CINTA KARNA CINTA

CINTA KARNA CINTA
ULTAH LEO


__ADS_3

"Jam berapa kita nanti berangkat ke acara ulang tahun dokter Leo? Aku bahkan belum sempat mengucapkan selamat ulang tahun secara pribadi pada dokter Leo hari ini karena begitu sibuk" Dave yang duduk di sebelah Laurel menolehkan kepalanya ke arah Laurel begitu mendengar pertanyaan Laurel tentang ultah Leo.


"Jam 6 sore. Tidak perlu tampil terlalu cantik, hanya pesta ulang tahun biasa, tidak perlu gaun mewah juga," Laurel tersenyum sambil membeliakkan matanya mendengar apa yang baru dikatakan oleh Dave, merasa aneh Dave mengatakan untuk dia tidak perlu tampil cantik, kata-kata yang selama ini belum pernah dia dengar dari seorang Dave.


"Apa ada masalah denganmu Mr. Shaw? Apa menurutmu aku datang ke pesta itu untuk bertemu kekasihku? Sehingga kamu terlihat begitu cemburu?" Laurel berbisik pelan ke telinga Dave agar Odi yang sedang duduk di bangku depan, sedang berkonsentrasi untuk menyetir mobil tidak mendengar apa yang baru saja dikatakannya, sedang Dave langsung berusaha mengalihkan wajahnya dari tatapan mata Laurel, agar Laurel tidak bisa melihat bagaimana wajahnya yang terlihat gusar ketika Laurel menyebutkan nama Leo.


"Ayo, sudah sampai, sudah waktunya kita turun," Dave berusaha mengalihkan pembicaraan mereka begitu mobilnya memasuki area parkir rumah sakit, membuat Laurel meliriknya dengan tajam karena tahu Dave sedang berusaha untuk menghindar darinya.


"Ok," Laurel langsung turun dari mobil, dan dengan langkah-langkah cepat berjalan ke arah sisi lain dari mobil dimana Dave baru saja membuka pintu mobil di sampingnya untuk keluar.


"Ayo," Laurel langsung menarik tangan Dave begitu Dave keluar dari mobilnya, dan dengan cepat Laurel menyeret tangan Dave untuk berjalan meninggalkan tempat parkir mobil.


"Eh, kenapa kamu tiba-tiba menarikku?" Laurel tiba-tiba menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya dengan cepat, lalu melepaskan tangan Dave.


"Sepertinya ada sesuatu yang perlu kita bereskan Mr. Shaw," Laurel berkata sambil tersenyum manis ke arah Dave dengan kedua tangannya terlipat di depan perutnya, membuat Dave sedikit salah tingkah.


Aduh, harusnya aku bisa menahan diri, tidak menunjukkan rasa cemburuku di depannya seperti tadi, aku benar-benar lupa kalau Laurel tidak mengerti sedikitpun tentang perasaan Leo terhadapnya, Dave berkata dalam hati sambil meringis, sibuk berpikir bagaimana untuk dapat berkelit dari Laurel kali ini.


"Ehm..., apa kamu belum waktunya kembali ke poliklinik?" Dave mencoba untuk mengingatkan Laurel akan tugasnya di klinik yang sudah dia tinggalkan sedari tadi.


"No..., no..., aku tidak akan kembali ke tempatku sebelum kamu menjelaskan sesuatu yang aneh barusan," Dave langsung menggigit bibir bawahnya mendengar apa yang dikatakan Laurel, merasa gagal dengan idenya mengingatkan Laurel tentang tugasnya di klinik barusan.


Wanita..., ternyata benar-benar mengerikan saat mereka mulai curiga tentang sesuatu, dan kenapa juga wanitaku ternyata memiliki insting yang begitu tajam, Dave kembali berkata dalam hati.

__ADS_1


"Oke, oke, kita ke kantorku sekarang. Kita bicara di sana," Mendengar apa yang dikatakan Dave, Laurel langsung mengangkat kedua bahunya, dan tanpa menunggu perkataan Dave selanjutnya Laurel langsung membalikkan tubuhnya, berjalan dengan langkah-langkah bergegas menuju kantor Dave, sedang Dave hanya bisa mengikutinya, berjalan di belakang Laurel sambil mencoba berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan dikeluarkan oleh Laurel kepadanya.


