu juga harus segera merasakannya supaya bisa menjadi orang yang bahagia sepertiku, apalagi kata orang perempuan yang sedang jatuh cinta, wajahnya akan terlihat jauh lebih cantik. Ini buktinya sudah ada dua di sini, Kakakmu Laurel dan Kak Cladia," Dave berkata sambi tertawa kecil, apalagi merasakan gerakan tangan Ornado yang langsung menyenggolkan siku lengannya ke lengan Dave begitu mendengar perkataan Dave.


"Aku setuju sekali dengan Dave, wajah perempuan yang dipenuhi oleh perasaan cinta akan terlihat begitu cantik, dan tentu saja..., juga terlihat begitu menggoda," Ornado berkata sambil dengan cepat mengecup mesra bahu Cladia yang sontak membuat yang lain tersenyum geli, sedang Cladia langsung terlihat salah tingkah dengan apa yang baru saja dilakukan Ornado.


"Ah, kalian berdua kompak sekali untuk urusan menggoda orang. Jangan khawatir Kak Dave. Doakan saja agar tidak lama lagi aku bisa memaksa laki-laki yang aku sukai untuk memasuki rumah besar bersamaku. Kalau Kak Ornado berniat membantuku, silahkan saja. Aku yakin dengan kemampuan bisnis Kak Ornado yang sudah diakui oleh banyak orang dan kehebatan Kakak yang sudah terbukti bisa meluluhkan hati wanita secantik Kak Cladia, Kak Ornado pasti punya banyak cara jitu untuk menaklukkan hati orang yang disukainya," Baik Dave dan Ornado langsung tertawa mendengar perkataan Evelyn.


"Sudah sudah, Ayo Evelyn, tadi Kakak yang memanggilmu ke sini untuk memberimu oleh-oleh yang diberikan Kak Cladia dan Kak Ornado dari Italia. Kakak memanggilmu di sini bukan untuk dijadikan bulan-bulanan dua pria hebattttt ini," Laurel berkata sengaja menyebutkan kata-kata hebat dengan nada panjang untuk menyindir Dave dan Ornado yang tampak begitu senang menggoda Evelyn.

__ADS_1


Setelah mengucapkan kata-kata sindiran itu, Laurel berjalan ke arah Evelyn, lalu sambil menarik pergelangan tangan Evelyn, Laurel langsung mengajaknya ke ruang keluarga dimana tadi dia meletakkan oleh-olehnya dari Cladia. Membiarkan Leo yang masih terlihat berusaha menenangkan hatinya yang tiba-tiba terasa tidak nyaman setelah mendengar bagaimana Dave dan Ornado yang menggoda Evelyn tentang laki-laki yang disukai Evelyn. Dan entah kenapa tiba-tiba saja Leo merasa tidak rela jika Evelyn ke depannya menyebutkan nama seorang laki-laki yang disukainya di depannya.


"Kak Leo, tunggu sebentar ya, aku akan segera kembali setelah ini," Evelyn berjalan mengikuti Laurel sambil menolehkan kepalanya ke belakang dan meminta Leo untuk menunggunya sebentar.


Mendengar permintaan dari Evelyn, Leo hanya menganggukkan kepalanya pelan dengan pandangan matanya terus menatap ke arah Evelyn yang berjalan meninggalkan ruang tamu bersama dengan Laurel sampai sosok Evelyn tidak lagi terlihat karena tertutup oleh sebuah rak buku besar yang terletak di ruang keluarga. Setelah Evelyn meninggalkan ruangan mengikuti Laurel, Dave berjalan mendekat ke arah Leo.


"Terimakasih sudah mengantar Evelyn ke sini, kalau kamu masih sibuk biar aku menyuruh Odi untuk mengantarnya kembali. Atau mungkin aku bisa meminta bantuan James yang juga akan segera pulang dari sini," Mendengar kata-kata Dave, tanpa sadar tangan Leo sedikit terkepal dan sedikit menahan nafasnya.


"Tidak, biar aku yang mengantar Evelyn kembali. Aku yang membawanya kemari, aku juga yang harus bertanggungjawab untuk mengantarnya kembali," Leo langsung menjawab perkataan Dave dengan mata melirik ke arah Evelyn yang sedang berjalan kembali ke arah mereka dengan tawa di bibirnya sambil tangannya memegang sebuah tas berisi sebagian oleh-oleh dari Ornado dan Cladia yang diberikan oleh Laurel.


Entah apa yang baru saja Evelyn bicarakan dengan Laurel sehingga wajah gadis itu terlihat begitu ceria, dan entah kenapa hari ini seolah-olah Leo melihat sosok Evelyn yang begitu cantik dengan tawa bahagianya, namun di lain sisi Leo begitu merasa tidak nyaman saat melihat Evelyn yang berjalan ke arahnya, ketika melewati James menganggukkan kepalanya ke arah James dengan tersenyum manis ke arah James yang langsung membalasnya.


"Ok, kalau kamu tidak keberatan," Dave berkata sambil matanya berusaha melihat ke arah mana mata Leo sekarang sedang menatap dengan tatapan terlihat begitu serius dan terpaku pada sosok Evelyn.


Melihat bagaimana reaksi Leo saat melihat Evelyn, Dave mendekatkan wajahnya ke telinga kanan Leo. Tangan kanan Dave bergerak cepat menepuk pelan bahu kiri Leo sambil berbisik pelan ke telinga Leo.


"Kalau kamu tidak segera bertindak, sebagai Kakak Evelyn, aku benar-benar akan segera mencarikan seorang laki-laki yang cocok untuk dijodohkan dengannya," Bisikan pelan Dave di telinga Leo sukses membuat Leo membeliakkan matanya, lalu menatap tajam ke arah Dave yang sudah menjauhkan kembali kepalanya dari telinga Leo.