"Siang Bos, dokter Laurel," Mendengar sapaan dari Mira yang sedang berjalan dengan terburu-buru karena mengambil file yang diminta Leo yang sedang mengadakan pertemuan dengan klien di ruang meeting rumah sakit, Dave langsung memberikan tanda kepada Mira agar berhenti.


"Ya Bos?" Mira yang sedang memeluk sebuah map berisi file-file menghentikan langkahnya di dekat Dave.


"Apa dokter Leo sudah memulai meetingnya?" Dave sengaja menyabutkan tentang dimana posisi Loe, berharap meeting itu sudah selesai . Sehingga membuat Dave memiliki alasan kuat untuk bertemu Leo untuk membahas hasil meeting sejak siang tadi.


"Sudah Bos, sejak tadi, tapi masih setengah perjalanan, belum selesai, ini ada beberapa file yang diminta dokter Leo untuk data-data penunjang yang ditanyakan oleh klien kita. Maaf Bos, saya harus buru-buru kembali ke ruang meeting," Mira berkata dengan wajah terlihat memohon, karena saat ini dia benar-benar sedang terburu-buru, membuat Dave hanya bisa tersenyum dan mengiyakan permintaan Mira.


"Ok, semoga semua lancar," Dave hanya bisa membiarkan Mira kembali ke ruang meeting untuk menemui Leo, padahal dari awal dia sengaja menghentikan Mira agar memiliki kesempatan untuk mengalihkan perhatian Laurel.


Begitu Mira pergi menjauh, Laurel yang berdiri tidak jauh dari Dve sambil mengamati apa yang terjadi langsung memberikan kode kepada Dave dengan menggerakkan kepalanya kepalanya ke samping atas agar Dave segera menyusulnya, agar mereka bisa segera menyelesaikan urusan mereka.


Begitu Dave dan Laurel memasuki kantor Dave, Laurel langsung berjalan ke arah Dave yang berdiri di dekat pintu kantornya.


Laurel kembali melangkahkan kakinya agar tubuhnya dan Dave semakin dekat. Dengan gerakan pelan Laurel membungkukkan sedikit tubuhnya ke arah Dave dengan wajah tersenyum, dengan posisi kepalanya mendongak sambil mengamati wajah Dave yang terlihat sedikit canggung karena melihat sikap Laurel yang sepertinya akan membuatnya sulit untuk berkelit.


"Ehem..., jadi..., apa kamu bisa menjelaskan arti dari kata-katamu tadi mobil agar aku tidak perlu tampil cantik di acara ulang tahun dokter Leo?" Begitu mendengar pertanyaan Laurel, Dave sedikit menelan ludahnya sebelum bicara. Laurel kembali menegakkan tubuhnya dengan mata masih menatap Dave dengan pandangan menyelidik.


Ah, sial, biasanya aku yang selalu mengendalikan situasi, kenapa sekarang aku seperti burung yang patah sayapnya di depanmu, Dave berkata dalam hati sambil menyiapkan kata-kata terbaik agar Laurel tidak salah paham.


"Tidak ada maksud apa-apa. Jangan salah paham, aku hanya tidak ingin orang lain memandangimu dengan mata melotot karena kecantikanmu," Laurel mencebikkan bibirnya mendengar perkataan Dave.

__ADS_1


"Dave, apa ada sesuatu yang sedang berusaha kamu sembunyikan? Aku merasa sepertinya kamu tidak terlalu senang aku dekat dengan dokter Leo. Memangnya ada masalah apa antara kamu dengan dokter Leo? Jangan bilang bahkan dengan sahabatmu sendiri kamu merasa cemburu, aku sudah bilang Evelyn menyukai Leo,"


"Tapi Leo menyukaimu!" Akhirnya keluar juga kata-kata itu dari bibir Dave, meluncur begitu saja dengan cepat tanpa bisa Dave kendalikan,  membuat Laurel terbeliak kaget, memandang ke arah Dave dengan wajah tidak percaya.


"Apa katamu Dave? Apa kamu tidak salah bicara?" Dave menggeleng, dengan cepat diraihnya tubuh Laurel ke dalam pelukannya. Dalam hati Dave merasa ada sedikit penyesalah dengan tindakannya yang baru saja membongkar rahasia Leo di depan Laurel, tapi di sisi lain dia merasa lega sudah bisa berkata jujur kepada Laurel.