Apa maksudmu dengan aku harus bertindak? Apa kamu sedang bercanda? Aku tidak mengerti apa yang ada di pikiranmu sekarang Dave, Leo berkata dalam hati sambil menatap wajah Dave yang tampak tersenyum ke arahnya.


Leo baru saja hendak menanggapi perkataan Dave barusan, tapi melihat Evelyn yang sudah berjalan mendekat ke arah mereka Leo langsung membatalkan keinginannya untuk menjawab kata-kata Dave. Evelyn yang tidak menyadari apa yang baru saja terjadi dengan santai tangannya langsung meraih lengan Dave dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Kak Dave, aku pulang dulu ya. Ada sesuatu yang harus aku urus di restauran hari ini. Kalau ada waktu Kak Dave berkunjunglah ke sana supaya ada yang menemaniku makan siang atau makan malam. Sehingga aku tidak perlu selalu merepotkan Kak Leo," Evelyn yang baru saja berdiri di samping Dave berpamitan sambil bergelayut manja di lengan kokoh Dave yang langsung mengusap kepalanya lembut.


"Siapa bilang kamu merepotkanku," Leo langsung menjawab perkataan Evelyn, meluruskan apa yang baru saja dikatakan Evelyn yang memang kadang merasa tidak enak karena beberapa kali saat tidak ada yang menemaninya makan dia selalu teringat Leo dan mengajaknya makan bersama, dan hampir tidak pernah Leo menolak permintaan Evelyn kecuali memang dia sedang bertugas di rumah sakit.


"Kak Leo memang yang terbaik," Evelyn mengacungkan kedua jempolnya begitu mendengar jawaban Leo, membuat Laurel dan Dave tersenyum melihat wajah Leo yang terlihat kikuk setelah mendengar pujian dari Evelyn.


"Ok Kak, kami pulang dulu ya," Evelyn mencium pipi Dave, setelah itu pipi Laurel sebagi tanda berpamitan sebelum pergi.


"Hati-hati di jalan," Evelyn langsung menganggukkan kepalanya mendengar kata-kata Dave, sekilas dipandanginya satu persatu Ornado, Cladia dan James bergantian.


"Kakak semua, aku pamit dulu ya, semoga hari kalian menyenangkan. Untuk Kak Ornado, kapan-kapan Kakak harus mengajariku tentang bisnis supaya aku bisa sehebat Kakak. Dan aku mau berfoto dengan Kakak agar temanku yang selama ini selalu menceritakan tentang kehebatan Kakak iri denganku yang bisa bertemu Kakak secara langsung," Evelyn berkata sambil mengatupkan kedua telapak tangannya sebagai tanda memohon, membuat Ornado tertawa geli.


"Padahal Kakakmu juga selain dokter adalah pengusaha hebat, kenapa tidak berfoto dengan Kakakmu saja?" Evelyn memanyunkan bibirnya mendengar pertanyaan Ornado.


"Tidak ada istimewanya aku berfoto dengan Kak Dave. Semua temanku juga tahu dia adalah Kakak kandungku. Apa hebatnya berfoto dengan Kak Dave? Kalau aku bisa berfoto dengan Kak Ornado, itu baru hebat. Apalagi bersama dengan Kak Cladia yang selama ini sebagai istri Kak Ornado sosoknya masih begitu dicari orang..., membuat banyak orang penasaran," Evelyn berkata dengan nada begitu manja, membuat lagi-lagi tanpa sadar Leo menahan nafasnya melihat pemandangan itu.


"Sudah, sebaiknya kamu cepat pulang. Kasihan Leo harus menunggumu lama. Dia sendiri mungkin sedang ada urusan. Jangan sampai kamu jadi orang yang selalu mengganggu urusan Kakak kesayanganmu itu," Dave langsung memotong perkataan Evelyn dan langsung memegang kedua bahu Evelyn, lalu menyeret tubuh Evelyn ke arah Leo.


"Aku titipkan Evelyn kepadamu. Jangan lupa, apa yang barusan aku katakan padamu..., aku benar-benar serius tentang itu," Dave berkata pelan sebelum melepaskan kedua tangannya dari bahu Evelyn, membuat Leo hanya bisa terdiam dengan mata menatap Evelyn dalam-dalam, sedang Evelyn langsung mengernyitkan dahinya mendengar kata-kata Dave kepada Leo yang lebih menyerupai ancaman daripada permintaan tolong untuk menjaga adiknya.


“Ayolah Kak Leo, aku harus segera kembali ke restauran untuk bertemu klien yang mau mengadakan acara besar di restauranku. Aku tidak ingin datang terlambat, bisa merusak citra restauranku,” Evelyn langsung mengajak pergi Leo dengan sengaja untuk menghindarkannya dari Dave yang tampaknya sengaja berusaha memancing amarah Leo.

__ADS_1


Evelyn tidak tahu apa yang sedang direncanakan Dave, tapi melihat wajah kesal Leo, Evelyn tahu pasti ada sesuatu yang tidak mengenakkan yang sudah dikatakan oleh Dave kepada Leo. Agar keadaan tidak bertambah parah, Evelyn memutuskan untuk mencari alasan agar bisa segera pergi bersama Leo meninggalkan rumah kaca kakaknya.


NB: Untuk para pembaca setia, novel CINTA KARNA CINTA dalam waktu dekat akan segera tamat, sudah terbit novel baru dengan judul BUKAN CINDERELLA BIASA bergenre romantis fantasi, untuk yang belum sempat baca novel pertama author silahkan mampir di novel dengan jugul MY WILD ROSE, semoga suka dengan cerita barunya. Jangan lupa vote, like, komen, rate, follow author dan klik favourite, join ke grup. LOVE YOU ALL


__ADS_2