"Dia benar-benar menyukaimu, bahkan sempat berencana merebutmu dariku saat kamu salah paham tentang hubunganku dengan Hana waktu itu," Kedua tangan Laurel  bergerak ke atas, lalu menepuk-nepuk punggung Dave yang sedang memeluknya dengan erat.


"Maaf, aku tidak tahu itu. Jika aku tahu itu aku pasti akan berusaha menjaga jarak dengan Leo agar bisa menjaga perasaanmu," Dave menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tidak, kamu tidak bersalah. Aku tahu kamu selalu berusaha menjaga dirimu dengan baik terhadap laki-laki lain. Leo juga tidak salah, karena dia begitu menyukaimu, tapi dia juga begitu menghormatiku. Aku tahu dia berusaha menahan dirinya jika berada di dekatmu. Dia sahabat yang terbaik buatku. Hanya aku saja yang masih sulit mengendalikan diri terhadap emosiku," Laurel menjauhkan tubuhnya dari Dave, dengan lembut di tatapnya wajah Dave.


"Laki-laki tercintaku yang pencemburu, harusnya dari awal kamu memberitahuku, agar aku juga bisa tahu bagaimana aku harus bersikap," Mendengar perkataan Laurel, Dave mengecup dahi Laurel lembut.


"Terimakasih karena selalu menjadi wanita yang bisa menenangkan badai di hatiku," Laurel tersenyum, melepaskan pelukan Dave lalu berjalan ke arah pintu.


"Jangan khawatir, aku pastikan aku akan selalu mendukungmu dalam segala kondisimu. Aku pergi dulu ya. Aku harus kembali ke klinik. Eh, Mr Shaw? Kamu harusnya juga mengendalikan tatapan matamu. Bukan salahku dilahirkan dengan wajah cantik yang membuatmu sulit untuk mengendalikan diri," Dave melotot mendengar perkataan Laurel yang diucapkannya sambil tertawa terkikik, membuat Dave bergerak cepat ke arah Laurel yang ternyata sudah menyangka Dave pasti akan bertindak karena kata-katanya barusan, sehingga dengan gerakan tidak kalah cepat Laurel menutup pintu kantor Dave dari luar dan berjalan menjauh menuju polikliniknya sambil menahan tawanya.


# # # # # # #


"Selamat ulang tahun," Dave menjabat tangan Leo dengan erat, lalu memeluknya dengan tidak kalah erat dari jabatan tangannya. Leo langsung membalas pelukan Dave dan menepuk punggungnya dengan hangat.


“Selamat ulang tahun dokter Leo,” Setelah Dave melepas pelukannya ke Leo, Laurel berjalan mendekat ke arah Leo dan mengarahkan tangan kanannya ke Leo untuk menjabat tangan Leo sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun, membuat sepersekian detik Leo harus menahan nafasnya untuk mengendalikan debaran di dadanya karena melihat sosok cantik Laurel yang berdiri di hadapannya mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Walaupun Laurel sengaja memilih gaun sederhana bewarna hitam polos, ternyata gaun itu tetap saja tidak dapat menyembunyikan pesona wajah cantiknya.

__ADS_1


Leo langsung menjabat tangan Laurel dengan senyuman di wajahnya, membuat Dave dengan reflek langsung menggenggam tangan kiri Laurel sambil sedikit menekan telapak tangan Laurel dengan ujung jempolnya, memberi tanda agar Laurel segera melepaskan jabatan tangannya dengan Leo.


“Terimakasih buat kedatangan kalian. Ayo, silahkan dinikmati makanannya. Terutama kamu Laurel, kamu pasti akan suka dengan menu masakan restauran Evelyn ini. Aku jamin!” Laurel hanya bisa mengangguk sambil tersenyum untuk menanggapi perkataan Leo yang tampak tampan dengan baju slim fit nya bewarna biru navy hari ini. Mengingat bagaimana dia harus menjaga perasaan Dave, Laurel memilih untuk tidak banyak berkomunikasi dengan Leo dan segera mengajak Dave untuk beranjak dari tempat mereka, berjalan ke arah salah satu meja untuk mulai menikmati makanan yang disajikan.


__ADS_2